NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Hikichi ni Tsuihō Sareta Utsuke Ryōshu Kantei Sukiru de Saikyō no Haika-tachi to Tomo ni Chō Taikoku o Tsukuru Volume 1 Chapter 6

Chapter 6

Awan Badai di Era Perang


Kira-kira itu terjadi saat Noah dan Ophelia berusia delapan belas tahun.

Atas perintah Grand Duke, mereka berdua mengunjungi lokasi rekonstruksi sebuah Kastil yang telah runtuh. Ini juga merupakan bentuk ujian untuk mengukur kemampuan membangun Kastil bagi putra-putranya.

Keempat putra Grand Duke masing-masing mulai mengerjakan perbaikan Kastil yang telah dijatahkan kepada mereka.

Di tengah situasi itu, Noah menyerahkan seluruh urusan pengawasan lapangan kepada Ophelia, sementara dirinya sendiri sibuk membujuk para pemuda dan pekerja konstruksi untuk bermain judi dadu.

"Sesuai rumor, dia benar-benar tuan muda bodoh yang keterlaluan."

Para pekerja saling berbisik demikian sambil tetap mengerjakan tugas mereka di bawah instruksi Ophelia.

Ophelia mengoordinasi penanggung jawab lapangan, menentukan prioritas tugas, dan menetapkan tenggat waktu, hingga segalanya berjalan dengan sangat efisien. Orang-orang di lokasi konstruksi pun bergumam, "Ksatria sehebat itu terlalu berharga untuk melayani si bodoh itu."

Namun, Noah bukannya hanya sekadar asyik bermain. Ia memiliki dua tujuan. Pertama adalah meningkatkan kemampuan Leadership Ophelia, dan yang kedua adalah memastikan batas maksimal dari tiap tingkatan level Leadership.

Noah mengamati salah satu pekerja yang sedang asyik bermain dadu bersamanya menggunakan skill penilaiannya.

Pekerja Leadership: C

(Hoo. Dia sudah berada di level C ya.)

"Kamu, apa kamu pernah bekerja memimpin orang lain?"

"Waduh. Ketahuan ya? Begini-begini, waktu muda dulu saya pernah memimpin komplotan bandit beranggota seratus orang."

(Seratus orang, ya.)

Noah pun menunjuk pria itu sebagai penanggung jawab untuk divisi yang beranggotakan seratus orang. Hasilnya, efisiensi kerja divisi tersebut meningkat drastis.

Selain itu, setelah Noah mengamati kemampuan Leadership para pekerja lainnya, ia berhasil memetakan batas maksimal sebagai berikut:

Level E: 1 – 9 orang

Level D: 10 – 99 orang

Level C: 100 – 999 orang

Level B: 1.000 – 9.999 orang

Level A: 10.000 – ? orang

Level S: ? – ? orang

Setelah itu, pembangunan berjalan dengan kecepatan yang luar biasa. Perbaikan yang diperkirakan memakan waktu lebih dari tiga bulan berhasil diselesaikan hanya dalam waktu satu bulan.

◆◇◆

"Apa yang kalian lakukan? Kavaleri, pergerakan kalian terlalu lambat!"

Bentakan tanpa ampun dari Ophelia melesat ke arah para Kijin yang sedang menjalani pelatihan militer.

Kavaleri Kijin itu terburu-buru bergerak dari belakang infanteri menuju ke kedua sisi sayap pasukan. Noah memperhatikan pemandangan itu dengan kagum.

(Hoo. Formasinya sudah mulai terbentuk.)

Para kavaleri Kijin yang telah dimasukkan ke bawah komando Ophelia kini berpartisipasi dalam latihan gabungan dengan infanteri.

Para Kijin yang awalnya merasa jemawa karena hasil prestasi mereka sebelumnya, kini harus jatuh bangun demi memenuhi tuntutan keras dari Ophelia.

