NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Hikichi ni Tsuihō Sareta Utsuke Ryōshu Kantei Sukiru de Saikyō no Haika-tachi to Tomo ni Chō Taikoku o Tsukuru Volume 1 chapter 2

Chapter 2

Kekuatan Skill Appraisal


Noah menatap Ophelia yang sedang berlutut dan mencium punggung tangannya. Ia teringat kembali pada hari di mana gadis itu pertama kali bersumpah setia kepadanya.

Kejadian itu bertepatan dengan masa ketika ibu Noah meninggal dunia.

Sebagai anak dari seorang selir, sejak awal Noah selalu dipandang rendah di kediaman ini dibandingkan saudara-saudaranya yang lain.

Setelah ibunya tiada, ia benar-benar kehilangan pelindung. Para pelayan pun mulai menjaga jarak darinya.

Dahulu, saat ibunya masih menerima kasih sayang dari sang Duke, orang-orang itu sangat rajin menjilat Noah demi mendapatkan keuntungan. Namun, begitu sang ayah mulai bersikap dingin padanya, sikap mereka berubah drastis menjadi ketus.

Bahkan untuk urusan pelayanan sehari-hari pun mereka mulai berani bermalas-malasan.

Di tengah situasi itu, hanya ada satu pelayan yang menunjukkan loyalitas yang tak tergoyahkan.

"Jangan khawatir, Tuan Muda. Apa pun yang terjadi, saya tidak akan pernah meninggalkan Anda."

Gadis itu adalah Ophelia. Di antara para pelayan wanita—bahkan jika dibandingkan dengan pelayan pria sekalipun—ia memiliki perawakan yang paling tinggi.

Saat pelayan lain sibuk menjilat saudara-saudara Noah atau orang-orang berpengaruh di kediaman, ia tetap telaten mengurus keperluan pribadi Noah.

Tanpa pelayan, Noah bahkan tidak akan punya pakaian siap pakai untuk hari itu. Di rumah besar ini, hanya Ophelia satu-satunya sosok yang bisa ia andalkan.

(Ugh. Datang lagi.)

Belakangan ini, Noah sering menderita sakit kepala yang misterius.

Rasa sakit itu sering kali muncul saat ia sedang membaca tulisan.

Begitu ia membaca tulisan di dunia ini, secara otomatis tulisan tersebut berubah menjadi sistem aksara lain di kepalanya.

Butuh waktu beberapa lama sampai ia menyadari bahwa itu adalah ingatan dari kehidupan sebelumnya.

Sepertinya, di kehidupan sebelumnya Noah lahir dan besar di sebuah tempat bernama Jepang, lalu meninggal di sana.

Ia merasa bahwa saat-saat menjelang kematiannya begitu sunyi dan kesepian.

(Apakah ini bahasa Jepang?)

Ketidakcocokan antara sistem bahasa di dunia ini dengan ingatan bahasa dari kehidupan sebelumnya menyebabkan kebingungan dan stres yang hebat di kepala Noah.

Noah tidak hanya mengingat bahasa masa lalunya saat membaca buku.

Terkadang, ia melihat deretan aksara misterius melayang di samping ayahnya, saudara-saudaranya, bahkan di samping para pelayan.

Setiap kali hal itu terjadi, Noah akan tersiksa oleh aksara yang tak terbaca itu. Ia sering mendekap kepalanya dan meringkuk di tengah koridor.

"Ada apa, Tuan Muda?"

Di saat hampir semua pelayan mengabaikannya dan melewatinya begitu saja, Ophelia justru meninggalkan pekerjaannya dan mencoba menolong Noah.

"Kepalaku... kepalaku sakit sekali."

"Tidak apa-apa, Tuan Muda."

Ophelia menyentuhkan tangannya dengan lembut ke dahi Noah, seolah sedang mendekapnya.

"Saya ada di sini. Saya tidak akan pernah meninggalkan Anda."

Ophelia tampaknya mengira Noah sedang menderita kecemasan akibat kematian ibunya dan perlakuan dingin sang ayah.

(Bukan. Bukan itu, Ophelia. Tapi...)

Meskipun tebakannya meleset, rasa sakit Noah memang benar-benar mereda berkatnya. Noah pun menyandarkan dirinya pada gadis yang mendekapnya dengan lembut layaknya seorang ibu itu.

◆◇◆

Setelah terus-menerus membandingkan bahasa dunia ini dengan bahasa dari kehidupan sebelumnya, Noah akhirnya mampu memahami arti dari Kanji, angka, hingga alfabet tanpa merasa stres lagi.

Di saat yang sama, ia juga mulai memahami makna aksara yang melayang di samping orang-orang.

Seorang Ksatria

Gift: Tidak ada

Leadership: E

Strategy: D

Politics: C

Diplomacy: D

Siege: D

Fortification: B

Melee: C

Development: D

Loyalty: D

Trust: C

...

Tampilan itu benar-benar mirip dengan kolom statistik dalam permainan simulasi strategi yang sering ia mainkan di kehidupan sebelumnya.

Ia juga mulai paham cara memunculkan dan menghilangkan tulisan tersebut.

