NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yushu Sugite Tsuiho sa reta Seimin Majutsu-shi - Muno no Furi Shite gomi Kizoku o Jurin Suru Volume 1 Epilog

Epilog


"Sudah lama ya, Jagid."

Kaisar Mishra Ziz Stellaria berucap dengan nada tinggi yang megah.

Suara manis khas anak laki-laki yang belum puber itu menggema saat dia menatapku yang sedang berlutut dari atas takhta.

Ruang audiensi ini memiliki kesan berat yang tidak bisa dibandingkan dengan aula besar di Istana Emas, Gold Palace.

Interior mewahnya didominasi warna biru tua, menciptakan atmosfer yang begitu khidmat.

Di sekeliling takhta, deretan rak buku yang tak terhitung jumlahnya berjejer rapi.

Koleksi buku dari berbagai genre, baik dari masa lalu maupun sekarang, tersimpan di sana.

Bahkan, aku sempat melihat edisi revisi kedelapan dari Sludge Memorandum terselip di antaranya.

Inilah Kastil Stellaria yang menjulang tinggi di Swold, pusat dari Kekaisaran. Suatu hari, aku dipanggil oleh Kaisar Mishra.

Aku pun menyerahkan urusan operasional kepada Bibisana dan bergegas menuju Ibu Kota.

Dan sekarang, di sinilah aku, melakukan audiensi empat mata dengan sang Kaisar.

"Jadi... ini mengenai insiden di Keluarga Goldbarrel. Jangan terlalu kaku begitu, Jagid. Angkat kepalamu."

"Baik...!"

Menyadari bahwa menjilat secara berlebihan hanya akan berdampak buruk, aku mengangkat kepala dengan gerakan yang sigap.

Kaisar Mishra duduk di takhtanya dengan postur yang gagah. Beliau mengenakan pakaian formal bercelana pendek dan jubah indah yang tersampir di bahunya.

"Kau telah berhasil menuntaskan kekacauan di Keluarga Goldbarrel dengan baik.

Meski pengangkatan anak selir menjadi kepala keluarga bukanlah hal yang patut dipuji secara terang-terangan, namun apa boleh buat karena para putra kandung tewas berturut-turut."

"Terlebih lagi, reputasi Kota Emas Domina Domina menjadi sangat luar biasa setelah Bibisana menjabat. Untuk itu, aku akan memberikan pujian yang tulus kepadamu."

Mendengar Kaisar Mishra berbicara dengan nada riang, aku menundukkan kepala dengan takzim dan mengucapkan kata-kata terima kasih.

"Saya sangat tersanjung atas pujian Anda. Ini adalah kehormatan yang luar biasa bagi saya."

Kaisar Mishra naik takhta di usia muda karena kematian ayahnya yang mendadak.

Singkatnya, beliau hanyalah boneka pajangan.

Kekuasaan sebenarnya berada di tangan Meisia Ziz Misericorde, sang Marsekal Angkatan Darat Kekaisaran sekaligus keturunan sang Pahlawan.

Dengan kata lain, Kaisar Mishra juga merupakan korban dari masyarakat bangsawan yang korup.

Melihat Meisia tidak ada di sini, jelas bahwa pemanggilan kali ini tidak membawa agenda penting.

Mungkin Kaisar Mishra murni hanya ingin menyampaikan rasa terima kasihnya kepadaku.

Aku akan menerima rasa terima kasih ini dengan senang hati.

Setelah ini, aku akan mengumpulkan informasi di Ibu Kota sebelum pulang.

"Berdasarkan hasil akhirnya, kau telah melakukan tugas besar. Jagid, kau benar-benar sangat hebat. ……Tidak, kau terlalu hebat."

"Sangat disayangkan jika bakatmu hanya tertahan di Kota Emas Domina Domina. Ada tempat lain yang lebih cocok untuk memaksimalkan talentamu itu."

"Oleh karena itu, aku akan mengasingkanmu sekali lagi."

Eh?

Mendengar pengumuman pengasingan yang tiba-tiba seperti petir di siang bolong, aku yang sama sekali tidak waspada hanya bisa mematung dengan mulut ternganga bodoh.

Apa ini perintah Meisia?

Atau keputusan sepihak sang Kaisar?

Apa pun itu, sudah pasti ada motif tertentu di baliknya. Ini bukan sekadar mutasi jabatan biasa.

"Tempat pengasinganmu adalah Kota Sihir, Megrimseed."

Aku melirik sejenak ke arah mata biru Kaisar Mishra, lalu mengangguk pelan.

Aku mulai mendapatkan kembali ketenanganku dan memutar otak.

Kota Emas Domina Domina akan baik-baik saja meski tanpa aku, karena ada Bibisana dan yang lainnya.

Lagipula, sejak awal aku memang berniat meninggalkan kota itu untuk melanjutkan rencana menghancurkan tatanan masyarakat bangsawan.

Awalnya aku berencana mendekati para bangsawan menggunakan koneksi dari Magic Academy.

Namun, mendapatkan alasan resmi berupa perintah pengasingan dari Kaisar justru jauh lebih menguntungkan.

Aku akan mengirim surat kepada Kambase agar kami bisa bertemu nanti.

Meski aku merasa bersalah karena tidak sempat berpamitan dengan Bibisana dan yang lainnya... aku memang tipe orang yang tidak pandai menghadapi suasana haru, jadi mungkin ini lebih baik.

Bangsawan yang menguasai Kota Sihir Megrimseed adalah Keluarga Eterna, keturunan penyihir legendaris.

Mereka adalah klan Elf eksentrik yang memandang rendah sihir gaya Kekaisaran sebagai "Sihir Rakyat Jelata" dan sangat terobsesi pada satu sihir pamungkas yang tiada duanya.

Berbeda dengan Keluarga Goldbarrel yang ceroboh dan bodoh, Keluarga Eterna jauh lebih licik dan merepotkan.

Namun, aku sudah menyiapkan rencana untuk menjatuhkan mereka. Sekarang, tinggal melaksanakannya saja.

"Aku menantikan sepak terjangmu di Kota Sihir Megrimseed, Jagid."

Setelah mengatakan itu, Kaisar Mishra menyeringai dengan senyuman yang penuh arti.

Apa pun niatnya, akan kugunakan kesempatan ini semaksimal mungkin.

Demi dunia yang indah, di mana tidak ada tirani yang tidak masuk akal, tidak ada kesewenang-wenangan, dan di mana orang yang benar akan mendapatkan imbalannya...!

END




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

1 comment

1 comment

  • Agus Dedi Prasetya
    Agus Dedi Prasetya
    3/4/26 20:29
    Jejak vol 1 epilog
    Reply
close