Penilaian atau laporan yang dulunya boleh dilakukan secara kasar saat masih di bawah Noah, kini dituntut harus cepat dan akurat. Kuda-kuda mereka pun dilatih habis-habisan sampai batas maksimal agar mampu bertahan dalam penggunaan militer—seperti berlari terus-menerus dalam waktu lama atau tetap gesit di bawah kondisi ekstrem.

"Baik. Selanjutnya, latihan pengejaran. Mulai!"

"Kamu bersemangat sekali ya, Ophelia."

"Ah, Tuan Tanah."

"Kelihatannya sudah cukup bagus."

"Benar. Kavaleri yang Anda latih benar-benar bisa diandalkan."

Jika bukan hanya infanteri, tapi kavaleri pun bisa digunakan, maka cakupan taktik dalam pertempuran terbuka akan meluas drastis.

Misalnya, selagi infanteri menahan serangan musuh, kavaleri bisa memutar ke samping dan melibas musuh yang sedang merangsek maju. Atau, mengirim kavaleri sebagai pengintai di rute perjalanan untuk menemukan musuh lebih awal, lalu segera menghantam mereka sebelum mereka sempat berkumpul.

"Aku pasti akan membentuk legiun yang sesuai dengan keinginan Anda."

"Ya. Aku menantikannya."

"Baik. Cukup untuk hari ini. Semuanya berkumpul!"

Karena Ophelia sudah melatih mereka dengan keras, Noah memberikan apresiasi dengan cara yang lebih lembut.

"Kalian semua, terima kasih atas kerja kerasnya dalam latihan yang berat ini. Jika kalian sanggup bertahan dalam tempaan Ophelia, kalian pasti bisa melewati pertempuran sungguhan tanpa kesulitan."

Mendengar ucapan Noah, tawa kecut muncul di antara para prajurit. Wajah mereka seolah berkata, "Itu benar sekali."

Setelah selesai menginspeksi latihan, Noah dan Ophelia pun kembali ke kediaman mereka.

◆◇◆

Tiga bulan telah berlalu sejak Noah menjabat sebagai penguasa baru di wilayah terpencil Arcloy. Noah kini telah memahami gambaran umum mengenai situasi di daerah ini.

Saat ini, selain Noah, ada lima faksi lain yang berpengaruh di Arcloy. Mereka adalah Duke Kruck, Duke Luke, Duke Finen, Duke Kiesel, dan Duke Veek.

Awalnya mereka adalah ksatria bawahan Archduke Arcloy. Namun, memanfaatkan fakta bahwa Grand Duke Uebel menelantarkan Arcloy, mereka seenaknya melepaskan diri, membangun Kastil, dan mengangkat diri mereka sendiri sebagai penguasa.

Sejauh ini, Grand Duke Uebel setengah menutup mata atas hal tersebut, dan hampir seluruh negara tetangga serta Paus pun telah mengakuinya.

Namun, ceritanya tidak berhenti di situ. Tidak puas hanya dengan merdeka, mereka masing-masing mengklaim diri sebagai Archduke Arcloy yang sah dan saling memperebutkan kekuasaan.

Karena tidak ada yang menang, saat ini mereka berada dalam status gencatan senjata. Mereka sepakat bahwa selama gencatan senjata berlangsung, tidak ada yang boleh memakai gelar Archduke Arcloy.

Dengan kata lain, dalam dokumen diplomatik mereka, jabatan Archduke Arcloy dianggap tidak ada. Di tengah situasi itulah, Noah dilemparkan seperti bom sebagai Archduke Arcloy yang baru.

Terlebih lagi, mereka menjalankan kebijakan persekusi dan pengusiran terhadap kaum Kijin, yang bertolak belakang dengan prinsip Noah. Kaum Kijin yang tanahnya dirampas akhirnya menjadi bandit atau iblis liar yang mengacaukan Arcloy.

Bagi Noah, citranya akan hancur jika ia tidak segera menundukkan mereka kembali dan mengembalikan tanah kepada kaum Kijin.

