NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Naze Nigerun Dai? Boku no Shoukanjuu wa Kawaii yo Volume 2 Chapter 5-8

Chapter 5

Tanpa Utusan, Tanpa Janji Temu, Elf Yang Merepotkan


"Bos monster muncul!"

"Untuk apa dia kemari... Jangan-jangan dia bermaksud menghancurkan ibu kota dengan monster-monsternya...!?"

"P-pergi sana! Dasar musuh seluruh umat manusia yang melahirkan monster! Ras umur panjang yang kotor!"

Halo, namaku Heresy! Aku yang niatnya hanya menjalankan permintaan di hutan malah memungut orang penting dari negara tetangga. Setelah melewati berbagai kejadian di mana kereta kudanya tersangkut di pepohonan, akhirnya aku kembali ke ibu kota bersama Lapica-san!

Ngomong-ngomong, aku sudah meminta Firiel-san untuk pulang lebih dulu! Selain karena secara fisik dia tidak muat naik ke dalam kereta, dia bilang akan merepotkan kalau dilihat banyak orang karena dia pasti akan dipuja-puja! Itu jenis masalah yang jarang kudengar, ya!

Saat ini, aku sedang dikelilingi banyak orang sambil menunggu pemeriksaan di Gerbang Selatan!

Sepertinya orang-orang yang melihat telinga runcing Lapica-san menyadari kalau dia adalah orang High Stella, dan mereka mulai melontarkan makian kepadanya!

Kereta kuda bersinar itu memang mencolok, jadi aku menghilangkannya sebelum sampai di ibu kota, tapi kalau jadinya begini, mungkin lebih baik tetap naik di dalamnya saja tadi?

"Kata-kata mereka kasar sekali... Apa Lapica-san pernah berbuat sesuatu?"

"Anu, secara historis, justru kamilah yang diperlakukan semena-mena... Sungguh bodoh mereka yang melupakan dosa sendiri, memalingkan mata dari fakta sejarah, bahkan berani menghunuskan senjata kepada aku, sang Orang Suci..."

"Kenapa mereka menyebutmu 'bos monster'?"

"Kurasa itu adalah kata-kata cercaan untuk sikap kami yang saling memahami dan berjalan berdampingan dengan Sang Binatang Bintang."

"Saling memahami dan berjalan berdampingan, ya... Bukannya tadi kamu diserang di hutan?"

"I-itu kan cuma masalah sikap...! Sang Binatang Bintang adalah 'Kehendak Bintang' dan alam itu sendiri. Kami yang hidup di dalamnya bukanlah eksistensi yang boleh memberikan pengaruh kepadanya...!"

"Heh, tipe pencinta alam ya, baguslah. Jadi di High Stella, korban akibat mon—maksudku Binatang Bintang itu sedikit?"

"Banyak sekali."

"Bukan jawaban itu yang kuharapkan."

Tadi di hutan Lapica-san mencoba membujuk monster dengan bicara kepadanya.

Apa orang High Stella memang biasa menghadapi monster dengan gaya seperti itu?

Mungkin mereka adalah tipe orang yang pemikirannya sangat radikal bahkan di antara para pencinta alam lainnya!

Kalau terlibat terlalu dalam bisa merepo—maksudku, perbedaan cara pandang bisa memicu perselisihan!

"Hei, ada apa ini! Kenapa ribut-ribut di sini!"

Saat aku sedang mengategorikan Lapica-san ke dalam kelompok organisasi pencinta alam di dalam kepalaku, seseorang yang mendengar keributan ini datang dari arah gerbang!

Sejauh ini memang belum ada kekerasan fisik, tapi aku tidak suka kalau ditegur dan urutan pemeriksaanku jadi berubah.

"Buka jalan! Hei, apa yang sebenarnya terjadi di... Eh...?"

"Loh, Jade-kun?"

"Heresy...!"

Yang muncul sambil membelah kerumunan orang yang mengepungku dan Lapica-san ternyata adalah Jade-kun! Kami belum bertemu lagi sejak di Menara Gojin, syukurlah dia kelihatan sehat! Apa dia baru potong rambut?

"Soal pertarungan itu, soal Leticia... ada banyak hal yang ingin kukatakan, tapi aku sudah memutuskan untuk mengatakannya setelah aku melampauimu. Sekarang masalah keributan ini. Siapa perempuan itu? Apa yang dia lakukan di sini?"

Sepertinya Jade-kun datang untuk menenangkan keributan ini! Pas sekali aku memang berencana menyerahkan Lapica-san kepada orang penting, jadi bisa mengalihkannya kepada Jade-kun di sini benar-benar pucuk dicinta ulam pun tiba!

