Chapter 2
Kekuatan Skill Appraisal
Noah
menatap Ophelia yang sedang berlutut dan mencium punggung tangannya. Ia teringat kembali pada hari di mana
gadis itu pertama kali bersumpah setia kepadanya.
Kejadian itu
bertepatan dengan masa ketika ibu Noah meninggal dunia.
Sebagai anak dari
seorang selir, sejak awal Noah selalu dipandang rendah di kediaman ini
dibandingkan saudara-saudaranya yang lain.
Setelah ibunya
tiada, ia benar-benar kehilangan pelindung. Para pelayan pun mulai menjaga
jarak darinya.
Dahulu, saat
ibunya masih menerima kasih sayang dari sang Duke, orang-orang itu sangat rajin
menjilat Noah demi mendapatkan keuntungan. Namun, begitu sang ayah mulai
bersikap dingin padanya, sikap mereka berubah drastis menjadi ketus.
Bahkan untuk
urusan pelayanan sehari-hari pun mereka mulai berani bermalas-malasan.
Di tengah situasi
itu, hanya ada satu pelayan yang menunjukkan loyalitas yang tak tergoyahkan.
"Jangan
khawatir, Tuan Muda. Apa pun yang terjadi, saya tidak akan pernah meninggalkan
Anda."
Gadis itu adalah
Ophelia. Di antara para pelayan wanita—bahkan jika dibandingkan dengan pelayan
pria sekalipun—ia memiliki perawakan yang paling tinggi.
Saat pelayan lain
sibuk menjilat saudara-saudara Noah atau orang-orang berpengaruh di kediaman,
ia tetap telaten mengurus keperluan pribadi Noah.
Tanpa pelayan,
Noah bahkan tidak akan punya pakaian siap pakai untuk hari itu. Di rumah besar
ini, hanya Ophelia satu-satunya sosok yang bisa ia andalkan.
(Ugh.
Datang lagi.)
Belakangan
ini, Noah sering menderita sakit kepala yang misterius.
Rasa sakit itu
sering kali muncul saat ia sedang membaca tulisan.
Begitu ia membaca
tulisan di dunia ini, secara otomatis tulisan tersebut berubah menjadi sistem
aksara lain di kepalanya.
Butuh waktu
beberapa lama sampai ia menyadari bahwa itu adalah ingatan dari kehidupan
sebelumnya.
Sepertinya, di
kehidupan sebelumnya Noah lahir dan besar di sebuah tempat bernama Jepang, lalu
meninggal di sana.
Ia merasa bahwa
saat-saat menjelang kematiannya begitu sunyi dan kesepian.
(Apakah ini
bahasa Jepang?)
Ketidakcocokan
antara sistem bahasa di dunia ini dengan ingatan bahasa dari kehidupan
sebelumnya menyebabkan kebingungan dan stres yang hebat di kepala Noah.
Noah tidak hanya
mengingat bahasa masa lalunya saat membaca buku.
Terkadang, ia
melihat deretan aksara misterius melayang di samping ayahnya,
saudara-saudaranya, bahkan di samping para pelayan.
Setiap kali hal
itu terjadi, Noah akan tersiksa oleh aksara yang tak terbaca itu. Ia sering
mendekap kepalanya dan meringkuk di tengah koridor.
"Ada apa,
Tuan Muda?"
Di saat hampir
semua pelayan mengabaikannya dan melewatinya begitu saja, Ophelia justru
meninggalkan pekerjaannya dan mencoba menolong Noah.
"Kepalaku...
kepalaku sakit sekali."
"Tidak
apa-apa, Tuan Muda."
Ophelia
menyentuhkan tangannya dengan lembut ke dahi Noah, seolah sedang mendekapnya.
"Saya ada di
sini. Saya tidak akan pernah meninggalkan Anda."
Ophelia tampaknya
mengira Noah sedang menderita kecemasan akibat kematian ibunya dan perlakuan
dingin sang ayah.
