NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Seijitsu Sugiru Shounen no Tsuihou-saki ga, Otokogiraina Bishoujo Shika Inai Saikyou Butaidattara? V1 Chapter 3

 Penerjemah: Flykitty

Proffreader: Flykitty


Chapter 3

Malam Pertama

"──Ini kamar Finn-kun!"


Setelah selesai diajak berkeliling melihat tempat-tempat yang biasa digunakan di markas, sebagai penutupnya.


Sekarang aku sedang melangkah masuk ke tempat yang akan menjadi kamarku di markas garis depan ini.


"K-kamar sebesar ini, untukku……apa benar tidak masalah?"


"Tentu saja!" Kata Elena sambil tersenyum.


Ada meja, kursi, rak buku, tempat tidur, dan jendela berbentuk indah yang tampaknya akan membiarkan cahaya matahari masuk dengan baik.


Padahal, aku bahkan sempat membayangkan kemungkinan harus tidur di tengah hutan…….


"Aku senang sekali……! Terima kasih banyak……!"


"Tidak perlu dipikirkan! Finn-kun sekarang sudah menjadi anggota pasukan garis depan ini!"


……Anggota pasukan garis depan.


Sampai tadi malam, aku tidak pernah membayangkan akan diberi kamar seluas ini.


Atau mendapat kata-kata seperti itu.


……Namun.


"Karena siang hari ramai bersama semua orang, rasanya kalau malam sendirian di kamar seluas ini mungkin akan sedikit terasa sepi……"


Elena membelalakkan mata lalu buru-buru berkata.


"Kalau merasa kesepian, kapan saja boleh panggil aku! Kamarku satu lantai di atas, jadi kalau mengetuk pintuku aku akan menemanimu kapan saja!"


"S-sungguhkah!?"


"Yup! Bahkan kalau aku sedang sibuk pun, anak-anak lain pasti akan menemanimu……karena semua orang sangat menyukai Finn-kun."


"……Terima kasih banyak, sungguh. ……Sedikit banyak aku memang merasa cemas saat membayangkan sendirian di tempat garis depan ini, tapi kata-kata Elena-san tadi membuat hatiku terasa lebih ringan."


"Begitu ya……meski sudah berkali-kali kupikirkan tetap saja luar biasa, peserta pelatihan dikirim ke garis depan. ……Pasti cemas ya."


"……"


Apa yang baru saja dikatakan Elena-san memang salah satu sumber kecemasanku. Yang paling membuatku takut adalah kalau aku malah menghambat semua orang.


Namun, kecemasanku sekarang bukan hanya itu.


Bagaimanapun, tentang atasan──saat aku hampir kembali mengingatnya.


"Tak apa……semuanya akan baik-baik saja."


Elena mengusap kepalaku sambil menatap dengan ekspresi lembut.


"Seperti yang kubilang pagi tadi, aku akan melindungi Finn-kun."


"Elena-san……"


Suatu hari nanti, aku juga ingin bisa menjadi cukup kuat untuk melindungi Elena-san.


Melindungi semua orang.


"……"


Saat Elena-san mengusap kepalaku. Aku tak lagi memikirkan atasanku, dan hatiku terasa sangat tenang.


Tak lama kemudian, Elena-san melepaskan tangannya dari kepalaku lalu tersenyum lembut.


"Kalau begitu, hari ini pasti melelahkan, jadi bagaimana kalau sekarang kita pergi mandi bersama?"


"Ya!"


Karena itu, aku membawa pakaian ganti.


Lalu bersama Elena-san yang juga sudah mengambil pakaian gantinya, kami datang ke depan pemandian.


Dan begitu saja, kami berdua membuka pintu pemandian.


Lebih tepatnya, pintu ruang ganti, lalu masuk ke dalam.


Dan kemudian──


"Hm? Elena-senpai……dan Teraword-kun!?"


"Kalian bawa pakaian ganti, jangan-jangan kami bisa mandi bareng Tera-kun……?"


"Eh……!? Dengan Teraword-kun……!?"


"Rasanya cuma lihat dia bawa pakaian ganti saja sudah lucu……"


"Aku ingin mencuci tubuhnya……!"


Di sana ada sekitar sepuluh anggota pasukan garis depan ini. Dengan kata lain, ada sekitar sepuluh wanita cantik di sana.


