NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Seijitsu Sugiru Shounen no Tsuihou-saki ga, Otokogiraina Bishoujo Shika Inai Saikyou Butaidattara? V2 Chapter 7

 Penerjemah: Flykitty

Proffreader: Flykitty


Chapter 7

Laut

Saat aku, Elena-san, serta Sefia-san dan Norn-san tiba di dalam toko pakaian renang.


"Waah~!"


"Aku memang belum begitu akrab dengan pakaian renang, tapi ternyata jenisnya sebanyak ini ya..."


"Kalau sebanyak ini, jadi bingung mau pilih yang mana deh~"


Ketiganya memperlihatkan reaksi seperti itu saat melihat deretan pakaian renang berwarna-warni yang dipajang di depan mereka.


"..."


B-benar ya...


Tadi aku langsung menyetujuinya tanpa berpikir panjang karena membayangkan bermain di pantai bersama semua orang terdengar sangat menyenangkan.


Tapi kalau bermain di pantai, berarti harus memakai pakaian renang.


Dengan kata lain, aku akan melihat mereka semua mengenakan pakaian renang──


"...!"


Menyadari pikiranku mulai mengarah ke hal-hal aneh, aku segera menggelengkan kepala untuk mengusirnya.


P-pokoknya sekarang, aku harus memilih pakaian renangku sendiri sambil sebisa mungkin tidak melihat pakaian renang wanita.


Saat berpikir begitu dan hendak melangkah pergi sendirian.


"Fin-kun!"


"Fin-san."


"Fin-kuun~"


Elena-san dan yang lainnya memanggilku bersamaan.


"K-kalian...? Ada apa?"


Saat aku berhenti dan bertanya, Sefia-san membuka mulut.


"Aku tidak begitu memahami pakaian renang, jadi aku ingin meminta pendapat Fin-san sebagai seorang pria."


A-aku... diminta memberi pendapat tentang pakaian renang Sefia-san...!?


"Lalu bagaimana dengan kalian berdua?"


Saat Sefia-san bertanya demikian, Elena-san berkata dengan wajah sedikit malu.


"Ehm... karena sudah sekalian membeli, aku ingin memakai pakaian renang yang menurut Fin-kun paling cocok untukku. Jadi kalau tidak keberatan, aku ingin Fin-kun membantuku memilih...!"


A-aku... membantu memilih pakaian renang Elena-san...!?


"Kebetulan sekali ya~ Aku juga ingin memakai pakaian renang yang bisa membuat Fin-kun senang melihatnya. Jadi aku juga ingin dibantu memilih~"


Bahkan Norn-san juga...!?


"..."


Sejujurnya, rasanya mereka bertiga akan cocok memakai pakaian renang apa pun. Tapi apa pun alasannya, karena mereka sudah memintaku seperti ini.


Mustahil bagiku untuk menolak!


"Baik! Aku akan membantu kalian memilih pakaian renang!"


"Fin-kun...! Terima kasih!"


"Fin-san... terima kasih banyak."


"Terima kasih~ Kalau begitu, ayo langsung mulai memilih pakaian renang~"


Setelah itu, diputuskan bahwa mereka akan memilih sendiri pakaian renang yang mereka sukai, lalu mencobanya, dan aku akan memberikan pendapatku.


Karena itu, aku pun menunggu dengan tenang di dekat ruang ganti.


Beberapa saat kemudian.


"Maaf sudah menunggu!"


Orang pertama yang muncul adalah Elena-san.


"Elena-san!"


Saat aku memanggil namanya, Elena-san melangkah menuju ruang ganti sambil berkata.


"Kalau begitu, aku ganti dulu ya. Tapi kalau ternyata tidak cocok, jangan sungkan bilang terus terang kalau memang tidak cocok, ya?"


"B-baik."


Sulit membayangkan ada pakaian renang yang tidak cocok untuk Elena-san.


Sambil menjawab begitu, aku hendak melihatnya masuk ke ruang ganti──namun.


Tiba-tiba Elena-san berbalik dan mendekatiku dengan tergesa-gesa.


"M-maaf! Kupikir lagi... kalau memang tidak cocok, jangan bilang terus terang ya. Tolong sampaikan sehalus mungkin. Kalau Fin-kun bilang terus terang kalau tidak cocok, mungkin aku bakal terbaring di tempat tidur selama sebulan...!!"


"Eh? B-baik."


