NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

TS Tensei Bishoujo Netora Reiko wa Netoraretai Volume 1 Prolog

Prolog

Menjadi Gadis yang Direbut adalah Takdirku


"Maafkan aku... bagiku, sekarang cuma dia yang bisa membuatku merasa utuh..."

"Ti-tidak mungkin... Aki, kamu bohong, kan...! Katakan kalau ini bohong! Bukankah kita ini sepasang kekasih!?"

Di tengah hujan yang mengguyur deras, seorang pemuda meraung pilu tanpa memedulikan payung.

Melihat seragam sekolahnya yang basah kuyup oleh air hujan dan lumpur, siapa pun yang melihatnya pasti akan merasa iba pada pemuda malang itu.

——Dan, di ujung pandangannya, berdiri seorang gadis dengan ekspresi kompleks yang mencampurkan rasa bersalah serta euforia, bersama seorang pria tampan yang memeluk gadis itu sambil menyeringai mengejek.

"Ya ampun, kenapa tidak coba melihat kenyataan saja? Antara aku dan kau... siapa 'pria' yang lebih unggul di sini. Kau masih belum paham juga?"

"A, aaah... ti-tidak... jangan pergi, Aki..."

Pemuda yang basah kuyup itu mengulurkan tangannya kepada sang kekasih—bukan, mantan kekasihnya—dengan wajah yang hancur berantakan oleh air hujan dan air mata. Namun, sang gadis justru menunduk dan mengucapkan salam perpisahan yang kejam.

"Aku benar-benar minta maaf... selamat tinggal, Hiro-kun."

"Nah, jadi begitulah urusannya. Jangan coba-coba mengganggu Aki 'milikku' lagi, ya? Ayo, kita pergi, Aki?"

"I-iya... ❤️"

Gadis yang bahunya dirangkul itu merona merah. Di bawah satu payung yang sama, mereka berpelukan erat dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu.

"A... aa... aaaaaaaAAAAaaaaaaaaAAAAAAAAAAAAAAA!!"

Dari tenggorokan pemuda yang dipaksa menyaksikan pemandangan itu, loloslah suara erangan sakratulmaut seolah kewarasannya telah runtuh. Suara itu lama-kelamaan berubah menjadi jeritan histeris seolah ia sedang memuntahkan darah.

"UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!"

"..............."

"Ada apa?"

Gadis itu menoleh ke arah sang pria yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.

Pria itu seolah-olah sedang memperhatikan sosok mantan kekasih si gadis yang sedang menangis tersedu-sedu.

"Hm, bukan apa-apa. Ayo, nanti kamu basah, sini lebih dekat lagi."

"Kyaa ❤️ Ka-kalau nempel begini, aku jadi susah jalan tahu ❤️"

Gadis yang sedang mabuk asmara itu tidak menyadarinya.

Bahwa mata si pria sama sekali tidak menatap ke arahnya.

Bahwa pandangan pria itu justru tertuju tepat ke arah si pemuda yang sedang menangis secara menyedihkan.

"......Fufuh."

Dan ia juga tidak menyadari bahwa dalam tatapan itu, terkubur hasrat kelam yang kental dan menjijikkan.

  "Kalau begitu, sampai jumpa besok di sekolah."

"I-iya... ❤️ Sampai besok... ❤️"

Setelah mengantar si gadis sampai ke rumahnya, pria itu mulai berjalan menuju rumahnya sendiri.

"......Nah, sekarang."

Pria itu merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan earphone.

Itu adalah barang mewah yang ia beli dari hasil jerih payah kerja paruh waktunya. Dia memang tipe orang yang sangat mementingkan kualitas suara.

Ia menyambungkan earphone tersebut ke ponsel pintarnya.

"......Cepat. Cepat, cepat..."

Ujung jari pria itu bergerak dengan tidak sabar.

Apa yang dibuka oleh jemarinya dari layar beranda bukanlah aplikasi gim ataupun situs video.

[Rekaman Suara]

[Play]

'Maafkan aku... bagiku, sekarang cuma dia yang bisa membuatku merasa utuh...'

'Ti-tidak mungkin... Aki, kamu bohong, kan...! Katakan kalau ini bohong! Bukankah kita ini sepasang kekasih!?'

