Chapter
5
Pertarungan
Sengit Antara Naga dan Harimau
Lima hari telah berlalu sejak Unit Pertama mencapai
Lantai 93.
Lima hari ini terasa sangat sibuk, diisi dengan menyusun
laporan untuk Guild bersama Departemen Dukungan Penjelajahan, melakukan
wawancara, dan menerima sponsor selain Kakek Tua Eddington.
Sebagai seorang penjelajah, memperbarui rekor lantai yang
dicapai adalah sesuatu yang patut disyukuri, namun bagi party dan klan
terkenal seperti Party Pahlawan dan Night Sky's Silver Rabbit, tanggung jawab
setelahnya jujur saja sangat merepotkan.
Karena keadaan akhirnya mulai tenang setelah lima hari,
aku memutuskan untuk melanjutkan instruksi bagi Unit ke-10.
Saat aku memasuki ruangan yang biasa di Departemen
Manajemen Penjelajahan, mereka bertiga sudah ada di sana.
"Selamat pagi, semuanya."
"Ah, Guru! Selamat pagi! Dan sekali lagi, selamat
atas keberhasilan mencapai Lantai 93!"
"Guru, selamat ya—!"
"Selamat!"
Mereka bertiga langsung mengucapkan selamat begitu
melihatku masuk. Hal itu membuatku jauh lebih bahagia daripada mendengarnya
dari para sponsor atau wartawan.
"Terima kasih. Berikutnya adalah giliran kalian.
Bagian terakhir dari Lapisan Atas, penaklukan Lantai 30."
Selama sebulan terakhir, Unit ke-10 telah menyelesaikan
penaklukan lantai 11 hingga 29.
Aku memang mendampingi mereka, tapi aku hanya mengawasi
tanpa mengangkat tangan atau menawarkan nasihat. Mereka bertiga telah
berkembang jauh selama sebulan ini.
Mereka semua masih seperti batu permata mentah, jadi
kemungkinan besar mereka akan terus tumbuh pesat dari sini.
"Mengenai hal itu, kami punya satu permintaan untuk
Anda, Guru."
"Hm? Permintaan?"
"Ya. Kami ingin menantang penaklukan Lantai 30 hanya
dengan kami bertiga saja."
"...Hanya kalian bertiga. Artinya kalian tidak ingin
aku mendampingi kalian?"
"Bukan! Bukan itu maksud kami! Keberadaan Anda
bersama kami sangatlah menenangkan, Guru. Hanya dengan berpikir bahwa Anda
mengawasi kami, membuat kami bisa menantang labirin dengan tenang. Tapi... kami
pikir kami tidak boleh mengandalkan Anda selamanya! Jika kami terus menaklukkan
Labirin Agung dengan pendampingan Anda, kurasa itu tidak bisa dihitung sebagai
benar-benar menaklukkan labirin..."
Apa mereka merasa tidak sabar karena terinspirasi oleh
Unit Pertama yang mencapai Lantai 93?
"Kami tidak mengatakan ini karena sombong."
Menyusul Logan, Sophia angkat bicara.
"Selama lima hari terakhir, kami bertiga telah
mendiskusikan cara menaklukkan Lantai 30. Kami melihat para senior bertarung
melawan Floor Boss Lantai 30 saat penjelajahan pelatihan bulan lalu,
jadi ini bukan pertama kalinya kami melihatnya. Bahkan dengan membandingkan
kekuatan monster dan Floor Boss di sepanjang jalan dengan kemampuan kami
sendiri secara objektif, kami yakin kami bisa menaklukkannya tanpa
masalah!"
Jarang sekali Sophia mengatakan hal seperti ini atas
kemauannya sendiri. ...Itu artinya dia serius.
"Aku juga tidak akan gegabah lagi! Aku tidak akan
melakukan apa pun yang bisa melenyapkan senyuman dari wajah kedua orang ini
lagi! Aku akan bekerja sama dengan benar bersama mereka! Jadi tolonglah!"
Carol juga meminta izin dengan ekspresi serius. Kerja
sama tim Unit ke-10 telah meningkat. Bahkan dari perspektifku, keterampilan
mereka sudah lama mencapai level di mana mereka bisa menangani Lapisan Tengah.
Namun, ada kekhawatiran.
Mereka hanya bertiga. Dengan jumlah personel yang
sedikit, ada kalanya situasi tak terduga tidak bisa ditangani.
Itulah kekhawatiran terbesarku, tapi haruskah aku
mengabaikan tekad anak-anak yang luar biasa serius ini hanya karena aku merasa
cemas?
Apa aku terlalu protektif?
"...Baiklah. Kalian kuizinkan untuk melakukan
penaklukan Lantai 30 hanya dengan kalian bertiga."
Saat aku memberikan izin, wajah mereka seketika cerah.
"Terima kasih banyak—"
"Tapi! Tadi kalian bilang sudah mendiskusikan cara
menaklukkan Lantai 30, kan? Pertama, beri tahu aku detailnya. Jika rencana itu
melenceng jauh dari sasaran, aku akan mencabut izin ini."
"—Dimengerti."
Aku mendengarkan rencana mereka.
Aku harus mengakui bahwa aku telah meremehkan
anak-anak ini. Meskipun mereka bilang sudah membuat rencana, ini adalah pertama
kalinya mereka menyusunnya sendiri. Aku berekspektasi rencana itu akan penuh
celah.
Namun, rencana yang mereka buat hampir tanpa cacat.
Rute yang akan mereka ambil, langkah pencegahan untuk setiap monster yang
muncul di Lantai 30—mereka mencakup dasar-dasar yang kuajarkan selama sebulan
terakhir sambil juga memperhitungkan kerugian dari tim yang hanya beranggotakan
tiga orang.
Mungkin mereka bisa menyusunnya karena ini adalah
Lapisan Atas di mana informasi relatif mudah dikumpulkan, tapi untuk pemula
yang menyusun ini sendirian, menurutku mereka pantas mendapatkan nilai yang
hampir sempurna.
Bahkan jika aku berada di posisi Unit ke-10 dan membuat
rencana itu sendiri, hasilnya pasti akan hampir identik.
"Hanya itu saja. Guru, bagaimana menurut Anda?"
"...Siapa yang memikirkan dasar dari rencana
ini?"
"A-Aku."
Sophia menjawab pertanyaanku. Mengira dia akan dimarahi,
dia menunduk, tampak ketakutan. Apa aku benar-benar semenakutkan itu
sekarang...?
Melembutkan ekspresiku, aku mendekati Sophia dan mengusap
kepalanya.
"Luar biasa. Aku tidak menyangka rencananya akan
sesolid ini. Kau boleh lebih percaya diri."
Wajah Sophia memerah padam, tapi ekspresinya tampak
melunak menjadi sebuah senyuman.
"Ah—! Cuma Sophia yang dapat, itu tidak adil! Guru, ada bagian-bagian yang kupikirkan juga—!"
Carol
menatapku, memancarkan aura yang seolah-olah berteriak ingin diusap kepalanya.
"Iya,
iya. Kamu juga sudah bekerja keras, Carol."
Aku
mengusap kepala Carol dengan senyum kecut.
"Ehehe~"
Setelah
selesai dengan kedua gadis itu, aku mendekati Logan yang memasang wajah sedikit
tidak puas, lalu mengusap kepalanya juga. Ekspresinya seketika berubah menjadi
bahagia.
"Dengan
rencana itu, kalian seharusnya baik-baik saja. Kalian
sudah bekerja keras mengumpulkan informasi sebanyak ini. Sekali lagi, aku
izinkan kalian bertiga menantang Lantai 30. Namun, jangan berasumsi penaklukan
labirin akan selalu berjalan sesuai rencana. Selalu ada kejadian tak terduga.
Jangan pernah menjadi jemawa."
"""Baik!!!"""
◆◇◆
Penaklukan Lantai 30 akan dilakukan besok, jadi hari ini
diubah menjadi hari bebas.
Kebetulan, karena Selma-san sedang mengunjungi sponsor di
wilayah lain mulai hari ini, Unit Pertama tidak berencana untuk menjelajah
bersama untuk sementara waktu.
Mungkin hari ini akan kudedikasikan untuk meningkatkan 【Mana
Sword Creation】.
—Tunggu, jika mereka akan menaklukkan labirin sendirian,
membuat "benda itu" untuk mereka jauh lebih prioritas. Aku akan pergi
ke tempat Kakek dan meminjam bengkelnya.
"Um, Orn-san, apa Anda punya waktu sebentar? Uh, ada
sesuatu yang ingin kutanyakan pada Anda."
Saat aku sedang menyusun rencana sambil berjalan keluar,
Sophia memanggilku dari belakang.
"Ada
apa?"
"Um...,
Orn-san, Anda memiliki Ability yang disebut 【Mana Convergence】, kan?"
"...Itu benar. Kekuatan itu memungkinkanku untuk
mengumpulkan mana di sekitar ke satu titik. Ada apa dengan itu?"