Saat aku mengangguk, Elena-san kembali berjalan menuju ruang ganti. Dan kali ini benar-benar masuk ke dalam, lalu tirainya pun tertutup.


Sebentar lagi... aku akan melihat Elena-san mengenakan pakaian renang.


Sampai sekarang pun aku sama sekali belum siap secara mental, tapi sekarang aku hanya bisa memantapkan tekad.


Sambil berusaha keras agar tidak memikirkan hal-hal aneh, aku menunggu saat itu tiba.


"F-Fin-kun! Aku sudah selesai berganti, aku buka tirainya ya!"


"I-iya!"


Akhirnya saat itu pun tiba.


Tirai ruang ganti tempat Elena-san berada perlahan terbuka.


Dan yang langsung terlihat di hadapanku adalah Elena-san mengenakan bikini hitam yang semakin menonjolkan dadanya yang besar, pinggangnya yang ramping, serta kaki jenjangnya.


Bikini itu berupa kain tanpa tali bahu, sementara bagian tengah dadanya dihiasi cincin.


Karena itu, tubuh Elena-san yang putih bersih dan begitu memikat tampak lebih terekspos daripada sebelumnya.


Pipinya memerah.


Benar-benar anggun... atau lebih tepatnya...


Melihatnya mengenakan pakaian renang seperti ini membuatku kembali sadar.


Dia benar-benar wanita yang luar biasa memesona.


"Fin-kun... bagaimana menurutmu pakaian renang ini?"


"......"


"Fin-kun?"


"A-ah...!"


Aku sampai lupa mengucapkan sepatah kata pun karena terlalu terpaku melihat penampilannya.


Begitu dipanggil, aku langsung tersadar dan berkata.


"M-maaf! Penampilan Elena-san terlalu anggun... terlalu indah... sampai aku lupa menyampaikan pendapatku...!"


"Eh...!? A-anggun...!? Indah...!?"


Elena-san berseru dengan nada jauh lebih tinggi dari biasanya. Namun aku segera melanjutkan.


"Apa yang barusan kukatakan sudah mewakili semuanya. Benar-benar sangat cocok! Pesona Elena-san semakin terpancar, dan penampilanmu dengan pakaian renang ini benar-benar indah."


"T-terima kasih... kalau begitu aku akan memilih yang ini. Aku ganti pakaian dulu ya, jadi tirainya kututup lagi."


"Baik."


Saat aku mengangguk, tirainya segera tertutup.


Sesaat kemudian──


"Fin-kun bilang aku anggun dan indah... senangnya bukan main...! Bahkan dia bilang pesonaku semakin terpancar dan sangat cocok! Terus dia juga bilang penampilanku dengan pakaian renang ini indah kan...!? Bahagianya aku...!!"


Dari dalam ruang ganti terdengar Elena-san bergumam.


Atau lebih tepatnya, terdengar seperti sedang berteriak dengan suara yang begitu tinggi hingga aku sendiri tidak bisa menangkap jelas apa yang diucapkannya.


Tak lama kemudian tirai kembali terbuka. Dan Elena-san keluar dengan seragamnya seperti biasa.


Aku pun bertanya kepadanya.


"Elena-san. Tadi sepertinya kamu berteriak. Tidak apa-apa?"


"Eh!? A-ah, i-iya! Tidak apa-apa kok, jadi jangan dipikirkan!"


Sambil berkata begitu, Elena-san berjalan mendekatiku.


"Eh~? Elena-chan ternyata sudah selesai ya~ Cepat sekali~"


Orang berikutnya yang muncul adalah Norn-san.


"Elena-chan sudah selesai mencoba?"


"Iya, aku sudah memutuskan mau yang mana. Berarti Norn juga sudah memilih yang ingin dicoba?"


"Iya sih, tapi aku benar-benar tidak bisa memutuskan di antara dua pilihan. Jadi aku ingin Fin-kun melihat keduanya. Tidak apa-apa kan?"


"T-tentu saja!"


"Terima kasih~ Kalau begitu aku ganti dulu ya~"


Sambil melambaikan tangan, Norn-san masuk ke ruang ganti.


"Kira-kira pakaian renang seperti apa yang dipilih Norn-san...?"


"Pakaian renang pilihan Norn... entah kenapa aku cuma punya firasat buruk."


Elena-san bergumam seperti itu.


Tak lama kemudian.


"Fin-kuun~ Aku sudah selesai ganti, tirainya kubuka ya~"


"B-baik!"


