NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Fantasy Sekai de Akuyaku na no ni Heroin-tachi ni Sukare tara Genjitsu Sekai demo Harem ni Natta Volume 1 Interlude II

Interlude 2: Monolog Lena Anhalt


Berkat Haruto-kun, diriku yang sekarang merasa teramat sangat bahagia. Bisa menjalin interaksi hari demi hari bersama orang yang teramat kusukai adalah kebahagiaan yang tiada taranya.

 

'Tugas utama seorang murid adalah belajar, dan bukan waktunya untuk membicarakan masalah asmara ataupun cinta.'

 

Diriku yang sebelum ini sempat berpikir demikian. Aku bahkan pernah mengatakan hal itu untuk menegur Sonne-san di dalam kelas.

 

Ada satu hal yang ingin kusampaikan kepada diriku yang pada saat itu.

 

──Diriku bodoh.

 

Jatuh cinta itu adalah hal yang luar biasa menakjubkan. Aku menjadi mengetahui hal tersebut adalah berkat Haruto-kun.

 

Alih-alih menegakkan keadilan, ataupun menuruti didikan dari Ayah, aku justru lebih memprioritaskan perasaan cinta ini. Mohon maaf, Ayah.

 

Aku adalah anak yang nakal.

 

Omong-omong, ada satu hal yang teramat mengganjal di dalam hatiku.

 

Hal itu adalah mengenai bagaimana sebenarnya perasaan dia terhadap diriku.

Dia selalu memperlakukanku dengan teramat lembut. Apakah hal itu berarti dia juga menyukaiku?

 

Jika memang menduduki kondisi yang seperti itu, kebahagiaan yang kumiliki pasti akan menjadi semakin bertambah besar lagi. Aku benar-benar berharap agar segalanya memang demikian.

 

Saat memikirkan hal yang seperti itu, dadaku terasa berdegup kencang hingga terasa sesak.

 

Ah, Haruto-kun. Aku…… dirimu…… teramat sangat kusukai.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close