NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Munou to Iware Tsuzuketa Madoushi, Jitsu wa Sekai Saikyou Nanoni Yuuhei Sareteita node Jikaku Nashi V5 Epilogue & Afterword

 Penerjemah: Nels

Proffreader: Nels


Epilogue

『Kota Iblis Helheim』 yang terletak di Distrik 30 Area Tinggi 『Lost Land』.


Benteng 〈Istana Kecantikan Semprema〉 yang dibangun di kaki Gunung Kembar, menyatu dengan pemandangan sekitar berkat sosoknya yang megah dan arsitekturnya yang indah.


Harmonis dengan pemandangan pegunungan yang agung, benteng yang megah itu memancarkan pesona seolah-olah melompat keluar dari panggung cerita.


Eksteriornya dihiasi oleh menara putih kapur, dinding yang didekorasi tanaman merambat dengan mawar merah yang mekar, serta atap yang dipoles berkilauan bak permata.


〈Istana Kecantikan Semprema〉 memancarkan keindahan yang benar-benar bisa disebut sebagai simbol kemakmuran Iblis.


Di halaman tengahnya, bunga-bunga indah dan air mancur tertata rapi, membentangkan pemandangan yang memikat hati hanya dengan sekilas pandang.


〈Istana Kecantikan Semprema〉 yang biasanya diselimuti suasana sunyi, hari ini tercampur dengan semacam antusiasme.

Jika mencari di mana penyebabnya, kita akan sampai di aula besar 〈Istana Kecantikan Semprema〉.


Sinar matahari yang cerah mencurah melalui atrium aula.


Di langit-langit yang tinggi, lampu gantung bersinar, dinding dihiasi lukisan indah, dan perabotan megah ditempatkan di sisi dinding seolah menonjolkan semua itu, menciptakan suasana mewah.


Pilar marmer menopang ruangan, dan karpet merah tua yang memukau terbentang di lantai.


Saat ini, pesta perayaan sedang diadakan di aula tersebut.


Para tamu masing-masing mengenakan pakaian glamor dan menikmati waktu yang menyenangkan.


Hari ini adalah hari untuk merayakan pencapaian Ars dan teman-temannya.


Dengan format prasmanan berdiri, tidak ada suasana kaku, dan waktu yang damai terus mengalir.


Ars juga menikmati pesta perayaan pertamanya sambil menyantap hidangan mewah.


"Dari pihak Kota Iblis, selain Ratu tidak ada yang ikut, ya."


Mungkin karena mempertimbangkan bahwa sebagian besar peserta pesta adalah ras manusia, sosok Iblis selain pelayan tidak terlihat.


Meski begitu, pengawal Ratu tampaknya adalah orang-orang pilihan, aura petarung tangguh terpancar dari Iblis tingkat tinggi yang bersiaga di berbagai titik.


"Bukan begitu, Ratu ikut serta saja sudah merupakan hal yang luar biasa, lho."


Karen mengenakan gaun merah, bersinar indah bagaikan langit yang terwarnai senja.


Warna merah cerah itu memiliki rona indah yang menarik perhatian sekitar.


Gaun yang terbuat dari kain halus itu pas di tubuh Karen, dan rok yang mengembang dari dada menghiasi kakinya sambil bergoyang anggun.


Karen cantik bagaikan mawar, dan kehadirannya memonopoli pandangan orang-orang di sekitarnya.


"Begitu ya?"


"Sepertinya begitu. Muncul di depan orang saja sepertinya hal yang langka."


Yang menjawab menggantikan Karen adalah Yulia.


Rambut peraknya yang seperti sutra berkibar, dan kulit putihnya memantulkan cahaya lampu gantung.


Entah kenapa, yang membalut tubuh indahnya itu adalah pakaian yang sama seperti biasanya.


Meski begitu, kecantikan Yulia tidak pernah pudar. Selain karena penampilannya yang memang unggul dari awal, pakaian sehari-harinya menggunakan bahan berharga yang melimpah, dan hiasan menawan buatan pengrajin semakin menonjolkan kecantikannya. Karena itu, meski dikelilingi oleh para wanita bergaun, dia tidak terlihat kalah bersaing.


"Ngomong-ngomong, penampilan Ars pakai setelan jas juga bagus, ya."


"Masa?"


"Ya, sangat cocok kok."


Pakaian Ars ini dibeli mendadak karena dianggap tidak pantas jika memakai perlengkapan petualang.