Dan karena kebanyakan baru mulai melepas pakaian mereka.


Kulit yang terlihat memang belum terlalu banyak……tetapi.


Kait bra di punggung putih ramping yang memiliki lekuk pinggang.


Kaki yang sedang melepas rok.


Bagian dada yang sedikit terlihat dari balik pakaian dalam jika dilihat dari samping belakang.


Seperti itu, tergantung orangnya, ada yang memperlihatkan sebagian pakaian dalam, punggung, atau dadanya.


Dan aku──kepalaku langsung kosong total.


Benar juga.


Saat Elena-san mengajakku mandi bersama.


Aku mengangguk begitu saja tanpa memikirkan apa pun, tapi. Bahkan mandi bersama Elena-san saja sudah luar biasa memalukannya.


Belum lagi di pemandian markas ini bersama semua orang lain juga……atau lebih tepatnya.


Kalau aku terus melihat pemandangan seperti ini lebih lama lagi, kepalaku benar-benar akan kosong…….


Bahkan mungkin jadi hampa total!


Menyadari itu, aku buru-buru mengalihkan pandangan.


Namun──


Yang ada di arah pandanganku berikutnya juga tubuh wanita.


Seseorang tampaknya baru melepas jaket seragam militernya dan berhenti saat sedang membuka beberapa kancing pakaian dalamnya.


Mungkin dia berhenti karena kami datang, tapi karena kancingnya terbuka, belahan dadanya sedikit terlihat.


"Hm, Teraword-kun. Ada apa?"


"T-t-tidak apa-apa!"


Saat mataku bertemu dengan orang yang tadi tanpa sengaja kulihat dadanya sekilas, aku buru-buru mengalihkan pandangan lagi.


Lalu tanpa sadar aku meraih lengan seragam militer Elena-san yang ada di sampingku.


"F-Finn-kun!? A-ada apa?"


"M-maaf, Elena-san. Aku ternyata memang……m-malu mandi bersama semua orang……"


"Lucunya……!"


Elena-san sempat berseru sesaat, tapi segera kembali tenang.


"B-begitu ya……Finn-kun, kenapa malu?"


Saat Elena-san bertanya, semua orang di sini juga berhenti bicara dan menatap ke arahku.


Di tengah keheningan itu, meski merasa malu, aku membuka mulut.


"Selama ini aku memang sering berbicara dengan perempuan di sekolah sihir atau markas militer, tapi hampir tidak pernah melihat bagian kulit yang biasanya tidak terlihat seperti ini, dan lagi kalian semua sangat cantik, jadi aku jadi merasa gugup dan malu……"


"Can……!"


"Tik……!"


Entah kata-kataku tersampaikan dengan baik atau tidak, tapi saat aku mengungkapkan isi hatiku apa adanya.


Semua orang mulai heboh sedikit.


"Yang barusan gawat... dibilang cantik langsung sama Teraword-kun itu gawat...."


"Kurasa itu lebih mempan daripada sihir apa pun yang pernah kuterima...."


"Can...tik...."


"Semuanya? Ada apa dengan kalian?"


Saat aku bertanya, Elena-san buru-buru berdiri di antara aku dan mereka semua.


"T-tidak usah dipikirkan! Umm... kalau begitu, hari ini kita mandi terpisah saja ya! Namanya juga mandi, kalau tidak bisa rileks jadi tidak ada artinya!"


"M-maaf.... Padahal Elena-san sudah mengajakku...."


"Aku bisa mengajakmu kapan saja, jadi tidak usah khawatir! Kalau begitu, aku sekarang mandi bersama semuanya dulu, jadi Finn-kun tunggu di kamar ya! Nanti setelah selesai aku akan memberi tahu!"


"Baik...!"


Sesuai yang dikatakan, aku kembali sendirian ke kamarku.


Aku membuka buku pelajaran sihir yang kubawa dan mulai belajar.


"Finn-kun! Semua orang sudah selesai mandi, jadi sekarang kau boleh masuk!"


"Terima kasih banyak!"


Begitu Elena-san datang memberitahuku, aku membawa pakaian ganti dan pergi sendirian ke kamar mandi.