"Um,
bagaimana Anda bisa menggunakan Ability tersebut, Orn-san?"
Apa Sophia tertarik pada Anomalies? Yah, memiliki
satu saja sudah merupakan keuntungan besar. Kurasa tidak ada orang yang tidak
akan tertarik.
Apa sebenarnya Anomalies itu masih belum bisa
dijelaskan. Apakah itu bawaan lahir atau didapat kemudian juga belum dipahami
secara jelas.
Teori yang berlaku saat ini adalah bahwa Anomalies
bersifat kongenital, dan ada pemicu tertentu yang memungkinkan seseorang
menyadari kekuatannya sendiri.
Aku sudah bisa merasakan mana sejak aku masih kecil. Dan,
untuk alasan yang tidak diketahui, aku merasa seolah-olah bisa
mengintervensinya.
Saat aku mencobanya, ada sensasi yang berbeda dari
manipulasi mana saat proses infusi, dan tanpa kusadari, aku mengerti bahwa aku
bisa mengumpulkan mana di lokasi mana pun sesuai kehendakku.
"Mari
kita lihat... Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, tapi terkadang para
pengguna Ability merasa yakin mereka bisa melakukan sesuatu tanpa alasan
yang jelas. Dan saat mereka mencoba, mereka benar-benar bisa
melakukannya, begitulah cara mereka memahami Ability mereka. Apa kamu
merasakan sensasi itu juga, Sophia?"
"Aku tidak tahu apakah itu sebuah sensasi atau
perasaan janggal, tapi, um, terkadang aku merasa seolah bisa memengaruhi
benda-benda... Tapi tidak terjadi apa-apa saat aku mencobanya, jadi mungkin itu
hanya salah paham saja..."
Sophia berkata dengan senyum kecut.
"Ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang Anomalies.
Bagaimanapun juga, itu adalah kekuatan spesial yang unik bagi orang tersebut.
Mungkin dalam kasusmu, Sophia, kamu hanya belum menangkap perasaannya saja.
Menurutku kamu tidak boleh mengabaikan perasaan janggal itu. Kamu tidak perlu
terburu-buru. Mari perlahan mencari jati diri dari perasaan itu."
Aku menawarkan kata-kata penyemangat sambil mengusap
kepala Sophia.
"T-Terima kasih banyak. Kabut di hatiku sedikit
memudar...!"
Sophia tersenyum padaku. Ya, senyum gadis ini benar-benar
manis. Rasanya aku mengerti mengapa Selma-san sangat memanjakannya.
◆◇◆
Keesokan harinya, aku dan Unit ke-10 tiba di dekat pintu
masuk Labirin Agung.
"Ini untuk kalian. Sebuah jimat."
Aku menyerahkan kalung pelat berwarna yang kubuat kemarin
kepada mereka bertiga.
Sophia mendapat warna merah muda, Carol hijau zamrud, dan
Logan ungu, sesuai dengan warna mata mereka masing-masing.
Ada sebuah mekanisme di dalamnya, tapi akan lebih baik
jika itu tidak pernah aktif. Atau lebih tepatnya, aku berdoa agar itu tidak
perlu aktif.
"Wah! Guru, terima kasih—!"
Aku senang mereka bertiga tampak bahagia.
"Sama-sama. Kalau begitu, pergilah taklukkan Lantai
30. Dan kembalilah dengan selamat, kalian bertiga. Aku
menantikan laporan kalian."
"""Kami berangkat!!!"""
Kemudian, mereka bertiga membalikkan badan dariku dan memasuki Labirin Agung.
◇◇◇
Dilepas oleh Orn-san, kami berpindah ke pintu masuk
Lantai 30.
"Bagaimana tampilannya? Apa cocok denganku?"
Carol bertanya sembari memamerkan kalung pemberian
Orn-san yang melingkar di lehernya.
"Ya, sangat cocok."
"Terima kasih! Kalungnya juga cocok untukmu,
Sophia!"
"B-Benarkah?"
Aku menatap kalung berwarna merah muda pemberian Orn-san
yang menggantung di leherku. Hadiah
dari Orn-san... Ehehe, aku senang sekali.
"Kalian
berdua, konsentrasi. Meskipun ini zona aman, kita sudah berada di dalam Labirin
Agung, tahu?"
Logan
memperingatkan kami. Namun, ia memasang ekspresi yang rumit, seolah sedang
mati-matian menahan diri agar tidak tersenyum. Jadi, meski perkataannya benar,
itu sama sekali tidak persuasif.
"Malas
dengar itu dari orang yang wajahnya seperti itu~."
Benar
saja, Carol langsung menunjukkannya.
"T-Tidak
bisa dihentikan! Aku tidak pernah menyangka akan mendapat hadiah dari Guru! Ini
serangan kejutan yang terlalu telak!"
Aku
merasa Logan sudah banyak berubah sebulan terakhir ini. Beberapa waktu lalu,
dia bersikap seolah merendahkan semua orang di sekitarnya, tapi sekarang sikap
itu benar-benar hilang.
Apakah
Orn-san tidak hanya mengalahkan Black Dragon, tapi juga sifat buruk Logan? Hanya
bercanda.
"Pokoknya, mari kita konfirmasi rute dan rencananya
sekali lagi?"
Aku menyarankan konfirmasi terakhir kepada mereka berdua.
Aku juga ingin terus memandangi kalung yang kuterima, tapi kami datang ke sini
untuk menaklukkan Lantai 30.
Kami yang mendesak Orn-san agar membiarkan kami
menantangnya sendiri. Aku ingin menunjukkan padanya bahwa kami telah tumbuh.
Aku tidak ingin mengecewakannya.
Keduanya setuju dengan usulanku. Aku mengeluarkan peta
Lantai 30 dari alat sihir penyimpananku dan melakukan pemeriksaan terakhir.
Aku sudah menghafal sebagian besar medan Lantai 30,
termasuk rute menuju Floor Boss. Kami juga sudah menentukan rute
pelarian dari berbagai lokasi untuk berjaga-jaga, jadi kami akan baik-baik
saja.
Mengenai pertempuran, Carol adalah lini depan, Logan
lini tengah, dan aku lini belakang. Pemberi kerusakan utamanya adalah aku dan
Carol.
Logan akan
memberi kami buff dan berganti peran antara lini depan atau belakang
tergantung situasi. Ini memberikan beban berat bagi Logan. Seperti kata
Orn-san, kami harus memastikan untuk tidak memperlama pertempuran.
"Oke, ini seharusnya sudah beres. Kita
sudah mendapat persetujuan dari Orn-san, jadi mari maju tanpa menurunkan
kewaspadaan!"
""Ooh!!""
Sambil tetap waspada terhadap lingkungan sekitar dan
menenangkan hati agar tidak terlalu tegang, kami melaju di sepanjang rute yang
telah ditentukan.
"Berhenti! Aku mendengar langkah kaki dari arah
depan."
Logan
bertanggung jawab atas pendeteksian musuh di party ini. Dia telah mengaktifkan Hearing
Up, yang diajarkan oleh Orn-san, yang meningkatkan pendengarannya secara
drastis.
Pendengaran
tajam Logan tampaknya telah menangkap langkah kaki monster.
"Kau tahu jenisnya?"
"Maaf, tidak tahu sampai sejauh itu. Tapi
kemungkinan ada tiga ekor."
Ini adalah jalur tunggal yang sempit, jadi sihir akan
lebih baik untuk pertempuran di sini. Ada musuh dengan serangan jarak jauh di
Lantai 30, tapi kekuatannya rendah, jadi kami tidak perlu terlalu khawatir.
"Jika mereka datang dari depan, Log dan aku akan
mencegat dengan sihir. Carol, tolong periksa bagian belakang kita kalau-kalau
ada monster."
"Mengerti." "Siap, Bos."
Aku menyusun formula mantra sambil memberikan
instruksi kepada mereka berdua. Kemudian, empat Goblin berjalan ke arah kami
dari depan. Mereka belum menyadari keberadaan kami.
"Maaf. Aku salah hitung jumlahnya."
"Tidak apa-apa. Habisi mereka dengan sihir sesuai
rencana! Aku akan menghancurkan semua kaki mereka, jadi Logan, tolong urus tiga
yang di kanan! Aku ambil yang kiri! Aero Cutter!"
Bagaikan merayap di permukaan tanah, bilah angin selebar
lorong menyayat kaki-kaki para Goblin di bawah lutut.
"Rock Needle!"
Tanah melonjak naik seperti tombak, menusuk tepat di
titik vital ketiga Goblin yang terjatuh.
"Thunder Arrow!"
Menggunakan mantra yang kususun segera setelah
mengaktifkan Aero Cutter, aku mengalahkan Goblin yang tersisa.
Aku masih belum bisa melakukan penyusunan paralel dengan
baik. Log tampaknya sudah menguasainya, mengaktifkan sihir lebih cepat dan
akurat dariku yang seorang Mage.
Tidak ada gunanya mengharapkan apa yang tidak kumiliki,
tapi ini tetap terasa menjengkelkan.