Setelan jas hitam pekat yang dalam itu memancarkan keanggunan dan martabat yang berkelas.


Kilau halusnya menonjolkan kesan elegan, sampai-sampai hanya dengan melihatnya saja sudah tahu bahwa itu dibuat dari kain berkualitas tinggi.


Jaketnya pas di tubuh Ars, dan garis yang mengalir dari bahu berperan mempertegas fisik Ars, membuatnya tampak indah.


"Yulia dan Karen hari ini juga cantik."


Ars sengaja menghindari memuji mereka berdua berdasarkan pakaian.


Alasannya, karena Yulia mengenakan pakaian yang sama seperti biasanya, jika dibandingkan dengan Karen yang bergaun, akan timbul perbedaan kualitas. Jika memuji secara terpisah, kemungkinan besar akan merusak suasana hati Yulia.


Karena itu, dia memuji Yulia dan Karen secara bersamaan.


Hasilnya, melihat ekspresi keduanya, keputusannya itu pasti tidak salah.


Nyaris saja berbahaya.


Jika salah pilih, dia bakal disuruh membelikan sesuatu untuk Karen lagi sebagai hukuman.


"Padahal aku sama seperti biasanya... Ars benar-benar baik ya. Terima kasih."


"Tumben peka untuk ukuran Ars."


Mungkin pujiannya agak terlambat, tapi mereka berdua tampaknya tidak terlalu mempermasalahkannya.


Malahan, dipuji oleh Ars membuat wajah mereka terlihat cukup senang.


"Ah, ketemu~!"


Menoleh ke arah suara yang ribut, Kirisha berlari menghampiri.


Pakaiannya bukan gaun pesta, melainkan terusan yang tidak mencolok tapi juga tidak sederhana.


Tak diragukan lagi pakaian itu sangat cocok untuknya.


Buktinya, mata Yulia dan Karen menyipit lembut, luluh oleh keimutan Kirisha.


"Ada perlu apa?"


"Ya, karena aku mau pulang sebentar lagi, aku pikir aku harus pamit dulu."


Sebenarnya, Kirisha menghadiri pesta perayaan kali ini sebagai perwakilan 『Guild Marizia』.


Itu karena Grimm tidak bisa hadir akibat perawatan lukanya.


Pihak 『Kota Iblis Helheim』 juga memaklumi keadaannya, jadi meski tidak hadir pun tidak ada yang protes.


Nomie dan Garm sepertinya juga sedang beristirahat, jadi mereka tidak menghadiri pesta perayaan hari ini.


Karena itu, Kirisha mungkin ingin segera kembali ke sisi mereka bertiga.


Ars yang menyadari hal itu memutuskan untuk melepas kepergiannya tanpa menanyakan alasannya.


"Hati-hati di jalan. Yah, pihak Kota Iblis akan mengurus antar-jemputmu, jadi kurasa tidak ada masalah sih..."


Omong-omong, kakak beradik Dwarf, Legi dan Shigi, sudah lama tidak ada di tempat acara.


Sambil bilang kalau makan di tempat kaku seperti ini rasanya jadi hambar, mereka pulang dengan puas setelah makan dalam porsi besar.


"Ya! Kalau begitu, sampai jumpa di penginapan ya! Yuri-chan, Kare-chan, sampai jumpa juga!"


Tanpa menunggu balasan dari sini, Kirisha melambaikan tangan lebar-lebar dan berlari menuju pintu keluar.


Saat berpikir bahwa gadis itu tetap ribut seperti biasanya, dia menyadari ada bayangan baru yang mendekat.


Saat Ars mengarahkan pandangan ke sana, seorang wanita bertudung telah tiba tepat di hadapannya.


"Salam kenal, apakah Anda menikmati pesta perayaan hari ini?"

Itu Ratu Hel.


Wajah aslinya tersembunyi dan tidak diketahui, tapi suaranya begitu manis hingga serasa bisa melelehkan tulang.


"Ya, aku menikmatinya kok. Maaf ya sudah merepotkan dengan kemewahan seperti ini."


"Sama sekali tidak, terima kasih telah menghentikan 『Parade Monster』. Sebenarnya saya ingin memberikan berbagai hadiah, tapi karena pertimbangan hubungan dengan negara lain, saya hanya bisa menyediakan jamuan makan."


