NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kanzen Kaiju no Priest V1 Prologue

 Penerjemah: Flykitty

Proffreader: Flykitty


Prologue

"Ya, berikutnya~"


Di sebuah ruangan kecil di gereja desa tertentu.


Di atas meja terdapat peralatan medis sederhana, dan di rak berjajar beberapa botol berisi tanaman obat.


Yang duduk di kursi kayu tua yang berderit setiap kali bergerak adalah seorang pemuda berambut abu-abu yang mengenakan jubah biarawan hitam serta rosario berupa kalung dengan salib emas──aku, Shuu Mileister.


"Selamat siang. Sudah lama tidak bertemu, Shuu."


Yang masuk dari pintu adalah seorang wanita berusia akhir dua puluhan dengan rambut cokelat panjang dan aura menggoda.


Tubuhnya yang montok──terutama dadanya yang besar dan pinggulnya yang lebar──cukup untuk menarik perhatian siapa pun.


"Apa sih, Marie. Kau lagi? Sudah kubilang jangan memaksakan diri."


"Ya juga sih. Tapi demi anakku, sedikit memaksakan diri tidak masalah. Lagi pula, Shuu juga selalu bekerja keras setiap hari, kan?"


"Aku masih muda, jadi tidak apa-apa… tapi kau sampai harus mengurus anak sendirian──"


"Hehe, baik sekali ya kamu."


"Pokoknya, berbaring di meja perawatan. Kita bicara setelah itu."


"Iya, iya."


Sambil terkikik, Marie berbaring tengkurap di atas meja perawatan.


Yang tersaji di depan mataku adalah pinggul yang terlalu menggoda.


Sial… sampai rasanya ingin kutepuk karena terlalu bagus…


Pinggul Marie adalah tipe yang biasa disebut sebagai “bentuk ideal untuk melahirkan dengan mudah”.


"Untuk memastikan, sebutkan gejalanya."


"Sakit pinggang."


"Ya, mengerti──"


Setelah memastikan gejalanya, aku mendekat dan mengangkat kedua tanganku. Kemudian, melalui skill, metode pengobatan yang diperlukan mengalir ke dalam pikiranku.


Dan instruksi yang tertulis di sana adalah──


"Astaga… lagi-lagi ini ya."


"Memang selalu begitu, kan? Makanya aku langsung tengkurap."


Aku menghela napas sambil meletakkan kedua tanganku di pinggul Marie. Begitu menyentuhnya, langsung terasa. Tekstur daging yang kenyal dan luar biasa.


Pinggul itu bukan pertama kalinya kusentuh. Bahkan dulu, aku sendiri pernah terpikat olehnya.


Sambil menyingkirkan kenangan itu ke sudut pikiranku, aku memusatkan konsentrasi dan mengaktifkan skill.


"──〈Penghapusan Kutukan Sempurna〉"


Cahaya putih hangat terpancar dari kedua tanganku.

Kekuatan khusus mengalir ke pinggul Marie.


"Ah, haa… seperti yang kuduga, tangan Shuu itu bikin ketagihan… beda sekali dengan tetangga mesum itu."


"Jangan bicara sembarangan. Ini pengobatan yang benar. Diam saja."


"Aduh… padahal kamu jauh lebih muda, tapi cara bicaramu tetap kasar seperti biasa──ah♡"


Instruksi pengobatan dari skill itu adalah──“memijat pinggul”.


Sejujurnya, aku juga tidak terlalu paham kenapa ‘pinggul’ untuk ‘sakit pinggang’, tapi begitulah perintah skill. Jadi aku hanya mengikuti instruksi itu dan terus memijat pinggul Marie.


Kenyal sampai jari-jariku tenggelam. Saat kupijat cukup kuat hingga bentuknya berubah, suara Marie perlahan menjadi manis.


"Haaah♡ Shuu… rasanya… begitu dalam… lebih… lebih kuat lagi… pijat lebih kuat…!"


Aku terus memijat pinggulnya. Setiap kali kupijat, ia mengeluarkan suara dan menggoyangkan pinggangnya.


Sekitar tiga puluh detik kemudian──pengobatan selesai.


"Hmm………… ahh, enak sekali. Jauh lebih ringan sekarang. Terima kasih. Sepertinya aku masih bisa bekerja banyak hari ini."


Marie mengusap pinggangnya, meregangkan tubuh ke arah langit-langit, memastikan kondisinya.


Dadanya yang besar bergoyang pelan.


"Hei, hei. Jangan langsung memaksakan diri hanya karena sudah sembuh."


"Akan kuterima kata-katamu saja──oh iya, nanti malam setelah anakku tidur, datanglah ke rumahku, ya? Aku akan memberimu… imbalan."


"…………Aku tidak akan datang. Lagi pula kau sudah membayar biaya pengobatan."


"Hehe, baiklah. Kalau berubah pikiran, datang saja kapan pun."


Dengan ekspresi penuh godaan, Marie meninggalkan ruang perawatan gereja dengan puas setelah sakit pinggangnya sembuh total.


"Haa…"


Aku menghela napas dan meneguk habis kopi di atas meja dalam sekali minum.


Bersamaan dengan rasa pahit yang sudah dingin, perasaan nostalgia tiba-tiba memenuhi dadaku.


"Sudah lima tahun sejak saat itu, ya…"


Kenangan dari kehidupan sebelumnya masih tersimpan jelas hingga sekarang.


Itu terjadi saat aku berusia lima belas tahun, baru saja menjadi siswa tahun pertama SMA──


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close