NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kodoku Datta Kokuminteki Bishoujo no Imouto wo Hitoban Tometara Natsukareta V1 Prologue

 Penerjemah: Miru-chan

Proffreader: Miru-chan


Prologue

Itu adalah musim semi di tahun ketiga sekolah menengah atas. Suatu hari di awal bulan April, ketika bunga-bunga sakura yang mekar penuh mulai berguguran. Waktu itu adalah saat matahari yang hampir tenggelam mulai mewarnai kota dengan warna merah keunguan.


"......Siapa itu?"


Saat pulang ke rumah setelah menyelesaikan pekerjaan, aku melihat sosok gadis yang tidak kukenal di depan kamarku. Melihat penampilannya yang dibalut seragam, dia pastilah seorang siswi SMA. Namun, penghuni apartemen ini semuanya adalah laki-laki yang tinggal sendiri; tidak ada siswi SMA, apalagi wanita muda yang tinggal di sini.


Tepat ketika aku bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan seorang siswi SMA di depan kamarku.


Sadar akan kehadiranku, dia mendongak dan menatapku seolah ingin memastikan sesuatu.


"......Apakah Anda, Kanata-san?"


Yang keluar dari bibirnya adalah namaku.


Kehilangan kata-kata terjadi bahkan sebelum aku sempat mempertanyakan mengapa dia mengenalku, karena wajah gadis itu sangat mirip—bagaikan pinang dibelah dua—dengan 'seorang gadis yang dulu pernah kukenal'.


"Anda Souma Kanata-san, bukan?"


Dia melangkah mendekat sambil menggumamkan namaku. Bahkan suaranya yang nyaman didengar dan menggelitik telinga pun tidak salah lagi adalah milik gadis itu sendiri. Rambut panjangnya yang diterpa matahari terbenam berkilau keemasan. Fitur wajahnya yang rupawan serta proporsi tubuhnya yang ideal—yang digadang-gadang sebagai dambaan wanita modern—masih sama seperti dulu; sebuah kecantikan yang akan membuat siapa pun yang berpapasan dengannya menoleh dan menahan napas.


Meski aku tahu dia tidak mungkin gadis itu, aku tidak bisa menyangkal pemandangan di depan mataku.


"Sudah lama tidak bertemu. Saya Yuu, adik dari Tachibana Haruka."


"Adik dari...... Tachibana Haruka?"


Mungkin karena aku terdiam akibat terlalu terkejut. Dia menatap wajahku dengan saksama sembari menunjukkan ekspresi cemas.


"Kita pernah bertemu sekitar 3 tahun yang lalu, apakah Anda tidak mengingatnya?"


"A, ah...... aku ingat. Tapi, mengapa kamu ada di sini?"


"Sebenarnya...... saya datang karena ada permohonan kepada Kanata-san."


"Sesuatu yang ingin kamu mohonkan dariku?"


Dia menarik napas dalam-dalam sambil menempelkan kedua tangannya di dada. Tepat saat ekspresi serius muncul di wajahnya, firasat buruk terlintas dari lubuk hatiku yang terdalam.


"Saya, ingin menjadi aktris──"


Tampaknya anggapan bahwa firasat buruk selalu menjadi kenyataan itu memang benar.


"Sudilah kiranya, Anda mengajarkan seni peran kepada saya?"


Dia memohon dengan sangat sembari bersandar di dadaku.


Hal yang membuatku terusik bukanlah alasan mengapa dia ingin menjadi aktris, melainkan warna di matanya──di balik sepasang mata yang dipenuhi tekad itu, samar-samar tersirat rona kesedihan. 


Berlawanan dengan kesiapan yang diucapkannya, matanya terlalu kehilangan corak warna untuk seseorang yang sedang menceritakan impiannya. Aku tidak tahu alasan dia ingin menjadi aktris, maupun situasi pelik yang membuatnya tenggelam dalam kesedihan.


Namun, bagiku, itu adalah permohonan yang paling buruk.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close