Aku melepas pakaian di ruang ganti, lalu langsung masuk ke area pemandian.


"Lu... luas sekali...."


Itu kata pertama yang tanpa sadar keluar dari mulutku.


Mungkin karena memang dirancang untuk dipakai puluhan orang sekaligus, luasnya benar-benar tidak normal.


Ada puluhan alat sihir yang mengeluarkan air dan air panas, serta banyak cermin juga dipasang di sana.


Dekorasinya juga masih sama seperti sebelumnya, bernuansa mewah dan terasa sangat elegan.


"Barusan, semua orang mandi di sini dan....!"


Aku hampir memikirkan hal aneh, jadi buru-buru menggelengkan kepala untuk mengusir pikiran itu.


Lalu, setelah selesai membersihkan tubuhku.


Aku langsung berendam di pemandian besar itu.


"Nyaman sekali...."


Mungkin semua orang tadi juga menghilangkan lelah setelah latihan di pemandian ini.


Aku sendiri belum pernah mandi bersama banyak orang, tapi semua orang di sini──saat memikirkan itu.


Aku menyadari perubahan pada diriku sendiri, lalu bergumam pelan.


"Aku... terus memikirkan mereka semua."


Apa karena pemandian ini terlalu luas untuk diriku seorang?


...Tidak, itu hanya pemicunya saja.


Artinya, dalam satu hari ini saja, mereka semua sudah menjadi keberadaan yang sangat besar bagiku.


"......"


Di pemandian luas ini, hanya ada aku seorang diri.


Saat memikirkan itu.


"Entah kenapa... rasanya kesepian."


Sambil melihat sekeliling pemandian, tanpa sadar aku bergumam begitu. Lalu, sambil menatap wajahku yang terpantul di permukaan air.


"Mungkin tidak mudah dilakukan tiba-tiba... tapi beberapa hari lagi, aku akan mencoba menahan rasa gugup dan malu ini, lalu mandi bersama semuanya."


Walaupun bilang menahan, kurasa rasa gugup dan malu itu pasti tetap ada.


Tapi lebih dari itu, aku tidak suka kalau waktu yang bisa kuhabiskan bersama mereka jadi berkurang.


Sampai-sampai sekarang aku merasa sangat menyayangi mereka semua.


"...Baiklah."


Setelah memutuskan untuk segera keluar dari pemandian.


Suara air bergema di pemandian luas yang hanya dihuni satu orang itu. Lalu, di ruang ganti yang tadi ramai, sekali lagi aku mengenakan pakaianku sendirian.


Setelah keluar dari ruang ganti, aku berjalan sendirian menuju kamarku.


Apa hari ini akan berakhir dengan aku sendirian saja── tepat saat aku memikirkan itu.


"Ah! Selamat datang kembali, Finn-kun! Rasanya segar?"


Di depan kamarku, Elena-san berdiri di sana.


"Elena-san...!?"


"Mm! Ah, Finn-kun, rambutmu masih sedikit basah, tahu? Aku akan mengeringkannya dengan benar, jadi ayo masuk ke kamar bersama!"


"Eh? B-baik!"


Meski masih tercengang, aku tetap menjawabnya lalu masuk ke kamarku bersama Elena-san.


Kemudian, karena diminta duduk di kursi, aku pun duduk.


Elena-san mulai mengeringkan rambutku dengan lembut menggunakan handuk.


"Elena-san... kenapa menungguku?"


"Karena Finn-kun bilang kalau sendirian mungkin akan merasa kesepian.... Apalagi setelah sendirian di pemandian sebesar itu."


"Sampai melakukan sejauh itu demi aku...."


"Hal seperti ini sudah sewajarnya kok, sewajarnya!"


Sambil berkata begitu, Elena-san melepaskan tangannya dari kepalaku lalu menaruh handuk di dekatnya.


"Mm! Kurasa sekarang sudah oke!"


"Terima kasih banyak."


"Kalau begitu, supaya Finn-kun tidak kesepian, hari ini aku akan menemanimu sedikit lebih lama ya!"


"Aku senang sekali....!"


Sejak kami bertemu tadi, memang selalu begitu.


Elena-san sangat baik. Benar-benar... hangat.