Begitu aku menjawab, tirai pun benar-benar terbuka.


"Eh...!?"


Begitu melihat penampilan Norn-san, aku sangat terkejut.


Yang kulihat sekarang adalah Norn-san mengenakan pakaian renang yang memperlihatkan kulit jauh lebih banyak dibanding Elena-san.


Lebih tepatnya, sebagian besar dadanya yang besar terlihat jelas. Bahkan bukan hanya dari depan, tapi juga dari samping──tepat saat aku hendak berpikir begitu.


Kedua mataku tiba-tiba ditutupi, dan pandanganku langsung menjadi gelap.


"Elena-chan, sedang apa~? Kalau Fin-kun ditutup matanya begitu, dia jadi tidak bisa melihat pakaian renangku lho~"


"Itu justru yang mau kukatakan! Mana boleh kamu memperlihatkan pakaian renang seterbuka itu kepada Fin-kun!"


"Memangnya seterbuka itu ya? Memang sih dadaku lumayan kelihatan, tapi bagian yang memang harus ditutupi tetap tertutup kok, jadi tidak ada masa──"


"Justru masalahnya besar! Cepat ganti sekarang juga!!"


"Eeh~. Yah, kalau Elena-chan sampai bilang begitu, mau bagaimana lagi... aku ganti ke yang satunya deh~"


Setelah Norn-san mengatakan itu, terdengar suara tirai ditutup.


Elena-san pun melepaskan tangannya dari kedua mataku sehingga pandanganku kembali jelas.


"Fin-kun, kamu tiba-tiba diperlihatkan pakaian seperti itu. Kamu tidak apa-apa?"


"H-ha... iya! Aku baik-baik saja!"


Sejujurnya penampilannya memang sangat mengguncang.


Kalau ditanya benar-benar baik-baik saja atau tidak, aku sendiri tidak yakin.


Tapi berkat Elena-san yang langsung menutupi pandanganku, aku hanya melihatnya sesaat sehingga aku masih bisa menenangkan diri.


Tak lama kemudian, bahkan lebih cepat daripada saat sebelumnya.


"Yang satunya sudah selesai kupakai, tirainya kubuka ya~"


"Boleh saja, tapi kalau yang kedua juga seperti tadi, kali ini aku benar-benar marah!"


"Hmm~ Kalau yang ini sih sepertinya tidak masalah ya~"


Menjawab peringatan Elena-san dengan nada santainya seperti biasa, Norn-san kembali membuka tirai.


Pakaian renang ungu yang dikenakannya kali ini memang tidak seterbuka yang sebelumnya. Namun sebagai gantinya, bagian dadanya yang memikat justru semakin ditonjolkan.


Tali di depan lehernya saling bersilangan, menciptakan kesan yang dewasa. 


Selain itu, sama seperti yang kurasakan saat melihat Norn-san tidur di sampingku pagi tadi. Tubuhnya secara keseluruhan benar-benar proporsional hingga membuat mata sulit berpaling.


"Ini namanya bikini cross halter neck... bagaimana? Apa cocok untuk Onee-san ini, Fin-kun?"


Dengan ekspresi yang sedikit menggoda, Norn-san bertanya.


Aku menjawab sambil terbata-bata.


"I-iya! Sangat cocok! Rasanya benar-benar sesuai dengan aura Norn-san. Sampai-sampai aku bahkan tidak sanggup menatapmu secara langsung... benar-benar seperti wanita dewasa."


"Aku senang kamu bilang cocok, tapi kalau sampai tidak bisa menatapku, Onee-san jadi sedikit sedih nih."


Sambil berkata begitu, Norn-san berjalan mendekatiku.


"Aku memilih pakaian renang ini supaya Fin-kun melihatnya. Jadi kamu harus melihatnya baik-baik... sini, lihat lebih dekat seperti ini."


Saat tubuh kami tinggal berjarak sangat dekat hingga hampir bersentuhan──


Elena-san tiba-tiba menyela di antara kami.


"Aku memang diam saja karena pakaian renangmu kali ini tidak seterbuka tadi. Tapi bukan berarti kamu boleh membuat Fin-kun kesulitan!"


"Eeh~? Aku tidak membuatnya kesulitan kok~. Aku cuma ingin Fin-kun melihatku dari jarak lebih dekat."


"Itu namanya membuatnya kesulitan! Lagi pula kamu memang selalu begitu──"


Saat Elena-san terus menegur Norn-san.


