NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Haibara-kun no Tsuyokute Seishun New Game Volume 4 Afterword + Bonus Story

Kata Penutup

Sejak dulu aku memang menyukai rock. Tapi aku bukanlah orang yang begitu ahli hingga bisa bercerita panjang lebar tentangnya. Aku hanya pernah menyentuh gitar secara ringan saja.

Karena itu, menggambarkan dunia musik dalam cerita ini cukup membuat kepalaku pusing.

Aku akan sangat senang jika gelora masa muda yang ingin aku gambarkan ini dapat tersampaikan kepada kalian semua.

Lama tak jumpa. Aku Rainami Kazuki.

Kali ini aku menulis cerita tentang musim gugur, festival budaya, dan musik.

Temanya adalah pilihan. Menurutku, ketika cinta ikut terlibat, tidak peduli pilihan apa yang diambil, semuanya tidak akan berakhir menjadi yang paling sempurna. Itulah yang membuatnya sulit.

 Meski begitu, aku percaya bahwa mengambil keputusan adalah tugas seorang protagonis. Oleh karena itu, aku meminta Hagiwara Natsuki untuk berusaha sekuat tenaga.

Ke depannya, bagi Natsuki yang sama sekali tidak punya pengalaman cinta, ini pasti akan menjadi wilayah yang benar-benar asing. Aku sendiri sudah tidak sabar menantikan volume lima!

Sekarang saatnya ucapan terima kasih.

Kepada editor-ku, N-san. Kali ini pun kamu maju dengan kecepatan yang seolah berkata, “Batas waktu sudah kutinggalkan. Aku tidak bisa mengikuti pertarungan selanjutnya.” Maafkan aku yang merepotkan sekali lagi……

Kepada ilustrator Gin-san, terima kasih banyak atas ilustrasi-ilustrasi yang luar biasa indah. Serika itu memang menggemaskan, ya. Serika!

Dan tentu saja, kepada seluruh pihak yang terlibat serta para pembaca yang selalu mendukung. Terima kasih banyak untuk kali ini juga.

Semoga kita bisa bertemu lagi di volume berikutnya.




Bonus E-book: Cerita Pendek Tambahan

■ Malam di Hari Musim Panas Itu (Hoshimiya Hikari)

Aku sudah kenyang.

Sambil mengusap perut yang mulai membuncit, aku mengedarkan pandangan ke sekeliling.

Kami berada di teras pondok. Malam sudah semakin larut, dan meski ada penerangan, suasana terasa agak temaram.

Di tengah teras, peralatan barbekyu sudah digelar dan semua orang berkumpul di sekelilingnya.

Berbeda denganku, mereka semua masih berenergi, memanggang daging dan terus melahapnya.

Aku cukup terkejut melihat Tatsuya-kun yang melahap makanan dalam jumlah besar. Meski tubuhnya tinggi, dia cukup ramping. Aku bertanya-tanya, ke mana dia menyimpan semua makanan itu?

Yui-no-chan terus memanggang daging untuknya dan menaruhnya di piring Tatsuya-kun. Seperti biasa, dia memang suka sekali mengurus orang lain.

Uta-chan, Reita-kun, dan Miori-chan sudah berhenti makan dan mulai asyik berbincang-bincang.

Lalu, Natsuki-kun——dia berdiri agak jauh dari kerumunan, memandangi yang lain.

Aku tidak bisa mengalihkan pandangan dari profil wajahnya yang tampak sedikit sedih. Sebelum kusadari, aku sudah melangkah mendekatinya.

"——Kamu sudah tidak mau makan lagi?"

Saat aku menyapanya, raut wajah Natsuki-kun melembut. Hanya dengan itu, hatiku terasa melayang dan sudut bibirku hampir saja tersenyum tanpa sadar.

Aku jatuh hati. Aku bahkan tidak bisa lagi membohongi diriku sendiri, sehingga aku hanya bisa menatap wajahnya lekat-lekat.

