Prolog
Menjadi
Gadis yang Direbut adalah Takdirku
"Maafkan aku... bagiku, sekarang cuma dia yang bisa
membuatku merasa utuh..."
"Ti-tidak
mungkin... Aki, kamu bohong, kan...! Katakan kalau ini bohong! Bukankah kita
ini sepasang kekasih!?"
Di tengah hujan yang mengguyur deras, seorang pemuda
meraung pilu tanpa memedulikan payung.
Melihat seragam sekolahnya yang basah kuyup oleh air
hujan dan lumpur, siapa pun yang melihatnya pasti akan merasa iba pada pemuda
malang itu.
——Dan, di ujung pandangannya, berdiri seorang gadis
dengan ekspresi kompleks yang mencampurkan rasa bersalah serta euforia, bersama
seorang pria tampan yang memeluk gadis itu sambil menyeringai mengejek.
"Ya ampun, kenapa tidak coba melihat kenyataan saja?
Antara aku dan kau... siapa 'pria' yang lebih unggul di sini. Kau masih belum
paham juga?"
"A, aaah... ti-tidak... jangan pergi,
Aki..."
Pemuda yang basah kuyup itu mengulurkan tangannya
kepada sang kekasih—bukan, mantan kekasihnya—dengan wajah yang hancur
berantakan oleh air hujan dan air mata. Namun, sang gadis justru menunduk dan
mengucapkan salam perpisahan yang kejam.
"Aku benar-benar minta maaf... selamat tinggal,
Hiro-kun."
"Nah, jadi begitulah urusannya. Jangan coba-coba
mengganggu Aki 'milikku' lagi, ya? Ayo, kita pergi, Aki?"
"I-iya...
❤️"
Gadis
yang bahunya dirangkul itu merona merah. Di bawah satu payung yang sama, mereka
berpelukan erat dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
"A...
aa... aaaaaaaAAAAaaaaaaaaAAAAAAAAAAAAAAA!!"
Dari
tenggorokan pemuda yang dipaksa menyaksikan pemandangan itu, loloslah suara
erangan sakratulmaut seolah kewarasannya telah runtuh. Suara itu lama-kelamaan
berubah menjadi jeritan histeris seolah ia sedang memuntahkan darah.
"UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!"
"..............."
"Ada
apa?"
Gadis
itu menoleh ke arah sang pria yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Pria
itu seolah-olah sedang memperhatikan sosok mantan kekasih si gadis yang sedang
menangis tersedu-sedu.
"Hm, bukan apa-apa. Ayo, nanti kamu basah, sini
lebih dekat lagi."
"Kyaa ❤️
Ka-kalau nempel begini, aku jadi susah jalan tahu ❤️"
Gadis yang sedang mabuk asmara itu tidak
menyadarinya.
Bahwa mata si pria sama sekali tidak menatap ke arahnya.
Bahwa pandangan pria itu justru tertuju tepat ke arah si
pemuda yang sedang menangis secara menyedihkan.
"......Fufuh."
Dan ia juga tidak menyadari bahwa dalam tatapan itu,
terkubur hasrat kelam yang kental dan menjijikkan.
"Kalau begitu, sampai jumpa besok di
sekolah."
"I-iya...
❤️
Sampai besok... ❤️"
Setelah
mengantar si gadis sampai ke rumahnya, pria itu mulai berjalan menuju rumahnya
sendiri.
"......Nah,
sekarang."
Pria
itu merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan earphone.
Itu
adalah barang mewah yang ia beli dari hasil jerih payah kerja paruh waktunya.
Dia memang tipe orang yang sangat mementingkan kualitas suara.
Ia
menyambungkan earphone tersebut ke ponsel pintarnya.
"......Cepat.
Cepat, cepat..."
Ujung
jari pria itu bergerak dengan tidak sabar.
Apa
yang dibuka oleh jemarinya dari layar beranda bukanlah aplikasi gim ataupun
situs video.
[Rekaman
Suara]
[Play]
'Maafkan
aku... bagiku, sekarang cuma dia yang bisa membuatku merasa utuh...'
'Ti-tidak
mungkin... Aki, kamu bohong, kan...! Katakan
kalau ini bohong! Bukankah kita ini sepasang kekasih!?'
