NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Deatte Hitotsuki de Zecchō Jorei! Volume 3 Prolog

Prolog


Di antara keluarga-keluarga tua yang mendominasi industri pembasmi setan di Jepang, ada satu nama yang selalu disebut sebagai yang terkemuka: Klan Soya, atau yang dikenal sebagai Klan Soya Si Pembuat Shikigami.

Soya Misaki, putri pewaris dari keluarga roh suci yang termasyhur itu, mulai menjalani latihan pembasmi setan bahkan sebelum ia masuk sekolah dasar.

Lingkungan pendidikannya sempurna. Ia memiliki guru-guru terbaik, artefak magis yang mampu menarik keluar potensi tersembunyi, serta ruang latihan di mana ia bisa melepaskan jurus pembasmi setan sesuka hati.

Di tengah segala kemewahan itu, Soya Misaki menghabiskan masa kecilnya yang penuh pertumbuhan.

Namun, ia tidak memiliki bakat.

Meski ia mampu mempelajari berbagai macam teknik dengan lincah, masalah utamanya terletak pada cadangan kekuatan roh yang terlalu rendah.

Tak peduli seberapa rumit jurus yang ia aktifkan, semuanya sia-sia jika energi dasarnya tidak mencukupi.

Dibandingkan dirinya, Kuzunoha Kaede—kakak sepupunya yang hanya setahun lebih tua—sudah mulai mengasah kemampuan di medan pertempuran sungguhan.

Sementara Soya Misaki masih kesulitan menghadapi roh rendahan kelas 1 skala satu sekalipun.

Suatu hari, gadis kecil yang sedang gelisah itu akhirnya bertanya kepada orang tuanya.

“Bagaimana caranya agar aku bisa menjadi pembasmi setan yang kuat seperti Papa dan Mama?”

Reaksi kedua orang tuanya langsung terbelah menjadi dua.

Ayahnya, yang tampak seperti pohon kering yang telah kehabisan cairan, hanya diam dengan wajah canggung.

Sebaliknya, ibunya yang berparas segar dan bercahaya justru membuka mulut dengan nada riang.

“Begini ya… Kalau suatu saat nanti kamu sudah dewasa dan bertemu dengan partner terbaik yang bisa kamu percayai sepenuh hati, barulah kekuatan penuh klan Soya bisa kamu keluarkan.”

Ibunya berhenti sejenak, lalu menurunkan suaranya.

“ Kekuatan kami yang juga disebut sebagai Klan Soya Si Manusia Shikigami.”

Manusia Shikigami? Partner terbaik?

Soya Misaki kecil tidak terlalu mengerti.

Apakah “partner terbaik” itu berarti jodoh takdir?

Seperti Papa bagi Mama…?

Karena ia masih gadis kecil, ia memang percaya pada dongeng tentang benang merah takdir.

Tapi ketika dibilang bahwa tanpa bertemu orang itu ia tidak akan bisa menjadi pembasmi setan yang kuat, kecemasan langsung menyelimutinya.

“Tenang saja. Meski seandainya kamu tidak menemukan orang itu, begitu kamu menginjak usia remaja… paling lambat saat lulus SMP, kamu pasti sudah bisa menggunakan jurus-jurus kuat.”

Menyadari kegelisahan putrinya, ibu Soya Misaki tersenyum lembut.

“Benarkah!?”

Mendengar jaminan dari ibunya yang sangat ia hormati, Soya Misaki langsung melonjak kegirangan. Ibunya mengangguk pelan.

“Ya, tentu saja. Karena anak perempuan biasanya mengalami pubertas lebih cepat.”

“?”

Lagi-lagi kalimat yang sulit dipahami. Soya Misaki memiringkan kepala. Ibunya lalu menatapnya lurus, seolah ingin menanamkan kata-katanya dengan kuat.

“Intinya, kekuatan roh kamu pasti akan naik di masa depan. Oleh karena itu, jangan pernah merajuk dan malas berlatih, mengerti?”

“Ya! Mengerti!”

Meski banyak hal yang masih sulit dipahami, jika itu kata-kata dari orang tua yang ia hormati, pasti benar adanya.

Dengan sikap optimis khas anak kecil dan kepolosannya, Soya Misaki berhasil mengusir kecemasannya. Sejak itu, ia terus berlatih tanpa kenal lelah.

Namun pada akhirnya, kekuatan roh Soya Misaki tidak pernah naik.

Dan ketika kenangan tentang percakapan dengan ibunya mulai samar, julukan “Putri pewaris klan Soya yang diakui semua orang sebagai pecundang” sudah sepenuhnya melekat padanya.



Illustrasi | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close