"Akan kuperkenalkan. Orang ini adalah perwakilan dari High Stella, La Puraliere... Eh, apa aku boleh menyebutkan namanya?"

"Tidak boleh."

"Ya, dia La Puraliere dari High Stella... semacam orang dengan kedudukan tinggi. Aku sedang menjalankan tugas pembasmi di hutan dan menemukannya sedang kesulitan. Sepertinya dia datang ke ibu kota untuk penyelidikan dan mencari sesuatu, dan tergantung situasinya, dia juga mempertimbangkan untuk memusuhi Meilleur."

"Heresy...!"

Jangan menatapku dengan mata seperti sedang melihat pembawa masalah yang membawa sumbu ledakan yang tidak perlu begitu, dong... Ini murni kecelakaan!

Karena ini kecelakaan! Aku juga tidak bermaksud membuat masalah, tahu! Aku sudah berusaha bertindak hati-hati supaya tidak jadi begini!

"...Telinga dan pakaian itu. Aku mengerti kalau dia memang orang High Stella. Tapi jika jabatan itu benar, ini sudah jauh melampaui wewenangku untuk ikut campur. ...Maaf saya terlambat memperkenalkan diri. Saya adalah bangsawan Meilleur, penerus keluarga Marquis Grade, Jade Grade. Yang Mulia La Puraliere, apakah Anda membawa sesuatu sebagai bukti identitas?"

"Tidak ada."

"Heresy...!"

Duh, kubilang jangan menatapku begitu... Orang asing yang mengaku-ngaku orang penting datang sendirian tanpa tanda pengenal dan membuat keributan bahkan sebelum masuk gerbang, kan?

Sebagai bangsawan negara ini, kau harus memberikan respons yang bijak dan masuk akal!

Begitu merasa masalah ini mulai terlepas dari tanganku, seketika perasaanku jadi lega!

Setelah ini tinggal berdoa supaya kasus pemanggilan iblis itu tidak digali lagi ya...

Kalau soal itu aku tidak bisa berbuat apa-apa, tapi aku ingin percaya kalau meski Lapica-san adalah orang penting di High Stella, tidak akan ada orang yang dengan mudahnya membocorkan informasi kepada orang asing!

"Bagaimanapun, pemeriksaan tidak diperlukan. Aku akan memberitahu penjaga gerbang lalu memanggil bantuan. Heresy, bawa dia masuk sampai ke alun-alun depan gerbang. Sembunyikan telinganya dengan kerudung itu."

"Boleh masuk meski tidak ada tanda pengenal?"

"La Puraliere... Sang Orang Suci adalah perwakilan High Stella. Walaupun ada perbedaan kekuatan nasional, secara posisi dia setara dengan Yang Mulia Raja. Bayangkan jika kita mencurigainya sejak awal lalu ternyata dia asli, itu bisa menjadi masalah internasional."

Oh, benar juga. Tadi aku terlalu fokus pada pemikiran Lapica-san sampai tidak terpikir ke sana, tapi begitu dibilang setara dengan Raja, aku jadi langsung paham betapa besarnya masalah ini!

Tapi Sang Orang Suci perwakilan High Stella itu menyebut orang Meilleur sebagai spesies rendahan, dan orang-orang di sekitar sini memaki-maki Lapica-san, apa itu tidak apa-apa secara diplomatik?

"Kalau begitu aku pergi dulu. Kuperingatkan, jangan sekali-kali bicara tidak sopan kepada Sang Orang Suci. Benar-benar jangan. Ini bukan candaan."

"Tentu saja. Terima kasih, aku sangat terbantu."

"Hmph. Beritahukan pada monster panggilan itu. Lain kali, akulah yang akan menang."

Setelah mengatakan itu, Jade-kun membalikkan badan dan berlari ke arah pos pemeriksaan sambil membubarkan kerumunan orang dengan kekuatan bangsawannya!

Meskipun ini pertemuan kembali di tempat yang tak terduga, ini adalah adegan yang menunjukkan kalau bangsawan tetap punya pekerjaan meski sekolah sedang libur!

Bagaimanapun, dengan ini tugasku selesai! Tips menghadapi situasi tidak terduga seperti ini adalah segera mengalihkan tanggung jawab kepada orang di atas kita dan melepaskan bolanya!

Gerakan yang sangat selaras dengan masyarakat ini... apa itu berarti aku sudah mulai terbiasa sebagai orang kota?

