NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Ore no Nounai Sentakushi ga - Gakuen Rabukome o Zenryoku de Jama Shite Iru (NouCome) Volume 4 Interlude 3

Interlude

Kisah Tentang Sebuah Kemungkinan — Bagian 3


"Ahahahaha! Hahahaha!"

"A-Anu... Yukihira sampai sebegitunya..."

Aku seolah tidak percaya dengan apa yang kulihat. Di depan mataku, Yukihira sedang merangkak sambil memegangi perutnya yang gemetar hebat karena tertawa.

"Kenapa wajahmu jadi cengo begitu? Menurut hasil investigasiku, dia adalah tipe orang yang sangat mudah tertawa dan lemah terhadap hal-hal yang klise. Kalau aku mengambil tindakan berdasarkan data itu, sudah sewajarnya hasilnya akan jadi seperti ini."

Chocolat yang berada di sampingku berkata dengan nada dingin seperti biasanya, sambil melirik ke arah baskom yang tergeletak di lantai.

Ya, sebuah baskom.

Begitu melihat benda itu menghantam kepalaku dengan telak, tawa Yukihira langsung meledak... dan bahkan setelah beberapa menit berlalu, tawanya belum juga reda sampai sekarang.

"Nah, berkat bantuanku, misinya berhasil diselesaikan ya, dasar anjing kampung tidak berguna."

Baru saja dia melontarkan makian yang luar biasa pedas secara natural... tapi yah, lupakan dulu soal itu. Sepertinya, untuk menghilangkan Absolute Choice (Pilihan Mutlak), aku harus menyelesaikan misi-misi yang diberikan oleh Sang Dewa.

Dan misi pertama yang muncul adalah—

[Buatlah Yukihira Furano tertawa dari lubuk hatinya yang terdalam].

Saat aku sedang mati-matian berjuang melakukannya, Chocolat datang membawa baskom ini sebagai persiapannya... Dari mana coba dia mendapatkan benda seperti ini?

"Kalau aku menyerahkannya padamu, masalah ini tidak akan selesai sampai kapan pun. Apa-apaan coba lelucon 'Anjing Laut yang mendadak jago Geografi saat sedang menggonggong' itu?"

"Bisa tidak berhenti mengungkit lawakanku yang garing itu!?"

"Lalu 'Patung Nio yang baru lahir', coba jelaskan padaku di bagian mana lucunya?"

"Ini sih bukan cuma sekadar menaburkan garam di atas luka lagi, tahu!"

Chocolat terus mengorek luka di hatiku dengan ekspresi datar... Benar-benar seorang S-dere tingkat tinggi.

"...... Hm?"

Ponselku bergetar, jadi aku segera mengeceknya.

Di layarnya terpampang pesan dari "Dewa" mengenai [Misi Penghapusan Kutukan].

Padahal baru saja aku menyelesaikan misi pertama, tapi sudah muncul yang berikutnya... Dengan perasaan jenuh, aku pun membuka email tersebut.

[Saksikan celana dalam Yawakaze Konagi saat sedang ia kenakan. Batas waktu: 11 Mei (Sabtu)]  

...Benar-benar sudah tidak masuk akal lagi.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close