"Maaf sudah membuat kalian menunggu."


Terdengar suara Sefia-san dari belakang.


"Sefia-san!"


"Kalian berdua benar-benar tidak berubah ya... terlepas dari itu, Fin-san. Aku sudah memilih pakaian renang menurut versiku sendiri. Jika berkenan, maukah kamu melihatnya?"


"Tentu saja!"


"Terima kasih... kalau begitu permisi sebentar."


Setelah membungkukkan kepala kecil, Sefia-san masuk ke ruang ganti dan menutup tirainya.


Kira-kira pakaian renang seperti apa yang dipilihnya?


Aku mencoba membayangkannya, tetapi sama sekali tidak bisa menebak.


"Karena aku sudah selesai berganti, sekarang aku akan membuka tirainya."


Sefia-san memberitahuku.


"S-silakan!"


Perlahan tirai pun terbuka.


Berbeda dengan Elena-san dan Norn-san yang mengenakan bikini dua potong. Sefia-san mengenakan pakaian renang one-piece berwarna putih.


...Memang kulit yang terlihat lebih sedikit dibanding mereka berdua.


Namun dadanya yang besar tetap tidak mungkin tertutupi sepenuhnya, dan lekuk tubuhnya yang ramping juga tampak begitu jelas.


"Fin-san... e-ehm, bagaimana menurutmu...?"


Saat aku terus memandangnya, Sefia-san bertanya dengan wajah yang memperlihatkan rasa malu sekaligus sedikit cemas.


Aku pun menyampaikan perasaanku apa adanya.


"Indah sekali! Pesonanya berbeda dengan Elena-san maupun Norn-san... pokoknya, pakaian renang itu benar-benar sangat cocok untukmu!"


"Benarkah...?”


"Iya!"


Saat aku menjawab tanpa sedikit pun ragu, Sefia-san menghela napas lega sambil meletakkan tangannya di dada.


"Terima kasih... mendengar Fin-san berkata seperti itu membuatku sangat bahagia."


Sambil tersenyum kecil, ia mengatakannya.


Dengan begitu, kami akhirnya selesai memilih pakaian renang untuk mereka bertiga.


Sekarang tinggal memilih pakaian renang untukku.


Pakaian renang pria tidak memiliki banyak variasi seperti pakaian renang wanita, jadi kupikir aku bisa memilihnya tanpa banyak kebingungan...


Namun saat aku benar-benar mencoba salah satu pakaian renang.


"Kyaaa~! Fin-kun, keren sekali~!"


"Memang sudah kuduga, tetapi ternyata kamu benar-benar melatih tubuh dengan sangat keras... Saat melihatmu tanpa mengenakan pakaian biasa, aku kembali menyadari betapa gagahnya tubuh seorang pria..."


"Onee-san masih ingin melihat Fin-kun memakai pakaian renang yang lain... Yang ini bagaimana?"


Akhirnya, entah bagaimana aku malah mencoba beberapa pakaian renang.


Dan setiap kali itu terjadi, Elena-san dan yang lainnya menunjukkan reaksi mereka masing-masing──


Pada akhirnya, aku membeli pakaian renang sederhana berwarna biru yang mengingatkanku pada laut.


Elena-san dan yang lainnya juga membeli pakaian renang yang tadi mereka coba.


Setelah itu, kami pun berjalan menuju tempat berkumpul dengan semua orang.


"Semuanya~! Maaf sudah menunggu~!"


Begitu tiba di tempat berkumpul, Elena-san memanggil mereka.


Sepertinya selain kami, semua orang sudah berkumpul.


"Elena-senpai!"


"Teraword-kun, Sefia-senpai, juga Norn-senpai!"


"Kalian datang mepet waktu berkumpul, tapi jangan bilang kalian sempat melakukan hal yang membuat iri seperti melihat Teraword-kun memakai pakaian renang duluan, atau melihat berbagai pakaian renang yang dicobanya ya!?"


"Eh!? E-ehm..."


"Ah! Wajah kalian kelihatan seperti ketahuan, ya!?"


"Tidak adil~!"


"Iri sekali~!"


"Teraword-kun! Mulai sekarang ayo kita juga bersenang-senang bersama dengan pakaian renang!"


Mendengar itu, aku menjawab sambil tanpa sadar tersenyum lebar.


"Tentu saja! Aku juga sudah tidak sabar!"


"Lucunya..."


"Teraword-kun dengan pakaian renang..."