"Aku sudah kenyang. Kalau Hoshimiya sendiri bagaimana?"

"Aku juga. Aku makan terlalu banyak."

Aku berusaha menjawab senatural mungkin, padahal jantungku berdegup kencang. Tubuh ini sungguh menyebalkan. Hanya karena berbicara dengan cowok yang kusukai, kepalaku sampai terasa kosong. Wajahku pun entah mengapa terasa panas.

Aku berdiri di sampingnya dan menyandarkan punggung ke pagar teras. Lengan kami bersentuhan.

Aku terkejut dan hampir menjauh, namun aku tidak menggerakkan tubuh atas kemauanku sendiri. Aku tidak ingin memikirkan alasannya karena itu terlalu memalukan. Natsuki-kun pun tidak berusaha mengubah posisinya.

Tidak ada percakapan. Namun, hiruk-pikuk suara teman-teman kami terdengar sampai ke sini. Bisa dibilang, ini adalah keheningan yang nyaman. Aku ingin terus seperti ini.

Saat aku melirik ke samping sambil memikirkan hal itu, Natsuki-kun sedang menatap langit malam. Aku pun ikut menengadah. Langit malam yang cerah dipenuhi bintang-bintang yang bersinar terang.

Indah sekali. Aku sungguh bersyukur cuacanya cerah. ……Tapi, lebih dari itu, profil wajah Natsuki-kun sangat menyita perhatianku…… Eh, tunggu? Apakah dia selalu setampan ini……?

Aku menyukainya. Perasaan itu muncul begitu saja. Aku menyukai orang ini.

Begitu ya. Jatuh cinta pada seseorang ternyata rasanya seperti ini. Aku jadi mengerti mengapa semua orang selalu heboh soal cinta.

Membawa perasaan seperti ini, tidak mungkin aku bisa tetap waras……

Didorong oleh dorongan hati, aku menggenggam tangan Natsuki-kun. Tangannya ternyata lebih besar dari dugaanku.

Eh? Menggenggam…… tangan? Apa yang sedang kulakukan?! Eh???

Aku berusaha sekuat tenaga agar kepanikanku tidak terlihat, namun Natsuki-kun sama sekali tidak bergerak. Entah mengapa aku merasa kesal karena dia tetap tenang sementara hatiku sedang kacau balau.

——Saat aku sedang dipermainkan oleh perasaan cinta seperti itu, tatapanku bertemu dengan Uta-chan. Sambil mengobrol dengan yang lain, pandangan mata Uta-chan benar-benar tertuju padaku.

Hatiku terasa mendingin dengan cepat.

"……Tidak boleh. Aku curang, ya."

Aku melepaskan tangan Natsuki-kun perlahan. Kehangatan kulitnya masih tertinggal di telapak tanganku.

Seolah bertukar tempat dengan Uta-chan yang mendekat, aku kembali ke kerumunan teman-temanku.

Aku tidak sanggup menatap mata Uta-chan. ……Karena yang salah di sini adalah aku.

Saat aku tertunduk lesu, bahuku ditepuk. Begitu menoleh, ternyata itu Serika-chan.

"Kamu kelihatan lemas. Mau ikut bernyanyi?"

Sambil memutar musik, Serika-chan bergoyang mengikuti irama dan mulai bernyanyi.

"Maaf. Untuk sekarang……"

"Begitu, ya? Musik itu bisa memberimu semangat, lho."

Ucap Serika-chan sambil sedikit tersenyum.

Lagu yang sedang diputar saat itu adalah The Autumn Song dari ELLEGARDEN.

Karena itu adalah band favorit Natsuki-kun, aku pernah mendengarnya beberapa kali.

Aku merasa sedih karena musim panas perlahan akan berakhir…… tapi memang benar, aku merasa sedikit lebih bersemangat.



Previous Chapter | ToC 

0

Post a Comment

close