NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kanzen Kaiju no Priest V1 Side Story

 Penerjemah: Flykitty

Proffreader: Flykitty


Cerita Sampingan

Kelahiran Sang Pahlawan

Tujuh belas tahun yang lalu.


Jauh di selatan dari Kerajaan Einfilia di benua timur.


Dengan Sungai Besar Riasly yang mengalir dari Kekaisaran Miredia di barat ke timur sebagai batas alami, di seberangnya terbentang Federasi Zarakia.


Jika dilihat dari peta, wilayahnya memanjang ke samping seperti bentuk ikan. Diberkahi dengan iklim hangat dan tanah yang subur, tanaman dapat tumbuh sepanjang tahun, dan konon sangat jarang ada orang yang kelaparan di tanah itu.


Dan makanan itu, pada akhirnya berubah menjadi kekuatan.


Federasi Zarakia sangat memuja dewa perang, Wols.


Sejak zaman mitologi, mereka mewarisi cara hidup Wols yang menjunjung tinggi kekuatan militer dan menempatkan penaklukan sebagai tujuan tertinggi. 


Negara ini pun memegang teguh prinsip meritokrasi: "Yang kuatlah yang berdiri di puncak."


──Di sudut Zarakia itu, di sebuah desa terpencil yang sepi.


Di sebuah ruangan dalam rumah kayu tua, terdengar tangisan bayi yang sangat nyaring.


Seorang ibu berambut merah, ayah berambut biru, dan kakak laki-laki berambut merah.


Di tengah mereka, bayi yang tertidur dalam buaian memiliki warna rambut yang—tidak pernah terlihat di negeri ini, bahkan di negeri mana pun.


"Hi-hit… rambut hitam…!"


"Tidak mungkin… ini…!"


Sang ibu membelalakkan mata, sementara sang ayah menahan napas.


Bukan karena perselingkuhan, bukan pula karena darah orang lain bercampur. Namun warna rambut dan mata itu adalah tanda istimewa yang diketahui oleh siapa pun yang hidup di dunia ini.


──Sekali dalam puluhan, atau bahkan ratusan tahun.


Sosok yang tiba-tiba dikirim dari langit.


Pahlawan yang akan menyelamatkan dunia, selalu terlahir dengan rambut hitam dan mata hitam.


"Ogyaaa, ogyaaa──!"


Tanpa mengetahui takdirnya, bayi itu hanya menangis keras. Namun pada saat berikutnya, sesuatu yang tak terduga terjadi.


"──Ga!"


"Eh…?"


"U… ga!"


"Ka-kau… barusan… berbicara…!?"


Di antara tangisan itu, terdengar suara yang mulai memiliki makna. Dari mulut yang seharusnya belum berkembang sempurna, mulai terbentuk kata-kata.


Hal yang seharusnya mustahil terjadi.


"Ri… ga!"


Dan akhirnya, saat itu pun tiba──


"Ri…kka!!"


Bayi berambut hitam dan bermata hitam itu merangkai suara seolah memanggil namanya sendiri.


Begitulah ia diberi nama "Rikka".


──Inilah kelahiran gadis yang kelak dikenal sebagai Pahlawan Air, Rikka Sedona.


◇◇◇


"──haa… masih harus latihan lagi?"


Sepuluh tahun berlalu, dan Rikka telah tumbuh menjadi gadis yang menggemaskan.


Sejak usia lima tahun, ia hampir setiap hari dipaksa memegang pedang kayu, menjalani latihan dengan enggan di bawah bimbingan ayah dan kakaknya.


"Rikka… kau adalah orang yang akan menjadi pahlawan. Tolong, lebih seriuslah──!"


Kakak laki-lakinya yang lima tahun lebih tua, Barbekyu Sedona.


Meskipun sangat menyayangi adik perempuannya, ia mati-matian berusaha membimbingnya agar memikul tanggung jawab sebagai pahlawan.


Namun──


"Soalnya kakak lemah."


"Ugh…!"


Sejak usia tujuh tahun, Rikka sudah melampaui kakaknya.


Sekarang, ia bahkan menunjukkan bakat yang melebihi ayahnya yang seorang ksatria daerah.


Kurva pertumbuhan seorang pahlawan memang berbeda dari manusia biasa.


Kekuatan mereka meningkat dengan kecepatan yang tidak sesuai usia, membuat siapa pun tidak bisa menyangkal bahwa keberadaan mereka itu tidak normal.


"Aku sih sebenarnya lebih suka belajar daripada pedang."


Rikka tiba-tiba menatap ke langit.


Namun yang ia lihat bukanlah langit biru.


Melainkan dunia lain yang jauh, tempat jiwanya pernah berada.


Setiap kali mengingatnya, dadanya terasa sesak.


Namun juga menghadirkan perasaan hangat—tentang seseorang yang sangat berharga baginya.


"Shuuji… kira-kira dia baik-baik saja di sana ya…"


Sedikit bayangan kesedihan melintas di mata gadis itu.


Meski begitu, ia tidak bisa berhenti melangkah, dipandu oleh takdirnya.


──Inilah kejadian tujuh tahun yang lalu dari sekarang.


Previous Chapter | ToC | 

1

1 comment

  • Agus Dedi Prasetya
    Agus Dedi Prasetya
    10/5/26 14:23
    Jejak vol 1 ss
    Reply
close