Ia bisa mengoperasikan atau mengganti tampilannya hanya dengan menatap orang tersebut secara intens atau dengan berkedip.

Dalam permainan yang ia mainkan dulu, statistik ini dikelompokkan sebagai berikut:

  • Statistik Strategi: Leadership, Strategy, Politics, Diplomacy, Scheme, dan sebagainya.
  • Statistik Lingkungan: Field Battle, Siege, Fortification, Naval Battle, Air Battle, dan sebagainya.
  • Statistik Keahlian: Melee, Marksmanship, Cavalry, Artillery, Development, dan sebagainya.
  • Statistik Motivasi: Trust, Faith, Ambition, Loyalty, dan sebagainya.
  • Statistik Khusus: Fire Magic, Water Magic, Thunder Magic, Earth Magic, dan sebagainya.

Statistik Strategi secara harfiah adalah kemampuan menyusun rencana.

Leadership adalah kemampuan menggerakkan dan memimpin pasukan sesuka hati. Strategy adalah kemampuan mengungguli musuh dalam taktik peperangan. Politics adalah kemampuan mengatur sistem negara dan menyatukan rakyat.

Statistik Lingkungan menunjukkan tempat atau area di mana pemiliknya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Jika memilih lingkungan yang dikuasai, kemampuan lain akan mendapatkan bonus positif. Sebaliknya, lingkungan yang tidak dikuasai akan memberikan Debuff.

Statistik Keahlian menunjukkan kemampuan bertarung individu. Melee berarti ahli dalam pertarung jarak dekat.

Statistik Motivasi menunjukkan hal-hal yang bisa meningkatkan semangat orang tersebut. Jika nilai Faith tinggi, motivasi mereka akan meningkat saat menjalankan misi keagamaan.

Statistik Khusus berkaitan dengan keahlian yang melibatkan sihir.

Dengan cara ini, sepertinya Noah bisa mengetahui bakat seseorang hanya dengan melihat statistik mereka.

Daftar di atas hanyalah bakat dasar sebagai jenderal, prajurit, atau pejabat. Masih ada ribuan jenis statistik lain yang menunjukkan kelebihan seseorang.

Selain itu, ia juga sepertinya bisa melihat performa barang atau senjata, nilai perhiasan, hingga efek sihir yang bersemayam dalam suatu benda.

Kemampuan ini diberikan kepada pemilik Gift bernama Appraiser, dan di dunia ini tampaknya dikenal sebagai Skill Appraisal. Munculnya Skill yang menyertai Gift seperti ini kabarnya adalah hal yang lumrah.

Namun, di buku mana pun atau dari kabar burung mana pun, Noah tidak pernah menemukan cerita tentang Skill Appraisal yang bisa melihat statistik seseorang secara mendalam.

Mungkin ini adalah kemampuan unik yang hanya bersemayam dalam diri Noah.

Nama tempat, geografi, hingga aspek peradaban di dunia Giftia jelas berbeda dengan dunia game di kehidupan sebelumnya.

Namun, bagaimana jika informasi statistik yang dulu ia gunakan untuk menyusun unit dalam game ini ternyata juga berlaku di dunia ini?

Dan hari untuk menguji kekuatan Skill Appraisal ini pun segera tiba.

◆◇◆

Suatu hari, saat Noah sedang bepergian ke pinggiran kota dengan kereta kuda, terdengar suara teriakan dan dentuman pertempuran dari bawah bukit.

Ternyata, sekelompok pasukan penjaga sedang diserang oleh kawanan perampok.

Pasukan penjaga itu terdesak. Noah mencoba menggunakan Appraisal pada orang yang tampaknya adalah kapten pasukan tersebut.

Kapten Pasukan Penjaga

Leadership: E

Strategy: F

Field Battle: E

Melee: E

Cavalry: E

(Uwah. Semua statistik yang dibutuhkan dalam situasi ini rendah sekali.)

Terutama Leadership E yang paling fatal.

Meski sang kapten meneriakkan perintah, para prajurit di sekitarnya hanya kebingungan, dan kekacauan pun semakin menjadi-jadi.

(Gawat kalau begini terus.)

Noah memeriksa statistik prajurit pengawal di sampingnya.

Prajurit Pengawal

Leadership: C

Cavalry: C

(Leadership C dan Cavalry C. Kalau begini...)

"Kamu, orang-orang penjaga itu sedang dalam bahaya. Pergilah bantu mereka."

"T-tapi... tugas saya adalah menjaga Tuan Muda...."

"Aku tidak apa-apa di sini. Cepat, sana!"

Noah mencabut belati, lalu memotong tali kekang kuda yang terhubung ke kereta. Prajurit pengawal itu dengan panik meraih tali kendali kudanya.

"Bawa bendera ini. Sekarang, berangkat!"

"B-baik!"

Prajurit pengawal itu memacu kudanya dan menerjang ke arah pasukan penjaga.

"Jangan bertarung sendiri-sendiri! Berkumpullah di bawah bendera ini!"

Dengan suara yang lantang dan gerakan yang gagah, ia menyemangati orang-orang di sekitarnya.

