NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Naze ka S-kyuu Bijotachi no Wadai ni Ore ga Agaru Ken V4 Prologue

 Penerjemah: Miru-chan

Proffreader: Miru-chan


Prologue

Tanpa kusadari, pandanganku selalu mengikuti sosoknya.


Misalnya, saat aku berpapasan dengannya di lorong.

Misalnya, saat dia tertidur sebentar di dalam kelas.

Misalnya, saat dia duduk di bangkunya sambil menatap ke luar dengan wajah mengantuk.

Misalnya, saat dia menyantap makan siangnya di atap sekolah dengan lahap.

Ketika kupikirkan kembali, rasanya di hampir setiap situasi, mataku selalu tertuju padanya.


Anehnya, teman-teman sekelas yang lain entah kenapa tidak pernah benar-benar memerhatikannya. Kadang ada yang melirik sekilas atau pandangan mereka bertemu dengannya, tapi sepertinya tidak ada yang benar-benar tertarik padanya. Kecuali Kazamiya-san yang duduk satu bangku di belakangnya. Setidaknya kalau dilihat dari lawan jenis. ……Hanya aku. Hanya aku yang tahu pesonanya.


Ada kalanya aku larut dalam perasaan istimewa itu. Aku jelas tidak mungkin mengatakan bahwa aku senang dia sendirian, dan aku pun merasa bersalah karena itu. Namun, rasa unggul karena hanya aku yang mengenalnya terasa begitu membahagiakan. Terutama saat kami makan siang bersama di atap sekolah, perasaan itu sangat kuat. Namun kenyataannya, keistimewaan yang tadinya hanya milikku itu kini perlahan mulai menghilang. Dan itu juga bukan sepenuhnya hal yang buruk……


Perasaanku jadi sedikit rumit. Karena meski aku merasa bangga melihat semakin banyak orang yang menyadari pesonanya, masalahnya adalah orang-orang itu adalah “dua orang” sahabatku sendiri.


Entah kenapa akhir-akhir ini, tatapan kedua sahabatku saat memandangnya terasa berbeda. Itu tentu saja karena dia memang menarik, tapi hari-hari dipenuhi perasaan gelisah seperti ini…….


Siapa yang akan menjadi orang spesial baginya?


Selama ini, karena hanya aku yang benar-benar mengenalnya, aku masih bisa merasa tenang, seolah semuanya baik-baik saja. Tapi sekarang, rasa tenang itu sudah tidak ada lagi. Kalau hanya menunggu, pasti tidak akan berhasil. Aku harus bersikap lebih berani, bahkan jika harus siap dibenci.


Musim panas ini, aku harus melakukan sesuatu untuk menarik perhatiannya……kalau tidak, aku akan disalip. Oleh dua gadis yang manis itu……oleh dua gadis yang memikat itu.


Membayangkan dia bersikap lembek dan tersenyum manis pada mereka berdua, tanpa sadar keningku berkerut dan pipiku mengembung.


……Hmph.


Mungkin aku akan dibenci, dan itu agak menakutkan, tapi……musim panas ini, aku akan bertarung.


Bersiaplah, ya.


Sambil menyatakan perang dalam hatiku kepada dirinya yang tidak ada di sini, aku mengalihkan pandanganku ke kalender.


Akhir Juli. Selama beberapa hari itu, dengan tulisan rapi khas seorang gadis, kata “menginap” tertera di kalender.


Aku tegaskan sekali lagi—aku bukan lagi diriku yang dulu. Aku pasti akan membuatmu menyadari keberadaanku, jadi bersiaplah…….


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close