Prolog
Menyeret banyak orang ke dalam masalah, membuat
teman-temannya kerepotan setengah mati, lalu kabur bersama Hayato si partner
setia.
Haruki akhirnya menerima kenyataan bahwa dirinya
memang tidak biasa.
Takura Mao.
Seorang aktris papan atas terkenal yang dikaruniai
kecantikan memukau serta kemampuan akting luar biasa, dan terus aktif di garis
depan dunia hiburan selama lebih dari 20 tahun.
Dia adalah aktris kenamaan yang tidak ada seorang pun
di dunia ini tidak mengenalnya.
Tidak ada hari tanpa melihatnya di sudut jalan,
internet, atau televisi, dan rumor skandal asmaranya yang beredar sudah tak
terhitung lagi, selalu menjadi pusat perhatian.
Meskipun beberapa kali diterpa skandal
perselingkuhan, kasus kekerasan, dan masalah keuangan, dia memiliki ketangguhan
untuk menepis semua itu dan mempertahankan popularitasnya.
Di balik eksistensinya yang menonjol sebagai aktris
dan model, kehidupan pribadinya hampir tidak pernah terekspos, yang justru
semakin memperkuat pesona misteriusnya.
Kecantikan yang penuh misteri, aktris berbakat.
Itulah citra Takura Mao yang diakui oleh masyarakat umum.
Dan sekaligus, sosok ibunya yang dikenal oleh Haruki
sendiri.
Sejak Haruki kecil, ibunya hampir tidak pernah pulang ke
rumah dan hanya memperlakukannya dengan dingin setiap kali diajak bicara.
Bahkan untuk urusan rumah tangga sering kali menggunakan
jasa layanan bersih-bersih, dan makanannya selalu makanan siap saji.
Tidak ada kenangan tentang perlakuan selayaknya seorang
ibu, dan satu-satunya kalimat yang sering diucapkan kepadanya adalah,
"Jadilah anak baik dan tunggulah di sini."
Meskipun itu adalah ibunya sendiri, terlalu sedikit hal
yang ia ketahui.
Tentu saja itu wajar, mengingat selama ini Haruki sendiri
bahkan tidak pernah berniat untuk mencari tahu tentang ibunya.
Memiliki anak rahasia dari seorang Takura Mao tentu
merupakan skandal besar yang akan menggemparkan dunia.
Jika hal itu terbongkar, sudah jelas akan menjadi masalah
besar.
Entah apa lagi yang akan dikatakan oleh ibunya nanti.
Itulah sebabnya Haruki selalu hidup tanpa mencari
perkara, baik di rumah maupun di luar.
Hasilnya adalah topeng seorang siswi teladan yang berbudi
luhur, berprestasi, pintar dalam akademik maupun olahraga, serta anggun dan
manis.
Sebuah kepribadian palsu.
Mendapatkan pengujian dari sekitar, bersikap agar tidak
menimbulkan keributan, dan melewati semuanya tanpa insiden.
Sekilas, dia adalah siswi SMA sempurna yang hidupnya
berjalan mulus tanpa hambatan.
Namun kenyataannya, demi mencegah terbongkarnya rahasia
tentang ibunya, ia menjaga jarak dari siapa pun dan hidup seorang diri.
Tetapi, itulah cara bertahan hidup yang dipilih oleh
Haruki.
Ia tadinya berpikir bahwa dirinya akan terus berjalan
sendirian dalam hidup yang tenang dan hambar ini.
──Sampai ia bertemu kembali dengan Hayato.
Meskipun sudah tujuh tahun berlalu sejak saat itu, Hayato
sama sekali tidak berubah seperti saat mereka masih kecil.
Memang benar penampilannya sudah banyak berubah, tinggi
badannya yang dulu setara kini membuat Haruki harus mendongak saat melihatnya,
dan tangan kasarnya pun sangat berbeda dari miliknya.
Ada juga hal-hal yang baru ia ketahui, seperti Hayato
yang ternyata tidak hanya jago memasak, tetapi juga mahir dalam segala
pekerjaan rumah.
Namun, berada di sampingnya selalu membuat Haruki
tersenyum secara alami, bermain bersamanya membuat dadanya berdebar, dan ia
bisa menjadi dirinya apa adanya seperti di masa lalu.
