NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Haibara-kun no Tsuyokute Seishun New Game Volume 7 Interlude II

Interlude 2


"……Miori."

"……Reita-kun. Kamu tidak pernah membalas saat aku yang menghubungi, tapi sekarang malah tiba-tiba menelepon. Ada apa dengan perubahan hatimu ini? …Aku khawatir, tahu? Aku, dan semua orang juga."

"……Justru Miori, postingan itu, apa maksudnya?"

"Apa maksudnya apa, aku hanya jujur menceritakan semuanya pada semua orang."

"Dengan cara seperti itu, hanya akan membuat orang semakin memperhatikan hal buruk tentang kamu."

"Aku tahu. Tapi tetap saja. …Aku tidak mau dilindungi oleh pengorbanan diri Reita-kun. Dosa yang kuperbuat harus aku tanggung sendiri. Kalau terus berbohong… pasti nanti aku akan menyesal."

"Sebaiknya kamu hapus sekarang. Kalau sekarang masih bisa, dampaknya tidak terlalu besar. Kamu sejak awal tidak punya dosa apa pun. Reputasi burukmu itu semua karena aku. Aku yang memaksamu dengan paksaan hubungan pacar bersyarat. Padahal aku tahu kamu menyukai Natsuki. Aku sudah tahu sejak awal risiko rumor seperti itu bisa muncul, tapi aku diam saja. …Ini salahku. Makanya dosa itu harus aku tanggung."

"Bukan begitu. Jangan pikir semuanya salahmu sendiri. Aku yang memutuskan untuk pacaran dengan Reita-kun. Bahkan itu pun kamu anggap salahmu… itu sama saja merendahkan aku."

"……Bukan itu maksudku. Hanya saja, karena perasaanku sendiri, aku telah mendorongmu ke jurang."

"Makanya video itu adalah bentuk penebusan dosa? Dengan mengorbankan dirimu sendiri, agar aku bisa kembali ke lingkungan yang lebih nyaman? ——Aku tidak mau. Saat itu aku hanya tidak bisa mengendalikan perasaanku sendiri dan terpojok sendirian. Bukan salah Reita-kun."

"Aku sedang bicara bahwa aku yang menciptakan penyebabnya…!"

"Kamu yang salah paham sejak awal. Seperti yang sudah berkali-kali kukatakan, aku pacaran dengan Reita-kun atas kemauanku sendiri. …Aku senang, tahu? Karena kamu bilang kamu menyukaiku."

"……"

"Saat itu meski aku masih menyukai Natsuki, aku menerima pengakuanmu karena kupikir suatu saat aku bisa menyukaimu. Tapi aku malah mengkhianatimu. Makanya yang harus minta maaf adalah aku. Maaf sudah membuatmu kacau. Seharusnya Reita-kun yang marah padaku yang selingkuh."

"……Kamu terlalu baik hati, Miori."

"Reita-kun juga ternyata cukup keras kepala ya."

"……Baiklah. Aku akan menghormati pilihanmu. Aku tidak akan ikut campur lagi."

"……Hei, Reita-kun. Apa ini… perpisahan?"

"Siapa tahu."

"Walau kamu berpura-pura, aku tahu percakapanmu dengan Natsuki dan yang lain… Besok masa skorsingmu selesai kan? Kembalilah ke sekolah. Kita bisa bersenang-senang bersama semua orang lagi."

"Kalau aku berada di dekatmu, aku pasti akan menyakitimu lagi."

"Reita-kun yang menghilang justru lebih menyakitkan bagiku."

"Miori."

"…Apa?"

"Hubungan kita memang singkat, tapi terima kasih. Aku mendoakan kebahagiaanmu dengan sepenuh hati."

"Reita-kun? Tunggu sebentar…! Reita-kun!"



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close