Seketika, para prajurit yang tadinya bertarung kocar-kacir seolah tersambar petir dan langsung berkumpul di bawah bendera.

Mereka bersatu sebagai sebuah kelompok, lalu bekerja sama menumbangkan musuh satu per satu. Mereka saling melindungi dan menerjang sebagai satu kesatuan.

Noah kagum melihat kehebatan komandonya.

(Orang itu... dia cukup hebat sebagai komandan peleton. Inilah kekuatan kelas Leadership C.)

Para perampok itu pun terpaksa mundur di hadapan pasukan penjaga yang telah bersatu.

"Keputusan yang luar biasa, Tuan Muda. Seperti yang diharapkan dari putra Yang Mulia Duke."

Ophelia memuji tindakan Noah setinggi langit.

Namun setelah kejadian itu, prajurit pengawal tersebut justru dijatuhi hukuman penurunan pangkat karena telah mengambil komando ksatria meskipun statusnya rendah.

Insiden inilah yang memicu sang ayah untuk semakin membenci Noah. Menurut sang Duke, Noah adalah "si bodoh yang bahkan tidak mengerti perbedaan kasta".

◆◇◆

"Tidak perlu merasa bersalah."

Ophelia berkata sambil menuangkan teh.

"Jika bukan karena keputusan Tuan Noah saat itu, pasukan penjaga pasti sudah kalah. Tuan Noah telah menyelamatkan mereka. Saya yakin semua orang tahu itu. Yang Mulia Duke pun suatu saat pasti akan mengerti."

Bagi Noah sendiri, pertempuran tadi memberinya keyakinan yang besar. Ia merasa semakin percaya diri dalam menggunakan Skill Appraisal.

Bukan hanya itu. Skill Appraisal miliknya ternyata telah berevolusi.

Prajurit Pengawal

Leadership: C → C

Cavalry: C → B

Simbol baru "→ C" dan "→ B" ini kemungkinan besar menunjukkan nilai masa depan atau potensi pertumbuhan.

Artinya, batas maksimal Leadership prajurit tadi adalah C, namun kemampuan Cavalry miliknya berpotensi naik hingga B di masa depan.

(Kepemimpinan orang itu hebat sekali. Jika dilatih terus, dia bisa menjadi kapten kavaleri yang luar biasa. Sayang sekali.)

Kavaleri bisa digunakan secara luas untuk pengintaian, serangan kejutan, pengejaran, hingga mobilitas.

Apalagi dengan tingkat Leadership prajurit tadi, ia sepertinya sanggup memimpin seratus orang dengan mudah. Jarang ada kelompok perampok yang jumlahnya lebih dari seratus orang.

Padahal jika ia memberikan seratus pasukan kavaleri kepada prajurit itu untuk membasmi perampok, salah satu masalah besar di wilayah ini bisa selesai dengan mudah.

(Tidak, yang lebih penting adalah Skill Appraisal ini.)

Upacara kedewasaan dilakukan secara luas di kalangan bangsawan benua Giftia. Namun, Gift yang diumumkan di sana tidak pernah menampilkan statistik atau potensi pertumbuhan secara mendetail seperti ini.

Apa yang disampaikan pendeta berdasarkan tulisan suci hanyalah garis besar tentang bakat alami, gelar, atau berkat saja.

Noah sudah beberapa kali menghadiri pengumuman Gift kerabat bangsawannya, namun ia belum pernah melihat informasi sedetail ini tentang bidang strategi, lingkungan favorit, keahlian, peringkat sihir, hingga potensi pertumbuhan.

(Apakah ada skill yang tidak bisa ditangkap oleh tulisan suci? Atau mungkinkah Skill Appraisal-ku melampaui tulisan suci?)

Jika statistik dan potensi ini tidak bisa diketahui tanpa Skill Appraisal, maka Noah memiliki akses ke rahasia Skill dan statistik yang bahkan tidak bisa dijangkau oleh Gereja Suci.

Lebih jauh lagi, ia bisa memiliki keunggulan atas negara lain dalam hal perekrutan dan pengembangan sumber daya manusia.

Dengan berinvestasi secara terpusat pada orang-orang yang memiliki masa depan cerah dan menempatkan orang yang kompeten di posisi yang tepat, bukankah ia bisa membangun negara secara strategis?

Ophelia meletakkan cangkir teh di depan Noah. Uap mengepul bersama aroma yang harum.

Tanpa pikir panjang, Noah mencoba menggunakan Appraisal pada Ophelia.

Ophelia

Leadership: C

Strategy: C

Melee: C

Field Battle: C

Loyalty: C

(Oh, Leadership, Strategy, Melee, Field Battle, dan Loyalty semuanya kelas C ya.)

Sekadar informasi, kelas Leadership C saja sudah cukup langka. Noah sudah memeriksa prajurit dan pengikut di wilayah Kadipaten Ubel, dan orang dengan kelas Leadership C ke atas hanya ada sekitar satu dari seratus orang.

(Bagaimana dengan potensi pertumbuhannya?)

Ophelia

Leadership: C → S

Strategy: C → A

Melee: C → A

Field Battle: C → A

Loyalty: C → S

(………………………… APA-APAAN?!)




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close