Dibanding pemandian tempat aku masuk sendirian tadi, kehangatan yang kurasakan saat bersama Elena-san sekarang terasa berkali-kali lipat lebih besar.


Lalu, setelah beberapa lama kami duduk berdua di kursi sambil mengobrol.


Aku mulai mengantuk dan tanpa sadar mengusap mataku.


"Apa itu cara mengusapnya...! Lucu seka── bukan itu! K-kau mulai mengantuk ya?"


Elena-san sempat ingin mengatakan sesuatu, tapi langsung menghentikannya dan bertanya padaku.


"Iya.... Padahal sedang berbicara dengan Elena-san, maaf."


"Uuuh, aku datang justru supaya Finn-kun tidak kesepian sampai tertidur, jadi tidak ada yang perlu dimaafkan!"


Dengan suara lembut, Elena-san berdiri dari kursinya.


"Kalau begitu, aku kembali ke kamarku dulu ya.... Sampai besok, Finn-kun!"


Sambil tersenyum cerah, Elena-san membalikkan badan membelakangiku.


...Apa tidak apa-apa mengatakan ini?


Apa aku malah merepotkannya? 


Bahkan sebelum sempat memikirkan itu. Melihat punggung yang tampaknya akan segera pergi meninggalkanku.


Tanpa sadar, aku meraih ringan ujung lengan bajunya seakan ingin menghentikannya.


"Finn-kun...? Ada apa?"


Elena-san menoleh dan bertanya padaku.


Dengan sedikit gugup, aku membuka mulut dan berkata.


"Elena-san... malam ini, aku masih ingin bersama Elena-san sedikit lebih lama...."


"Eh!? M-ma-malam ini...!?"


"Iya...."


"M-malamm ini ingin bersama berarti... k-kau sedang mengajakku...?"


"Benar."


"Eh...!?"


Saat ini, aku memang sedang mengajak Elena-san untuk menemaniku sedikit lebih lama.


"J-jadi begitu...? T-tunggu dulu!"


Elena-san mengalihkan wajahnya dariku, lalu dengan suara sangat kecil. Ia mulai bergumam cepat.


"Kalau biasanya bilang ingin bersama malam ini itu hampir selalu kalimat rayuan seperti itu, tapi kalau Finn-kun.... Tapi Finn-kun juga laki-laki, mungkin saja dia tertarik hal seperti itu? P-pokoknya aku harus mencari tahu maksud sebenarnya...!"


Setelah selesai bergumam, Elena-san mengangguk sekali lalu menatapku lagi dengan pipi memerah dan ekspresi gugup.


"Umm... seperti yang sudah sering kubilang, selama ini pasukan garis depan ini isinya hanya perempuan, jadi kami belum menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk itu...."


"Persiapan...."


Aku hanya ingin bersama Elena-san.


Karena itu.


"Persiapan... memang perlu?"


"Eh!? M-melakukannya tanpa persiapan!?"


"Eh...? Melakukan...?"


Sedang membicarakan apa ya...?


"Ah... m-maaf ya? Tidak apa-apa kok."


Elena-san kembali memalingkan wajahnya, lalu sekali lagi bergumam pelan.


"Finn-kun pasti tidak bermaksud seperti itu! Apa yang kupikirkan sih! ...Tapi dia mengajakku bersama malam ini, masa aku tidak melakukan apa pun──"


Tadi aku terlalu fokus dengan pikiranku sendiri sampai tidak terlalu memperhatikan hal lain. Tapi setelah kulihat baik-baik, keadaan Elena-san tampak agak aneh.


...Jangan-jangan.


"Maaf, Elena-san. Ini bukan sesuatu yang harus dilakukan, jadi kalau merepotkan──"


"Sama sekali tidak masalah! Tidak masalah! Kalau Finn-kun ingin aku tetap bersamamu, aku akan menemanimu selama apa pun!"


Begitu aku menghentikan ucapanku, Elena-san langsung menatapku dan mengatakan itu.


"Elena-san...!"


Aku langsung senang sampai suaraku meninggi, dan Elena-san membalas dengan senyum lembut.


"Tapi Finn-kun kelihatannya mengantuk, jadi daripada duduk di kursi, bagaimana kalau berbaring di tempat tidur saja...? Aku akan berada di samping tempat tidur sampai Finn-kun tertidur."