"Aku harus mempersiapkan diri supaya tidak pingsan lagi..."


Setelah berkumpul kembali dengan semua orang yang seperti biasa penuh semangat, kami segera mulai berjalan bersama menuju pantai.


◆ ◇ ◆


Katanya pantai ini tidak terlalu jauh maupun terlalu dekat dari kota.


Namun bagi kami yang kemarin berjalan dari garis depan menuju kota, jarak itu sama sekali bukan masalah.


Rasanya kami tiba di pantai itu dalam waktu yang bisa dibilang sangat cepat.


"Kita sampai~!"


"Indah sekali~!"


"Luas sekali!"


Semua orang berseru kagum melihat hamparan laut di depan mata.


Memang, laut ini sangat indah, bahkan bisa dibilang memiliki pemandangan yang begitu fantastis. Mungkin karena itulah, pantai ini juga dijadikan sebagai kawasan resor, sehingga ada beberapa bangunan di dekatnya.


Elena-san menunjuk ke arah bangunan-bangunan itu.


"Sepertinya kita bisa berganti pakaian di sana. Ayo semuanya!"


"Baik~!"


"Mengerti!"


Setelah mendengar itu, kami pun berjalan menuju bangunan tersebut.


Karena ruang gantinya dipisahkan antara pria dan wanita, aku masuk sendirian ke ruang ganti pria.


"...Tidak ada siapa pun."


Petugas penginapan memang mengatakan bahwa karena sedang ada Turnamen Sihir, daerah sekitar sini sedang sepi.


Mungkin itu juga pengaruhnya.


Sambil memikirkan hal itu, aku mengenakan pakaian renang yang baru kubeli lalu keluar dari ruang ganti.


Masih belum ada orang lain selain aku.


Selagi menunggu mereka selesai berganti pakaian, mungkin aku bisa menikmati pemandangan laut ini dulu.


Saat sedang memandang laut beberapa saat.


"Fin-kun, cepat juga ya~"


Norn-san keluar dari ruang ganti wanita.


"Norn-san! Bagaimana dengan yang lainnya?"


"Hmm~. Sepertinya mereka masih butuh sedikit waktu lagi~"


Lalu ia melanjutkan. Norn-san mendekatiku sambil menunjuk ke arah payung pantai yang ada di dekat sana.


"Selama menunggu, kalau tidak keberatan, mau mengoleskan tabir surya untukku di sana?"


"Eh!? A-aku yang mengoleskan tabir surya untuk Norn-san!?"


"Iya. Tenang saja, bagian depan, termasuk dadaku, sudah kuoles sendiri kok. Jadi Fin-kun cukup mengoleskannya di punggungku saja."


Kalau hanya punggung...


"B-baik!”


"Syukurlah... kalau begitu, ayo."


Setelah itu, kami berdua berjalan menuju payung pantai yang ada di dekat sana.


Norn-san menyerahkan botol tabir surya kepadaku, lalu berbaring tengkurap di kursi pantai yang berada di bawah payung tersebut.


"Tali ini mungkin akan mengganggu, jadi aku lepas dulu ya."


Begitu berkata, Norn-san melepaskan sendiri simpul tali pakaian renangnya.


Akibatnya, dadanya yang besar sedikit terlihat dari sisi pakaian renangnya.


"...!"


Aku refleks mengalihkan pandangan dari sana.


Melihat reaksiku, Norn-san tersenyum menggoda.


"Kalau begitu, Fin-kun. Boleh kuminta tolong sekarang?"


"I-iya!”


Setelah menuangkan minyak tabir surya ke kedua tanganku, aku perlahan menyentuh punggung Norn-san.


Punggungnya begitu lembut hingga tetap terasa bahkan melalui lapisan minyak itu.


Aku kembali menyadari bahwa saat ini aku sedang menyentuh tubuh seorang wanita, membuat detak jantungku sedikit bertambah cepat.


Di tengah suasana itu, Norn-san berbicara dengan suara yang lembut.


"Hmm... dingin~. Fin-kun, ratakan lebih luas lagi, ya?"


"B-baik!"


Sesuai permintaannya, aku meratakan minyak itu ke seluruh punggung Norn-san.


Setiap kali jari-jariku bergerak sedikit, aku semakin merasakan kelembutan tubuhnya yang begitu feminin.


"Kalau benar-benar disentuh begini, tangan Fin-kun memang benar-benar tangan seorang laki-laki, ya."