[Percepat]
'A, aaah... ti-tidak... jangan pergi, Aki...'
[Percepat]
'——Aku benar-benar minta maaf... selamat tinggal,
Hiro-kun.'
[Percepat]
'A...
aa... aaaaaaaAAAAaaaaaaaaAAAAAAAAAAAAAAA!!'
'UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!'
[Putar
Ulang]
'UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!'
[Putar
Ulang]
'UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!'
Wajah
tampan pria yang mendengarkan rekaman itu menyeringai lebar hingga mengeluarkan
suara yang basah dan menjijikkan.
"............Aaah~~
suara saat otak seseorang hancur lebur memang yang terbaik~~"
Dia
adalah sampah manusia dengan kepribadian yang sudah rusak total.
Ditambah
lagi, dia memiliki keinginan untuk bertransformasi menjadi wanita, dan mengidap
kelainan seksual yang sangat dalam yaitu ingin direbut oleh pria idaman lain
saat sedang menjalin hubungan sehat dengan kekasihnya.
Karena
impian itu tidak mungkin terwujud dengan tubuh laki-laki, dia pun memilih untuk
merebut pasangan dari setiap sejoli yang ada di sekitarnya.
Dengan
menghancurkan mental para pria tersebut, si penderita kelainan seksual ini
mencoba memuaskan dahaganya yang tak pernah terpenuhi.
"Ratapan Hiro-kun mantap banget~~ Terbaik! Akting
jalang Aki-chan juga layak dapat piala Oscar~~"
Yang lebih parah lagi, dia sama sekali tidak memiliki
niat jahat terhadap pasangan yang ia hancurkan hubungannya.
Malahan, dia merasa berterima kasih kepada mereka karena
telah mempertontonkan adegan kehancuran mental yang luar biasa.
Mungkin dia bahkan berpikir tidak keberatan jika harus
membayar untuk itu.
Singkatnya, dia adalah sampah yang jika mati lebih cepat,
tingkat kebahagiaan dunia akan meningkat.
"——Heh?"
Dan entah karena doa dunia akhirnya dikabulkan oleh
langit.
Atau mungkin karena Dewa yang sangat disiplin terhadap
tata krama lalu lintas merasa murka melihatnya berjalan sambil main ponsel.
Sebuah truk yang melanggar lampu merah melesat dengan
kecepatan tinggi ke arahnya. Itulah pemandangan terakhir yang ia lihat sebelum
ajalnya tiba.
Namun, jika ada Dewa yang membasmi kejahatan, maka
sudah sewajarnya ada Iblis yang membiarkan kejahatan tetap hidup.
Setelah terseret truk sejauh ratusan meter dan seharusnya
tubuhnya sudah hancur menyerupai karya seni modern, saat ia tersadar, ia sudah
menjadi seorang bayi. Ogyaa.
Lalu, ia menggerak-gerakkan lehernya yang baru saja bisa
tegak untuk memeriksa bagian selangkangannya. Benda berbentuk batang yang ia
miliki di kehidupan sebelumnya sudah tidak ada.
Sepertinya, ia telah terlahir kembali sebagai seorang
perempuan.
Pria itu—bukan, ia—pun bersyukur kepada Dewa.
Kesempatan untuk menggapai ambisi besar yang mustahil
terwujud di kehidupan sebelumnya kini telah diberikan kepadanya.
Keinginan untuk direbut oleh pria idaman lain saat sedang
menjalin hubungan cinta yang murni!
Di kehidupan sebelumnya, dengan penuh penyesalan ia harus
puas hanya dengan peran sebagai si pria perebut. Namun, di kehidupan sekarang,
ia adalah seorang wanita. Artinya, ia bisa menjadi tokoh utama dalam sebuah
skenario NTR!
Ini benar-benar menggairahkan!
Dengan kegembiraan layaknya aktor muda yang mendapatkan
peran utama dalam film besar Hollywood, semangat juang bayi paling jahat di
dunia ini pun berkobar, lebih pekat daripada kegelapan.
Mungkin sang Iblis pun saat ini sedang memiringkan kepalanya sambil bergumam, "Harusnya tadi dia tidak usah aku reinkarnasikan saja, ya."



Post a Comment