NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Hikichi ni Tsuihō Sareta Utsuke Ryōshu Kantei Sukiru de Saikyō no Haika-tachi to Tomo ni Chō Taikoku o Tsukuru Volume 1 Chapter 10

Chapter 10

Raksasa Bertangan Besi


Begitu mereka tinggal berdua saja, Ophelia langsung bermanja-manja. Sudah menjadi kebiasaan sejak kecil, ia mengusapkan pipinya ke lutut Noah yang sedang duduk di kursi.

"Kerja bagus untuk pembasmian iblisnya."

"Tuanku……"

Saat Noah mengusap kepalanya, Ophelia memejamkan mata dengan ekspresi sangat nyaman.

"Tapi, tuntutan hadiah dari para prajurit itu tadi benar-benar membuatku panik."

"Benar-benar mereka itu. Aku harus memberi mereka pelajaran nanti."

"Aku lega kamu tidak jadi tinggi hati."

"Ah, barusan Kamu meragukanku ya, Tuanku?"

Ophelia menggembungkan pipinya.

"Jangan merajuk begitu, Ophelia. Kamu itu terlalu kuat dan meraih terlalu banyak prestasi. Jenderal biasa pasti sudah mulai serakah dan menjadi sombong sekarang."

"Mana mungkin aku mengkhianati Tuanku. Karena, aku adalah ksatria Tuanku…… ksatria milik Tuanku seorang. Sejak hari itu, hari saat Noah-sama memilih merdeka dari Uebel."

"Ya. Aku mengerti. Kedepannya pun, aku mengandalkanmu."

"Baik."

Ophelia membiarkan rambut hitamnya yang indah dibelai oleh ujung jari Noah.

Setelah puas menerima apresiasi dan merasa energinya penuh kembali, wajah Ophelia kembali menjadi seorang komandan. Ia mulai melaporkan situasi Dressen, kota yang sempat diduduki iblis.

"Begitu ya. Jadi situasinya semengerikan itu."

"Benar. Tolong lihat anak ini."

Ophelia memerintahkan salah satu pelayan, lalu pelayan itu kembali membawa seorang anak perempuan. Ada tanduk yang tumbuh di dahinya.

"Anak itu?"

"Dia putri kaum Kijin yang kubawa dari Dressen. Namanya Fauna."

"Fumu. Kijin……"

Fauna menatap Noah lekat-lekat sambil mengisap jari telunjuknya.

"Dia terlihat tidak berbeda dari anak manusia biasa."

"Benar. Ada cukup banyak anak seperti dia di sana."

"Tapi, kalau dia berasal dari Dressen, itu berarti……"

"Iya. Ayahnya adalah seekor iblis."

"……Begitu ya."

"Anak-anak yang lahir dari iblis biasanya sangat lengket pada ibunya, tapi tidak pada ayahnya."

"Hoo. Benarkah?"

"Ayah iblis sering menyiksa anak yang lahir dari manusia. Tampaknya di kalangan iblis, mereka menganggap kaum Kijin sebagai makhluk setengah matang dan tidak diakui sebagai anak sendiri."

"Begitu……"

Noah menatap Fauna dengan iba. Fauna melirik buah-buahan yang ada di atas meja. Noah mengambil buah itu dan memberikannya padanya.

"Ini, kamu mau makan?"

Wajah Fauna langsung cerah dan ia mulai melahap buah tersebut.

"Lalu, kaum Kijin di sana sangat takut pada ayah mereka dan hanya menyayangi ibu mereka. Aku sudah bicara dengan beberapa Kijin dewasa, mereka bilang tidak mau kembali ke tanah para iblis dan ingin tinggal di desa asal mereka, Tuanku."

Ophelia memperbaiki posisi duduknya dan menatap Noah dengan serius.

"Meskipun ayah mereka iblis, mereka adalah eksistensi yang lebih dekat dengan manusia. Tubuh mereka juga lebih tangguh dari manusia biasa, sehingga mereka menyimpan potensi untuk menjadi kavaleri yang hebat."

"Fumu. Benar, mereka tampaknya punya bakat kavaleri yang lebih tinggi dari manusia atau Kijin biasa."

Noah menggunakan Appraisal pada Fauna.

Fauna Mounted Combat: EA

Secara umum kaum Kijin memang memiliki bakat kavaleri yang tinggi, namun tampaknya semakin dekat garis keturunan mereka dengan iblis, bakat tersebut semakin meningkat.

Fauna sendiri adalah gadis yang sangat ramah. Ia naik ke pangkuan Noah dan tertawa riang sambil menunjukkan tingkah lucunya.

Noah mengusap kepala anak itu, dan Fauna terlihat menikmatinya. Namun, saat tanduknya tersentuh, wajahnya langsung kaku.

Menyadari ada kenangan buruk di sana, Noah terus mengusap kepalanya tanpa menyentuh tanduknya lagi. Fauna pun kembali tersenyum lebar.

"Tuanku, jika kita menerima mereka, pasukan Arcloy akan memiliki kekuatan kavaleri yang melimpah di masa depan."