Karena aku adalah seorang Mage, aku harus menjadi yang
terbaik dalam sihir serangan di party ini! Aku harus bekerja jauh, jauh lebih
keras...!
"Kerja bagus, kalian berdua!"
"Instruksi Sophia akurat dan mudah diikuti. Sekarang aku mengerti kenapa Guru bilang instruksiku buruk tempo
hari..."
"Aku juga masih harus menempuh jalan panjang.
Kakakku mengajariku berbagai hal, tapi aku tidak bisa melakukannya dengan baik
sama sekali."
"Kalian berdua terlalu negatif! Tingkat pengalaman
kita berbeda, jadi itu tidak bisa dihindari. Kita baru saja memulai! Bukankah
terlalu dini untuk membandingkan diri kalian dengan para Explorer tingkat
tinggi?"
"Ya, kau benar. Aku merasa telah tumbuh pesat
sebulan ini berkat Orn-san yang mengajariku banyak hal. Mari bekerja lebih
keras lagi dan mengejar para senior!"
"Baiklah! Untuk melakukan itu, pertama-tama adalah
penaklukan Lantai 30, dan naik ke Lapisan Tengah! Jika kita melakukannya, kita
akan bergabung dalam jajaran Unit Ketiga. Kita akan bekerja sebagai penjelajah
sungguhan! Mari lakukan yang terbaik, kita bertiga!"
""Ooh!!""
...Eh? Jika kami masuk ke Unit Ketiga, kami tidak akan
menjadi pemula lagi.
Apa itu berarti Orn-san tidak akan mengajar kami
lagi?
Orn-san seharusnya membimbing kami sebagai bagian
dari pelatihan pemula. Setelah kami menaklukkan Lantai 30, apakah kami tidak
akan bisa menerima bimbingan Orn-san lagi?
Itu menyedihkan sekali...
Tapi kami tidak bisa mengandalkan Orn-san selamanya. Kami
juga harus cepat menjadi penjelajah yang mumpuni.
◆◇◆
Kurasa sudah lebih dari satu jam berlalu sejak kami tiba
di Lantai 30. Kami membuat kemajuan yang stabil sambil terlibat
dalam pertempuran beberapa kali.
Tidak heran jika langkah kami lebih lambat
dibandingkan saat penjelajahan pelatihan.
Terakhir kali kami mengikuti instruksi para senior, tapi
kali ini kami harus menilai semuanya sendiri. Meski begitu, kami sudah menempuh
sekitar 80% rute. Jika kami terus begini, kami akan segera mencapai area Bos.
"Kita akan segera sampai di area luas, jadi
fokuslah."
Karena kami hanya bertiga, kami memilih jalur yang
relatif sempit di mana kami bisa bertarung tanpa harus terpencar.
Tapi ada tempat-tempat di mana kami mau tidak mau harus
memasuki ruang yang luas.
Pertempuran di sana akan menguntungkan pihak dengan
jumlah anggota yang lebih banyak.
Aku dengar kelompok yang terdiri dari enam monster atau
lebih tidak muncul di Lantai 30, tapi kami tidak boleh lengah.
"Ahhh~, membosankan sekali. Kenapa kita harus
melakukan ini segera setelah sampai di kota?"
"Mau bagaimana lagi. Labirin Agung Selatan tidak
memiliki pendaftaran kristal di pintu masuk lantai. Itu sebabnya kita harus
turun ke sini dari Lantai 1. Jangan mengeluh, itu menguras motivasiku yang
memang sudah tipis."
Saat memasuki ruang luas tersebut, kami bertemu dengan
party penjelajah lain.
"Party lain. Logan, apa yang harus kita
lakukan?"
Bertemu
dengan party penjelajah lain di labirin sering terjadi. Katanya, di Lapisan
Bawah, pertemuan jarang terjadi karena luasnya lantai dan sedikitnya
penjelajah, tapi di Lapisan Atas dan Tengah, justru sebaliknya, jadi itu sama
sekali tidak langka.
Saat
bertemu party lain, koordinasi diperlukan agar kami mengambil rute yang
berbeda.
Jika
mengambil rute yang sama, itu bisa memicu perebutan batu sihir dan material,
yang menyebabkan konflik sia-sia. —Orn-san mengajarkan itu kepada kami.
"Pertama, kita perlu menanyakan tujuan mereka. Jika
mereka sedang menjelajah, mari minta mereka membiarkan kita mengambil rute yang
sudah kita pilih. —Halo! Apa kalian punya waktu sebentar?"
"Hah? Apa, bocah?"
Saat Log memanggil mereka, seorang pria raksasa berotot
menjawab dengan suara lesu.
...Agak menakutkan. Selain dia, ada tiga orang lainnya.
Tampaknya itu party beranggotakan empat orang.
Berbeda dengan si raksasa, ada pria ramping, seorang
wanita, dan terakhir, seseorang yang mengenakan jubah longgar dengan tudung
menutupi kepalanya, membuat jenis kelaminnya tidak bisa dibedakan.
"Kami sedang menyelam untuk menaklukkan lantai ini;
jika tujuan kalian adalah penjelajahan, bisakah kalian memberikan rute di
sebelah sana untuk kami?"
Log meminta mereka untuk memberikan rute yang kami
rencanakan.
"Ahh, lakukan apa pun yang kalian mau. Aku tidak punya urusan dengan bocah."
Dia tampak tidak menyenangkan, tapi karena dia memberikan
jalan, mari kita pergi dengan cepat saja. Aku
merasa kami tidak seharusnya berurusan dengan orang-orang seperti ini.
"Terima kasih banyak. Kalau begitu kami akan—"
"Tunggu."
Tepat saat Log berterima kasih dan mencoba melanjutkan,
pria ramping itu menyuruh berhenti.
"...Ada apa?"
"Apakah kalian penjelajah dari Night Sky's Silver
Rabbit?"
Kenapa dia bertanya begitu? Apa dia tahu kami penjelajah
Night Sky's Silver Rabbit dari pakaian kami?
"Night Sky's Silver Rabbit? Rasanya aku pernah
dengar itu di suatu tempat. Di mana ya?"
"Apa kau bodoh? Apa otakmu juga terbuat dari
otot?"
"Apa katamu!?"
"Night Sky's Silver Rabbit adalah klan tempat
bernaungnya si Dragon Slayer!"
Dragon Slayer berarti Orn-san, kan? Dia benar-benar terkenal. Luar biasa...
"Ahh, benar juga! Hei, kalian, apa kalian kenal
dengan sang Dragon Slayer?"
"""............"""
Kami semua tutup mulut. Orn-san berkali-kali mengatakan
bahwa informasi itu sangat penting. Sampai kami tahu kenapa orang-orang ini
bertanya tentang Orn-san, kami tidak boleh bicara sembarangan.
"Kuanggap diam kalian sebagai pembenaran."
Pria ramping itu bicara dengan nada mengancam.
"Zuriel, pastikan."
Orang bertudung yang tadinya tidak bicara sepatah kata
pun, akhirnya bersuara. Suaranya jernih dan indah. Mungkin seorang wanita.
"Sesuai perintah."
"—!?"
Segera setelah pria itu bicara, Log tersentak. ...Ada
apa?
"Bingo. Anak-anak ini dan sang Dragon Slayer saling
mengenal—atau lebih tepatnya, mereka tampak memiliki hubungan guru dan murid.
Kita mungkin bisa memancing sang Dragon Slayer menggunakan mereka sebagai
umpan."
"Bagaimana bisa...?!"
Log kebingungan. Kami tidak mengatakan apa-apa, jadi
bagaimana mereka tahu!? Apakah itu Ability membaca pikiran?
"Hahahaha! Kita beruntung! Kita tidak perlu
melakukan sesuatu yang membosankan seperti penaklukan labirin!"
Atmosfer jahat menguar dari mereka berempat. Ini
adalah sesuatu yang kurasakan setiap hari saat aku masih kecil—"Niat
Jahat". Tapi bukan sekadar niat jahat; aku merasakan haus darah juga
menyertainya.
Aku tidak tahu kenapa orang-orang ini mengarahkan niat
jahat pada kami, tapi kami harus lari. Orang-orang
ini lebih kuat dari kami.
"Carol! Log! Mari putar balik dan lari!"
Segera setelah aku menyarankannya, suara keras terdengar
dari belakang. Saat berbalik, lorong tempat kami masuk sudah tertutup oleh
dinding. Tidak hanya itu. Dua lorong lainnya juga tertutup...
"Mana mungkin kubiarkan kalian kabur!"
Rupanya, itu sihir pria raksasa tersebut.
"Kenapa kalian melakukan ini!?"
"Cerita yang sederhana. Karena
kalian dekat dengan sang Dragon Slayer. Kalian tidak perlu tahu lebih dari
itu."
Suara intimidasi pria ramping itu bergema.
"Oi! Kalian jangan ikut campur. Aku akan menangani
bocah-bocah ini sendirian. Aku punya rasa frustrasi yang terpendam!"
