Chapter 10
Raksasa Bertangan Besi
Begitu mereka
tinggal berdua saja, Ophelia langsung bermanja-manja. Sudah menjadi kebiasaan
sejak kecil, ia mengusapkan pipinya ke lutut Noah yang sedang duduk di kursi.
"Kerja bagus
untuk pembasmian iblisnya."
"Tuanku……"
Saat Noah
mengusap kepalanya, Ophelia memejamkan mata dengan ekspresi sangat nyaman.
"Tapi,
tuntutan hadiah dari para prajurit itu tadi benar-benar membuatku panik."
"Benar-benar
mereka itu. Aku harus memberi mereka pelajaran nanti."
"Aku
lega kamu tidak jadi tinggi hati."
"Ah, barusan
Kamu meragukanku ya, Tuanku?"
Ophelia
menggembungkan pipinya.
"Jangan
merajuk begitu, Ophelia. Kamu itu terlalu kuat dan meraih terlalu banyak
prestasi. Jenderal biasa pasti sudah mulai serakah dan menjadi sombong
sekarang."
"Mana
mungkin aku mengkhianati Tuanku. Karena, aku adalah ksatria Tuanku…… ksatria
milik Tuanku seorang. Sejak hari itu, hari saat Noah-sama memilih merdeka dari
Uebel."
"Ya. Aku
mengerti. Kedepannya pun, aku mengandalkanmu."
"Baik."
Ophelia
membiarkan rambut hitamnya yang indah dibelai oleh ujung jari Noah.
Setelah puas
menerima apresiasi dan merasa energinya penuh kembali, wajah Ophelia kembali
menjadi seorang komandan. Ia mulai melaporkan situasi Dressen, kota yang sempat diduduki iblis.
"Begitu
ya. Jadi situasinya semengerikan itu."
"Benar.
Tolong lihat anak ini."
Ophelia
memerintahkan salah satu pelayan, lalu pelayan itu kembali membawa seorang anak
perempuan. Ada tanduk yang tumbuh di dahinya.
"Anak
itu?"
"Dia
putri kaum Kijin yang kubawa dari Dressen. Namanya Fauna."
"Fumu.
Kijin……"
Fauna
menatap Noah lekat-lekat sambil mengisap jari telunjuknya.
"Dia
terlihat tidak berbeda dari anak manusia biasa."
"Benar.
Ada cukup banyak anak seperti dia di sana."
"Tapi,
kalau dia berasal dari Dressen, itu berarti……"
"Iya.
Ayahnya adalah seekor iblis."
"……Begitu
ya."
"Anak-anak
yang lahir dari iblis biasanya sangat lengket pada ibunya, tapi tidak pada
ayahnya."
"Hoo.
Benarkah?"
"Ayah
iblis sering menyiksa anak yang lahir dari manusia. Tampaknya di kalangan
iblis, mereka menganggap kaum Kijin sebagai makhluk setengah matang dan tidak
diakui sebagai anak sendiri."
"Begitu……"
Noah
menatap Fauna dengan iba. Fauna melirik buah-buahan yang ada di atas meja. Noah
mengambil buah itu dan memberikannya padanya.
"Ini,
kamu mau makan?"
Wajah
Fauna langsung cerah dan ia mulai melahap buah tersebut.
"Lalu, kaum
Kijin di sana sangat takut pada ayah mereka dan hanya menyayangi ibu mereka.
Aku sudah bicara dengan beberapa Kijin dewasa, mereka bilang tidak mau kembali
ke tanah para iblis dan ingin tinggal di desa asal mereka, Tuanku."
Ophelia
memperbaiki posisi duduknya dan menatap Noah dengan serius.
"Meskipun
ayah mereka iblis, mereka adalah eksistensi yang lebih dekat dengan manusia.
Tubuh mereka juga lebih tangguh dari manusia biasa, sehingga mereka menyimpan
potensi untuk menjadi kavaleri yang hebat."
"Fumu.
Benar, mereka tampaknya punya bakat kavaleri yang lebih tinggi dari manusia
atau Kijin biasa."
Noah menggunakan Appraisal pada Fauna.
Fauna Mounted Combat: E → A
Secara umum kaum Kijin memang memiliki bakat kavaleri yang
tinggi, namun tampaknya semakin dekat garis keturunan mereka dengan iblis,
bakat tersebut semakin meningkat.
Fauna
sendiri adalah gadis yang sangat ramah. Ia naik ke pangkuan Noah dan tertawa
riang sambil menunjukkan tingkah lucunya.
Noah
mengusap kepala anak itu, dan Fauna terlihat menikmatinya. Namun, saat
tanduknya tersentuh, wajahnya langsung kaku.
Menyadari
ada kenangan buruk di sana, Noah terus mengusap kepalanya tanpa menyentuh
tanduknya lagi. Fauna pun kembali tersenyum lebar.
"Tuanku,
jika kita menerima mereka, pasukan Arcloy akan memiliki kekuatan kavaleri yang
melimpah di masa depan."
"Aku
mengerti. Baiklah, aku akan mengakui mereka sebagai rakyatku. Lalu, apa yang
harus kulakukan untuk memenangkan hati mereka?"
