Kata Penutup
Para pembaca
sekalian. Saya MIZUNA, sang penulis, yang selalu berutang budi kepada kalian.
Terima kasih
banyak karena telah memilih untuk membaca buku Yarikonda Otome Game no
Akuyaku Mob desu ga, Danzai wa Iya nano de Mattou ni Ikimasu 10.
Melalui
kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada editor TO
Books yang telah membantu penerbitan buku ini, ilustrator Ruki-sama, serta
seluruh pihak terkait lainnya.
Nah, seri Akuyaku
Mob akhirnya berhasil mencapai tonggak sejarah besar dengan volume
kesepuluh ini. Selain itu, pada saat kata penutup ini ditulis, total penjualan
seri ini telah melampaui 200.000 eksemplar.
Setiap hari saya
merasa sangat bersyukur karena diberkati oleh jalinan hubungan yang luar biasa.
Kisahnya masih akan terus berlanjut, jadi saya akan berusaha semaksimal mungkin
agar kalian tetap bisa menikmatinya di masa depan.
Selanjutnya, saya
ingin sedikit mengulas isi dari volume sepuluh. Kali ini, ceritanya menjadi
salah satu titik balik dalam narasi besar buku ini. "Pertempuran Benteng
Hazama" adalah hasil dari tindakan-tindakan Reed-kun selama ini yang mulai
memengaruhi dunia, baik secara positif maupun negatif.
Dari sudut
pandang Reed-kun, pembangunan Baldia adalah demi menyelamatkan ibunya,
Nunnally, menghindari hukuman mati, dan demi kesejahteraan rakyatnya.
Baginya, itu
adalah tindakan damai dan altruistik; dia sama sekali tidak tertarik pada
dominasi dunia. Namun, bagi suku Foxman, melihat wilayah tetangga mereka
berkembang pesat dengan kecepatan yang tidak masuk akal pastilah terasa sangat
mengerikan.
Terlebih lagi,
karena pola pikir hukum rimba yang mengakar kuat, suku Foxman pasti
memprioritaskan kemungkinan bahwa suatu saat Baldia akan menyerang mereka.
Selain itu, Elba juga memiliki ambisi yang sangat kuat.
Jika Baldia terus
berkembang dan memiliki kekuatan militer yang tidak tersentuh, Elba tidak akan
bisa lagi memimpin bangsa Beast-man untuk menaklukkan dunia.
Dalam dunia nyata
pun, sudah menjadi fakta umum bahwa negara mana pun yang mengalami perkembangan
pesat atau memiliki kekuatan militer raksasa akan menarik perhatian, entah itu
baik atau buruk.
Yah, memang Baldia
yang dituju Reed-kun nantinya adalah wilayah yang memiliki suara dan pengaruh
besar di dalam Kekaisaran. Dalam arti tertentu, pertempuran kali ini mungkin
memang sudah takdirnya terjadi.
Ngomong-ngomong,
isi Short Story (SS) di volume sepuluh ini sebenarnya sudah ada di
kepala saya sejak masa pembaruan versi WEB.
Di versi WEB,
saya memprioritaskan sudut pandang Reed-kun, jadi saya sengaja tidak
menuliskannya. SS umum yang bisa dinikmati di platform mana pun, SS terbatas
buku cetak, SS khusus buku digital, dan SS eksklusif TO Books Online Store,
semuanya berkaitan dengan Pertempuran Benteng Hazama.
Saya akan sangat
senang jika kalian menikmatinya bersamaan dengan cerita utama.
Pertempuran
Benteng Hazama sendiri merupakan situasi yang sangat cair dengan berbagai motif
yang saling bercampur, dan ada kemungkinan besar bagi Baldia untuk kalah.
Mengapa Baldia
bisa menang meski ada perbedaan pasukan 60.000 lawan 9.000?
Saya harap
melalui SS tersebut, kalian bisa lebih menikmati proses bagaimana Reed-kun dan
kawan-kawan menyusun strategi hingga mencapai kemenangan Baldia.
Tapi, sejujurnya,
masih ada bagian dari "Pertempuran Benteng Hazama" yang belum sempat
saya tulis habis di SS kali ini.
Bagian itu
mungkin akan saya tulis di SS volume berikutnya, atau mungkin di kesempatan
lain. Bagaimanapun, saya berniat untuk menulisnya suatu saat nanti, jadi mohon
nantikan saja ya.
Kalau begitu, saya akan terus bersemangat dalam menulis setiap hari agar para pembaca sekalian tetap bisa terhibur. Saya tidak sabar untuk bertemu kembali dengan kalian di volume berikutnya. Terima kasih banyak telah membaca hingga akhir.



Post a Comment