"Sama halnya denganku! Tapi baiklah, kuberikan
padamu. Aku akan menyimpan kesenanganku saat aku membunuh sang Dragon Slayer
nanti."
Membunuh Orn-san...? Kenapa!?
"Sepertinya kita tidak bisa lari. Kalian berdua, hancurkan dinding lorong! Aku akan mengulur waktu!"
Setelah memberi tahu kami itu, Carol menerjang pria
raksasa tersebut.
"Bodoh! Jangan maju sendirian!"
Mengabaikan perkataan Log, Carol meluncurkan serangan
pada si raksasa.
"Kau menakuti mereka berdua! Aku tidak akan
memaafkanmu!"
"...Haaah?"
—Eh?
Carol, yang seharusnya menerjang si raksasa, tiba-tiba
terpental ke belakang melewati kami dan menghantam dinding.
"Carol!?"
"...U... Ugh..."
Aku akhirnya mengerti bahwa Carol terpental oleh pedang
besar yang tiba-tiba dipegang oleh raksasa itu.
"Heh, melompat mundur untuk mengurangi dampak,
reaksi yang bagus. Tapi dia tidak akan bertarung lagi setelah itu."
Seperti kata si raksasa, Carol yang menghantam
dinding telah kehilangan kesadaran.
Dia tidak tampak memiliki luka luar, tapi
tulang-tulangnya mungkin patah.
"—! Sophia! Ubah fokusmu! Tiga orang di belakang
tidak ikut campur! Dengan pemikiran itu, kita fokus pada pria ini!"
"Y-Ya!"
Mendengar teriakan Log, aku mengubah pola pikirku. Aku
mengkhawatirkan Carol, tapi dia masih bernapas.
Carol punya Self-Healing, jadi dia mungkin akan
baik-baik saja.
Kami harus mencari cara untuk melarikan diri sebelum dia
bangun...! Aku takut, tapi jika tidak bertarung, "kematian" menanti
kami, jadi kami harus melawan mati-matian! Aku
tidak ingin mati di tempat seperti ini!
"Thunder Shock!"
Menyamai pergerakan Log, aku mengaktifkan sihir
serangan. Log menyerang dengan berani juga, tapi si raksasa, dengan gerakan
gesit yang tidak sesuai dengan ukurannya, tidak memedulikan serangan kami.
"Gwah!"
Lalu Log terpental dan terkapar di dekatku.
"Log, kau tidak apa-apa!?"
Aku tidak bisa melihat luka luar, tapi aku merapalkan
Heal untuk berjaga-jaga. Seandainya saja aku bisa melakukan
penyusunan paralel di saat seperti ini...
"...Selain pria yang membuatku terpental tadi,
gerakanmu juga cukup bagus, bukan?"
"Dibandingkan Guru, gerakanmu mudah dibaca! Bukankah
kau payah dalam memainkan pedang?"
Menggunakan tombaknya sebagai penyangga untuk berdiri,
Log melontarkan hinaan pada si raksasa.
"Apa katamu?"
Dia memang memprovokasi, tapi tubuh Logan gemetar. Dia
takut. Tentu saja dia takut. Aku
tahu itu, tapi kami tidak bisa menang... Kalau begini terus... —Tidak, aku
tidak boleh menyerah! Orn-san juga bilang begitu! "Selalulah terus
berpikir"! Untuk keluar dari situasi ini...
Saat aku sedang berpikir, Log dan si raksasa
memperpendek jarak lagi.
"Hahaha! Tidak buruk juga kau! Tapi—terlalu
lemah."
Seperti halnya pada Carol, si raksasa mengayunkan pedang
besarnya secara horizontal. Log bereaksi dan memblokir dengan
tombaknya, tapi tombak itu hancur, dan pedang besar itu tidak berhenti. Bilah
maut itu mengayun ke arah Log.
"Tidaaaaaak!!"
Jawaban yang kutemukan adalah sebuah perjudian, tapi
aku mati-matian melakukan intervensi seolah mempercayakan segalanya—pada jati
diri dari "perasaan janggal" yang kurasakan selama ini.
Dan aku memenangkan perjudian itu.
"...A—!? Apa ini! Tubuhku tidak bisa
bergerak...!"
Pedang besar itu berhenti tiba-tiba tepat sebelum
mencapai tubuh Log.
............Jadi begitu rupanya.
Aku memahami Ability-ku dalam sekejap.
"Jika ini berhasil... —Terpental kau!!"
Aku mengintervensi si raksasa menggunakan Ability-ku,
meniupnya ke belakang dengan keras. Aku ingin menghantamkannya ke dinding, tapi
karena jaraknya, aku tidak bisa.
"Ugh... Haa... Haa..."
Segera setelah menggunakan Ability tersebut,
sensasi kelelahan yang berat menyapu tubuhku. Ini benar-benar menguras
tenaga...
"Astaga, Gibua, apa yang kau lakukan? Shion-san
sedang sangat kesal, jadi cepatlah bunuh mereka!"
Wanita yang tadi menonton pertarungan kami angkat
bicara.
"Aku tidak merasa kesal. Tapi aku bertanya-tanya
kenapa ini memakan waktu lama," wanita bertudung itu juga berkomentar.
"Cih, aku akan membunuh mereka sekarang juga,
tunggu saja!! —Aku bermain-main sedikit terlalu lama. Berikutnya, aku akan
membunuh mereka tanpa gagal."
Tekanan yang kuat memancar dari pria itu.
—!?
Menakutkan...
Tapi jika dibandingkan dengan tekanan Black Dragon...!
Jika
aku tidak pernah merasakan tekanan dari Black Dragon, aku mungkin sudah
kehilangan keinginan untuk bertarung di sini.
"Sophia, hantam dia dengan setiap mantra
serangan yang kau punya! Aku tidak peduli kalau aku juga kena!"
Aku menyusun lima formula mantra secara bersamaan.
Eh? Kenapa!? —Tidak, itu tidak penting sekarang!
"—!"
Aku mengaktifkan tiga Thunder Arrow dan dua Rock
Needle secara bersamaan. Log juga menyerang dengan tombak yang terbuat dari
Earthenware, berfokus pada tusukan seperti sebelumnya. Tapi tidak hanya
itu, dia juga mengaktifkan sihir tingkat dasar seperti Thunder Shock.
...Sama seperti Orn-san.
Tapi melawan si raksasa yang kecepatannya meningkat lebih
jauh, serangan itu sama sekali tidak mempan.
◆◇◆
"Berhenti!"
"Cih, lagi-lagi!?"
Sudah berapa kali kami saling bertukar serangan? Rasa
lelah menumpuk dengan cepat, tapi sambil mengabaikannya, aku menghentikan
pergerakan si raksasa dengan Ability-ku, memaksa situasi pertempuran
kembali ke titik awal.
Dengan mengintervensi serangan si raksasa menggunakan Ability-ku,
aku dan Log berhasil bertarung melalui koordinasi.
Tapi aku tahu kami perlahan-lahan kalah. Bahkan jika kami
mengalahkan raksasa ini, masih ada tiga orang lagi yang tersisa, dan aku bahkan
tidak tahu berapa lama lagi aku bisa terus menggunakan Ability-ku.
—Dan akhirnya, aku mencapai batasku.
"...Ugh..."
"Gwaaa..."
Log terpental jauh. Aku tidak bisa sepenuhnya
menghentikan gerakan si raksasa dengan Ability-ku, dan kerusakan
akhirnya menembus pertahanan Log.
Untungnya, dia tidak tampak mengalami luka serius,
tapi serangan berikutnya...
"Akhirnya. Yah, kalian
bertahan cukup lama untuk ukuran bocah, bukan? Aku akan membunuhmu sekarang dan
membuatmu tenang."
Tanpa stamina untuk bergerak, terpaku di atas lututku,
aku melihat si raksasa berjalan ke arahku.
Takut...
Aku tidak mau ini... Aku tidak ingin mati... Nee-chan... Orn-san...
"Hentikaaaaaan!"
Mengabaikan
teriakan Log, si raksasa mengangkat pedangnya. Segera setelah itu, suara keras
seperti sesuatu yang meledak bergema dari belakang.
"...Eh?"
Saat perhatian si raksasa teralihkan ke arah itu, embusan
angin kencang bertiup melewatiku.
"—Drei."
"Guooh!?"
Lalu, mendengar suara terkejut si raksasa, aku menyadari
suara itu semakin menjauh, diikuti oleh suara benturan keras lainnya.
"Maaf aku terlambat."
dalam kebingunganku, tidak tahu apa yang terjadi, aku
mendengar suara orang yang paling ingin kudengar saat ini. Saat mengangkat
kepala, di sana ada punggung Orn-san.
"Orn, san..."
Orn-san datang demi kami. Rasa lega itu membuat air mata
yang sejak tadi kutahan akhirnya tumpah.
"Ya, aku di sini. Kalian sudah berjuang dengan baik.
Kerja bagus. Sekarang sudah tidak apa-apa. Tenanglah. Sisanya biar aku yang
tangani."
