NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kanojo no ane wa 2-shu-me no kanojo V1 Interlude 1

 Penerjemah: Taksaka

Proffreader: Manahan


Interlude 1


Pasti, awalnya hanya perselisihan kecil yang sepele. Fakta bahwa dia tidak bisa mengatakan bahwa dia tidak suka kue jahe. Dan fakta bahwa aku tidak menyadarinya.


Hanya itu, sesederhana itu.


Keretakan kecil itu perlahan namun pasti, semakin lama semakin membesar seiring berjalannya waktu. Baik aku maupun Ryuuichi-kun tidak menyadarinya saat itu.


Dulu, aku hanya mabuk kepayang oleh cinta pertamaku, hingga aku tidak benar-benar memperhatikan Ryuuichi-kun.


"Mungkin, kita tidak akan pernah berhasil jika terus begini. Mari kita akhiri di sini."


Hari itu, saat dia mengatakannya, pikiranku menjadi kosong.


Saat itu, Ryuuichi-kun meminta maaf atas banyak hal. Tentang seorang gadis yang ahli dalam bidang astronomi yang ia temui saat liburan musim panas SD dan mereka melihat gerhana bulan bersama—dia tidak bisa melupakan gadis itu. Tentang bagaimana dia menggunakan tempat perkemahan di mana ia bertemu gadis itu untuk kegiatan klub astronomi. Dan tentang bagaimana ia mengejar komet baru demi menepati janji dengan gadis itu.


Apa yang kukatakan sebagai balasan? Apakah aku menerima perpisahan itu dengan tulus, ataukah aku menolaknya secara emosional? Aku bahkan tidak ingat.


Ingatanku baru menjadi jelas saat perjalanan pulang, ketika aku berjalan sambil menatap langit dengan tatapan kosong. Ryuuichi-kun pernah memberitahuku sebelumnya bahwa hari ini ada bintang spesial yang akan mendekati Bumi.


Apophis. Nama dewa kejahatan dalam mitologi Mesir yang diberikan kepada asteroid itu. Katanya, ia akan melintasi posisi yang sangat dekat dengan Bumi. 


Secara teknis, asteroid itu tidak bisa diamati dari Jepang, namun aku berpikir mungkin jika aku memohon pada bintang yang istimewa ini, permintaanku akan dikabulkan.


Karena aku berjalan sambil memikirkan bintang yang berada 30.000 kilometer jauhnya dan berharap pada dongeng semacam itu, aku jadi abai dengan apa yang ada di depan mataku. Tanpa sadar, langit dan bumi terjungkir balik, dan langit terbentang tepat di bawahku. Barulah setelah itu terjadi, aku menyadari bahwa tubuhku telah terpental oleh hantaman kuat dan sedang melayang di udara.


Mobil? Truk? Melanggar lampu merah? Ataukah aku yang melanggarnya?


Di tengah pikiran yang terasa seperti milik orang lain itu, di pandanganku yang menatap kosong ke langit, aku merasa seolah melihat jejak lintasan bintang. Mungkin itu hanya halusinasi, tapi meski begitu, aku memohon pada bintang itu seolah sedang berpegangan pada harapan terakhir.


"Aku ingin mengulanginya sekali lagi."


Setelah itu, jiwaku mungkin tergulung kembali hingga ke masa sel telur yang baru dibuahi. Namun, di sana sudah ada diriku yang dulu. Sel telur yang dihinggapi oleh dua jiwa itu tidak bisa mempertahankan bentuk aslinya dan terbelah menjadi dua; yang satu menjadi Asada Mihare, dan yang lainnya menjadi aku yang sekarang, Asada Sayuki.

Demikianlah, aku terlahir kembali, dan kehidupan keduaku pun dimulai.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close