(Bukan. Bukan
itu, Ophelia. Tapi...)
Meskipun
tebakannya meleset, rasa sakit Noah memang benar-benar mereda berkatnya. Noah
pun menyandarkan dirinya pada gadis yang mendekapnya dengan lembut layaknya
seorang ibu itu.
◆◇◆
Setelah
terus-menerus membandingkan bahasa dunia ini dengan bahasa dari kehidupan
sebelumnya, Noah akhirnya mampu memahami arti dari Kanji, angka, hingga alfabet
tanpa merasa stres lagi.
Di saat
yang sama, ia juga mulai memahami makna aksara yang melayang di samping
orang-orang.
Seorang Ksatria
Gift: Tidak ada
Leadership: E
Strategy: D
Politics: C
Diplomacy: D
Siege: D
Fortification: B
Melee: C
Development: D
Loyalty: D
Trust: C
...
Tampilan itu benar-benar mirip dengan kolom statistik dalam
permainan simulasi strategi yang sering ia mainkan di kehidupan sebelumnya.
Ia juga mulai
paham cara memunculkan dan menghilangkan tulisan tersebut.
Ia bisa
mengoperasikan atau mengganti tampilannya hanya dengan menatap orang tersebut
secara intens atau dengan berkedip.
Dalam permainan
yang ia mainkan dulu, statistik ini dikelompokkan sebagai berikut:
- Statistik
Strategi: Leadership, Strategy, Politics, Diplomacy,
Scheme, dan sebagainya.
- Statistik
Lingkungan: Field Battle, Siege, Fortification, Naval
Battle, Air Battle, dan sebagainya.
- Statistik
Keahlian: Melee, Marksmanship, Cavalry, Artillery,
Development, dan sebagainya.
- Statistik
Motivasi: Trust, Faith, Ambition, Loyalty,
dan sebagainya.
- Statistik
Khusus: Fire Magic, Water Magic, Thunder Magic, Earth
Magic, dan sebagainya.
Statistik Strategi secara harfiah adalah kemampuan menyusun
rencana.
Leadership adalah kemampuan menggerakkan dan memimpin
pasukan sesuka hati. Strategy adalah kemampuan mengungguli musuh dalam
taktik peperangan. Politics adalah kemampuan mengatur sistem negara dan
menyatukan rakyat.
Statistik
Lingkungan menunjukkan tempat atau area di mana pemiliknya bisa mengeluarkan
kemampuan terbaik mereka. Jika memilih lingkungan yang dikuasai, kemampuan lain
akan mendapatkan bonus positif. Sebaliknya, lingkungan yang tidak dikuasai akan
memberikan Debuff.
Statistik
Keahlian menunjukkan kemampuan bertarung individu. Melee berarti ahli dalam pertarung jarak dekat.
Statistik
Motivasi menunjukkan hal-hal yang bisa meningkatkan semangat orang tersebut. Jika nilai Faith tinggi, motivasi
mereka akan meningkat saat menjalankan misi keagamaan.
Statistik
Khusus berkaitan dengan keahlian yang melibatkan sihir.
Dengan
cara ini, sepertinya Noah bisa mengetahui bakat seseorang hanya dengan melihat
statistik mereka.
Daftar di
atas hanyalah bakat dasar sebagai jenderal, prajurit, atau pejabat. Masih ada ribuan jenis statistik lain yang
menunjukkan kelebihan seseorang.
Selain itu, ia
juga sepertinya bisa melihat performa barang atau senjata, nilai perhiasan,
hingga efek sihir yang bersemayam dalam suatu benda.
Kemampuan ini
diberikan kepada pemilik Gift bernama Appraiser, dan di dunia ini
tampaknya dikenal sebagai Skill Appraisal. Munculnya Skill
yang menyertai Gift seperti ini kabarnya adalah hal yang lumrah.
Namun, di buku
mana pun atau dari kabar burung mana pun, Noah tidak pernah menemukan cerita
tentang Skill Appraisal yang bisa melihat statistik seseorang
secara mendalam.
