Prolog
Pertemuan
Dengan Seorang Pahlawan
Ada satu langkah yang tidak sanggup kuambil. Satu
kebaikan yang gagal kubalas. Satu musim semi yang kubiarkan berlalu begitu
saja.
Maka, kali ini...
Bersedia.
Aku berdiri bersiap di garis start.
Siap.
Aku mengangkat pinggul, memperkokoh tumpuan kakiku.
Pistol pun meletus.
Aku menendang balok start dengan kuat, seperti
hantaman palu. Maka, kali ini... aku akan berlari.
Memutar balik waktu yang telah hilang, merebut
kembali masa depan yang seharusnya ada, mengibaskan sosok diriku yang dulu, dan
mengucapkan selamat tinggal pada masa lalu yang menyedihkan.
Aku berdoa, karena aku tidak ingin pernah berhenti
berlari lagi...
Aku ingin meninggalkan segalanya dan berlari menuju
garis finis. Aku ingin melaju begitu cepat hingga kecemasan, keraguan, dan
penyesalan tidak bisa memperlambatku.
Demi memenuhi satu harapan. Berlari menuju bulan.
Sama seperti pahlawan yang muncul dan dengan santainya
menghentikan air mata duka milikku hari itu. Aku ingin menembus stagnasi,
melesat melewati kegelapan.
Kali ini... aku ingin menjadi pahlawan bagi diriku sendiri.



Post a Comment