Prolog
Chitose
Saku
Kamu, yang memiliki nama yang
menyembunyikan rembulan, benci memperlihatkan dirimu yang apa adanya.
Padahal kamu bersinar lebih indah dari
siapa pun. Padahal kamu berusaha untuk tetap menjadi yang paling menawan
dibanding siapa pun.
──Namun hatimu selalu berpaling dari
cermin, seolah sedang mencari kesalahan dalam diri sendiri.
Padahal kamu menghadapi segalanya
dengan lebih tulus dari siapa pun. Padahal kamu berusaha tetap menjadi pahlawan
yang paling tulus dibanding siapa pun.
──Namun
hatimu dengan keras kepala merasa malu untuk mengharapkan imbalan itu.
Aku ingin
menjadi wanita yang pantas untuk berada di samping sosok sepertimu.
──Aku adalah
Nanase Yuzuki.
Aku bisa
memiliki masa kini yang membanggakan, itu karena hari itu kamu telah
menyelamatkanku.
Aku bisa
tetap memegang teguh keberanian untuk mengatakannya, itu karena kamu telah
memberikan nama pada perasaan ini.
Alasanku
tetap tegak berdiri dan terus melangkah, adalah karena aku berdoa agar bisa
membuktikan kebenaran seorang Chitose Saku.
Meski begitu,
estetika keras kepalamu itu terlalu baik kepada orang lain. Semakin aku ingin
kita menjadi serupa, perasaan yang tulus ini justru semakin berselisih jalan.
Jadi, jika
cinta ini akan ternoda oleh kepalsuan hanya karena aku berusaha untuk tetap
mulia;
Jadi, jika
cinta yang sejati adalah sesuatu yang tak bisa dilewati begitu saja hanya
dengan menjadi cantik;
──Jadi, jika
ada malam di mana kamu bahkan tak sanggup lagi menjadi seorang Chitose Saku.
Hanya ada
satu balasan yang bisa kuberikan sebagai ganti dari seorang Nanase Yuzuki.
──Bulanku, akan kuberikan untukmu.



Post a Comment