NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Watashi Ni-banme no Kanojo de Ii kara Volume 3 Afterword

Kata Penutup


Halo para pembaca sekalian, saya penulisnya, Yo Nishijo. Terima kasih banyak karena telah membaca hingga volume ketiga.

Wah, Hayasaka akhirnya bertindak nekat juga, ya. Mungkin Hayasaka sudah punya firasat bahwa Tachibana akan mengambil langkah lebih dulu saat perjalanan wisata itu, tapi dia tetap berpikir tidak masalah selama Kirishima bisa menjadi miliknya.

Bisa dibilang itu adalah strategi mengorbankan diri demi tujuan yang lebih besar. Namun, sepertinya dia tidak hanya mengorbankan diri, tapi situasinya menjadi tak bisa diperbaiki lagi. Bukankah Hayasaka sendiri yang paling mementingkan hal-hal yang dilakukan oleh pasangan kekasih?

Mungkin ketidakmampuan untuk membaca situasi seperti inilah yang menjadi penyebab kenapa dia sering bertindak ceroboh. Di sisi lain, Tachibana akhirnya muntah, ya. Saya sendiri tidak menyangka akan melahirkan seorang pahlawan wanita yang mengalami muntah karena cemburu dengan pacar nomor dua.

Saya rasa itu masih dalam batas yang bisa dibilang imut, jadi saya berharap para pembaca sekalian bisa memaklumi dan tetap mendukungnya dengan penuh kasih sayang. Lalu, bagaimana dengan volume keempat nanti?

Sepertinya benturan emosi yang tajam dari kedua gadis itu sudah tidak terelakkan lagi. Jujur, saya agak takut untuk menulisnya. Perasaan saya saat ini seperti ingin berteriak, "Lakukan sesuatu, Kirishima!"

Kirishima adalah pria yang sangat menarik untuk ditulis. Dia sering memikirkan hal-hal yang terlalu rumit lalu gagal, dipermainkan oleh gadis-gadis, dan alih-alih merenung dalam situasi seperti itu, dia malah bertindak konyol. Dia punya antusiasme yang aneh.

Saya rasa dia sudah menjalankan perannya sebagai protagonis dengan sangat baik. Jika itu orang biasa, meskipun visualnya kelas satu, bukankah mereka akan lari terbirit-birit jika tangannya ditarik oleh dua gadis yang mengacaukan emosinya seperti medan perang?

Selain itu, karakteristik Kirishima yang paling kuat adalah kemampuannya untuk melakukan Positive Affirmation. Dia menerima Hayasaka apa adanya meskipun ada kesenjangan dengan citra dirinya yang suci, dan dia juga menerima perasaan Tachibana yang sempat goyah. Dia tidak menyalahkan Tachibana, namun di saat yang sama, dia tetap mengakui rasa cemburu yang ada di dalam dirinya.

Menurut saya, kemampuan untuk bisa menerima keadaan seperti itu adalah kebajikan yang luar biasa. Mungkin itulah alasan mengapa Hayasaka dan Tachibana menyukai Kirishima. Karena sosok yang positif dan mau menerima apa adanya akan selalu disukai di era kapan pun.

Sebagai penulis, saya tidak merasa janggal mengapa Kirishima disukai oleh kedua gadis tersebut. Pasalnya, saya merasa banyak gadis yang sebenarnya tidak terlalu peduli dengan spek fisik atau materi. Kesan saya, banyak di antara mereka yang memiliki hati yang lapang.

Lalu, pria seperti apa yang mudah disukai gadis? Jika melihat sekeliling, jawabannya adalah pria yang "tidak bisa dibenci". Tidak perlu menjadi orang yang sempurna; cukup menjadi diri sendiri, dan entah kenapa selalu berpikiran positif. Singkatnya, dia adalah Kirishima. (Tertawa)

Seorang pria yang tetap bisa menanggapi dengan santai meskipun dia melakukan hal ekstrem, bagi gadis-gadis, mungkin memberikan rasa aman tersendiri. Mungkin inilah yang disebut dengan merasa nyaman saat berada di dekat seseorang.

Tentu saja, ini adalah pembelaan penulis terhadap protagonisnya, jadi silakan anggap teori "Kirishima si penakluk hati" ini sebagai candaan saja. Bagaimanapun, cerita ini bisa berjalan karena adanya kekuatan untuk saling menerima.

Kirishima, Hayasaka, dan Tachibana, meskipun hubungan mereka dianggap tidak lazim, mereka tetap mengakui perasaan mereka dengan jujur tanpa mempedulikan pandangan orang lain. Di volume keempat nanti, saya akan terus menuliskan perasaan dan tindakan mereka apa adanya dengan mengandalkan kekuatan tersebut.

Meski saya belum menulis satu kata pun, mohon nantikan kelanjutannya. Sekarang, saatnya untuk ucapan terima kasih.

Terima kasih kepada editor, pihak Dengeki Bunko, tim koreksi, desainer, toko buku yang memajang buku ini, toko yang memberikan bonus, dan semua pihak yang terlibat dalam buku ini.

Terima kasih juga kepada Reeta-sensei untuk ilustrasinya yang luar biasa! Ilustrasi volume satu, dua, dan sampul volume tiga ini benar-benar sempurna. Perpaduan antara kelucuan, daya tarik, dan nuansa yang sedikit tidak tenang benar-benar membuat saya terkesan.

Terakhir, terima kasih banyak untuk para pembaca! Kalian adalah orang-orang dengan hati yang lapang karena telah menerima cerita yang tidak sehat dan tidak bermoral ini. Saya berharap kalian bisa terus menemani kisah Kirishima dan yang lainnya yang akan semakin seru.

Sampai jumpa lagi di volume berikutnya dari Nibanme Kanojo!



Previous Chapter | ToC

0

Post a Comment

close