"Tidak, tidak masalah kok. Kalau urusan politik, mau bagaimana lagi."


"Saya benar-benar terbantu. Jika Anda berkenan, saya harap kita bisa terus berhubungan baik ke depannya."


"Aku juga begitu. Mulai sekarang pun aku mungkin akan merepotkan 『Kota Iblis Helheim』, jadi mohon bantuannya."


Saat Ars mengulurkan tangan, sang Ratu juga hendak menjabat tangannya, namun——


"Ah...!?"


Mungkin karena mengenakan jubah yang menyembunyikan lekuk tubuhnya, dia menginjak ujung jubahnya dan hampir terjatuh.


Saat Ars mengulurkan lengan, sang Ratu jatuh ke dalam pelukan Ars.


"Ma-maafkan saya."


"Tidak, syukurlah kau tidak terjatuh. Kalau kau sampai jatuh ke lantai dalam situasi ini, bisa-bisa aku yang disalahkan."


"Saya tidak akan melakukan hal tidak masuk akal seperti itu."


Sang Ratu menyentuh tubuh Ars lalu menjauhkan diri.


"Permisi."


"Tidak perlu dipikirkan."


"Kalau begitu, saya akan menyapa tamu lain, jadi saya mohon undur diri."


Begitu sang Ratu pergi, Karen yang sedari tadi diam menonton mendekat.


"Ternyata dia cukup rendah hati, ya. Padahal dia bos Iblis, dan seorang Ratu, aku membayangkan orang yang lebih sombong dan egois."


"Kurasa ada kemungkinan dia hanya berpura-pura manis," kata Yulia sambil mendekat ke arah Ars.


"Ara, Onee-sama pedas sekali hari ini. Karena suasana Ratu mirip dengan Onee-sama, apa jangan-jangan ini kebencian terhadap sesama kaum?"


"Fufu, aku tidak bilang begitu karena hal itu, kok. Cuma firasat——ah, Ars, ada kotoran menempel, tolong jangan bergerak."


"Maaf. Di mana?"


Yulia menggerakkan ujung jarinya di kerah baju Ars, lalu segera menjauhkannya.


"Sudah diambil. Kalau begitu, aku buang dulu kotorannya, ya."


"Maaf merepotkan."


Tidak apa-apa kok——meninggalkan kata-kata itu, Yulia pergi ke arah balkon.


Melihat punggungnya, Ars menyadari adanya kejanggalan yang aneh, namun,


"Shion-san. Ini bukan penginapan, bukan juga rumah. Ini pesta perayaan. Kenapa Anda menimbun makanan begitu, tolong jangan dimonopoli karena akan mengganggu tamu lain."


"Ugh, i-itu... t-tapi, enak sih... habisnya, enak..."


Terdengar suara Elsa yang sedang menceramahi Shion.


Hari ini dia tidak mengenakan pakaian preman maupun gaun, entah kenapa dia mengenakan pakaian pelayan yang dipakainya di 〈Villeut Sisters Lampfire〉.


Entah kenapa dia memohon untuk menjadi pelayan dalam pesta perayaan kali ini.


Tentu saja, alasannya adalah demi mengurus Ars.


Namun sayangnya, karena hidangan yang belum pernah dimakan berjejer, Shion mengamuk (makan dengan lahap), sehingga Elsa akhirnya tertahan menjadi pengurus khusus Shion.


Awalnya Ars berpikir baju pelayan akan terlihat mencolok di pesta perayaan, tapi mungkin karena di 〈Istana Kecantikan Semprema〉 ada banyak pelayan, dia tidak terlihat mencolok, justru membaur dengan baik.


Hanya Shion yang mengenakan pakaian biasa, katanya gaun itu sesak dan susah dipakai makan.


Ars sempat teralihkan perhatiannya oleh mereka berdua, namun dia kembali mengarahkan pandangannya ke arah Yulia pergi. Namun, sosoknya sudah tidak ada di sana.


"Ars, ada apa?"


Disapa oleh Karen, Ars mengangkat bahu.


"Tidak, bukan apa-apa."



Bulan bersinar anggun di langit malam, cahaya tenangnya menyelimuti pemandangan sekitar.


Pemandangan yang dilihat dari balkon 〈Istana Kecantikan Semprema〉 penuh dengan misteri dan keheningan malam, keindahannya mungkin menyembuhkan hati siapa pun yang melihatnya dengan tenang.