Mungkin ini
adalah kemampuan unik yang hanya bersemayam dalam diri Noah.
Nama tempat,
geografi, hingga aspek peradaban di dunia Giftia jelas berbeda dengan dunia
game di kehidupan sebelumnya.
Namun, bagaimana
jika informasi statistik yang dulu ia gunakan untuk menyusun unit dalam game
ini ternyata juga berlaku di dunia ini?
Dan hari untuk
menguji kekuatan Skill Appraisal ini pun segera tiba.
◆◇◆
Suatu hari, saat
Noah sedang bepergian ke pinggiran kota dengan kereta kuda, terdengar suara
teriakan dan dentuman pertempuran dari bawah bukit.
Ternyata,
sekelompok pasukan penjaga sedang diserang oleh kawanan perampok.
Pasukan penjaga
itu terdesak. Noah mencoba menggunakan Appraisal pada orang yang
tampaknya adalah kapten pasukan tersebut.
Kapten Pasukan Penjaga
Leadership: E
Strategy: F
Field Battle: E
Melee: E
Cavalry: E
(Uwah. Semua statistik yang dibutuhkan dalam situasi ini rendah sekali.)
Terutama Leadership E yang paling fatal.
Meski sang kapten
meneriakkan perintah, para prajurit di sekitarnya hanya kebingungan, dan
kekacauan pun semakin menjadi-jadi.
(Gawat kalau
begini terus.)
Noah memeriksa
statistik prajurit pengawal di sampingnya.
Prajurit Pengawal
Leadership: C
Cavalry: C
(Leadership C dan Cavalry C. Kalau begini...)
"Kamu,
orang-orang penjaga itu sedang dalam bahaya. Pergilah bantu mereka."
"T-tapi...
tugas saya adalah menjaga Tuan Muda...."
"Aku tidak
apa-apa di sini. Cepat, sana!"
Noah mencabut
belati, lalu memotong tali kekang kuda yang terhubung ke kereta. Prajurit
pengawal itu dengan panik meraih tali kendali kudanya.
"Bawa bendera ini. Sekarang, berangkat!"
"B-baik!"
Prajurit pengawal itu memacu kudanya dan menerjang ke arah
pasukan penjaga.
"Jangan
bertarung sendiri-sendiri! Berkumpullah di bawah bendera ini!"
Dengan
suara yang lantang dan gerakan yang gagah, ia menyemangati orang-orang di
sekitarnya.
Seketika,
para prajurit yang tadinya bertarung kocar-kacir seolah tersambar petir dan
langsung berkumpul di bawah bendera.
Mereka
bersatu sebagai sebuah kelompok, lalu bekerja sama menumbangkan musuh satu per
satu. Mereka saling melindungi dan menerjang sebagai satu kesatuan.
Noah
kagum melihat kehebatan komandonya.
(Orang
itu... dia cukup hebat sebagai komandan peleton. Inilah kekuatan kelas
Leadership C.)
Para
perampok itu pun terpaksa mundur di hadapan pasukan penjaga yang telah bersatu.
"Keputusan
yang luar biasa, Tuan Muda. Seperti yang diharapkan dari putra Yang Mulia Duke."
Ophelia
memuji tindakan Noah setinggi langit.
Namun
setelah kejadian itu, prajurit pengawal tersebut justru dijatuhi hukuman
penurunan pangkat karena telah mengambil komando ksatria meskipun statusnya
rendah.
Insiden inilah yang memicu sang ayah untuk semakin membenci
Noah. Menurut sang Duke,
Noah adalah "si bodoh yang bahkan tidak mengerti perbedaan kasta".
◆◇◆
"Tidak
perlu merasa bersalah."
Ophelia
berkata sambil menuangkan teh.
