NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Suki na Ko ni Kokuttara, Futago no Imouto ga Omake de Tsuitekita V2 Prologue

 Penerjemah: Miru-chan

Proffreader: Miru-chan


Prologue

Sekolah adalah tempat yang kepadatan penduduknya ternyata tidak terduga. Setidaknya di SMA tempatku belajar, tidak sulit untuk menemukan tempat yang sepi.


Meski angka kelahiran menurun drastis, sekolahku masih memiliki sekitar 600 siswa, namun kabarnya dulu jumlahnya jauh lebih banyak. Berkat itu, ada banyak ruang kelas kosong yang tidak terpakai, sehingga mudah saja jika ingin sendirian, berduaan, atau bahkan bertiga.


"Ngomong-ngomong, ini sebenarnya ruangan apa?"


"Mana aku tahu."


"Kan Yuzuki yang menemukan tempat ini!"


Aku—Masaki Nakaba, dan kekasihku, Tsubasa Yuzuki.


Kami berada di sebuah ruangan kecil di sudut lantai tiga gedung sekolah baru. Gedung baru ini hanya berisi beberapa ruang praktik khusus, ruang rapat, dan ruang klub budaya, sehingga banyak ruangan yang menganggur. Aku pun jarang ke sini, paling hanya sesekali saat ada pelajaran di ruang khusus.


"Tapi kan, setidaknya kita sudah dapat izin resmi dari sekolah untuk memakai ruangan ini."


"Apa sekolah kita sesantai itu sampai membiarkan murid memakai ruang kosong begitu saja...?"


Yuzuki adalah seorang gadis gyaru cantik yang ceria dan memiliki pengaruh kuat di sekolah. Rambut cokelatnya yang panjang dihias dengan jepit rambut berbentuk kelelawar, ditambah anting dengan bentuk senada.


Meski musim panas, ia tetap memakai blus lengan panjang yang digulung sedikit, dan sebuah jam tangan elegan melingkar di pergelangan tangan kirinya. Rok kotak-kotaknya berpotongan sangat pendek. Wajahnya benar-benar simetris dan cantik luar biasa, tipe gadis yang akan diakui kecantikannya oleh siapa pun. Dadanya berukuran fantastis—cup G dengan lingkar 90 cm—namun pinggangnya tetap ramping.


Selain paras model dan proporsi tubuh yang melebihi idola gravure—Sebenarnya, dia adalah putri dari keluarga kaya raya yang tinggal mandiri di sebuah tower mansion. Mengesampingkan penampilannya, mungkin pihak sekolah memberikan "pertimbangan khusus" yang misterius kepada orang tua Yuzuki...


Pokoknya, saat ini kami berada di ruangan yang luasnya hanya sepertiga dari kelas biasa. Di sudut ruangan, beberapa kardus bertumpuk, dan lemari berisi dokumen-dokumen lama berjajar rapi. Mungkin ruangan ini dulunya digunakan oleh klub budaya atau komite tertentu.


"Lagipula, hal-hal seperti itu tidak penting, kan?"


"Uwoh."


Kami sedang duduk di lantai bersandar pada tumpukan kardus—dan Yuzuki tiba-tiba menciumku.


Meski aku sudah mulai terbiasa berciuman dengannya, aku tetap saja terkejut jika ia melakukannya tiba-tiba. Wajah seorang gadis cantik luar biasa berada sedekat itu tentu saja akan membuat jantung siapa pun berdegap kencang.


"Nn... ♡ Huff, jam istirahat itu singkat, jadi kita harus cepat-cepat bermesraan."


"Memangnya bermesraan butuh kecepatan?"


Memang benar sekarang jam istirahat siang, dan kami baru saja selesai makan bekal. Bekal itu dibuat sendiri oleh Yuzuki. Bagiku yang biasanya hanya makan roti dari kantin, ini adalah hal yang sangat kusyukuri. Bisa makan bekal enak, ditambah bisa berciuman dengan gadis secantik Yuzuki—


"Nnh, chu... nnh...!"


Yuzuki menyeringai nakal lalu menciumku berkali-kali. Ia menjilat bibirku pelan, lalu memasukkan lidahnya untuk membelit lidahku.


"Nnh... hah ♡ Bagaimana? Ciuman di sekolah rasanya berkali-kali lipat lebih beda, kan?"


"Y-yah, begitulah..."


Meski ini ruangan kosong, bukan tidak mungkin seseorang tiba-tiba masuk. Itu membuatku berdebar kencang dalam berbagai arti.


"Aku sih tidak keberatan kalau dilihat orang. Lagipula kita sudah mengumumkan kalau kita pacaran."


"...Benar juga."


Baru beberapa hari yang lalu Yuzuki mengumumkan hubungan kami kepada orang-orang di sekitar. Efeknya masih terasa sampai sekarang. Bagaimanapun, Yuzuki adalah gadis tercantik di sekolah, jadi berita dia punya pacar pasti akan memicu kehebohan. 


Ditambah lagi—


"Maaf membuat menunggu. Eh, kalian sedang asyik bermesraan lagi ya."


"Uwoh! F-Fuuka...!"


Pintu terbuka tiba-tiba dengan suara keras, membuat jantungku rasanya mau copot. Pasalnya, Yuzuki masih sibuk menciumku dengan manja tepat saat itu.


Tsubasa Fuuka adalah adik kembar Yuzuki.


Wajah mereka benar-benar identik, bahkan bentuk tubuh mereka pun mirip hingga hitungan milimeter. Namun, rambut Fuuka berwarna hitam pekat yang anggun. Gaya berpakaiannya juga berbeda dengan Yuzuki; ia memakai rompi sekolah berwarna krem yang kalem, blus putih, dan rok kotak-kotak pendek. Fuuka dulunya bersekolah di SMA khusus putri di dekat sini, dan baru saja pindah ke sekolah kami. 