"Terima kasih banyak....!"


Sambil merasakan rasa hangat Elena-san yang entah sudah berapa kali kurasakan hari ini.


Aku berjalan menuju tempat tidur di kamar ini bersama Elena-san. Lalu, aku menyelimuti diriku sendiri dan berbaring di atas tempat tidur.


"Tempat tidur ini... empuk sekali dan nyaman."


"Syukurlah. Berarti usahaku memilih bahan terbaik tidak sia-sia."


Suara lembut Elena-san terdengar di kepalaku yang mulai mengantuk.


Rasanya aku bisa langsung tertidur kapan saja.


"Finn-kun... hari ini kau benar-benar sudah bekerja keras. Kau boleh beristirahat dengan tenang sekarang."


Sambil berkata begitu, Elena-san mengelus kepalaku.


Bekerja keras... ya.


Memang, hari ini rasanya terlalu banyak kejadian untuk disebut hanya satu hari.


Saat dielus Elena-san, mungkin karena rasa tenang itu.


Kantuk besar tiba-tiba menyerangku, tapi aku tetap membuka mulut untuk menyampaikan apa yang kupikirkan.


"Elena-san. Terima kasih karena sudah terus bersamaku sepanjang hari ini.... Aku benar-benar senang bisa bertemu dengan Elena-san."


Meski rasanya aku hampir tertidur, aku melanjutkan.


"Aku, berkat Elena-san──"


"Jangan begitu... Finn-kun...."


"Hal-hal tentang masa depanku yang sebelumnya sangat kutakuti──"


"Kalau Finn-kun mengatakan itu padaku...."


"Sekarang jadi sangat... kunantikan...."


"Kalau kau bilang begitu... aku benar-benar── ah...."


"......"


"B-bahkan wajah tidurmu pun lucu....! ...Kau benar-benar sudah bekerja keras. Selamat tidur, Finn-kun."


Dalam kesadaranku yang mulai tenggelam ke dalam tidur.


Terakhir, kurasa aku mendengar suara Elena-san yang tersenyum lembut hanya dari nadanya saja──


◆ ◇ ◆


Setelah Finn tertidur.


Elena mematikan cahaya alat sihir yang menerangi kamar Finn.


Lalu diam-diam keluar dari kamar, menaiki tangga dan masuk ke kamarnya sendiri── tepat setelah itu.


Elena langsung melompat ke tempat tidur dan mulai berguling-guling karena momentum itu.


"Astagaaa! Tidak boleh begitu, Finn-kun...! Mengatakan ingin bersama malam ini dengan wajah selugu dan selucu itu...! Kalau bukan aku, pasti sudah tidak bisa menahan diri tahu!? Maksudku, kalau tadi aku benar-benar melakukan sesuatu padamu bagaimana!?"


Sampai sekarang, Elena hanya pernah bertemu pria yang sama sekali tidak bisa dipandang sebagai lawan jenis.


(Tapi aku sendiri juga tertarik pada laki-laki seperti Finn-kun... tidak, bukan cuma tertarik, aku....)


Sambil berpikir begitu, Elena mengingat kata-kata yang tadi diucapkan Finn.


──Aku benar-benar senang bisa bertemu dengan Elena-san.


Ia memikirkan satu lawan jenis sampai sejauh itu.


Bagi Elena, yang selama ini hanya bertemu pria penuh kesombongan dan nafsu egois.


Hal seperti ini adalah pertama kalinya.


(Tapi... setelah bertemu laki-laki seperti itu, mau bagaimana lagi)


Di depan matanya ada lawan jenis yang sesuai seleranya.


Polos.


Mengajaknya.


Mengucapkan rasa terima kasih padanya.


Karena semua itu, entah sudah berapa kali Elena hampir menindih Finn tadi. Meski begitu, Elena tetap menahan diri.


"Aku memang ingin melakukan hal seperti itu dengan Finn-kun, tapi supaya tidak mengkhianati kepercayaannya, kami harus menjalani semuanya dengan urutan yang benar...."


Karena itu, perlahan-lahan.


"Perlahan-lahan saja ya.... Tidak perlu terburu-buru. Mulai sekarang kita akan selalu bersama, dan aku pasti akan melindungimu, Finn-kun...."


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close