NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yarikonda Otome Gēmu no Akuyaku Mobu desu ga ⁓ Danzai wa Iya na no de Mattō ni Ikimasu Volume 10 Afterword

Kata Penutup


Para pembaca sekalian. Saya MIZUNA, sang penulis, yang selalu berutang budi kepada kalian.

Terima kasih banyak karena telah memilih untuk membaca buku Yarikonda Otome Game no Akuyaku Mob desu ga, Danzai wa Iya nano de Mattou ni Ikimasu 10.

Melalui kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada editor TO Books yang telah membantu penerbitan buku ini, ilustrator Ruki-sama, serta seluruh pihak terkait lainnya.

Nah, seri Akuyaku Mob akhirnya berhasil mencapai tonggak sejarah besar dengan volume kesepuluh ini. Selain itu, pada saat kata penutup ini ditulis, total penjualan seri ini telah melampaui 200.000 eksemplar.

Setiap hari saya merasa sangat bersyukur karena diberkati oleh jalinan hubungan yang luar biasa. Kisahnya masih akan terus berlanjut, jadi saya akan berusaha semaksimal mungkin agar kalian tetap bisa menikmatinya di masa depan.

Selanjutnya, saya ingin sedikit mengulas isi dari volume sepuluh. Kali ini, ceritanya menjadi salah satu titik balik dalam narasi besar buku ini. "Pertempuran Benteng Hazama" adalah hasil dari tindakan-tindakan Reed-kun selama ini yang mulai memengaruhi dunia, baik secara positif maupun negatif.

Dari sudut pandang Reed-kun, pembangunan Baldia adalah demi menyelamatkan ibunya, Nunnally, menghindari hukuman mati, dan demi kesejahteraan rakyatnya.

Baginya, itu adalah tindakan damai dan altruistik; dia sama sekali tidak tertarik pada dominasi dunia. Namun, bagi suku Foxman, melihat wilayah tetangga mereka berkembang pesat dengan kecepatan yang tidak masuk akal pastilah terasa sangat mengerikan.

Terlebih lagi, karena pola pikir hukum rimba yang mengakar kuat, suku Foxman pasti memprioritaskan kemungkinan bahwa suatu saat Baldia akan menyerang mereka. Selain itu, Elba juga memiliki ambisi yang sangat kuat.

Jika Baldia terus berkembang dan memiliki kekuatan militer yang tidak tersentuh, Elba tidak akan bisa lagi memimpin bangsa Beast-man untuk menaklukkan dunia.

Dalam dunia nyata pun, sudah menjadi fakta umum bahwa negara mana pun yang mengalami perkembangan pesat atau memiliki kekuatan militer raksasa akan menarik perhatian, entah itu baik atau buruk.

Yah, memang Baldia yang dituju Reed-kun nantinya adalah wilayah yang memiliki suara dan pengaruh besar di dalam Kekaisaran. Dalam arti tertentu, pertempuran kali ini mungkin memang sudah takdirnya terjadi.

Ngomong-ngomong, isi Short Story (SS) di volume sepuluh ini sebenarnya sudah ada di kepala saya sejak masa pembaruan versi WEB.

Di versi WEB, saya memprioritaskan sudut pandang Reed-kun, jadi saya sengaja tidak menuliskannya. SS umum yang bisa dinikmati di platform mana pun, SS terbatas buku cetak, SS khusus buku digital, dan SS eksklusif TO Books Online Store, semuanya berkaitan dengan Pertempuran Benteng Hazama.

Saya akan sangat senang jika kalian menikmatinya bersamaan dengan cerita utama.

Pertempuran Benteng Hazama sendiri merupakan situasi yang sangat cair dengan berbagai motif yang saling bercampur, dan ada kemungkinan besar bagi Baldia untuk kalah.

Mengapa Baldia bisa menang meski ada perbedaan pasukan 60.000 lawan 9.000?

Saya harap melalui SS tersebut, kalian bisa lebih menikmati proses bagaimana Reed-kun dan kawan-kawan menyusun strategi hingga mencapai kemenangan Baldia.

Tapi, sejujurnya, masih ada bagian dari "Pertempuran Benteng Hazama" yang belum sempat saya tulis habis di SS kali ini.

Bagian itu mungkin akan saya tulis di SS volume berikutnya, atau mungkin di kesempatan lain. Bagaimanapun, saya berniat untuk menulisnya suatu saat nanti, jadi mohon nantikan saja ya.

Kalau begitu, saya akan terus bersemangat dalam menulis setiap hari agar para pembaca sekalian tetap bisa terhibur. Saya tidak sabar untuk bertemu kembali dengan kalian di volume berikutnya. Terima kasih banyak telah membaca hingga akhir.




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close