Berkat Hayato pula ia mendapatkan teman-teman baru,
terhubung dengan banyak orang, mengalami berbagai hal, dan sebelum ia sadari,
kenangan berharganya terus bertambah.
Sejak dulu, kapan pun itu, orang yang selalu memperluas
dunia Haruki adalah Hayato.
Butuh waktu cukup lama baginya untuk menyadari hal itu,
tetapi jatuh cinta pada Hayato adalah hal yang sangat wajar.
Dan sekarang, setelah ia menyadari perasaan yang telah
terpendam sejak kecil, rasa itu sudah tidak bisa lagi ia bendung.
Namun, terbongkarnya fakta bahwa ia adalah anak Takura
Mao membuat lingkungan di sekitar Haruki berubah 180 derajat.
Hanya untuk pergi ke sekolah saja, ia kini sering
diarahkan kamera ponsel oleh orang-orang yang tidak dikenal, apalagi pergi
jalan-jalan ke kota adalah hal yang mustahil.
Ia diburu oleh orang-orang dunia hiburan di berbagai
tempat, menyeret teman-temannya ke dalam masalah, dan menghancurkan keseharian
mereka.
Keberadaannya saja sudah menjadi beban bagi orang-orang
di sekitarnya──saat ia sedang menyalahkan dirinya sendiri seperti itulah,
Hayato datang.
Hayato menarik tangannya dan berkata, "Ayo menjadi
anak nakal," lalu membawanya kabur bersama.
Bagi Haruki yang selalu berusaha menjadi anak baik,
ucapan itu laiknya petir di siang bolong.
Setelah itu, secara impulsif mereka menaiki Shinkansen
dan pergi ke Hokuriku hanya karena ingin melihat Laut Jepang.
Sungguh, itu adalah hal yang konyol.
Itu sama sekali bukan sesuatu yang terpikirkan oleh
Haruki.
Tetapi, itu sangat mencerminkan diri Hayato.
Terlebih lagi, karena ia tahu bahwa tindakan itu sama
sekali tidak didasari oleh pamrih atau niat terselubung, melainkan murni niat
baik yang tulus, hal itu justru membuatnya kewalahan.
Sifatnya yang suka ikut campur, berhati lembut, punya
inisiatif berlebihan, dan selalu apa adanya itulah yang sudah lama ia sukai.
Pasti, kelak betapapun seringnya ia terseret ke dalam
masalah karena statusnya sebagai anak Takura Mao, Hayato tetap akan selalu
menolongnya di setiap kesempatan itu.
Haruki tidak ingin menjadikan Hayato sebagai tempat
pelariannya.
Ia ingin berdiri di posisi yang setara dan berjalan
di sampingnya dengan dada membusung.
Untuk mewujudkan itu, ia harus melepaskan diri dari
kutukan sebagai anak Takura Mao.
Itulah sebabnya, ia memutuskan untuk menghadapi ibunya.
Jika dipikir-pikir lagi, meskipun berstatus sebagai anak
kandung, ia justru tidak tahu apa pun tentang Takura Mao.
Selain itu, ia selama ini selalu berasumsi bahwa dirinya
dibenci oleh sang ibu.
Tetapi jika dipikirkan kembali sekarang, ada terlalu
banyak hal janggal dari asumsi itu.
Ia teringat kembali percakapannya dengan Sakurajima
Seiji, pria yang mengaku sebagai kakak tirinya, saat festival malam di sekolah.
Sebelum Haruki menjadi terkenal di internet maupun media
sosial dan sebelum berbagai spekulasi liar bermunculan, Seiji sendiri yang
menyebarkan berita bahwa Haruki adalah anak Takura Mao.
Tindakan itu juga bisa dilihat sebagai upaya untuk
mengalihkan perhatian publik ke arahnya demi mencegah spekulasi yang tidak
perlu serta meredam agensi-agensi hiburan yang tidak jelas.
Saat itu juga, Haruki diberi tahu bahwa ayahnya adalah
Sakurajima Kiyotatsu, seorang aktor legendaris masa lalu.
Tampaknya ada semacam keadaan rumit di balik sisi itu
juga.
Ia ingin tahu.
Ia ingin mengetahui pikiran ibunya, alasan mengapa ia
dilahirkan, dan kebenaran yang sesungguhnya.



Post a Comment