Kata
Penutup
Aku adalah Hibariyu! Atau lebih tepatnya, kucing maskot
dari pemandian umum Hibariyu yang berada di suatu kota!
Bisa berjumpa kembali dengan kalian semua di kata penutup
ini sudah yang keempat kalinya, kalian benar-benar sudah menjadi pelanggan
tetap ya!
Bagaimana dengan novel Tenbin volume 4 ini?
Sebenarnya, jumlah kata dalam volume ini adalah yang
terbanyak dibanding sebelumnya. Tapi, bukankah jumlah halamannya justru lebih
banyak di volume 3? Berkat keajaiban editor, jumlah halamannya bisa diringkas,
tapi fufu, coba tebak bagaimana hal itu bisa terjadi?
Adegan yang paling mencurahkan banyak perasaan bagiku
sebagai penulis kali ini adalah bagian di waduk. Sebenarnya, adegan itu awalnya
tidak ada di dalam rancangan cerita, melainkan saat para karakter bergerak
sendiri secara tiba-tiba.
Oleh karena itu, secara mendadak aku pergi melakukan
peliputan ke waduk pada musim dingin lalu.
Tempat itu adalah Bendungan Ikehara yang terletak di Desa
Shimokitayama, Distrik Yoshino, Prefektur Nara, yang membanggakan predikat
sebagai danau buatan manusia terbesar di wilayah Kinki.
Bendungan itu sangat besar. Jauh lebih besar dari yang
kubayangkan. Aku bahkan berangkat saat hari masih gelap demi memperhitungkan
waktunya, dan permukaan air yang berkilau disinari matahari pagi persis seperti
di dalam cerita benar-benar membuatku tertegun.
Saat menyusuri jalan di sepanjang bendungan, aku juga
menemukan tugu peringatan desa yang tenggelam bersama patung Enam Jizo.
Dulu, ada ratusan rumah di sana, masing-masing dengan
kehidupan mereka sendiri, namun semuanya harus tenggelam ditelan air. Ada
perasaan tak terlukiskan yang bergejolak di dalam dada. Aku meminta Hayato dan
Haruki menceritakan rasa terkejut dan haru yang kurasakan saat itu di dalam
cerita, semoga hal itu bisa tersampaikan sedikit saja kepada kalian.
Omong-omong soal itu. Saki juga telah datang ke kota, dan
insiden yang bermula dari kepindahan Hayato dan Himeko ini akhirnya mencapai
satu titik akhir sementara.
Sebenarnya, saat pertama kali mulai menulis novel Tenbin
ini, aku sudah membayangkan garis besar cerita hingga volume 4 ini. Bisakah
dikatakan kalau cerita sampai volume 4 ini adalah Bagian Pertama?
Bagaimanapun juga, berhasil mewujudkan cerita hingga
titik ini memberi sedikit rasa pencapaian tersendiri.
Mulai volume berikutnya, aku berharap kalian dapat
menikmati kisah dengan situasi yang telah berubah setelah melewati semester
baru dan liburan musim panas.
Mereka bukanlah anak-anak lagi, namun juga belum bisa
sepenuhnya disebut sebagai orang dewasa.
Menurutku, bagi mereka, hidup secara jujur dan apa adanya
masih merupakan hal yang sulit.
Kebohongan, topeng, dan tipu daya.
Setiap dari mereka merasa khawatir dan meraba-raba,
terkadang memilih mengabaikan masalah dengan bersikap samar-samar, namun waktu
tetap mengalir secara adil dan mendesak adanya perubahan. Terutama
karena mereka adalah para pelajar. Mereka tidak bisa terus berdiri diam.
Aku akan merasa sangat bahagia jika kalian terus memantau
dan mendukung mereka ke depannya.
Selain itu, komik adaptasi Tenbin volume 1 karya Guru
Oyama Kina juga akan dirilis dalam waktu dekat.
Mohon dukungannya juga untuk komik tersebut, ya!
Lalu, terima kasih banyak atas surat-surat penggemar yang
selalu kalian kirimkan.
Ada kalanya pikiranku jalan di tempat atau tanganku
berhenti menulis, namun di saat-saat seperti itu, membaca ulang surat-surat
dari kalian selalu memberiku energi dan dorongan untuk bisa melangkah maju
kembali. Surat penggemar memiliki kekuatan yang luar biasa. Sekalipun jumlah
katanya sedikit, atau bahkan hanya sekadar "nyaan", perasaan yang
tersimpan di dalamnya tersampaikan jauh melebihi apa yang tertulis.
Terakhir, kepada editor K, terima kasih atas berbagai
saran dan usulannya. Kepada ilustrator Siso, terima kasih atas ilustrasinya
yang sangat memukau. Rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kutujukan kepada
semua orang yang telah mendukungku, dan kepada para pembaca yang telah membaca
cerita ini sampai sejauh ini. Aku akan sangat senang jika kalian terus
memberikan dukungan ke depannya.
Sama seperti sebelumnya, surat penggemar cukup ditulis
dengan kata "nyaan" saja, lho!
Nyaan!
Maret 2022, Hibariyu



Post a Comment