Penerjemah: Randika Rabbani
Proffreader: Randika Rabbani
Kata Penutup
Aku merasa kalau cerita yang ingin kutulis, cerita yang bisa kutulis, dan cerita yang akan dibaca oleh orang-orang sering kali tidak sejalan. Terlebih lagi, masalah terbesarnya adalah kita tidak akan tahu yang sebenarnya sebelum mencoba menulisnya. Aku sering berpikir, alangkah baiknya jika ada semacam indikator untuk hal itu.
Tapi yah, pada akhirnya justru karena aku tidak tahu akan jadi seperti apa, makanya aku menulis. Meskipun aku bisa membayangkan "ini sepertinya akan menarik", tapi apakah itu benar-benar akan menarik atau tidak, aku tidak akan tahu sebelum menulisnya. Terlebih lagi, apakah pembaca akan menganggapnya menarik atau tidak adalah sesuatu yang sangat sulit diprediksi.
Tapi, seandainya ada indikator yang sangat akurat──misalnya AI yang sangat maju bisa memberikan indikator semacam itu, mungkin sebagai pekerjaan akan lebih stabil, tapi aku rasa kesenangannya akan berkurang.
Karena kita sudah tahu kurang lebih hasilnya bahkan sebelum mulai menulis. Kalau hasilnya sudah diketahui, aku sedikit ragu apakah tindakan menulis novel akan tetap menjadi sesuatu yang sebegitu menariknya.
Manusia itu cukup egois, atau mungkin terlalu banyak mau. Di satu sisi ingin ada indikator, tapi kalau benar-benar ada dan hasilnya sudah ketahuan, malah merasa bosan. Aku merasa itu hal yang menarik. Aku belum pernah bertanya apakah orang lain merasakan hal yang sama, jadi mungkin saja hanya aku yang berpikir seperti itu.
Karya ini mengambil "Maha Tahu dan Maha Kuasa" sebagai salah satu temanya. Aku menulisnya sambil membayangkan seperti apa rasanya memiliki kekuatan itu, tapi secara pribadi, kesimpulanku adalah: menjadi Maha Tahu dan Maha Kuasa itu sepertinya lebih membosankan dari yang kubayangkan. Pada dasarnya, karena hal yang tidak bisa kita lakukan lebih banyak daripada hal yang bisa kita lakukan, kita jadi berpikir kalau hal yang bisa kita lakukan itulah yang penting. Tapi ternyata tidak seperti itu.
Menyambung dengan obrolan tentang indikator tadi, kalau kita sudah tahu pasti kalau kita bisa melakukan segalanya, keinginan untuk mencoba hal baru sepertinya akan hilang, dan itu juga tidak bisa lagi disebut sebagai tantangan. Artinya, hal yang tidak bisa kita lakukan itulah yang mungkin meningkatkan nilai dari hal yang bisa kita lakukan.
Nah, ilustrasi untuk karya ini digambar oleh Riichu-sensei. Chrono, Charl, maupun Lyca, semuanya jauh lebih luar biasa dari yang kubayangkan, aku sangat senang. Terima kasih banyak. Aku juga sangat berterima kasih kepada editor yang bertugas, Osawa-sama, atas segala bantuannya. Terima kasih banyak.
Sebagai penutup, aku mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pembaca yang telah membaca karya ini. Aku akan berusaha semaksimal mungkin agar kalian juga bisa menikmati volume berikutnya, mohon dukungannya selalu.
14 Maret 2026, SHU
Previous Chapter | ToC |



Post a Comment