NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Haibara-kun no Tsuyokute Seishun New Game Volume 3 Prolog

Prolog

Malam disaat Bulan Purnama Terlihat


Para remaja itu duduk di atas pemecah ombak.

Di depan pandangan mereka, terhampar laut yang tertutup kegelapan malam.

Pantai yang pada siang hari ramai oleh banyak orang, kini tak ada seorang pun di sana.

Dunia diselimuti oleh keheningan, dan satu-satunya suara yang terdengar hanyalah deburan ombak kecil.

Di balik cakrawala, di langit malam tanpa awan, bulan purnama sedang mengapung.

Cahaya bulan yang pucat menyinari laut malam.

Jalan dari cahaya putih tercipta hingga ke pesisir pantai, sebuah pemandangan yang begitu fantastis.

Angin laut yang hangat berhembus kencang, dan rambut panjang gadis yang duduk di sebelah少年 membelai pipinya.

Tiba-tiba, saat dia menoleh ke arah gadis itu, mata yang jernih seperti permata memantulkan wajahnya.

"Ternyata tidak terduga sejuk, ya."

"Matahari pun sudah tidak ada, dan ada angin yang berhembus."

"Karena ini angin laut, mungkin bakal terasa lengket kalau terlalu lama terkena."

Gadis itu berkata demikian, lalu terkikik geli.

"Hei, aku…… apakah aku bisa menjadi kekuatan untukmu?"

Saat pemuda itu bertanya, gadis itu mengangguk sambil tersenyum.

"Tentu saja. Kalau tidak ada dirimu, aku tidak akan bisa melakukan apa pun."

"Kalau begitu, syukurlah."

"……Hei."

Kepada pemuda yang merasa lega, gadis itu berbisik dengan suara yang terdengar jernih.

"Bulannya, indah ya."

Pemuda itu mengerti apa arti dari kata-kata tersebut.

Sambil menatap gadis yang sedang mendongak memandangi bulan purnama, pemuda itu menarik napas dalam-dalam.

Lalu, dia memutar otaknya yang tidak seberapa itu sekuat tenaga, mencoba memeras ekspresi yang kira-kira akan disukai oleh sang gadis.

"……Mungkin itu karena aku melihatnya bersama denganmu."

Mendengar kata-kata pemuda itu, gadis itu tersenyum.

――Seperti sekuntum bunga yang sedang mekar.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close