"B-benarkah?"


"Iya. Biasanya kamu terlihat sangat imut, tapi di banyak hal kamu tetap laki-laki... meski bukan laki-laki biasa. Itu sudah jelas dari kenyataan kalau pesona sihirku tidak mempan padamu."


Aku terus mendengarkan perkataan Norn-san yang kini berbicara dengan ekspresi serius.


"Alasan kenapa pesona sihirku tidak mempan pada Fin-kun... karena Fin-kun memandangku sebagai satu orang manusia biasa. Sebenarnya aku sudah menyadari itu sejak lama, tapi waktu Fin-kun bilang kalau aku orang yang baik tempo hari, ada sesuatu yang kurasakan... sesuatu yang belum pernah kurasakan sebelumnya."


"Sesuatu yang belum pernah dirasakan...?"


"Iya. Tentu saja bukan hanya karena itu. Karena kita sudah menghabiskan banyak waktu bersama, akhirnya perasaan itu muncul... Fin-kun, bagaimana kalau sekarang bukan cuma punggungku saja, tapi tubuhku yang lain ju──"


Sebelum Norn-san sempat menyelesaikan ucapannya.


"Akhirnya kita bisa main di laut~!"


"Aku sudah tidak sabar lagi!"


"Aku mau berenang~!"


Semua orang keluar dari ruang ganti wanita dengan pakaian renang mereka.


Seperti yang sudah kuduga, satu per satu dari mereka terlihat begitu cantik dengan pakaian renang masing-masing.


Saat aku sedang memikirkan itu, mereka menoleh ke arah Norn-san.


"Ah! Norn-senpai! Bukannya tadi tabir suryanya belum selesai dioleskan ke seluruh badan!? Kenapa sudah keluar duluan?"


Mendengar pertanyaan itu, ternyata Norn-san sudah kembali mengikat tali pakaian renangnya.


Ia bangkit dari kursi pantai lalu berkata seperti biasa.


"Aah~. Soalnya ada yang ingin kubicarakan dengan Fin-kun, jadi sekalian saja aku minta Fin-kun mengoleskan tabir surya untukku sambil mengobrol~"


"Eh...!?"


"T-Teraword-kun yang mengoleskannya!?"


"Layanan VIP apaan itu...! Kalau aku yang diperlakukan begitu pasti senangnya sampai──"


Saat percakapan itu membuat perhatian semua orang beralih kepadaku. Mereka tiba-tiba terdiam.


Rasanya belum lama ini aku juga pernah mengalami situasi yang mirip.


Baru saja aku berpikir begitu──


"T-Teraword-kun memakai pakaian renang...!"


"Dia tetap keren meski memakai pakaian renang...!"


"Eh, tubuhnya kelihatan jelas... memang boleh ya kita melihatnya...!?"


"Kalau dibanding saat memakai baju, tubuhnya ternyata jauh lebih berotot..."


"Pakaian renang birunya cocok sekali..."


Masing-masing mulai bergumam sendiri.


Aku tidak begitu tahu apa yang mereka katakan, tetapi jelas mereka semua sedang memandangiku.


Biasanya saja sudah cukup membuatku malu. Apalagi sekarang mereka melihatku dalam pakaian renang.


Di sisi lain, melihat mereka semua mengenakan pakaian renang yang begitu indah juga membuat wajahku semakin panas.


"Semuanya... e-ehm... kalau terus dipandangi seperti itu, aku jadi agak malu..."


Meski suaraku pelan, aku tetap mengatakannya agar mereka bisa mendengar.


"L-l-lho, barusan apa itu!?"


"I-imutnya kebangetan, kan!?"


"Imut... imut... imut..."


"K-kali ini aku benar-benar mungkin tidak kuat...!"


"Wajahnya barusan benar-benar berbahaya...!"


Mereka malah semakin menjerit dengan suara melengking, bahkan ada yang mulai melompat-lompat.


Melihat perubahan sikap mereka yang belum pernah kulihat sebelumnya, aku hanya bisa kebingungan.


Tak lama kemudian, mereka akhirnya berhasil menenangkan diri.


Setelah itu, kami menikmati waktu di pantai sepuasnya, berenang dan saling memercikkan air.


Saat selesai bermain, hari sudah menjelang sore.


Kami pun kembali ke kota.


Hari itu kami makan malam, mandi, lalu langsung tertidur dengan damai tanpa terjadi apa pun lagi.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close