"Jika bukan
karena keputusan Tuan Noah saat itu, pasukan penjaga pasti sudah kalah. Tuan
Noah telah menyelamatkan mereka. Saya yakin semua orang tahu itu. Yang Mulia Duke
pun suatu saat pasti akan mengerti."
Bagi Noah
sendiri, pertempuran tadi memberinya keyakinan yang besar. Ia merasa semakin
percaya diri dalam menggunakan Skill Appraisal.
Bukan hanya itu. Skill
Appraisal miliknya ternyata telah berevolusi.
Prajurit Pengawal
Leadership: C → C
Cavalry: C → B
Simbol baru "→ C" dan "→ B" ini
kemungkinan besar menunjukkan nilai masa depan atau potensi pertumbuhan.
Artinya, batas maksimal Leadership prajurit tadi
adalah C, namun kemampuan Cavalry miliknya berpotensi naik hingga B di
masa depan.
(Kepemimpinan
orang itu hebat sekali. Jika dilatih terus, dia bisa menjadi kapten kavaleri
yang luar biasa. Sayang sekali.)
Kavaleri bisa
digunakan secara luas untuk pengintaian, serangan kejutan, pengejaran, hingga
mobilitas.
Apalagi dengan
tingkat Leadership prajurit tadi, ia sepertinya sanggup memimpin seratus
orang dengan mudah. Jarang ada kelompok perampok yang jumlahnya lebih dari
seratus orang.
Padahal jika ia
memberikan seratus pasukan kavaleri kepada prajurit itu untuk membasmi
perampok, salah satu masalah besar di wilayah ini bisa selesai dengan mudah.
(Tidak, yang lebih penting adalah Skill Appraisal ini.)
Upacara kedewasaan dilakukan secara luas di kalangan
bangsawan benua Giftia. Namun, Gift yang diumumkan di sana tidak pernah
menampilkan statistik atau potensi pertumbuhan secara mendetail seperti ini.
Apa yang disampaikan pendeta berdasarkan tulisan suci
hanyalah garis besar tentang bakat alami, gelar, atau berkat saja.
Noah sudah beberapa kali menghadiri pengumuman Gift
kerabat bangsawannya, namun ia belum pernah melihat informasi sedetail ini
tentang bidang strategi, lingkungan favorit, keahlian, peringkat sihir, hingga
potensi pertumbuhan.
(Apakah ada skill yang tidak bisa ditangkap oleh tulisan
suci? Atau mungkinkah Skill Appraisal-ku melampaui tulisan suci?)
Jika statistik dan potensi ini tidak bisa diketahui tanpa Skill
Appraisal, maka Noah memiliki akses ke rahasia Skill dan
statistik yang bahkan tidak bisa dijangkau oleh Gereja Suci.
Lebih jauh lagi, ia bisa memiliki keunggulan atas negara
lain dalam hal perekrutan dan pengembangan sumber daya manusia.
Dengan berinvestasi secara terpusat pada orang-orang yang
memiliki masa depan cerah dan menempatkan orang yang kompeten di posisi yang
tepat, bukankah ia bisa membangun negara secara strategis?
Ophelia meletakkan cangkir teh di depan Noah. Uap mengepul
bersama aroma yang harum.
Tanpa pikir panjang, Noah mencoba menggunakan Appraisal
pada Ophelia.
Ophelia
Leadership: C
Strategy: C
Melee: C
Field Battle: C
Loyalty: C
(Oh, Leadership, Strategy, Melee, Field Battle, dan
Loyalty semuanya kelas C ya.)
Sekadar informasi, kelas Leadership C saja sudah
cukup langka. Noah sudah memeriksa prajurit dan pengikut di wilayah Kadipaten
Ubel, dan orang dengan kelas Leadership C ke atas hanya ada sekitar satu
dari seratus orang.
(Bagaimana dengan potensi pertumbuhannya?)
Ophelia
Leadership: C → S
Strategy: C → A
Melee: C → A
Field Battle: C → A
Loyalty: C → S
(………………………… APA-APAAN?!)



Post a Comment