Noah sedang dalam proses memerintahkan kelima penguasa gadungan itu untuk datang menemuinya dan tunduk padanya.

Di tengah situasi tersebut, kabar datang bahwa utusan dari wilayah tetangga, Kruck, akan berkunjung. Kabar itu datang tepat saat misi pengintaian paksa dan penjarahan kesepuluh oleh kavaleri Kijin berhasil dilakukan.

Tampaknya, Kruck terdesak oleh aduan dari ksatria penjaga perbatasan mereka sendiri.

"Perbatasan kita diacak-acak oleh kavaleri Kijin milik Noah, kami tidak sanggup lagi bertahan. Jika situasi ini dibiarkan, kami para ksatria penjaga perbatasan tidak punya pilihan selain menjadi pengikut Noah. Tolong Duke Kruck bicarakan hal ini dengan Noah."

Karena desakan itulah, Duke Kruck akhirnya terpaksa bergerak.

"Noah-sama, utusan dari Kruck datang hari ini, kan?" tanya Ophelia.

"Ya. Mereka secara fakta menyangkal keberadaan Archduke Arcloy. Aku harus segera membuat mereka mengubah sikap."

"Berani-beraninya mereka menyangkal otoritas Archduke Arcloy tanpa izin Anda. Benar-benar sekelompok orang yang tidak tahu diri."

"Benar. Jika mereka terus mengabaikanku, aku perlu memberi pelajaran segera. Oh, sepertinya mereka sudah sampai."

Utusan dari Kruck pun tiba. Penampilannya benar-benar mencerminkan seorang pejabat sipil.

"Putra Grand Duke Uebel, Tuan Noah. Selamat atas jabatan baru Anda di Arcloy. Tuanku, Duke Kruck, juga menyampaikan ucapan selamat. Sejak lama Grand Duke Uebel telah memberikan kebaikan yang besar bagi kami, dan seterusnya... Tuanku Duke Kruck ingin bertemu dengan Anda, putra Grand Duke Uebel, dan seterusnya... Oleh karena itu, kami berharap Anda sudi meluangkan waktu untuk berkunjung ke Kastil Kruck kami."

(Putra Grand Duke Uebel... Jadi mereka bersikeras tidak mau memanggil Noah-sama sebagai Archduke Arcloy ya.)

"Salam yang luar biasa sekali. Pertama-tama, bisakah kamu memanggilku Archduke Arcloy, bukan putra Grand Duke Uebel? Selain itu, jika memang ingin merayakan jabatanku, bukankah seharusnya pihak kalian yang datang ke sini?"

"Oh, mohon maaf sebesar-besarnya. Tuanku saat ini sedang sangat sibuk sehingga tidak bisa berkunjung ke tempat terpencil seperti ini. Kami rasa, akan lebih baik jika Anda—yang baru saja menjabat dan hanya memiliki sedikit wilayah—yang berkunjung ke Kastil Tuanku."

"Baru menjabat? Sedikit wilayah? Apa-apaan kamu? Kamu menentukan hierarki berdasarkan lama jabatan dan luas wilayah? Apa itu pemikiran tuanmu? Aku adalah penguasa sah Arcloy yang mewarisi gelar Archduke Arcloy dari Grand Duke Uebel, tahu?"

"Yah, meski Anda berkata demikian... tolong jangan menatap saya seperti itu. Tuanku yang sudah bertahun-tahun menjadi penguasa, rasanya sulit untuk bersikap sopan kepada orang bodoh seperti Anda... oh, maafkan kekurangajaran saya. Maksud saya, sulit untuk bersikap formal kepada orang baru seperti Anda. Saya bingung harus menjawab apa."

"Oh? Apa ini? Kamu menantangku? Kamu sedang cari ribut denganku, hah? Mau main kasar, hah?!"