[Percepat]

'A, aaah... ti-tidak... jangan pergi, Aki...'

[Percepat]

'——Aku benar-benar minta maaf... selamat tinggal, Hiro-kun.'

[Percepat]

'A... aa... aaaaaaaAAAAaaaaaaaaAAAAAAAAAAAAAAA!!'

'UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!'

[Putar Ulang]

'UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!'

[Putar Ulang]

'UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!'

Wajah tampan pria yang mendengarkan rekaman itu menyeringai lebar hingga mengeluarkan suara yang basah dan menjijikkan.

"............Aaah~~ suara saat otak seseorang hancur lebur memang yang terbaik~~"

Dia adalah sampah manusia dengan kepribadian yang sudah rusak total.

Ditambah lagi, dia memiliki keinginan untuk bertransformasi menjadi wanita, dan mengidap kelainan seksual yang sangat dalam yaitu ingin direbut oleh pria idaman lain saat sedang menjalin hubungan sehat dengan kekasihnya.

Karena impian itu tidak mungkin terwujud dengan tubuh laki-laki, dia pun memilih untuk merebut pasangan dari setiap sejoli yang ada di sekitarnya.

Dengan menghancurkan mental para pria tersebut, si penderita kelainan seksual ini mencoba memuaskan dahaganya yang tak pernah terpenuhi.

"Ratapan Hiro-kun mantap banget~~ Terbaik! Akting jalang Aki-chan juga layak dapat piala Oscar~~"

Yang lebih parah lagi, dia sama sekali tidak memiliki niat jahat terhadap pasangan yang ia hancurkan hubungannya.

Malahan, dia merasa berterima kasih kepada mereka karena telah mempertontonkan adegan kehancuran mental yang luar biasa.

Mungkin dia bahkan berpikir tidak keberatan jika harus membayar untuk itu.

Singkatnya, dia adalah sampah yang jika mati lebih cepat, tingkat kebahagiaan dunia akan meningkat.

"——Heh?"

Dan entah karena doa dunia akhirnya dikabulkan oleh langit.

Atau mungkin karena Dewa yang sangat disiplin terhadap tata krama lalu lintas merasa murka melihatnya berjalan sambil main ponsel.

Sebuah truk yang melanggar lampu merah melesat dengan kecepatan tinggi ke arahnya. Itulah pemandangan terakhir yang ia lihat sebelum ajalnya tiba.

  Namun, jika ada Dewa yang membasmi kejahatan, maka sudah sewajarnya ada Iblis yang membiarkan kejahatan tetap hidup.

Setelah terseret truk sejauh ratusan meter dan seharusnya tubuhnya sudah hancur menyerupai karya seni modern, saat ia tersadar, ia sudah menjadi seorang bayi. Ogyaa.

Lalu, ia menggerak-gerakkan lehernya yang baru saja bisa tegak untuk memeriksa bagian selangkangannya. Benda berbentuk batang yang ia miliki di kehidupan sebelumnya sudah tidak ada.

Sepertinya, ia telah terlahir kembali sebagai seorang perempuan.

Pria itu—bukan, ia—pun bersyukur kepada Dewa.

Kesempatan untuk menggapai ambisi besar yang mustahil terwujud di kehidupan sebelumnya kini telah diberikan kepadanya.

Keinginan untuk direbut oleh pria idaman lain saat sedang menjalin hubungan cinta yang murni!

Di kehidupan sebelumnya, dengan penuh penyesalan ia harus puas hanya dengan peran sebagai si pria perebut. Namun, di kehidupan sekarang, ia adalah seorang wanita. Artinya, ia bisa menjadi tokoh utama dalam sebuah skenario NTR!

Ini benar-benar menggairahkan!

Dengan kegembiraan layaknya aktor muda yang mendapatkan peran utama dalam film besar Hollywood, semangat juang bayi paling jahat di dunia ini pun berkobar, lebih pekat daripada kegelapan.

Mungkin sang Iblis pun saat ini sedang memiringkan kepalanya sambil bergumam, "Harusnya tadi dia tidak usah aku reinkarnasikan saja, ya."




Illustrasi | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close