Kata
Penutup
Halo para pembaca sekalian, saya Nishijou You. Terima kasih banyak telah mengambil buku ini.
Di volume kedua ini, Tachibana benar-benar beraksi,
ya. Saat menulisnya, saya terus berpikir, "Gadis yang luar biasa."
Mulai dari menendang punggung Kirishima melalui pintu,
hingga memakai kalung dan menjadi anjing.
Tentu saja, Hayasaka juga mempesona. Dia tidak hanya
manis dan yandere, tetapi adegan saat dia berdebat dengan Tachibana di
ruang klub juga terasa begitu tegang. Saya sendiri sebagai penulis merasa gugup
saat menulisnya.
Kira-kira, akan jadi seperti apa mereka ke depannya?
Perkembangan ceritanya saya serahkan pada pergerakan hati
mereka, jadi saya sendiri pun belum tahu.
Mungkin Hayasaka akan berjuang dengan gigih, atau mungkin
dia akan semakin hancur. Yanagi pun, jika sudah sampai sejauh ini, seharusnya
tidak bisa lagi menjadi "orang baik" begitu saja.
Bagaimanapun juga, kisah cinta mereka tidak akan menjadi
kisah cinta anak baik-baik.
Mungkin orang-orang di luar sana akan menyebutnya tidak
murni atau tidak sehat.
Omong-omong, saya juga menggunakan kata-kata itu di dalam
cerita, tetapi jika ditanya apakah mereka benar-benar tidak murni dan tidak
sehat, menurut saya tidak sepenuhnya begitu.
Mungkin Kirishima berpikir bahwa fantasi cinta murni yang
memuja cinta sebagai sesuatu yang terlalu indah, justru adalah bentuk
ketidakjujuran.
Karena hati manusia itu berbeda-beda dan selalu berubah,
mustahil jika harus distandarisasi ke dalam satu nilai atau gaya tertentu.
Secara ekstrem, cinta murni hanyalah satu ideologi yang mudah membuat kesadaran
diri mabuk. Jika seseorang sadar akan hatinya sendiri, dia akan terbangun dari
mabuk itu dan keluar dari jalurnya.
Hayasaka dan Tachibana pun benar-benar berhadapan dengan
perasaan mereka, sehingga mereka tidak secara tidak sadar mengikuti pola cinta
yang umum. Dibandingkan dengan citra di mata publik, mereka
bertindak sesuai dengan hati mereka yang jujur.
Justru karena mereka bersungguh-sungguh, cinta mereka
tidak sejalan dengan bentuk cinta yang disarankan oleh dunia.
Jika dipikirkan seperti itu, bukankah menurutmu kisah
mereka justru adalah "cinta murni" yang sesungguhnya?
Yah, bagian yang menjadi anjing itu memang tidak bisa
dibela, sih.
Kurasa, jalinan antara kemurnian dan ketidakmurnian
inilah yang membentuk cerita ini.
Sekarang, untuk bagian ucapan terima kasih.
Terima kasih kepada editor yang bertanggung jawab,
segenap tim Dengeki Bunko, bagian koreksi, desainer, seluruh toko buku yang
memajang buku ini, toko-toko yang memberikan bonus, dan semua pihak yang
terlibat dalam buku ini.
Kepada Re-take Sensei, terima kasih atas ilustrasi yang
menawan, melanjutkan dari volume pertama. Berkat ilustrasi dari Re-take Sensei,
Hayasaka maupun Tachibana dapat hidup sebagai karakter yang penuh warna. Saya
sangat bersyukur Anda yang bertanggung jawab atas ilustrasinya. Mari kita buat
karya ini semakin meriah ke depannya!
Terakhir, sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak
kepada para pembaca. Saya berharap kalian bisa terus menemani kisah mereka
untuk beberapa saat lagi!



Post a Comment