◇◇◇
"Aku penasaran apakah mereka baik-baik saja..."
Setelah melepas mereka bertiga, aku menghabiskan waktu di
toko serba ada milik Kakek.
Aku merasa pikiranku akan mengarah ke hal-hal buruk jika
aku sendirian, jadi aku benar-benar tidak ingin sendirian saat ini.
"Mondar-mandir begitu, kau mengganggu saja... Apa
tujuanmu mau menghalangi bisnis?"
Setelah aku mondar-mandir di dalam toko, Kakek
akhirnya mengeluh. Yah, ini sepenuhnya salahku.
"Maaf. Tapi aku tidak bisa duduk diam."
Aku tidak menyangka menunggu saja akan sepahit ini.
Mengirim murid ke tempat yang berada di luar jangkauanku membuatku secemas ini,
ya.
"Jika kau secemas itu, kenapa tidak kau ikuti saja
mereka?" ucap Kakek dengan nada jengkel.
Ya, itu sangat benar sampai-sampai aku tidak bisa
membantahnya.
"Aku tidak ingin melakukan itu karena rasanya seolah
aku tidak memercayai mereka. Mereka sudah mendapatkan kekuatan yang cukup untuk
menaklukkan Lantai 30 tanpa masalah. Tidak apa-apa."
"Kalau begitu duduklah yang manis dan tunggu."
"...Ya, baiklah."
Mengakui kecemasanku pada Kakek membuatku merasa sedikit
lebih tenang. Benar. Aku memercayai mereka. Aku tidak boleh menunjukkan sisi
tidak kerenku pada mereka...
Aku masuk ke balik konter dan duduk di samping Kakek,
lalu memandangi sekeliling toko lagi.
"...Ngomong-ngomong,
apa pelanggannya berkurang?"
Aku
tidak sempat mempromosikan toko ini selama sebulan terakhir. Aku penasaran
apakah itu faktor penyebabnya?
"Memang
selalu begini kalau siang hari. Pagi dan sore, banyak pelanggan yang datang,
sama seperti biasanya."
Para penjelajah sering kali sedang menjelajahi
labirin di siang hari. Karena toko ini melayani penjelajah, wajar jika tidak
ada pelanggan pada jam-jam seperti ini.
"Bicara
soal itu, Festival Thanksgiving akan segera tiba. Kau ikut berpartisipasi tahun
ini kan, Orn? Bagaimanapun, kau adalah anggota Night Sky's Silver Rabbit."
"Ah,
kalau dipikir-pikir, memang sudah dekat. Aku
belum mendengar hal spesifik di dalam klan. Mungkin
karena baru saja menyelesaikan penaklukan Lantai 92. Tapi kurasa tidak mungkin
kami tidak berpartisipasi."
Festival Thanksgiving adalah festival yang diadakan di
kota ini setahun sekali, berlangsung selama sepuluh hari dari akhir Mei hingga
awal Juni.
Kepada siapa kami berterima kasih?
Labirin Agung. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa
ekonomi negara ini direvitalisasi berkat batu sihir dan material yang dibawa
keluar dari Labirin Agung yang beredar di pasar.
Lebih jauh lagi, berkat Labirin Agung, kita bisa
memperoleh variasi material yang lebih luas daripada negara lain, dan
mengekspornya adalah hal yang signifikan.
Sebagai
bentuk rasa syukur, penjelajahan Labirin Agung dilarang selama festival.
Yah, itu adalah pernyataan resminya. Kenyataannya, dengan
membiarkannya sebentar tanpa gangguan, keseimbangan di dalam Labirin Agung akan
pulih.
Tentu saja, material yang diincar para penjelajah adalah
yang permintaannya tinggi.
Material dengan permintaan tinggi memiliki harga jual
yang lebih tinggi, jadi jika menghadapi risiko yang sama, wajar jika mengincar
keuntungan yang lebih besar.
Namun, hal ini menyebabkan material yang diminati diburu
hingga punah, sementara material yang permintaannya rendah meluap di dalam
Labirin Agung.
Tentu saja, ada ekosistem di dalam labirin, termasuk
Labirin Agung.
Melanjutkan perilaku tersebut akan sangat mengganggu
keseimbangan itu.
Biasanya, memulihkan ekosistem yang terganggu akan
memakan waktu lebih dari masa hidup manusia, tapi di dalam labirin, hal itu
tidak memakan waktu selama itu.
Dalam kasus labirin, jika manusia tidak mengintervensi
selama sekitar satu minggu, ia akan kembali ke bentuk aslinya.
Oleh karena itu, latar belakang festival ini adalah agar
tidak ada orang yang memasuki Labirin Agung selama periode ini,
mengembalikannya ke kondisi normal.
Para penjelajah yang tidak bisa menjelajah rupanya
berperan dalam meramaikan festival dengan mendirikan kios atau berpartisipasi
dalam berbagai acara.
Aku bilang "rupanya" karena aku belum pernah
berpartisipasi dalam Festival Thanksgiving.
Saat pertama kali menjadi penjelajah, menjadi kuat adalah
prioritasku, jadi selama periode aku tidak bisa masuk ke Labirin Agung, aku
pergi ke tempat lain untuk menjelajahi labirin lain.
Setelah menjadi kuat, itu adalah kesempatan sempurna
untuk menyelesaikan urusan administratif seperti penyesuaian dengan sponsor,
jadi aku tidak pernah menikmati festival tersebut.
Karena para penjelajah Night Sky's Silver Rabbit kabarnya
berpartisipasi dalam beberapa bentuk setiap tahun, aku mungkin bisa ikut tahun
ini.
"Bisa dibilang Orn sekarang adalah penjelajah yang
paling menarik perhatian di kota ini. Akan
buruk dalam berbagai hal jika orang sepertimu tidak ikut berpartisipasi."
Syukurlah, sejak menaklukkan Lantai 92, kesempatanku
untuk diliput semakin meningkat. Aku sebenarnya tidak terlalu suka menjadi
pusat perhatian, tapi karena aku anggota Unit Pertama Night Sky's Silver
Rabbit, aku harus menerimanya. ...Dipuji juga rasanya tidak buruk, sih.
◆◇◆
Setelah mengobrol dengan Kakek selama sekitar satu jam,
kalung pelat yang tergantung di leherku tiba-tiba bersinar hijau zamrud.
"—Kakek, maaf. Ada urusan mendesak."
Mengatakan itu pada Kakek, aku melompati konter dan
menuju pintu.
"Tunggu—"
Aku dihentikan oleh Kakek tepat saat aku memegang gagang
pintu.
Sambil menahan kepanikan, aku menoleh kembali ke arah
Kakek, dan sesuatu melayang ke arahku. Aku menangkapnya secara refleks.
"—Aku sudah meningkatkan Storage Magic Tool-nya.
Waktu yang dibutuhkan sekarang sekitar sepuluh menit. Bawalah."
Itu adalah alat sihir penyimpanan dengan mekanisme yang
ditingkatkan untuk mengaktifkan 【Mana Sword
Creation】.
Saat kugunakan di penaklukan Lantai 92, waktu yang
dibutuhkan adalah dua puluh menit. Mempersingkatnya menjadi setengah dalam
beberapa hari saja...
"Terima kasih, Kek. Aku
berangkat!"
"Hati-hati di jalan."
Menerima suara Kakek di punggungku, aku pergi ke luar.
"【Strength Up】 【Triple】, 【Reflective
Wall】."
MEMBERIKAN
buff pada diriku sendiri, aku menghentakkan kaki dengan kekuatan penuh
pada dinding transparan abu-abu yang terpasang diagonal di kakiku.
Dengan
menghentakkannya, aku meluncur ke langit menuju Labirin Agung.
"【Technical Up】 【Triple】, 【Agility
Up】 【Sextuple】!"
Sambil
bergerak di udara, aku merapalkan lebih banyak buff pada diriku sendiri.
Menciptakan
pijakan di udara dengan 【Mana
Convergence】,
aku menuju Labirin Agung dengan kecepatan penuh.
Dalam
sekejap, aku mencapai pintu masuk Labirin Agung. Ada cukup banyak orang di
sekitar, tapi sambil mengabaikan mereka, aku menuju kristal tanpa melambat dan
berpindah ke Lantai 30.
Mengaktifkan
【Hearing Up】, aku berlari dengan kecepatan
tinggi di sepanjang rute yang telah kudengar dari mereka sebelumnya.
Kalung
yang bersinar hijau berarti sesuatu terjadi pada Carol? Mungkin dia sudah—
Menekan
rasa cemasku, aku mengaktifkan kalung yang tergantung di leherku. Kemudian,
cahaya dari ketiga warna muncul.
Syukurlah...
Mereka semua masih hidup!
Aku
tidak punya waktu untuk menjelaskan secara detail, tapi singkatnya, kalung yang
kuberikan kepada mereka bertiga di pintu masuk memiliki mekanisme untuk
memberitahuku saat mereka berada dalam kondisi berbahaya.