"Hmm? Apa maksud Anda? Anda menyatakan tantangan? Kepada saya yang merupakan wakil dari Tuan Kruck? Itu sama saja dengan menantang Tuan Kruck bertarung, lho?"

"Bagus! Kalau begitu baiklah, ini perang! Aku, Archduke Arcloy Noah, menyatakan perang terhadap Kruck!"

"Dimengerti. Pernyataan perang itu akan saya sampaikan dengan jelas ke telinga Tuanku."

(Cih. Benar-benar orang bodoh seperti rumornya. Terpancing provokasi murahan seperti ini. Perang ini bakal jadi kemenangan mudah buat kami.)

Utusan Kruck pun meninggalkan kediaman Archduke Arcloy.

◆◇◆

Ophelia yang ditinggal bersama Noah pun bertanya.

"Apakah tidak apa-apa? Memulai perang hanya karena terpancing adu mulut seperti tadi?"

"Dulu, Duke Kruck pernah bersengketa wilayah dengan Duke Kiesel. Menurutmu, berapa lama waktu yang dia butuhkan untuk mengumpulkan sepuluh ribu tentara saat itu?"

"Entahlah? Berapa lama?"

"Satu bulan."

"Itu... memakan waktu yang cukup lama ya."

"Artinya, di Kastil Kruck hanya ada jenderal dengan level Leadership E sampai D. Heh. Tak kusangka mereka sendiri yang datang cari mati. Ini sangat menghemat tenagaku."

Noah menanggalkan topeng si orang bodoh dan menunjukkan jati dirinya yang asli.

"Jenderal Ophelia, aku berikan perintah padamu. Selesaikan ini dengan serangan kilat."

"Saya laksanakan."




Ophelia segera bergerak menyerbu bersama 200 kavaleri Kijin yang bersiaga di kediaman. Di saat yang sama, sebuah maklumat disebarkan ke seluruh penjuru wilayah.

"Perang dengan Kruck telah dimulai! Kita akan menumpas pengkhianat yang menentang Archduke Arcloy! Jenderal Ophelia telah berangkat. Seluruh legiun harus berkumpul di Luinika dalam waktu tiga hari. Siapa pun yang terlambat akan dijatuhi hukuman berat!"

Maklumat Ophelia melesat bak petir, menjangkau setiap sudut daerah. Mereka yang awalnya sibuk bertani, seketika melepaskan alat bajak mereka begitu mendengar tiupan terompet tanduk.

"Perang telah tiba!" teriak mereka sembari menyambar senjata dan bergegas menyusul Ophelia. Begitu tahu sang Jenderal telah meninggalkan kediaman, mereka langsung berlari menuju medan tempur.

Dalam benak mereka yang telah dididik keras oleh Ophelia, hanya ada satu hal: harus sampai sebelum Jenderal mereka murka. Jika terlambat sedetik saja, latihan neraka dari Ophelia sudah menanti.

Sepanjang jalan, orang-orang bersenjata yang saling berpapasan akan berlari bersama tanpa kata menuju titik yang ditentukan. Jika bertemu dengan komandan peleton, mereka langsung bergabung ke dalam barisan atau saling bertukar informasi.

"Adakah yang tahu medan musuh dengan detail?"

"Di mana posisi Panglima Ophelia sekarang?"

"Di mana posisi musuh?"

Semua interaksi itu dilakukan secara dinamis sambil terus berlari. Para komandan peleton memikul beban berat karena harus membawa 100 prajurit sampai ke garis depan tanpa kehilangan satu orang pun akibat kelelahan.

Mereka melakukan gerak maju paksa siang dan malam tanpa henti. Usaha itu membuahkan hasil; dalam waktu kurang dari satu hari, 200 kavaleri tiba di Luinika, disusul oleh 800 infanteri keesokan harinya.

Di Luinika, sebenarnya ada 1.000 prajurit Kruck yang berjaga, namun mereka tidak berkutik. Mereka terkejut oleh kedatangan mendadak pasukan Arcloy dan tidak memiliki kavaleri yang terorganisir.

