Kata Penutup
Pertama-tama,
saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua yang telah membeli buku
ini.
Terima kasih juga
kepada semua pihak yang terlibat dalam pembuatan buku ini, khususnya kepada
editor yang bertugas dan Ayuma Sayu-sensei yang telah menggambar
ilustrasi-ilustrasi yang luar biasa.
Dan bagi Anda
yang baru pertama kali membaca karya saya, perkenalkan. Nama penulis saya
adalah 'Crosis' (dibaca: Kuroshisu).
Mengenai nama
penulis ini, saya sudah memastikannya saat debut sebagai penulis naskah manga,
dan karena katanya tidak masalah, jadi ya, sepertinya tidak masalah. Bagi yang
bingung maksudnya apa, anggap saja Anda tidak pernah mendengarnya.
Terlepas dari
itu, saya sangat bersyukur diberi jatah tiga halaman untuk kata penutup. Namun,
saya justru bingung harus menulis apa karena sejujurnya tidak ada hal spesifik
yang ingin saya sampaikan.
Awalnya saya
bercita-cita menjadi komikus, tapi hidup memang penuh kejutan. Tahu-tahu, saya
justru 'lahir' sebagai penulis Light Novel.
Mengenai Light
Novel ini sendiri, awalnya saya hanya menuliskan ide-ide cerita manga yang saya
kumpulkan ke dalam bentuk tulisan, lalu mengunggahnya ke situs novel web.
Saya sama sekali
tidak menyangka hal itu akan membawa saya debut sebagai penulis.
Bahkan sekarang,
setelah tawaran itu datang dan buku ini resmi terbit, saya masih merasa seperti
sedang bermimpi.
Apalagi saya
merasa diri saya bukan orang yang berpendidikan tinggi, jadi saya pikir profesi
penulis yang bertarung melalui media tulisan adalah sesuatu yang sangat jauh
dari jangkauan saya.
Bagi orang tua
saya pun, saya pasti terlihat seperti anak bodoh yang dulu pernah bilang,
"Aku akan mengejar mimpi jadi komikus sampai umur 27, jadi aku akan jadi
pekerja paruh waktu dan tetap tinggal di rumah." Saat mendengar saya
sekarang jadi penulis Light Novel bukannya komikus, mereka pasti membatin,
"Anak ini bicara apa, sih?"
Namun jika
diingat kembali, demi menjadi komikus, saya dulu mengonsumsi berbagai film,
manga, anime, dan Light Novel secara gila-gilaan.
Saat libur musim
panas, saya bisa menonton tujuh film sehari. Dinding kamar saya semuanya
tertutup rak buku, bahkan sampai tidak muat dan menumpuk di lantai. Ternyata
semua itu telah menjadi darah dan daging bagi karya saya.
Sekarang, di
apartemen tempat saya tinggal sendiri, seluruh dinding di dua kamar saya sudah
penuh dengan rak buku, dan itu pun masih belum cukup hingga saya mulai berpikir
untuk pindah ke tempat yang lebih luas.
Karya yang saya
tulis kali ini berawal dari rasa kurang suka saya terhadap genre harem. Lebih
tepatnya, saya selalu kesulitan jika di akhir cerita harem sang protagonis
harus memilih satu pahlawan wanita saja.
Karena ini genre isekai,
saya pikir harem end boleh-boleh saja, tapi rasa tidak nyaman itu tidak
hilang begitu saja. Anehnya, saat mencoba menulis harem karena mengikuti tren,
ceritanya malah melenceng ke arah komedi... Karena itulah, saya memikirkan ide
baru untuk karya berikutnya, dan terciptalah karya tentang 'Budak' ini.
Sebagai catatan,
saya hanya tidak suka melihat adegan pahlawan wanita yang ditolak; saya tidak
membenci genre harem itu sendiri.
Meskipun karya
ini ditulis oleh orang seperti saya, saya akan sangat bahagia jika Anda bisa
menikmatinya.
Sebagai penutup,
sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam karya
ini, dan kepada Anda semua yang telah membelinya.
Previous Chapter | ToC | End Vol 1



Post a Comment