Dan
mekanisme itu aktif tadi. Artinya, ada kemungkinan besar mereka bertiga saat
ini sedang dalam bahaya.
Seharusnya
aku ikut dengan mereka...!
Tidak,
jangan memikirkan hal-hal yang tidak perlu sekarang. Fokuskan
segalanya untuk menemukan mereka!
Berbagai suara mencapai telingaku, tapi tidak ada yang
milik mereka bertiga.
Aku sudah menghafal karakteristik suara yang mereka buat
saat berjalan atau berlari. Aku benar-benar tidak akan melewatkan bahkan suara
samar dari mereka...!
Aku sudah menempuh sekitar 80% rute yang kudengar
sebelumnya. Tetap saja, aku belum menemukan mereka. Secara waktu, seharusnya
mereka ada di sekitar sini...
"—Berhenti!!"
—!
Suara Log terdengar dari balik dinding. Ini pertama kalinya aku mendengar Log terdengar begitu panik.
Aku segera mencocokkan lokasiku saat ini dengan peta di
otakku. Di balik dinding ini ada ruang seperti lapangan. Aku
bisa mencapainya jika mengikuti jalan, tapi menilai dari nada bicara Log,
situasinya mendesak. Waktu sangat berharga!
"【Mana Sword
Creation】!"
Aku memanggil Schwarzhase dan mentransmutasikannya
menjadi mana. Aku akan menjebol dinding ini! Aku lebih lanjut memusatkan mana Schwarzhase.
"—!"
Dengan tebasan yang terpusat, aku menghancurkan
bagian atas dinding. Dan melompat masuk ke lubang yang kubuat.
◆◇◆
Apa-apaan yang kalian lakukan...
Sambil menerbangkan debu di sekitar dengan sihir,
pemandangan yang terpantul di mataku adalah seorang pria yang hendak
mengayunkan pedang ke arah Sophia.
Segera,
aku menuju Sophia.
"—Form
Three: Mont Drei."
Memperluas
mana Schwarzhase yang masih dalam bentuk pedang mana, aku membentuk
sebuah pedang besar. Aku mengayunkan pedang besar itu dalam satu sapuan
horizontal.
Pria
itu, yang bereaksi terhadap seranganku di detik terakhir, mencoba menggunakan
pedang besarnya seperti perisai untuk memblokir, tapi karena tidak mampu
menahannya, dia terpental ke belakang dan menghantam dinding.
Segera
setelah itu, Schwarzhase kembali dari bentuk pedang sihir ke bentuk
pedang hitam.
Memeriksa situasi, Carol tidak sadarkan diri di dekat
dinding. Logan tampak sadar tapi terluka. Aku segera merapalkan 【Heal】
pada Log.
Dan musuh-musuhnya: selain raksasa yang baru saja
kuterbangkan tadi, ada satu pria, satu wanita, dan satu orang berjubah dengan
gender yang tidak jelas—total empat orang.
"Maaf aku terlambat."
Kemarahan membuncah bukan hanya pada lawan atas situasi
ini, tapi pada diriku sendiri karena datang terlambat.
"Orn, san..."
Suara Sophia mencapaiku.
Tahan kemarahannya. Menenangkan
mereka adalah prioritas utama saat ini. Bertindaklah seperti biasa...!
"Ya, aku di sini. Kalian sudah berjuang dengan
baik. Kerja bagus. Sekarang sudah tidak apa-apa. Tenanglah. Sisanya biar aku
yang tangani."
Aku memberikan senyum yang disengaja ke arah Sophia
yang sedang menangis dan mengatakan hal itu padanya.
"...Aku akan memindahkan Sophia dan Log ke sisi
Carol sekarang. Bisakah kau menjaga Carol? Aku akan menyelesaikan ini dengan
cepat."
"M-Mengerti."
Setelah memberi tahu Sophia, aku mengaktifkan 【Space Leap】 dan memindahkan mereka berdua ke dekat Carol.
Kemudian aku memasang penghalang sihir untuk menutupi
mereka bertiga, menggunakan 【Mana
Convergence】 untuk meningkatkan kekuatannya.
"Nah, sekarang. —Kenapa kalian melukai mereka?"
Melepaskan kemarahan yang sejak tadi mati-matian kutehan,
aku bertanya pada kelompok tersebut.
"Apakah kau sang Dragon Slayer? Ya, auramu
memang pas," terdengar suara dari orang bertudung yang gendernya tidak
jelas itu. Menilai dari suaranya, seorang wanita?
"Aku yang bertanya di sini. Jawab
pertanyaanku."
"Ups, betapa tidak sopannya aku. Alasan kami melukai
mereka, ya? Itu karena mereka adalah rekan sang Dragon Slayer. Kami pikir jika
kami memiliki mayat mereka, sang Dragon Slayer mungkin akan muncul."
"............Jadi, maksudmu mereka tidak melakukan
apa pun yang memicu kemarahanmu, kau melukai mereka hanya karena mereka
berhubungan denganku?"
"Sederhananya, ya. Wah, aku tidak menyangka kau akan
muncul secepat ini."
"Jangan bercanda denganku..."
"Itu bagianku! Muncul
entah dari mana dan menerbangkanku. Akan kubunuh kau."
Si raksasa, sambil bangkit berdiri, mengarahkan niat
membunuh padaku.
"Begitu ya. —Tenang saja. Aku tidak akan membunuhmu.
Bersiaplah, karena aku akan membuatmu merasakan penderitaan yang lebih buruk
daripada kematian."
"Heh, kami adalah spesialis anti-personel, dan ini
empat lawan satu, tahu? Tidak mungkin kau bisa menang!"
Pria kurus itu membuat keributan, tapi aku tidak
berkewajiban untuk menanggapi hal-hal seperti itu. Namun, aku harus berterima
kasih padanya karena telah memberiku waktu untuk menyusun formula mantraku.
"—! Semuanya, pasang penghalang sihir!"
Menyadari apa yang akan kulakukan, wanita berjubah itu
berteriak.
Intuisi yang tajam. —Tapi, terlambat.
Aku mengaktifkan 【Weight Up】
pada semua yang dikenakan oleh keempat musuh tersebut.
"Guooh..."
"Kya..."
"Ugh...
Apa, tiba-tiba ber—"
Wanita
berjubah itu memblokirnya, tapi sihir itu bekerja pada tiga orang lainnya.
Perlengkapan yang mereka kenakan tiba-tiba menjadi berat, membuat mereka
kehilangan keseimbangan.
"...【Earth Shock】."
Aku
mengirimkan kejutan listrik melalui tanah ke arah mereka berempat.
Aku
tidak bisa mengeluarkan daya yang cukup untuk membunuh, tapi selama mereka
menyentuh tanah, sulit untuk menghindar, dan aku bisa menangkap mereka saat
lengah.
Wanita
berjubah itu, yang menyadarinya, menghindar, tapi tiga orang lainnya merasakan
aliran listrik mengalir melalui tubuh mereka dan kehilangan kesadaran.
Sekarang,
tinggal satu lagi.
Mengaktifkan
【Hide】 pada diriku sendiri untuk
menyatu dengan pemandangan sekitar, aku mendekati wanita berjubah itu.
Memasuki
jarak pedang, aku mengaktifkan 【Sharpness Zero】 pada Schwarzhase dan mengayunkannya.
"Tak disangka tiga orang bisa dilumpuhkan dalam
sekejap."
Sambil menggumamkan sesuatu, wanita berjubah itu
menangkis seranganku dengan mudah menggunakan tongkat yang tiba-tiba
dipegangnya. Dia seharusnya tidak bisa melihatku, namun dia bisa menangkis ini?
"—!"
Tanpa kusadari, asap putih menyelimutiku.
Mengenalinya sebagai 【Blizzard】, aku segera melompat mundur, dan tempat aku berdiri tadi langsung
membeku. Kecepatan pembekuannya sangat cepat...!
Segera setelah bergerak, lebih dari dua puluh 【Ice Javelin】 muncul mengelilingiku, terbang ke arahku sekaligus.
Mantra tingkat lanjut sebanyak itu dalam sepersekian
detik setelah mengaktifkan mantra Tingkat Spesial!?
Memasang penghalang sihir dan meningkatkan
kekuatannya dengan 【Mana Convergence】, aku mengaktifkan 【Impact】 pada saat serangan itu menghantam untuk melindungi diriku.
Lebih jauh lagi, aku memantulkan salah satu tombak es
dengan 【Reflective Wall】,
mengubah jalurnya ke arah wanita berjubah tersebut.
Wanita berjubah itu mencoba menahan tombak es
tersebut dengan penghalang sihir, tapi aku mengaktifkan 【Impact】 pada serangan itu juga, menembus penghalangnya.
Tepat saat aku mengira tombak es itu akan
mengenainya, dia menghindar dengan kecepatan reaksi yang mengerikan.
Dia tidak bisa menghindar sepenuhnya, serangannya
menyerempet pinggangnya, tapi itu jauh dari luka fatal.
Dia seorang Mage, kan? Gerakan macam apa itu?