"Aku mengerti. Baiklah, aku akan mengakui mereka sebagai rakyatku. Lalu, apa yang harus kulakukan untuk memenangkan hati mereka?"

"Untuk saat ini, melakukan rekonstruksi Dressen yang hancur serta bantuan pangan saja sudah cukup."

"Baiklah. Aku akan mengerahkan upaya untuk rekonstruksi. Suatu saat, aku akan pergi ke Dressen untuk melakukan inspeksi langsung."

"Siap. Terima kasih banyak."

Keesokan harinya, Noah mendeklarasikan pemberian wilayah Dressen kepada Ophelia. Ia juga mengajukan permohonan kepada Gereja Suci untuk memberikan gelar khusus kepada Ophelia atas jasanya membasmi iblis.

Tak lama kemudian, ia dianugerahi gelar Lord Dressen oleh Gereja Suci, dan mulai dikenal dengan nama Ophelia von Dressen. Sejak saat itu, Dressen menjadi pemasok kavaleri unggul bagi Noah setiap tahunnya.

◆◇◆

Keesokan harinya, Noah memanggil para mantan menteri senior Kruck dan mengumumkan bahwa pembasmian iblis telah tuntas.

(Mustahil. Mengusir para iblis hanya dalam waktu satu minggu?)

"Nah, kalian bilang masalah iblis ini tidak bisa diselesaikan meski sudah lewat puluhan tahun. Tapi lihat, Ophelia menyelesaikannya dalam seminggu. Bagaimana pendapat kalian mengenai hal ini?"

"I-itu, anu……"

"Se-seperti yang diharapkan dari Ophelia-sama."

"Tuan Penguasa sungguh beruntung memiliki jenderal sehebat beliau."

"Kami benar-benar bahagia masalah menahun ini bisa teratasi."

Para menteri senior Kruck berusaha menjilat Noah dengan wajah memelas.

"Seingatku, seminggu yang lalu aku mendengar kalian meragukan kualitasku…… bagaimana menurut kalian soal itu?"

"Ma-mana mungkin! Itu sama sekali tidak benar!"

"Siapa yang berani meragukan legitimasi Tuan Penguasa?"

"Orang seperti itu tidak mungkin ada di sini, kan?"

"Umu. Baiklah. Kalau begitu, soal Duke Luke yang tempo hari meremehkanku, kalian akan membantuku untuk menggulingkannya, kan?"

"I-iya……"

"Tentu saja."

"Sesuai perintah Anda."

"Kalau begitu, kalian masing-masing harus menyumbangkan dana sebesar 1.000 Gra."

"Tenang saja. Perangnya biar aku dan Tuan Penguasa yang urus. Kalian cukup keluarkan uang dan tidur saja di rumah. Jangan lakukan hal yang tidak perlu."

"Si-siap. Kami akan memberikan seluruh jumlahnya……"

(Cih. Bocah ingusan. Dia cuma beruntung mendapatkan jenderal hebat seperti Ophelia, tapi sombongnya minta ampun.)

(Lihat saja nanti kalau dia gagal menaklukkan wilayah Luke. Aku akan menghujatnya habis-habisan sebagai tiran abad ini.)

Meski dalam hati mengumpat, para menteri senior Kruck tidak menunjukkan sedikit pun ketidaksenangan di wajah mereka saat menyerahkan harta pribadi sebagai biaya perang.

Namun, mereka tidak tahu bahwa Noah telah memegang bukti pengkhianatan mereka. Nasib akhir mereka sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.

Noah dan Ophelia mulai bersiap untuk perang melawan Duke Luke.

◆◇◆

Pada saat yang sama, keguncangan melanda benteng di wilayah Luke. Berita kepulangan Ophelia setelah membasmi iblis telah sampai. Kabarnya, ia tengah bersiap untuk menginvasi wilayah Luke.

"Ga-gawat! Arcloy akan menyerang!"

"Apalagi kali ini dia membawa Ophelia!"

"Ophelia yang membantai Godolphin dalam sekejap dan mengusir para iblis itu!"

"Hei, gimana ini? Kalau Ophelia yang datang, benteng ini pun tidak akan bertahan lama……"

"Hmph! Kenapa kalian gemetar begitu, dasar pengecut!"

"A-anda adalah……"

"Hekaton Si [Tangan Besi]!"

Seorang pria berkepala plontos dengan tinggi sekitar 2,2 meter muncul di hadapan para prajurit yang panik. Ia berkata dengan angkuh.

"Memangnya sehebat apa si Ophelia itu? Kalau dia berani datang ke benteng ini, aku, Hekaton Si [Tangan Besi], akan mematahkan lehernya!"

"Uooooh! Hekaton-sama!"

"Kalau Hekaton-sama yang pernah membunuh iblis dengan tangan kosong……"

"Benar! Dengan Gift Strength milik Hekaton-sama, mungkin saja wanita raksasa itu bisa dijatuhkan!"

"Tidak, pasti bisa!"

"Hekaton! Hekaton!"

Para prajurit benteng bersorak mendengar deklarasi Hekaton untuk mengalahkan Ophelia.




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close