Ophelia menahan serangan prajurit Kruck yang merangsek panik menggunakan infanterinya. Begitu musuh terpancing maju, kavaleri yang sudah bersiap di sayap segera memutar dan melibas mereka tanpa ampun. Pasukan Kruck di Luinika pun kocar-kacir.

Godolphin, menteri senior Kruck, panik mendengar Luinika diduduki 1.000 musuh dan segera memimpin pasukan untuk menyerang balik. Luinika bukan hanya pusat pengumpulan logistik, tapi juga titik nadi transportasi.

Jika musuh menetap di sana, pasokan pangan ke Kastil akan terputus dan jalur gerak maju mereka akan terblokade. Ia harus merebutnya kembali sebelum musuh semakin banyak.

Namun, saat Godolphin tiba dengan 500 prajurit, Ophelia sudah berhasil mengumpulkan 2.500 pasukan di bawah komandonya.

(Mustahil. Ini wilayah kami, tapi kenapa musuh bisa berkumpul lebih cepat?!)

Terlebih lagi, musuh memiliki kavaleri. Di dataran luas yang tak memiliki tempat persembunyian ini, jika mereka berbalik lari, kavaleri musuh akan memburu mereka layaknya mangsa.

Melihat jumlah musuh yang sedikit dan moral yang rendah, Ophelia memutuskan untuk menyerang meski seluruh pasukannya belum berkumpul semua.

(Insting Noah-sama dalam menilai bakat jenderal memang tak pernah meleset. Meski di wilayah musuh, pasukan kita unggul telak dengan kekuatan lima kali lipat. Menempatkan pasukan besar di Luinika adalah langkah tepat sesuai informasinya. Inilah saatnya membalas budi karena telah mengangkatku menjadi ksatria.)

Mengingat masa-masa di wilayah Grand Duke, yang ada hanyalah hari-hari penuh penghinaan. Ophelia tidak diizinkan mewarisi tanah orang tuanya, bahkan dilarang menjadi ksatria dan malah direndahkan menjadi pelayan.

Namun yang paling menyakitkan baginya adalah melihat Noah dan ibunya dianaktirikan. Di tengah kegelapan hati itu, Noah-lah yang membawanya keluar dan mengangkatnya menjadi jenderal.

(Noah-sama bilang akan melawan Grand Duke demi aku. Kalau begitu, aku akan melindunginya. Akan kuhancurkan siapa pun yang memusuhi Noah-sama!)

"Serang!"

Begitu Ophelia memberi perintah dengan suara rendah, para prajurit mengacungkan tombak dan melangkah maju perlahan dalam formasi yang rapat.

Pasukan Kruck yang belum siap bertempur gemetar ketakutan melihat kedisiplinan pasukan Ophelia. Bahkan sebelum pedang beradu, mereka sudah sering melirik ke belakang, bersiap kabur.

Hanya dengan satu hantaman, pasukan Kruck langsung kocar-kacir. Godolphin hanya bisa ternganga melihat anak buahnya lari tunggang-langgang.

(Jadi itu jenderal musuh?)

Ophelia memacu kudanya secepat kilat, mendekati Godolphin dalam sekejap, lalu menebas kepalanya. Dengan tewasnya panglima tertinggi, pasukan Kruck hancur total. Pertempuran yang menentukan arah perang ini berakhir dengan sangat singkat.

Kabar kemenangan telak Ophelia pun menyebar ke seluruh Arcloy dalam hari yang sama.

◆◇◆

Satu malam telah berlalu sejak Pertempuran Luinika.

Luinika benar-benar menjadi titik kunci bagi kedua belah pihak. Tempat itu menghubungkan Kastil Kruck dengan desa-desa sekitarnya, sekaligus jalur wajib bagi pasukan Kruck jika ingin menyerang wilayah Arcloy.

