NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Zenchi Zennou no Ou, Okotoba ga Kanchigai Sareru ~Tomodachi ga Hoshikute Gakuin ni Haitta dake nanoni, Sekaijuu de Hijou Jitai ga Sengen Sarete Shimatta~ V1 Chapter 1

 Penerjemah: Randika Rabbani

Proffreader: Randika Rabbani


Chapter 1

【Kaisar Singa dan Raja Iblis】

Kastel Emas Heartia. Ruang Singgasana.

Di singgasana emas, seorang pria yang mengenakan zirah megah duduk dengan penuh wibawa. Dia adalah Kaisar Singa, Landuke Dilforward. Penguasa yang memimpin negeri manusia.

Saat ini, Kastel Emas ini sedang disibukkan dengan penanganan keadaan darurat.

"──Jadi maksudmu bawahan Raja Iblis telah menyusup ke negara ini!?"

Dengan amarah yang kentara, Landuke berkata.

"Benar. Mereka menyamar menjadi manusia dan menyerang rakyat di berbagai tempat. Terutama orang-orang dengan bakat spesial seperti Yang Mulia Kaisar."

Sambil tetap berlutut, Perdana Menteri melaporkan hal itu.

"Tujuannya?"

"Membedah manusia, mengungkap rahasia kekuatan mereka, lalu, membuat makhluk sintetis yang menggabungkan manusia dengan iblis, atau ras lainnya. Kami telah menemukan jejaknya di beberapa kota──"

Suara dentuman keras menggema.

Landuke telah menghancurkan sandaran tangan singgasananya dengan tangan kanannya.

"Menggabungkan manusia yang merupakan ras matahari dengan iblis yang lebih rendah dari tikus got kau bilang!? Sungguh kebodohan yang bahkan tidak takut pada langit!!!!"

Dengan wajah penuh amarah, Landuke berdiri.

"Y-Yang Mulia Kaisar? Anda hendak ke mana?"

"Membereskan iblis-iblis yang menyamar jadi manusia."

"T-Tunggu sebentar! Pertarungan sengit dengan pasukan Raja Iblis masih berlanjut di perbatasan! Jika Gamura si Penyegel atau yang lainnya muncul, kami tidak akan bisa bertahan tanpa kekuatan Yang Mulia Kaisar!"

Dengan panik, Perdana Menteri mengajukan saran.

"Iblis membahayakan rakyat, dan lalu apa yang ingin kau lindungi!?"

"M-Mengenai iblis yang menyusup, kami sudah mengambil tindakan...!"

Saat Perdana Menteri mengangkat cincinnya, permata pada cincin itu bersinar menyilaukan.

Lalu, sebuah bintang jatuh dari langit, menembus langit-langit Kastel Emas, dan menancap di ruang singgasana ini.

Sepucuk pedang suci yang menyimpan cahaya bintang.

"Dengan pedang suci legendaris yang diwariskan turun-temurun di keluarga kekaisaran kita──Pedang Alroas, kita akan bisa mengungkap wujud asli iblis yang menyamar menjadi manusia."

Ucap Perdana Menteri.

"Kita masih belum menemukan Pahlawan yang bisa mencabut pedang Alroas itu."

Merespons ucapan Landuke, Perdana Menteri tersenyum dan menjawab.

"Tenang saja."

Di belakang Perdana Menteri, seorang anak laki-laki melangkah maju.

"Anak ini adalah Pahlawan Atem yang telah lama kita cari-cari."

Atem, anak laki-laki dengan raut wajah tangguh, memegang pedang Alroas, lalu mencabutnya dengan gemilang.

Kaisar Singa, Landuke bertanya.

"Atem. Bisakah kau menghabisi iblis yang telah menyusup?"

"Sudah menjadi tugasku untuk membasmi iblis sampai ke akar-akarnya."

Kejadian itu berlangsung tepat di saat Atem menjawab.

"Menyedihkan."

Entah dari mana, suara yang menyeramkan menggema.

Tepat saat Landuke tersentak, pedang Alroas patah dengan suara gemeretak keras, dan lengan Pahlawan Atem terlempar.

"Gah, aaaaaahhhhhh!!"

Sambil memegangi lengannya yang terpotong, Atem meringkuk di lantai.

Kepalanya diinjak dengan keras.

"Apa! K-Kau...!?"

Perdana Menteri menelan ludah. Bukan hanya dia saja. Semua prajurit yang bersiaga di sana ketakutan melihat iblis yang tiba-tiba muncul itu.

Yang menginjak kepala Atem adalah seorang iblis. Berambut hitam legam panjang, bermata emas, dan memiliki enam tanduk.

"R-Raja Iblis Golroars..."

Panglima tertinggi negara musuh yang bahkan dipuja sebagai dewa para iblis, itulah Raja Iblis Golroars. Tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa dia akan datang sendirian ke markas umat manusia.

Kecuali satu orang──

"Semuanya, persiapkan diri kalian."

Kaisar Singa Landuke maju ke depan dan berhadapan langsung dengan Golroars.

"Entah negara ini yang hancur, atau Raja Iblis yang hancur. Pilihannya hanya salah satu. Kita akan mempertaruhkan nyawa kita menjadi pedang dan mengalahkan Golroars di sini."

Dengan penuh wibawa, Landuke menghunuskan pedang emasnya.

Seolah terinspirasi oleh hal itu, para prajurit pun mengepung Golroars dengan wajah penuh tekad.

Semua orang di sana merasa yakin. Bahwa mulai sekarang, negara ini akan ditelan oleh kobaran api peperangan yang tidak terbayangkan.

Pertempuran penentuan yang mempertaruhkan nasib umat manusia akan segera dimulai.

"Maju!"

Landuke melangkah maju dengan mantap.

Seketika itu juga, Golroars perlahan menjulurkan tangannya ke depan.

"Gencatan senjata."

Terhalang oleh tangan Golroars, pedang itu terhenti.

"... Apa katamu?"

Dengan tatapan tajam, Landuke memelototinya.

Dia tidak bisa memercayai perkataan yang baru saja diucapkan oleh Raja Iblis.

"Apa kau sudah pikun, Landuke. Aku bilang gencatan senjata. Cepat simpan pedangmu."

"Diam."

Landuke menolak mentah-mentah usulan Raja Iblis itu.

"Kau yang menginjak-injak martabat manusia hanya untuk membuang waktu, sekarang meminta gencatan senjata? Kalau kau mau istirahat, aku akan menidurkanmu selamanya di dalam peti mati!"

Mengayunkan pedangnya dengan lebar, Landuke mengincar puncak kepala Golroars.

"Raja itu telah terbangun."

Pedang Landuke tiba-tiba terhenti saat jaraknya tinggal setipis kulit.

Landuke yang bahkan tidak gentar saat Raja Iblis datang ke tempat ini, kini membelalakkan matanya karena terkejut. Keringat dingin bercucuran dari seluruh tubuhnya.

".….. Sang Maha Tahu dan Maha Kuasa….. Raja Pembantaian... kah...?"

Landuke memaksakan suaranya seolah mengucapkan nama itu saja sudah mempertaruhkan nyawa.

"Jika Raja itu bergerak, langit dan bumi akan bersilangan, kebaikan dan kejahatan akan berpelukan. Krisis bagi dunia itu sendiri telah tiba."

Ucap Golroars.

"Di mana Raja Pembantaian itu sekarang?"

Atas pertanyaan Landuke, Golroars pun menjawab.

"Akademi Noir." 


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close