Gerakannya, yang tidak kalah dari penjelajah lini
depan tingkat tinggi, membuatku tercengang.
Aku segera memutar ke sampingnya dan mengayunkan Schwarzhase,
tapi dihalangi oleh tongkatnya lagi. Aku tidak berhenti, mengayunkan Schwarzhase
berulang kali, tapi setiap serangannya berhasil ditangkis.
Setelah mengayunkan sekitar sepuluh kali, penghalang
sihir tiba-tiba muncul di antara aku dan wanita berjubah itu. Lalu,
aku merasakan aliran mana yang aneh tepat di depan mataku.
"—!?"
Segera melompat mundur, sebuah ledakan besar meletus di
tempat kepalaku berada sepersekian detik yang lalu.
Menyusun formula 【Explosion】,
baik yang disederhanakan atau tidak, sambil menangkis serangan beruntunku yang
seharusnya tidak bisa dia lihat... Dan aliran mana apa itu barusan? —!?
Tanah tempatku berdiri meledak lagi dalam suksesi yang
cepat. Seolah-olah membaca rute penghindaranku sebelumnya, ledakan meletus satu
demi satu di tempat tujuanku.
Sial, bahkan jika aku mencoba mengganggu aliran masuk
mananya, sihir itu aktif lebih cepat daripada kemampuanku untuk mengintervensi.
Atau
lebih tepatnya, sihir macam apa ini? Rasanya seolah-olah sihir itu aktif dengan
melompati seluruh proses pengumpulan mana... Jika ini adalah sebuah Ability,
kemampuan jenis apa itu?
Aku
berhasil menghindar karena aku bisa merasakan aliran mana sebelumnya, tapi
rasanya gerakanku sedang digiring.
Pada
saat rangkaian ledakan mereda, aku sudah berada di jarak yang cukup jauh dari
wanita berjubah itu.
Hide tidak ada gunanya. Memutuskan
demikian, aku menonaktifkan Hide.
"Bisa bertahan dari seranganku tanpa luka sedikit
pun... Kau cukup
hebat, Dragon Slayer."
Wanita
berjubah itu berbicara. Dia tampak seolah masih memiliki banyak cadangan
kekuatan. Itu bisa saja gertakan, tapi aku tidak boleh optimis.
Dia kuat. Bahkan dibandingkan dengan
orang-orang yang kutemui sejauh ini, dia akan menempati peringkat kelas atas.
Dan aku baru menyadari: tidak hanya luka gores di
pinggangnya, bahkan jubahnya pun sudah diperbaiki.
Mengesampingkan luka, aku belum pernah mendengar
sihir yang bisa memperbaiki pakaian. Apakah itu mantra orisinal, atau mungkin
sebuah Ability?
"...Kau adalah anggota Amuntzars, bukan?"
Aku menyimpulkannya dari ucapan pria kurus tadi
tentang "spesialis anti-personel" dan cara bertarung wanita ini yang
sudah sangat terbiasa. Mendengar istilah "spesialis anti-personel,"
kandidat pertama yang muncul di benakku adalah personel militer dari setiap
negara.
Prajurit adalah pasukan yang dimiliki oleh keluarga
kerajaan atau bangsawan, menjaga ketertiban umum di wilayah mereka saat masa
damai dan menuju ke medan perang saat perang terjadi.
Itulah
sebabnya prajurit berlatih dengan asumsi lawan manusia.
Karena
itu, untuk penaklukan naga yang muncul di permukaan dua bulan lalu, kamilah
para Explorer yang dikirim, bukan prajurit.
Kebetulan,
prajurit di Kerajaan Nohitant diklasifikasikan menjadi dua kelompok: Tentara
Pusat yang dipegang oleh Keluarga Kerajaan, dan Tentara Feodal yang dipegang
oleh para Bangsawan.
Mengingat hal di atas, prajurit jarang memasuki labirin.
Yang berarti kandidat berikutnya adalah Amuntzars, organisasi yang membantai
penjelajah secara massal di berbagai wilayah.
"Tepat sekali. Wawasanmu cukup bagus. Melihatmu
mengingatkanku pada seorang kenalan. Dia meninggal saat masih kecil, tapi jika
dia tumbuh besar, dia mungkin akan menjadi sepertimu."
Jarak ini tidak menguntungkan. Terus menjaga jarak
melawan lawan yang bisa membombardir mantra Tingkat Spesial seperti itu adalah
strategi yang bodoh.
Aku tidak ingin bercakap-cakap dengan orang-orang yang
melukai mereka, tapi saat ini, aku tidak punya pilihan jika ingin menciptakan
waktu untuk memperpendek jarak.
"...Kenapa kalian membunuh para penjelajah?"
"Aku juga tidak ingin membunuh orang. Tapi
ini satu-satunya jalan yang tersisa bagi kami. Sang Original telah
ditumbangkan, dan sang Replica jatuh ke tangan musuh. Yang bisa kami
lakukan sekarang hanyalah berpegang pada secercah harapan dan mengulur
waktu."
Original? Replica? Aku penasaran, tapi
sekarang bukan saatnya memikirkan hal itu.
"Sampah teroris. Jika ini satu-satunya jalan yang
kalian miliki, menyerahlah saja."
"Cih, diamlah...! Kalian para hama yang mengerumuni
dunia! Makhluk seperti kalian pada akhirnya membawa dunia semakin dekat menuju
kehancuran!!"
Untuk pertama kalinya, wanita berjubah itu meluapkan
emosinya.
...Cih, bahkan saat menunjukkan amarahnya, dia tidak
menunjukkan celah sedikit pun?
"—Fiuuh. Kau tidak akan menyerbu masuk dengan
ceroboh, ya. Baiklah, kurasa ini sudah cukup waktu yang terulur?"
Segera setelah kupikir dia telah berteriak, dia kembali
ke atmosfer dinginnya yang semula.
Seperti yang kuduga, dia tahu aku sedang mengulur waktu
dan mengikuti pembicaraanku. Meninggalkan banyak istilah yang membuat
penasaran, sialan dia.
"Haruskah kuprediksi langkahmu selanjutnya? Kau akan memperpendek jarak secara instan dengan 【Space Leap】, kan? Kau adalah seorang Vanguard Attacker dalam
istilah penjelajah. Kau tidak punya peluang menang jika terus menjaga jarak
dariku, seorang Rearguard Attacker.
Apakah tujuanmu akan berada di belakangku?
Atau di sampingku?
Atau berani dari depan?"
Wanita berjubah itu dengan percaya diri memprediksi
tindakan kuku selanjutnya.
Saat dia menurunkan kewaspadaannya selama percakapan,
aku akan mendekat dan menyerang dengan 【Space
Leap】.
Memang, aku pikir itu adalah cara yang paling
efektif.
—Namun, salah.
Aku menuangkan mana ke dalam formula mantra yang
telah kususun. Sebuah
Thunder Arrow melesat ke arah wanita berjubah itu.
Dengan
level gerakannya, dia bisa dengan mudah menghindarinya. Justru, aku akan
kesulitan jika dia tidak menghindar. Lebih baik dengan gerakan minimal.
"Menggunakan
waktu yang kau ulur untuk menyusun sihir tingkat menengah? Apa kau buruk dalam
penyusunan formula? Tidak, itu tidak mungkin."
Sambil menggumamkan sesuatu, dia menghindar dengan
gerakan minimal. Itu tidak masalah. Saat ini, dia pasti mengira Thunder
Arrow itu hanyalah pengalihan dan serangan aslinya adalah sesuatu yang
lain. Perhatikan setiap gerakanku.
Aku percaya apa yang penting dalam pertempuran
anti-personel adalah seberapa baik kau bisa menangkap lawan saat lengah. Satu
serangan kejutan bisa menentukan jalannya pertandingan.
—Sama seperti saat aku membungkam tiga dari mereka
dengan 【Earth Shock】.
Panah petir yang melewati wanita berjubah itu
menghantam 【Reflective Wall】 yang telah kupasang di belakangnya, memantul kembali untuk
menyerangnya dari belakang.
"—!?"
Dia menyadarinya tepat sebelum panah petir itu
mengenainya dan menghindarinya lagi.
Tapi ini belum berakhir. Aku mengaktifkan beberapa 【Reflective Wall】 untuk
mengepungnya.
Memantul dari dinding transparan, mengubah arah
berulang kali, sihir itu menyerangnya lagi dan lagi.
Setelah menghindar beberapa kali, wanita berjubah itu
menyerah untuk menghindar dan menahannya dengan penghalang sihir.
"【Status Up】 【Septuple】...!"
Saat
dia berhenti bergerak, aku mengaktifkan 【Septuple】—tumpukan maksimum yang saat ini bisa kuadaptasi secara
instan—meningkatkan kemampuan fisikku, lalu menendang tanah untuk menutup jarak
dalam sekejap.
Ada
kemungkinan besar trik murah dan kombo akan diblokir. —Kalau begitu aku akan
menerjang dengan kekuatan murni!