Meski satu hari telah berlalu, kecepatan berkumpulnya pasukan Noah tetap unggul jauh dibanding musuh yang lamban. Kini, pasukan Arcloy di Luinika telah membengkak hingga 5.000 orang.

Selain itu, Noah mengirim kavaleri ke desa-desa sekitar untuk mengumumkan kekalahan pasukan Kruck. Para tokoh lokal pun segera mengirimkan upeti dan menyatakan kesetiaan kepada Archduke Arcloy.

Mereka kehilangan nyali begitu melihat unit kavaleri yang berkilauan serta panji-panji Kruck yang berhasil direbut. Bagi mereka, ini pertama kalinya mereka melihat pasukan kavaleri sehebat itu dan kekalahan memalukan pihak Kruck.

Berdasarkan hasil pengintaian di Kastil Kruck, jumlah prajurit yang tersisa di sana bahkan tidak sampai 500 orang.

Ophelia memutuskan untuk langsung menyerang markas musuh. Ia meninggalkan 2.000 prajurit untuk menjaga Luinika, sementara ia sendiri memimpin 3.000 pasukan menuju Kastil Kruck.

Duke Kruck yang sedang asyik minum anggur di Kastil terperanjat mendengar pasukannya musnah. Saat ia melihat dari menara pengintai, 3.000 pasukan Ophelia sudah berada tepat di depan mata.

Tanpa pikir panjang, sang penguasa melarikan diri hanya dengan pakaian yang melekat di tubuh, bahkan meninggalkan keluarganya sendiri. Aksi pengecut ini membuat rakyatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.

Kastil pun jatuh, dan Ophelia menawan keluarga sang penguasa. Perang berakhir. Ophelia menyambut Noah yang tiba bersama 5.000 pasukan cadangan.

"Inilah Kastil baru yang telah menjadi milik Anda, Tuan."

"Umu. Kerja bagus."

Noah melangkah masuk ke dalam Kastil bersama Ophelia. Meski Kastil ini kecil dibanding tempat asalnya, perasaan memiliki Kastil pertama tetaplah istimewa.

"Ngomong-ngomong, kudengar ada 1.000 pahlawan yang sampai di medan perang hanya dalam waktu satu hari?"

"Benar. Kemenangan ini adalah buah dari kecepatan gerak maju mereka. Mohon berikan kata-kata apresiasi khusus untuk mereka."

"Umu. Kumpulkan mereka di dalam Kastil."

Noah memberikan pidato penghargaan khusus bagi 1.000 orang tersebut. Ia memberikan gelar Komandan Peleton Senior kepada para pemimpin peleton dan mengizinkan 1.000 prajurit itu masuk ke dalam Kastil tanpa memandang kasta.

9.000 prajurit lainnya yang terlambat datang merasa sangat menyesal. Mereka bersumpah dalam hati bahwa di pertempuran berikutnya, merekalah yang akan sampai paling awal untuk menjadi ujung tombak Jenderal Ophelia.

(Menghancurkan Duke Kruck dalam sekejap, ya? Padahal kekuatan nasional dan jumlah pasukan aktif tidak jauh berbeda. Ternyata perbedaan Leadership seorang jenderal bisa menciptakan jurang sedalam ini.)

Hari itu juga, Noah menyebarkan maklumat bahwa perang telah usai dan menjanjikan pengampunan bagi siapa pun yang menyerah. Meski beberapa desa di wilayah Kruck sempat mencoba melawan, nyali mereka ciut begitu Ophelia muncul membawa 5.000 prajurit sembari memamerkan kepala Godolphin.

Mereka pun berlomba-lomba mengirim utusan untuk menyerah kepada Noah. Hal ini membuat para prajurit yang awalnya bersemangat untuk mencari jasa di medan tempur berikutnya merasa agak kecewa karena perang selesai begitu cepat.

Noah membiarkan hak-hak tuan tanah tetap ada, namun memerintahkan agar kekuatan militer mereka digabungkan ke dalam pasukan Ophelia. Ia juga memerintahkan pengembalian tanah kepada kaum Kijin yang selama ini dipersekusi.

