Kematian Pascapertandingan
"…………"
Di dalam kamar
rumah sakit yang temaram dengan cahaya tertutup, seorang wanita yang tampak
kuyu sedang terlelap.
Berbagai
peralatan medis seperti infus dan masker oksigen terpasang pada tubuhnya,
sementara ia menutup mata dengan tenang.
Seorang pria yang
sedari tadi menunduk tepat di samping wanita itu melirik jam tangan usang di
pergelangan tangannya, lalu bangkit dari kursi.
Ia membuka pintu
yang berat, meninggalkan kamar rawat, dan melangkahkan kaki menyusuri koridor.
──Di pintu keluar
rumah sakit. Dekat area parkir, seorang pria tua berjanggut putih telah
menunggu di samping mobil mewah yang disiapkan untuk pria tersebut.
"Sudah
selesai? Wataru."
"Ya."
Pintu mobil
terbuka, lalu pria yang dipanggil Wataru itu masuk ke dalam dengan sikap
angkuh.
Pintu ditutup
dengan hentakan keras, dan sang sopir menjalankan mobil sembari suara lampu
sein terdengar berdetak di dalam kabin.
"……"
"……"
Di dalam mobil
yang begitu senyap hingga suara hujan pun tak terdengar, si pria tua
menyerahkan selembar kertas kepada pria itu.
"Aku
tidak butuh. Isinya pasti orang-orang yang sama, kan?"
"Tidak,
telah terjadi sebuah anomali. ──Di wilayah Barat."
Pria itu merasa
sangsi mendengar ucapan si pria tua, lalu melirik isi kertas tersebut dengan
raut wajah malas.
"Cabang
Nishigasaki……? Ini sekolah, ya?"
"Tempat di
mana Munakata berada."
"Ah…… kalau tidak salah dia pernah meracau soal hak
istimewa atau apalah itu."
"……Pembicaraan
kita melenceng. Masalahnya bukan di situ. ──Tapi hasil dari pertandingan Taisho."
"……Tenryu
Kazuki kalah?"
Keheningan
kembali menyelimuti kabin mobil.
Tenryu Kazuki
adalah salah satu pemain di jajaran puncak amatir. Pemenang turnamen Oryu-sen
periode sebelumnya, dan secara harfiah adalah sosok yang dijagokan untuk
menjadi juara.
Meski Tenryu
hampir tidak terdengar kabarnya selama setahun sejak memenangkan turnamen
tersebut, kemampuannya terbukti masih sangat tangguh melihat catatan
pertandingan wilayah kali ini.
Terlebih dalam
Shogi, meski ada faktor keberuntungan—perbedaan antara nasib dan
bakat—kekalahan Tenryu Kazuki adalah sesuatu yang hampir mustahil untuk
dipikirkan.
Fakta bahwa ada
seseorang yang berhasil menumbangkannya adalah sebuah peristiwa besar yang
skalanya melampaui batas sempit turnamen tingkat wilayah.
"Heh…… aku baru saja memikirkan sesuatu yang
menarik."
"Apa yang
akan kau lakukan?"
"Cukup
menang saja, kan? Hasil akhirnya."
Pria itu
meremas kertas di tangannya hingga hancur seolah tidak ada masalah apa pun.
Kertas
itu memuat detail para pemain dari berbagai wilayah selain wilayah Barat,
mencatat ciri khas para perwakilan yang akan maju ke turnamen berikutnya dengan
sangat rinci.
Judul pada kertas itu adalah── "Turnamen Oryu-sen: Tingkat Prefektur".



Post a Comment