NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Chitose-kun wa Ramune Bin no Naka (Chiramune) Volume 5 SS Prolog

Prolog

Apa Arti "Spesial" Bagiku


Bagiku, kata "spesial" selalu terasa mengasingkan. Aku tidak pernah suka kata itu ditujukan kepadaku, bahkan sejak aku masih kecil.

Rasanya seperti diberitahu, "Hei, kamu tidak boleh bergabung dengan kelompok ini. Kamu berbeda dari yang lain."

Jadi, meskipun aku tahu semua orang menggunakan kata itu untuk menyiratkan sesuatu yang baik, setiap kali mendengarnya, aku merasa sedikit menciut. Aku merasakan perasaan aneh ini, seolah-olah aku tidak bisa berkomunikasi dengan baik bersama orang lain.

Seakan-akan hatiku yang kerdil entah bagaimana tidak bisa ikut bermain. Bahkan tidak dengan laki-laki yang aku sukai.

Bahkan tidak dengan gadis yang bisa kusebut sebagai sahabatku. Selama ini...

Tapi tahukah kamu, akhirnya aku menemukannya. Dia selalu begitu sombong, terkadang malah kasar sekali.

Dia tidak menganggap serius apa pun, selalu berusaha bersikap sok keren. Dia memang bertingkah seperti berandalan, tapi jika menyangkut perempuan, dia cepat sekali bersikap manis.

Dia selalu percaya diri. Dan terkadang, dia menegurku secara langsung.

Dia memasang senyuman saat ingin terlihat kuat. Dia mencoba bertingkah seperti anak nakal, tapi dia baik kepada teman-teman laki-laki lainnya.

...Dia adalah orang pertama dalam hidupku yang tidak memberiku perlakuan spesial. Mungkin alasannya sangat sederhana, tapi hal itu saja sudah cukup untuk membuatku jatuh cinta.

Hari-hari dalam hidupku, yang sebelumnya hanya berlalu dalam kekaburan transparan, kini menjadi hidup dengan penuh warna. Begitu berwarnanya, hingga kamu pasti akan tertawa jika mengetahuinya.

Konsep menjadi "spesial" yang selalu kubenci, kini berubah menjadi sesuatu yang kucintai. Hei, bagaimana jika...?

Bagaimana jika matamu hanya tertuju padaku? Bagaimana jika kursi di sebelahmu adalah kursi yang hanya boleh aku duduki?

Aku tidak akan peduli jika aku berhenti menjadi spesial bagi orang lain. Dan aku tidak akan peduli jika memang tidak.

—Aku hanya ingin menjadi satu-satunya yang spesial di matamu.




Illustrasi | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close