◆◇◆

Para petinggi dari wilayah bekas Kruck berkumpul di Kastil yang kini telah berganti penjaga. Saat melihat Noah duduk di kursi penguasa, mereka satu per satu bersumpah setia.

Noah mengadakan rapat dewan untuk mengumumkan kebijakan pascaperang. Segala kesalahan ditimpakan kepada penguasa lama, dan para menteri diwajibkan mengakui kedaulatan Noah sebagai Archduke Arcloy yang baru, termasuk menandatangani surat pengakuan wilayah kepada Paus.

Namun, di tengah rapat yang serius itu, mereka bertanya-tanya siapa gadis berpakaian pelayan yang duduk di samping Noah. Tak ada yang menyadari bahwa itu adalah Ophelia yang sengaja memakai seragam pelayan sebagai gurauan.

Beberapa orang mencoba mencari masalah karena merasa terhina dengan kehadiran seorang pelayan di rapat penting.

"Archduke Arcloy. Kami tidak bermaksud menentang rapat ini, tapi membawa seorang pelayan rendah ke kursi sepenting ini... apa maksud Anda sebenarnya?"

Beberapa orang lain ikut menimpali.

"Benar! Ini adalah penghinaan yang tidak adil bagi kami!"

"Kami menuntut pelayan itu keluar!"

Noah menyeringai bak anak kecil yang berhasil menjahili temannya.

"Ah, maafkan aku. Aku lupa memperkenalkan dia pada kalian. Dia adalah Ophelia. Ksatria dengan jasa tingkat pertama yang telah menghancurkan pasukan Duke Kruck."

Para menteri ternganga, tidak tahu harus merespons apa.

"Archduke Arcloy... mohon jangan mempermainkan kami. Ini sudah keterlaluan!"

"Begitu ya? Kalau begitu, tunjukkan pada mereka, Ophelia."

"Hamba laksanakan."

Ophelia mencabut pedangnya, lalu dalam satu tebasan kilat, ia membelah kursi besi di sebelah pria yang memprotes tadi—kursi yang biasanya diduduki oleh mendiang Godolphin.

"Hi-hiiiii!"

"A-apa yang?!"

"Pedang ini adalah pedang yang sama yang menebas kepala Jenderal Godolphin. Jika Anda merasa aku berbohong, bagaimana kalau kita berduel untuk menguji ketajamannya pada tubuh Anda sendiri?"

Begitu Ophelia berucap, para penjaga di sekitar langsung maju selangkah dengan tangan di gagang pedang. Mereka telah diberi perintah tegas untuk menebas siapa pun yang berani mengancam Archduke Arcloy maupun Jenderal Ophelia.

Tekanan itu cukup untuk membuat para menteri Kruck gemetar hebat.

(B-bercanda ya?! Bocah ini... bukannya bodoh, dia malah tipe petarung yang mengerikan!)

◆◇◆

Noah mulai merekrut prajurit baru untuk unit Ophelia. Orang-orang yang selama ini muak dengan kepemimpinan lama mulai mengantre di Kastil Kruck demi melayani Archduke Arcloy dan menjadi pengikut Jenderal Ophelia.

Langkah-langkah strategis Noah dan Ophelia untuk memperkuat militer terus berlanjut.

Negara-negara tetangga mulai merasa waswas. Mereka menyadari bahwa gejolak zaman perang akhirnya telah mencapai wilayah terpencil ini.

Noah

Kastil: 1

Ksatria: 300 orang

Kekuatan Militer: 20.000 orang

Pendapatan Pajak: 20.000 Gura

Negara Sahabat: Tidak ada

Ophelia Leadership: A (↖↖) → S

Military Tactics: A (↖↖) → A

Melee: A (↖↖) → A

Field Battle: A (↖↖) → A

Loyalty: A (↖↖) → S




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close