"Karena itulah Heresy, kamu diputuskan untuk membantu Sang Orang Suci mencari Relik."

"..."

Malam hari pada hari di mana aku merasa sudah terbiasa sebagai orang kota.

Saat aku sedang minum teh dengan perasaan segar seolah baru saja menyelesaikan tugas besar, entah kenapa Leticia datang menemuiku dengan masih memakai pakaian formal!

Terima kasih sudah bekerja keras sampai jam begini! Lebih baik segera pulang dan tidur, lho!

"...Aku buatkan teh untuk Leticia dulu, ya."

"Itu jalan menuju pintu keluar, bukan ruang dapur. Jangan coba-coba kabur. Lagipula, ini adalah penyampaian keputusan yang sudah bulat, jadi meskipun kamu tidak mendengarkan bicaraku sekarang, hasilnya tidak akan berubah."

"Kabur... mana mungkin aku melakukan hal seperti itu. Haha."

Sepertinya aku akan dipaksakan melakukan hal yang merepotkan, jadi aku mencoba menghindar tapi gagal!

Wah, aku sangat senang memiliki teman yang bisa menunjukkan kenyataan kepadaku saat aku ingin melarikan diri dari kerepotan seperti ini! Sungguh!

Kukira aku sudah melempar bola yang hampir meledak ke atas, ternyata bola itu malah balik lagi ke tanganku. Bukankah ini menarik seperti contoh tipikal organisasi yang buruk? Apa ini semacam sindiran?

"Yang Mulia Raja dan Sang Orang Suci telah melakukan pertemuan, dan diputuskan bahwa kebijakan Meilleur adalah mengizinkan serta bekerja sama dalam penyelidikan Sang Orang Suci. Mengenai kebenaran insiden di Menara Gojin, tentu saja kita perlu menutup-nutupinya. Namun, Sang Orang Suci berkali-kali mengatakan 'Aku akan menjadikannya masalah internasional', jadi diputuskan bahwa lebih baik membiarkan beliau berkeliling melihat-lihat bagian dalam secara bebas agar tidak menimbulkan kecurigaan. Saat Slava sedang menunjukkan pergerakan mencurigakan seperti sekarang, kita tidak boleh memperburuk hubungan dengan High Stella."

"Lapi... Sang Orang Suci, dia juga mengatakan ancaman seperti itu kepada Raja... Jangan-jangan soal rasisme juga?"

"Meilleur dibilang 'kekuatan terbesar para penjajah', dan Yang Mulia dibilang 'raja gunung monyet'."

"Konsisten sekali ya."

Tak disangka Lapica-san menghadapi Raja dengan gaya yang sama saat bicara denganku, benar-benar mengejutkan!

Menghadapi Raja dari negara dengan kekuatan militer terbesar di Benua Tengah dan bicara sembarangan seperti itu, kurasa hanya dia satu-satunya orang di dunia ini! Benar-benar bukan sesuatu yang patut dipuji, sih!

"Dan bagian yang paling penting adalah, ada perubahan dalam metode pencarian Relik. Heresy dan Sang Orang Suci akan melakukan pencarian paksa terhadap tiga organisasi yang kusebutkan tadi pagi."

"Apa yang kamu katakan sekarang berbanding terbalik dengan tadi pagi..."

Kekhawatiran yang kita takuti menjadi kenyataan ya...

Iya ya. Tadi dibilang 'selama situasi tidak berubah' kita harus menyelidiki dengan hati-hati dan mengutamakan keselamatan, tapi aku tidak menyangka kedatangan Lapica-san bisa merubah segalanya sampai sejauh ini!

"Bukankah tadi bicaranya 'suatu saat nanti kita akan melakukan penggeledahan paksa tapi ada waktunya, jadi sampai saat itu mari kumpulkan informasi sedikit demi sedikit'..."

"Tadinya memang begitu... tapi setelah mendengar bahwa salah satu tujuan Sang Orang Suci adalah mencari Relik, Yang Mulia berpikir untuk membenturkan tiga organisasi yang menjadi beban pikiran beliau dengan Sang Orang Suci yang menjadi beban pikiran baru."

"Jadi beliau berpikir begitu, ya."

Jangan-jangan beliau bermaksud membuat masalah dan masalah saling melenyapkan satu sama lain?

Leticia meminum teh buatanku sedikit lalu menghela napas. Dia menyandarkan punggungnya di kursi sambil melepas kancing jaketnya dan mengambil posisi rileks!

