NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kodoku Datta Kokuminteki Bishoujo no Imouto wo Hitoban Tometara Natsukareta V1 Bonus BookWalker

 Penerjemah: Miru-chan

Proffreader: Miru-chan


Adegan Pernyataan Cinta

Pada suatu hari libur, ketika aku sedang mengajarkan akting kepada Yuu di rumah.


"Baiklah, kita sudahi latihan dasarnya sampai di sini dan mari mulai latihan praktik."


"Artinya, kita akan berakting berdasarkan naskah tertentu?"


"Benar. Kebetulan aku punya naskah yang sangat cocok untuk latihanmu."


Sambil berkata demikian, aku menyodorkan sebuah buku naskah.


"Ini... naskah drama saat Kakak beradu peran dengan Kanata-san?"


Ya—itu adalah naskah drama debut mendiang Tachibana Haruka, sekaligus menjadi proyek adu peran pertama dan terakhir bagi kami berdua. Dan juga, naskah dari drama yang menjadi karya perpisahan sebelum aku pensiun. Karena memiliki banyak kenangan dalam berbagai arti, aku menyimpannya sebagai kenang-kenangan.


"Mumpung ada kesempatannya, mari kita berlatih menggunakan adegan dialog antara aku dan Tachibana Haruka."


Aku langsung memberi tahu Yuu bahwa dia bebas memilih adegan mana saja yang dia sukai. Namun, dari sekian banyak pilihan, dia malah memilih adegan di mana aku menyatakan cinta kepada Haruka.


"Aduh, kalau yang ini agak..."


"Bukankah tadi bilang saya bebas memilih adegan yang saya sukai?"


...Karena aku sendiri yang mengatakannya, rasanya tidak jantan jika sekarang aku malah menarik kata-kataku kembali. Akhirnya, sembari membuang jauh-juku rasa malu, aku pun melontarkan kembali untaian kalimat yang dulu pernah kuucapkan kepada Tachibana Haruka.


"Aku... menyukaimu—"


Di dalam naskah, ini adalah adegan klise di mana Tachibana Haruka seharusnya membalas dengan ucapan, 'Aku juga'. Namun, seberapa lama pun aku menunggu, dialog balasan itu tidak kunjung terdengar.


"Yuu, ada apa?"


"Ah... maaf. Tolong ulangi sekali lagi."


Sembari menata kembali perasaan, kami memulai pengambilan adegan kedua. Meski begitu, Yuu tetap tidak mengucapkan dialognya. Berapa kali pun kami mengulangnya, dia hanya terdiam, salah melafalkan dialog, atau pada akhirnya malah merona merah di kedua pipinya seolah sedang meresapi dalam-dalam kalimat yang kuucapkan.


"Jangan-jangan... kamu sengaja?"


"Maafkan saya. Meskipun ini hanya akting, ini pertama kalinya bagi saya mendengar seorang pria menyatakan cinta, jadi tanpa sadar saya terbawa perasaan. Tapi, jumlah kesalahan saya masih lebih sedikit dibandingkan Kakak dulu, jadi tolong maafkan saya, ya."


"Bagaimana bisa kamu tahu jumlah kesalahan Tachibana Haruka?"


"Kakak sendiri yang bercerita. Katanya, dia merasa sangat bahagia saat mendengar Kanata-san mengucapkan kata 'suka' kepadanya, sampai-sampai sengaja membuat kesalahan sebanyak dua puluh kali. Kakak bilang, hari itu adalah hari di mana dia merasa paling bahagia sepanjang hidupnya."


Aktris jenius itu... Karena saat itu adalah karya debutnya, aku selalu memaklumi kesalahannya, tapi ternyata dia sengaja melakukannya, toh?


Pada akhirnya, di hari itu, Yuu berhasil membuatku menghujaninya dengan untaian kata-kata cinta yang jumlahnya bahkan melampaui apa yang pernah kuucapkan kepada kakaknya dulu.


Previous Chapter | ToC | 

Post a Comment

Post a Comment

close