Memasuki
jarak pedang, aku menyapu Schwarzhase dari kiri ke kanan. Lawan mencoba
menangkis dengan tongkatnya, sama seperti sebelumnya.
Akan
kutebas kau sekaligus dengan tongkatmu!
Tepat
sebelum Schwarzhase bersentuhan dengan tongkatnya, aku mengaktifkan 【Impact】... atau berniat menghantamnya
dengan itu.
Namun
kali ini, wanita berjubah itu tidak menerima serangan secara langsung; dia
melompat mundur dengan ringan sambil menerima tebasan itu.
Akibatnya, dia terpental jauh ke belakang, membuka
jarak lagi.
"Permainan berakhir," umum wanita berjubah
itu dengan senyum di bibirnya saat dia terbang mundur. 【Explosion】 dari depan, belakang, kiri, dan kananku, serta 【Mjölnir】 dari atas akan segera aktif.
Waktu perapalannya jauh dari cukup, jadi sihir itu
mungkin akan segera nonaktif, tapi ini bukan waktunya memikirkan hal itu!
"—!
【Mana Sword Creation】! Form Five: Mont Fünf!"
Menyadari
aku tidak bisa menghindar, aku mentransmutasikan Schwarzhase menjadi
mana, membentuk sebuah perisai. Mengangkat perisai ke atas kepala, mana
hitam pekat menutupi sekelilingku.
Dengan mengaktifkan 【Impact】
pada saat serangan tiba, udara di sekitar bergetar dengan raungan keras, tapi
aku entah bagaimana berhasil melewatinya.
Saat aku melenyapkan mana hitam di sekitar, bau tanah
terbakar menyengat hidungku, dan asap menyelimuti area tersebut.
"Menyerang dengan memantulkan sihir... itu cara
bertarung yang cukup menarik. Tapi ini kemenanganku. Secara alami, menerima
begitu banyak mantra Tingkat Spesial secara bersamaan dalam jarak dekat, tidak
mungkin kau bisa bertahan. ...Maaf, ini juga untuk menyelamatkan dunia. Semoga,
ini memberi kami sedikit ruang bernapas..."
Wanita berjubah itu sudah yakin dia telah menang.
"Guruuuuu!!"
"Tidak...
Jangan mati, Orn-san..."
Teriakan muncul dari murid-muridku. Aku ingin segera
menenangkan mereka, tapi ada sesuatu yang harus kulakukan terlebih dahulu.
Lawan telah menurunkan kewaspadaannya sepenuhnya. Dia
bahkan lebih kuat dari yang telah kuantisipasi.
Sebuah kesempatan sekali seumur hidup yang diraih di
tengah-tengah itu. Aku benar-benar tidak boleh menyia-nyiakannya!
Saat wanita berjubah itu mengalihkan pandangannya ke arah
teman-temanku—
"【Space Leap】...!"
Aku berpindah ke titik butanya—tepat di belakangnya.
"—!?"
"Form Zero: Mont Null."
Mengubah Schwarzhase menjadi mana cair tanpa
bentuk, aku menahan wanita berjubah itu.
"Eh, mana ini...!?"
Bersamaan dengan gumaman itu, tudung yang menutupi
wajahnya terjatuh saat aku menahannya. Yang muncul dalam penglihatanku adalah
seorang wanita seusiaku dengan rambut perak yang bersinar dan berkilau.
Begitu aku melihatnya, aku merasakan sesuatu yang tidak
bisa dijelaskan membuncah di dalam diriku.
Perasaan apa ini...? —Tidak, sekarang bukan saatnya
memikirkan itu.
Tepat saat aku hendak melakukan langkah selanjutnya, aku
merasakan haus darah yang intens dari sampingku.
Melihat ke arah itu, orang yang telah masuk melalui
lubang yang kubuat di dinding tadi sedang mendekatiku dengan kecepatan tinggi,
meluncurkan serangan.
Melihatnya dari dekat, itu adalah seorang gadis muda yang
baru pertama kali kulihat.
"—!"
Menghindari serangan itu dan menjauhkan diri dari wanita
berjubah tersebut, gadis itu berdiri melindungi di depannya, mengancamku.
Bala bantuan, ya...
Aku berakhir dalam posisi saling diam dengan gadis yang
baru datang itu. Wanita berjubahlah yang memecah keheningan.
"Aha, ahahahaha! Apa-apaan ini? Apa artinya ini?
Tidak, aku tahu persis apa artinya ini. Ini pasti ulah fosil tua itu dan wanita
jahat itu. Ahaha! —Jangan bercanda denganku! Seberapa banyak kalian harus
mempermainkan orang sampai kalian merasa puas!!"
Wanita berjubah itu berteriak penuh emosi. Namun, aku
merasa kemarahannya tidak ditujukan pada kami, melainkan ke tempat lain
sepenuhnya.
...Ada apa dengan ini tiba-tiba? —Atau lebih tepatnya,
emosi apa ini...!?
Sambil bingung oleh transformasinya yang tiba-tiba, aku
secara bersamaan merasakan dorongan untuk menjangkaunya karena dia tampak
menderita karena suatu alasan.
Menekan emosiku dengan nalar, aku memanggil pedang
cadangan dari alat sihir penyimpananku dan mengambil kuda-kuda lagi.
"Tunggu, Orn. Aku tidak punya keinginan untuk
bertarung lagi. Aku tidak bisa bertarung... dengan Orn. ...Bisakah
kau membiarkan kami pergi? Aku berjanji akan membuat yang lain mundur dari
Labirin Agung ini."
Wanita berjubah itu memohon padaku untuk membiarkan
mereka pergi dengan suara yang begitu lembut sehingga sulit dipercaya bahwa
kami sedang dalam pertempuran.
Kenapa kau berbicara padaku dengan begitu akrab...!
Emosi yang telah kutehan melonjak lagi. Pada saat
yang sama, sesuatu di dalam diriku berteriak bahwa aku harus menghabisinya di
sini.
Jika aku tetap bingung dengan keadaanku sendiri,
situasinya akan memburuk.
Pertama, mana hitam kembali ke pedang hitam,
melepaskan wanita berjubah itu.
Selanjutnya, tiga orang yang kulum puhkan tadi mulai
bangun. Bertarung lima lawan satu seperti ini, peluangku untuk
menang sangat tipis.
Jika dia bilang dia akan mundur, itu adalah situasi yang
sangat aku harapkan.
"........................"
Mengendurkan kuda-kudaku, aku menyimpan pedang
tersebut. Namun, karena ada kemungkinan serangan kejutan, aku tetap
dalam kewaspadaan maksimum mengenai pergerakan dan aliran mana mereka.
"...Terima kasih. Aku berdoa agar lain kali kita
bertemu, kita tidak akan menjadi musuh yang saling membunuh. Kalau begitu,
sampai jumpa lagi, Orn."
Saat wanita berjubah itu mengatakan hal tersebut, sosok
kelima orang itu berkedip seolah terpantul pada permukaan air yang beriak.
Dan kemudian, sedikit demi sedikit, mereka menghilang. Aku tidak bisa menemukan sesuatu yang tidak wajar dalam aliran mana atau angin di sekitarnya. Sepertinya mereka benar-benar menghilang ke suatu tempat.
◆◇◆
"Guru..."
Setelah menarik kembali Schwarzhase, aku
menghampiri murid-muridku dan mendapati Carol sudah sadar kembali.
"Carol, syukurlah. Bagaimana perasaan kalian
bertiga?"
"Ya, aku baik-baik saja."
"Aku juga tidak apa-apa."
"Aku juga, karena Guru merapalkan 【Heal】
padaku."
Tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki luka luar
yang terlihat, dan mereka sepertinya tidak sedang berbohong.
"Begitu
ya. ...Maafkan aku karena membiarkan kalian menghadapi bahaya seperti ini. Aku
akan menerima keluhan apa pun nanti, tapi untuk sekarang, mari kita
pulang."
"Mana mungkin kami mengeluh! Kamilah yang egois dan
bersikeras ingin pergi sendiri. Orn-san sama sekali tidak bersalah!"
"Benar. Lagipula, kami sangat bersyukur Anda datang
menyelamatkan kami..."
"U-Um, Guru, apakah Anda mengenal orang berjubah
itu?"
"—Tidak, aku tidak mengenalnya. Namaku sering
muncul di surat kabar belakangan ini. Dia mungkin mengetahui namaku dari
sana."
Aku bisa menangani tiga orang pertama yang
kulumpuhkan atau gadis yang mengintervensi di tengah jalan tadi tanpa masalah,
tapi wanita berjubah itu berada di level kekuatan yang berbeda.
Aku tidak bermaksud sombong, tapi memang benar bahwa
selalu ada seseorang yang lebih kuat... Dengan diriku yang sekarang, aku tidak
bisa melindungi apa yang ingin kulindungi. Aku harus menjadi jauh, jauh lebih
kuat...
Aku bertekad untuk menjadi lebih kuat lagi, demi melindungi apa yang berharga bagiku.



Post a Comment