NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yuusha Party wo Oidasareta Kiyoubinbou: Party Jijou de Fuyojitsushi wo Yatteita Kenshi ~ Bannou e to Itaru [LN] Bahasa Indonesia


Judul: 

Yuusha Party wo Oidasareta Kiyoubinbou: Party Jijou de Fuyojitsushi wo Yatteita Kenshi, Bannou e to Itaru

Judul Lain:

Yuusha Party wo Oidasareta Kiyoubinbou: Party Jijou de Fuyojitsushi wo Yatteita Kenshi, Bannou e to Itaru

勇者パーティを追い出された器用貧乏 ~パーティ事情で付与術士をやっていた剣士、万能へと至る~

Genre:

Isekai, Fantasy, Action, Harem, Romane

Author:

Itsuki Togami

都神樹

Artist:

Kisaragi Yuri

きさらぎゆり

Type:

Light Novel

Status:

9 Volume - Ongoing

Year:

2021

Adaptation:

Manga - Anime

Source:

Raw Bookwalker 

Sinopsis:

“Orn Doula, mulai hari ini, kau dikeluarkan dari partai.”

Orn dulunya adalah seorang pendekar pedang, tetapi karena keadaan kelompok, ia terpaksa berganti peran menjadi seorang penyihir—posisi yang tidak cocok untuknya. 

Suatu hari, tanpa peringatan, ia dikeluarkan dari kelompok karena dianggap "tidak kompeten."

Dengan kemampuan fisik dan keterampilan sihir rata-rata, Orn tidak memiliki sifat yang luar biasa. Satu-satunya kekuatannya terletak pada kemampuannya untuk dengan cepat menguasai keterampilan apa pun yang dapat dicapai orang biasa dengan usaha—benar-benar "serba bisa, tetapi tidak ahli dalam satu bidang pun."

Kini sendirian, Orn memutuskan untuk kembali menjadi pendekar pedang. Namun, waktunya sebagai penyihir tidak sia-sia. 

Pengetahuan, pengalaman, dan mantra unik yang ia kembangkan selama bersama kelompok sang pahlawan telah mengubahnya menjadi pendekar pedang yang luar biasa, melampaui semua dugaan.

Volume 1

Illustrasi

Prolog 1

Prolog 2

Chapter 1

Chapter 2

Interlude 1

Interlude 2

Chapter 3

Interlude 3

Chapter 4

Epilog 1

Epilog 2

Afterword

Post a Comment

Post a Comment

close