Namun, seolah memecah keheningan itu, Yulia melangkah masuk ke balkon dengan santai.


Langkah kakinya bergema pelan, dan di bawah cahaya bulan, sosok Yulia menciptakan bayangan.


Namun, di balkon itu sudah ada tamu yang mendahuluinya.


Dari sosok yang menyembunyikan wajah aslinya dengan tudung itu, terpancar kekuatan sihir yang dahsyat dan keanggunan.


Dari keberadaannya itu, mudah dipahami bahwa dia adalah penguasa Kota Iblis.


"Selamat datang, 'Saint'-san."


Kalimat pertama, kata-kata yang dilontarkan dengan keyakinan itu tidak menggoyahkan hati Yulia.


Karena dia sudah memprediksinya sampai batas tertentu.


Karena itu, Yulia pun membalas dengan keyakinan yang sama.


"Salam kenal, Demon Lord Lilith-san."


Kartu As itu memiliki tanggal kedaluwarsa.


Jika salah waktu penggunaannya, itu bisa mengundang kegagalan besar.


Namun, jika waktunya tepat, itu bisa memberikan guncangan besar pada lawan.


Lalu, bagaimana kali ini? Apakah berhasil memberikan kerugian besar pada sang Ratu?


Jawabannya adalah——tidak.


Di bawah cahaya bulan, sang Ratu menanggalkan tudung dan jubahnya dengan enteng.


Artinya, aku tidak berhasil menggoyahkan hatinya.


"Boleh saya panggil Yulia-san?"


"Saya tidak keberatan."


"Anda juga boleh memanggil saya Lilith."


Saat Yulia mengangguk tanda setuju, Lilith bersandar pada pagar balkon sambil menyunggingkan senyum menggoda.


"Yulia-san, sejak kapan Anda menyadari identitas asli saya?"


"Mungkin saya merasa curiga saat mendengar Anda muncul sendirian di Area Tinggi."


Lilith mengangguk berkali-kali dengan senang sambil mendesak Yulia untuk melanjutkan.


"Ada dua alasan yang meyakinkan saya. Pertama adalah saat Anda berbicara dengan Ars tadi. Rasanya terlalu dibuat-buat."


"Artinya, Anda mau bilang itu firasat?"


Lilith yang bertanya balik secara refleks segera menenangkan diri, lalu teringat itu baru alasan pertama dan buru-buru meminta maaf.


"Maaf saya memotong pembicaraan. Tolong beritahu alasan keduanya."


"Karena kata pertama yang Anda ucapkan untuk memancing saya ke sini adalah 'Saint', saya jadi berpikir, 'Ah, orang ini tahu tanggal kedaluwarsa kartu As'."


Besok atau lusa sudah tidak berguna.


Artinya nilainya akan hilang jika tidak digunakan hari ini, karena itulah Lilith buru-buru menggunakannya.


"Jadi karena itu, Anda menggunakan kartu As yang setara?"


"Ya, karena itu kartu As yang tidak akan bernilai lagi besok, saya pikir inilah saatnya menggunakannya. Dengan begini, terungkapnya identitas kita masing-masing tidak akan menjadi kelemahan lagi di masa depan."


"Luar biasa."


Lilith bertepuk tangan, namun Yulia membalasnya dengan helaan napas.


"Lalu, apa maksud Anda menempelkan benda seperti ini pada Ars untuk memancing saya keluar?"


Saat Yulia mengulurkan tangan, ada serangga kecil di ujung jarinya.


"Kalau tidak salah, ini serangga yang hidup di Area Tinggi dan memberitahukan lokasinya pada kawanannya, kan."


"Benar sekali. Itu salah satu hewan peliharaan manis saya."


"Apa itu berarti jika saya tidak menyadarinya, Anda akan terus mengawasi pergerakan Ars?"


"Ya, tapi Anda lulus kok. Soalnya Anda berhasil menemukannya."


Lilith menjauh dari pagar balkon, lalu mengulurkan tangannya pada Yulia.


"Mari bekerja sama dengan saya. Itu bukan tawaran yang buruk bagi kita berdua. Setelah saya mendapatkannya, saya boleh meminjamkan 『Essence of Magic, Mimir』 pada Anda sesekali, lho."


Terhadap Lilith yang begitu, jawaban Yulia adalah meremukkan serangga di ujung jarinya tepat di depan mata Lilith.


"Berbagi Ars? Jangan bercanda. Tentu saja saya tolak."