Awalnya ia masih memakai seragam sekolah lamanya, tapi sekarang ia sudah mengenakan seragam sekolah ini.


"M-maaf. Aku tidak sabar menunggumu datang dan—"


"Tidak apa-apa kok."


Fuuka tersenyum manis lalu duduk di samping kami.


Menemukan tempat untuk sendirian atau berduaan itu mudah—tapi tentu saja, menjadi bertiga juga sangat gampang.


Alasan lain mengapa hubungan kami memicu kehebohan di sekolah adalah karena aku memacari si kembar cantik, Yuzuki dan Fuuka, secara bersamaan.


"Seperti yang kalian tahu, aku kan cuma 'bonus'."


"...Kenapa kamu kelihatan senang begitu, Fuuka?"


Menurutku, kata "bonus" bukanlah hal yang menyenangkan untuk didengar. Lagipula, situasi yang membuat Fuuka menjadi "bonus" adalah sesuatu yang sulit dipahami oleh orang normal.


Beberapa waktu lalu, aku memberanikan diri menyatakan cinta pada Yuzuki, teman sekelasku yang sudah lama kusukai. Jawaban yang kuterima saat itu sangatlah inovatif: "Aku mau, asalkan kamu juga memacari adik kembarku."


Fuuka, sang adik kembar, juga menerima status dirinya sebagai "bonus" seolah hal itu adalah sesuatu yang sangat wajar.


Tentu saja, aku tidak menganggap Fuuka sebagai bonus. Yuzuki pun pasti tidak menganggap adiknya sebagai bonus. Meski begitu, sekilas orang mungkin akan melihat Yuzuki yang bergaya mencolok sebagai tokoh utama dan Fuuka sebagai pelengkapnya. 


Kakak-beradik Tsubasa ini benar-benar kontras; yang satu gyaru yang modis, sementara yang lain tipe gadis polos yang anggun. Namun, orang yang beranggapan demikian berarti tidak memiliki mata yang jeli. Jika hanya melihat wajah, Fuuka adalah gadis yang luar biasa cantik, setingkat dengan Yuzuki hingga nyaris mustahil dibedakan. Dia adalah gadis jelita yang sama sekali tidak pantas dijuluki sebagai "bonus".


"Aku baru saja selesai makan siang bersama teman-teman." 


"Ah, syukurlah. Fuuka kan murid pindahan." 


Dia memang sedang dalam tahap memperluas pergaulan. Meski tidak memiliki teman sebanyak kakaknya, sang adik yang tampak pendiam ini ternyata memiliki kemampuan komunikasi yang cukup baik.


"Tapi, Masaki-san tetaplah prioritas utamaku."


"......!"


Chul. Begitu saja, Fuuka menciumku seolah itu hal yang lumrah. Meski hanya ciuman singkat di bibir, sensasi saat wajah cantik ini mendekat tetap saja terasa sangat kuat.


"Boleh kan... aku cium lagi?"


"Ah, enak saja. Tadi aku sedang asyik menikmatinya, tahu. Karena kamu datang terlambat, serahkan giliranmu pada kakakmu ini."


"Eeeh... Kalau sudah menikmatinya sampai aku datang, bukankah sekarang giliranku?"


"............"


Apakah memacari si kembar tidak menimbulkan masalah?


Jika ditanya begitu, aku hanya bisa menjawab, "Mana mungkin tidak ada masalah." Hubunganku dengan si kembar ini sepertinya sudah diketahui oleh seluruh siswa di sekolah. Bukan oleh siapa pun, melainkan Yuzuki dan Fuuka sendiri yang mengumumkannya—dan aku, meski terkejut, akhirnya mengakuinya.


Yuzuki adalah selebriti sekolah yang dikenal semua orang, sementara Fuuka adalah adiknya yang meski berstatus murid pindahan, keberadaannya sudah tersebar luas.


Masaki Nakaba memacari dua gadis kembar cantik sekaligus— Siswa SMA zaman sekarang tidak secuek itu sampai membiarkan berita seperti ini lewat begitu saja. Sebaliknya, berita semacam ini adalah "makanan empuk" bagi murid SMA di mana pun dan kapan pun.


"Haaah..."


"Kyaa!"


"Aaah!"


Saat aku merangkul bahu Yuzuki dan Fuuka secara bersamaan, mereka berdua memekik pelan dengan nada yang imut.


"Kalau ada yang melihat kita seperti ini, suasana bakal makin heboh, lho."


"Biarkan saja heboh. Memang faktanya kita pacaran, kan?"


"Karena ini fakta. Malah lebih baik kita buat mereka makin heboh."


"............"


Si kembar ini sepertinya sama sekali tidak peduli meskipun mereka menjadi bahan gosip di sekolah. Wajar saja, karena hubungan kami tidak ketahuan secara tidak sengaja, melainkan karena mereka sendiri yang membocorkannya.


"Yah, benar juga. Aku juga harus bersikap jantan."


"Haha, harus begitu dong! Itulah kenapa Masaki memang yang terbaik!"


"Iya, karena sikapnya yang seperti ini, Masaki-san memang luar biasa."


Yuzuki dan Fuuka bersandar di kedua sisiku. Lengan kananku didekap oleh sang kakak, Yuzuki, dan lengan kiriku didekap oleh sang adik, Fuuka.


Mengingat raut wajahku yang memang terlihat sangar, pemandangan ini mungkin membuatku tampak seperti bos mafia yang sedang dikelilingi wanita cantik. Namun, aku sama sekali tidak menyesal telah mulai memacari si kembar ini—


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close