Bonus
Cerita Pendek 2
Setelah latihan khusus dari Orn-san di tempat latihan
dalam ruangan clan berakhir, Carol dan aku pergi ke pemandian besar di
asrama.
"Fuu~. Rasanya seperti hidup kembali~."
Suara lega keluar dari mulut Carol yang sedang
berendam di bak mandi.
Mengikuti Carol, aku pun ikut merendam tubuhku. Aku
bisa merasakan kelelahan yang menumpuk mengalir keluar dari tubuhku. Aku
benar-benar mengerti kenapa Carol mengeluarkan suara tadi~.
"Rasanya enaaak~. Membuatku
merasa sudah bekerja keras di latihan khusus tadi~."
Aku juga mengeluarkan suara, merasa hangat dan nyaman.
"Latihan khusus Sophia kelihatannya berat~. Kalau
aku, kepalaku pasti sudah kusut dan berteriak 'Uwah!'."
Latihan khusus yang diberikan Orn-san kepadaku mencakup
latihan untuk meningkatkan kemampuan fisik dasar, tapi sebagian besar adalah
untuk menguasai Parallel Construction, yang bisa dibilang paling penting
bagi seorang penyihir.
Dia mengajariku berbagai metode latihan agar aku
tidak bosan.
"Benar, kepalaku sering sekali pusing. Tapi
menurutku Carol lebih berat. Kamu terus menggerakkan tubuhmu sepanjang
waktu."
Isi latihanku sebagian besar menggunakan otak, jadi
mentalku lelah, tapi kelelahan fisikku rendah. Namun Carol berlari ke sana
kemari di tempat latihan, jadi kelelahan fisiknya pasti tidak sebanding
denganku.
"Hmm, benar sih aku lelah, tapi lebih mudah
bagiku untuk menggerakkan tubuh~. Tapi saat latihan tadi benar-benar
menyakitkan, dan Master terlihat seperti iblis! Yah, aku tahu dia memikirkan
kita, sih. Dia benar-benar mengizinkan kita berhenti sebelum kita mencapai
batas."
Aku juga berpikir begitu. Selama latihan, aku bisa
merasakan bahwa Orn-san sangat peduli pada kami semua. Beberapa latihan memang
berat, tapi berpikir bahwa Orn-san sedang mengawasi kami membuatku merasa
sangat aman.
"Iya. Kita sedang menggunakan waktu berharga
Orn-san. Kupikir tumbuh menjadi lebih kuat adalah cara membalas budinya, jadi
mari terus lakukan yang terbaik!"
"Oh~, ayo lakukan yang terbaik~!"
Saat kami berendam beberapa lama, beberapa anggota
perempuan lain masuk ke pemandian besar.
Bak mandinya besar jadi tidak terasa penuh, dan karena
anggota mana pun boleh masuk, wajar jika ada orang lain selain kami. Aku tidak
membenci hal itu, tapi kenapa hanya orang-orang dengan sosok tubuh yang bagus
saja yang masuk!?
"Hm~? Sophia, kenapa kamu menyusut begitu? Merasa
mual?"
Semua orang punya lekuk tubuh atau dada yang besar,
proporsi yang benar-benar bagus. Entah kenapa, rasanya tidak nyaman.
Dibandingkan mereka, aku...
Menunduk menatap dadaku sendiri, hanya ada tonjolan yang
sederhana.
"Dada semua orang... besar-besar..."
Tanpa sengaja aku menggumamkan keluhan.
"Dada?
Dada Sophia punya bentuk yang sangat cantik, kok. Lagipula,
kita masih dalam masa pertumbuhan! Mereka akan jadi lebih besar."
Carol, yang mendengar keluhanku, menimpali.
B-Benar! Milikku juga akan jadi lebih besar!
Menghibur diri dengan kata-kata Carol, aku melihat ke
arah dada Carol... dan dua buah yang besar tampak mengapung di sana.
"Ugh..., pengkhianat..."
"Ehh!?"
"Kenapa punya Carol besar sekali!?"
Carol lahir di bulan Maret setahun setelah aku, kalau
tidak salah. Dia lahir lebih lambat dariku yang lahir bulan Desember, jadi
kenapa perbedaannya sejauh ini...
"A-Anu...,
perbedaan individu... Benar, perbedaan individu! Jadi saat
kita dewasa nanti, punyaku dan punyamu akan kurang lebih sama!"
"Kalian ini, kenapa ribut-ribut begitu?"
Saat aku dan Carol sedang gaduh, seorang wanita di
pemandian—Carla-san dari Departemen Manajemen Penjelajahan—memanggil kami.
Carla-san pernah mengajar kelas untuk kami para pemula beberapa kali, jadi kami
mengenalnya.
Dan Carla-san adalah yang paling besar di sini.
"Ah, maaf karena sudah berisik."
"Aku tidak marah. Apa terjadi masalah?"
"Tidak, tidak ada masalah. Ah, bolehkah aku
menanyakan satu hal pada Carla-san?"
"Tentu. Apa itu?"
"Bagaimana cara Carla-san membuat dada Anda menjadi
besar?"
"Eh, dada? Hmm, letaku lihat, aku tidak melakukan
sesuatu yang spesial, tapi kalau harus mengatakannya, tidur yang cukup?"
"Aku tidak pernah begadang."
Aku bergumam, dan Carla-san tersenyum kecut.
"Selain itu, aku suka susu dan sudah meminumnya
setiap hari sejak kecil."
Susu, ya. Aku hanya meminumnya sesekali. Kalau
dipikir-pikir, sepertinya aku pernah dengar kalau minum susu bisa membuat
mereka tumbuh! Baiklah! Aku akan mencoba meminumnya setiap hari mulai hari ini!
Mungkin dengan begitu dadaku juga akan menjadi lebih besar!
"Aku akan mencoba minum susu mulai sekarang! Terima
kasih atas sarannya!"
"Tanpa dipaksa pun, kakakmu—Selma-san punya sosok
tubuh yang bagus, jadi kupikir kamu, adiknya, pasti akan tumbuh mulai dari
sekarang."
"Itu benar! Selma-san punya sosok tubuh yang luar
biasa! Sophia pasti akan menjadi seperti Selma-san dalam beberapa tahun
lagi!"
"Beberapa
tahun... Kalau bisa, aku ingin mereka menjadi lebih besar lebih cepat..."
"Masa
muda, ya~. Semoga berhasil, Sophia-chan."
"I-Iya.
Terima kasih?"
Carla-san
mengangguk berkali-kali dan menyuruhku melakukan yang terbaik.
Baiklah,
mari bekerja keras untuk membuat dadaku tumbuh!
Kudengar pria suka dada yang besar, jadi kalau milikku menjadi lebih besar, apakah Orn-san akan menganggapku menarik?



Post a Comment