NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Munou to Iware Tsuzuketa Madoushi, Jitsu wa Sekai Saikyou Nanoni Yuuhei Sareteita node Jikaku Nashi V4 Prologue

 Penerjemah: Nels

Proffreader: Nels


Prologue

Tempat itu dikuasai oleh keputusasaan.


Meski begitu, para pria berteriak lantang untuk menekan rasa takut mereka.


Para wanita juga menggertakkan gigi geraham mereka untuk menghapus kecemasan.


Namun, harapan tak kunjung datang, dan segala asa tertelan oleh kegelapan.


Di langit cerah tanpa awan, matahari yang menerangi dunia menggantung di sana.


Bermandikan sinar matahari, bersinarlah seekor serigala bertubuh raksasa dengan bulu putih yang indah.


Hanya dengan satu langkah, bumi berguncang.


Dengan satu auman, orang-orang yang menghalangi jalan di depannya terhempas.


Melihat keputusasaan putih yang muncul di pagi hari yang menyegarkan itu, orang-orang jatuh dalam kepanikan.


『Kenapa monster seperti itu ada di sini!』


『Aku tidak tahu! Cepat lari!』


Kemampuan mereka bisa diketahui dalam sekilas pandang dari perlengkapan yang tampak sering digunakan itu.


Terlebih lagi, tidak ada gerakan yang sia-sia sedikit pun.


Meski emosi mereka diliputi kepanikan, kekacauan dalam formasi barisan mereka ditekan seminimal mungkin.


『Mundur, mundur, lari tanpa menoleh ke belakang!』


『Jangan lakukan hal yang tidak perlu! Pikirkan saja cara untuk kabur!』


Baju zirah yang mereka kenakan adalah kelas satu, senjata yang menghiasi tangan mereka pun merupakan mahakarya.


Jika kembali ke kota, mereka pasti akan dihujani tatapan iri, dan mungkin banyak orang yang mengagumi mereka.


Namun, jika melihat tindakan mereka saat ini, orang-orang pasti akan menampakkan kekecewaan, alih-alih tertawa sinis.


Meski memahaminya, mereka membuang rasa malu dan harga diri, lari tunggang langgang layaknya pemula.


Akan tetapi, keputusasaan tidak beranjak dari mereka.


White Wolf Fenrir raksasa itu menatap rendah orang-orang dengan postur yang agung.


Entah karena otot-otot kuat yang menggeliat di bawah bulunya, setiap kali bulu putih bersih seputih salju itu berkibar tertiup angin, ia bergerak dan memantulkan cahaya.


Bahkan di hadapan pemandangan fantastis itu, perasaan orang-orang tidak menjadi cerah.


Hanya kegelapan bernama ketakutan yang terbentang di depan mata.


Tak lama kemudian, seolah sudah bosan, White Wolf Fenrir membuka mulut besarnya.


『Sialan! Menghindar!』


Teriakan itu menjadi yang terakhir, sebelum seluruh area diwarnai oleh cahaya putih.


Satu, dua, seiring berjalannya waktu, ketenangan kembali pulih. 


Di sana, tidak ada makhluk hidup lain selain White Wolf Fenrir.


Setelah mendengus kasar karena bosan, White Wolf Fenrir membalikkan badan dan mulai berjalan.


Kekuatan yang luar biasa, keberadaan yang tak masuk akal, orang-orang menyebutnya demikian.


——Enam Monster Besar, Almighty.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close