"Untuk
saat ini, melakukan rekonstruksi Dressen yang hancur serta bantuan pangan saja
sudah cukup."
"Baiklah.
Aku akan mengerahkan upaya untuk rekonstruksi. Suatu saat, aku akan pergi ke
Dressen untuk melakukan inspeksi langsung."
"Siap.
Terima kasih banyak."
Keesokan
harinya, Noah mendeklarasikan pemberian wilayah Dressen kepada Ophelia. Ia juga
mengajukan permohonan kepada Gereja Suci untuk memberikan gelar khusus kepada
Ophelia atas jasanya membasmi iblis.
Tak lama
kemudian, ia dianugerahi gelar Lord Dressen oleh Gereja Suci, dan mulai dikenal
dengan nama Ophelia von Dressen. Sejak saat itu, Dressen menjadi pemasok
kavaleri unggul bagi Noah setiap tahunnya.
◆◇◆
Keesokan
harinya, Noah memanggil para mantan menteri senior Kruck dan mengumumkan bahwa
pembasmian iblis telah tuntas.
(Mustahil.
Mengusir para iblis hanya dalam waktu satu minggu?)
"Nah,
kalian bilang masalah iblis ini tidak bisa diselesaikan meski sudah lewat
puluhan tahun. Tapi lihat,
Ophelia menyelesaikannya dalam seminggu. Bagaimana pendapat kalian mengenai hal
ini?"
"I-itu,
anu……"
"Se-seperti
yang diharapkan dari Ophelia-sama."
"Tuan
Penguasa sungguh beruntung memiliki jenderal sehebat beliau."
"Kami
benar-benar bahagia masalah menahun ini bisa teratasi."
Para menteri
senior Kruck berusaha menjilat Noah dengan wajah memelas.
"Seingatku,
seminggu yang lalu aku mendengar kalian meragukan kualitasku…… bagaimana
menurut kalian soal itu?"
"Ma-mana
mungkin! Itu sama sekali tidak benar!"
"Siapa yang
berani meragukan legitimasi Tuan Penguasa?"
"Orang
seperti itu tidak mungkin ada di sini, kan?"
"Umu.
Baiklah. Kalau begitu, soal Duke Luke yang tempo hari meremehkanku, kalian akan
membantuku untuk menggulingkannya, kan?"
"I-iya……"
"Tentu
saja."
"Sesuai
perintah Anda."
"Kalau
begitu, kalian masing-masing harus menyumbangkan dana sebesar 1.000 Gra."
"Tenang
saja. Perangnya biar aku dan Tuan Penguasa yang urus. Kalian cukup keluarkan
uang dan tidur saja di rumah. Jangan lakukan hal yang tidak perlu."
"Si-siap.
Kami akan memberikan seluruh jumlahnya……"
(Cih.
Bocah ingusan. Dia cuma beruntung mendapatkan jenderal hebat seperti Ophelia,
tapi sombongnya minta ampun.)
(Lihat
saja nanti kalau dia gagal menaklukkan wilayah Luke. Aku akan menghujatnya
habis-habisan sebagai tiran abad ini.)
Meski
dalam hati mengumpat, para menteri senior Kruck tidak menunjukkan sedikit pun
ketidaksenangan di wajah mereka saat menyerahkan harta pribadi sebagai biaya
perang.
Namun,
mereka tidak tahu bahwa Noah telah memegang bukti pengkhianatan mereka. Nasib
akhir mereka sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.
Noah dan
Ophelia mulai bersiap untuk perang melawan Duke Luke.
◆◇◆
Pada saat
yang sama, keguncangan melanda benteng di wilayah Luke. Berita kepulangan
Ophelia setelah membasmi iblis telah sampai. Kabarnya, ia tengah bersiap untuk
menginvasi wilayah Luke.
"Ga-gawat!
Arcloy akan menyerang!"
"Apalagi
kali ini dia membawa Ophelia!"
"Ophelia
yang membantai Godolphin dalam sekejap dan mengusir para iblis itu!"
"Hei, gimana
ini? Kalau Ophelia yang datang, benteng ini pun tidak akan bertahan
lama……"
"Hmph!
Kenapa kalian gemetar begitu, dasar pengecut!"
"A-anda
adalah……"
"Hekaton
Si [Tangan Besi]!"
Seorang
pria berkepala plontos dengan tinggi sekitar 2,2 meter muncul di hadapan para
prajurit yang panik. Ia berkata dengan angkuh.
"Memangnya
sehebat apa si Ophelia itu? Kalau dia berani datang ke benteng ini, aku,
Hekaton Si [Tangan Besi], akan mematahkan lehernya!"
"Uooooh!
Hekaton-sama!"
"Kalau
Hekaton-sama yang pernah membunuh iblis dengan tangan kosong……"
"Benar!
Dengan Gift Strength milik Hekaton-sama, mungkin saja wanita raksasa itu
bisa dijatuhkan!"
"Tidak,
pasti bisa!"
"Hekaton!
Hekaton!"
Para prajurit benteng bersorak mendengar deklarasi Hekaton untuk mengalahkan Ophelia.



Post a Comment