"Boleh saya anggap Anda memusuhi saya?"


"Ya, saya tidak bisa bekerja sama dengan orang yang tidak bisa memahami Ars. Apalagi memperlakukannya seperti barang, saya akan menghancurkan Anda sampai ke akar-akarnya."


Yulia melemparkan senyuman. Senyuman yang transparan dan indah bagaikan bunga.


Hanya saja tubuhnya berlumuran niat membunuh.


Melihat keadaan Yulia yang begitu, Lilith menyipitkan mata dengan tertarik dan tersenyum.


"Begitu rupanya. Saya jadi mengerti alasan kenapa Anda tidak mengenakan gaun."


"Boleh tahu apa jawabannya?"


"Sejak awal Anda memang berniat memusuhi saya, kan? Bukankah itu pernyataan bahwa Anda tidak berniat akrab dengan saya?"


"Anda paham betul rupanya."


"Fufu, berani-beraninya mempermainkan saya... baiklah. Saya akan membuat Anda tunduk sepenuhnya."


"Itu kata-kata saya. Saya pasti akan membuat Anda menyesal."


"Saya benar-benar akan membuat ekspresi itu terdistorsi. Ars-san akan menjadi milik saya."


Terhadap Lilith yang mengangkat sudut mulutnya secara provokatif, meski Yulia tersenyum, matanya sama sekali tidak tertawa.


Afterword

Apakah Anda menikmati "Penyihir yang terus dibilang tidak berguna, sebenarnya terkuat di dunia tapi dikurung jadi tidak sadar 5", atau disingkat "Mujikaku 5"?

Jika para pembaca sekalian bisa membacanya dengan senang, itu akan menjadi kegembiraan yang tiada tara bagi saya!

Ngomong-ngomong, cuaca sudah mulai menghangat, ya.

Dulu saya suka musim gugur, tapi sekarang musim semi menjadi musim favorit saya.

Entah kenapa, hati saya berdebar tanpa alasan yang jelas, dan perasaan saya menjadi sangat bersemangat.

Karena itu, setiap tahun saya membuka jendela kamar lebar-lebar karena saya sangat menyukai udara musim semi.

Namun sejujurnya, saat saya menulis kata penutup ini cuaca masih agak dingin, jadi rasanya aneh mengetahui buku ini akan sampai ke tangan Anda saat musim semi.

Sedang apa saya saat itu ya? Pasti sedang menulis "Mujikaku 6". Membayangkan masa depan seperti itu, kata penutup ini jadi terasa menyenangkan seperti kapsul waktu kecil. Karena itu, bagi Anda yang menyambut kehidupan baru, maupun yang lingkungannya tidak berubah, silakan nikmati musim semi yang hanya datang setahun sekali ini.

Sekarang, mari kita bicara tentang karya ini.

Saint dan Ratu akhirnya bertemu. Mulai volume berikutnya, keduanya akan benar-benar berkonfrontasi.

Tentu saja, di pusatnya ada Ars yang tidak peka, namun lingkungan di sekitarnya juga akan berubah drastis, dan sang bocah akan terus maju mencari sihir baru dan pengetahuan yang belum diketahui.

Dan, gadis perak itu akhirnya——begitulah kira-kira, saya ingin membuat Volume 6 menjadi jilid yang penuh debaran dan kegembiraan, jadi saya harap Anda menantikannya!

Karena baris yang tersisa tinggal sedikit, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih.

mmu-sama, berbagai ilustrasi yang indah dan menawan adalah salah satu kekuatan pendorong saya dalam menulis, dan jiwa Chuuni saya sangat terstimulasi sehingga pekerjaan saya menjadi sangat lancar. Terima kasih banyak.

Editor S-sama, saya terus merepotkan Anda dengan sekuat tenaga, tapi tolong jangan tinggalkan saya dan mohon kerjasamanya untuk waktu yang lama. Dan juga, kepada departemen editorial, korektor, desainer, dan semua pihak yang terlibat dalam karya ini, mohon kerjasamanya di masa mendatang.

Kepada para pembaca, saya ucapkan terima kasih yang tulus karena telah mengambil dan membaca karya ini.

Ke depannya pun saya akan terus menyampaikan kisah yang membara, jadi mohon dukungannya.

Kalau begitu, saya menantikan hari di mana kita bisa bertemu lagi.

Tatematsuri


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close