Seiring keteganganku meningkat, ketegangan Leticia justru mengendur... Inilah pemandangan dari sisi orang yang dipaksa memikul tanggung jawab, ya! Sekarang aku merasa sedikit mengerti perasaan Jade-kun di depan gerbang tadi!

"Ada banyak alasan dan niat yang berujung pada keputusan ini, itulah sebabnya rapatnya berlangsung sampai jam begini. Ngomong-ngomong aku tadi menentangnya, jadi kalau mau benci, bencilah Yang Mulia dan Sang Orang Suci yang dengan senang hati memutuskan penggeledahan paksa pada tiga organisasi itu."

"Kenapa harus dua orang itu, sih."

Kalau begitu, membenci atau mengeluh pun tidak ada bedanya. Kalau dua orang itu sudah memutuskan, warna hitam pun bisa jadi putih.

"Meskipun Sang Orang Suci adalah perwakilan High Stella, bagi negara kita dia adalah orang luar. Seberapa kasarnya pun penyelidikan yang dilakukan terhadap tiga organisasi itu hingga merusak nama baik, pihak kerajaan bisa berdalih kalau itu dilakukan sendiri oleh orang asing dan pihak kerajaan tidak terlibat. Dengan begitu, penggeledahan paksa yang tadinya ingin dilakukan Yang Mulia namun ditahan-tahan, akhirnya bisa terlaksana."

"Eh, itu sih cuma alasan..."

"Obsesi Yang Mulia terhadap Relik itu nyata."

Bukan anak kecil yang tidak dibelikan mainan baru juga, kan... Walaupun itu keinginan Lapica-san sendiri, memperlakukan perwakilan negara lain seperti martil pemukul itu benar-benar keterlaluan.

"Lalu alasan kenapa Heresy yang mendampingi Sang Orang Suci adalah; kamu penduduk Desa Shiawase—satu-satunya orang terkait yang mungkin bisa mengenali Relik. Lalu meski masih berstatus pelajar, kamu punya kemampuan sebagai Pemanggil yang bisa berfungsi sebagai pengawal Sang Orang Suci. Dan terakhir, karena kamu rakyat jelata, jika terjadi sesuatu yang buruk, kami bisa menganggapmu tidak pernah ada sejak awal."

Eeeh...!?

Hmm, sangat masuk akal. Entah itu rasional atau melihat gambaran besar, memberikan bobot pada nyawa orang benar-benar terasa sangat politis dan bagus menurutku! Asalkan aku tidak terseret di dalamnya!

"Ngomong-ngomong, alasan terbesarnya adalah karena Sang Orang Suci sendiri yang menunjuk Heresy. Ketika beliau bilang tidak bisa mempercayai orang lain, kami tidak punya pilihan selain menurutinya."

"Ditunjuk... Harusnya aku pakai nama palsu di depan Sang Orang Suci tadi."

"Kamu bertemu Jade di depan gerbang, kan? Meskipun kamu memalsukan namamu, aku tidak yakin kamu bisa bekerja sama dengannya untuk terus menyembunyikannya."

"..."

"Sekian alasannya. Selanjutnya aku akan menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan."

"Kamu langsung memutus pembicaraan dan lanjut ya."

Dia mulai terbiasa menangani Heresy-san ya...

Yah, aku rasa menjadi tegas bahkan kepada teman adalah kelebihan Leticia, tapi mbok ya berikan sedikit kelonggaran atau semacamnya... kan?

"Jika kamu menemukan Relik selama penyelidikan, aku ingin sebisa mungkin kamulah yang mengambilnya, bukan Sang Orang Suci. Aku tidak tahu apa tujuan Sang Orang Suci mencari Relik, tapi justru itulah kita tidak boleh membiarkannya diambil. Meskipun terpaksa jatuh ke tangannya sementara tergantung situasi saat penemuan, pada akhirnya benda itu harus disimpan di gudang harta Meilleur."

"Yah, itu benar sih. Aku sendiri pun merasa ingin mengambilnya kembali karena itu benda yang dicuri dari kampung halamanku. Cuma memastikan saja, Relik yang ditemukan nanti—termasuk 'Alkitab'—pada akhirnya akan dikembalikan ke desa, kan?"

"............Orang yang dianggap memegang Relik adalah para pemimpin tiap organisasi. Aljion Falgor dari faksi ortodoks Institut Madou, Ilius Latrade dari Gereja Elpis, dan Cain Sidia, sang Ketua Guild Pembasmi. Karena penyelidikan saat mendampingi Sang Orang Suci memiliki kekuatan memaksa, tidak masalah jika kamu melakukan kunjungan mendadak dan langsung menemui ketiga orang ini. Mohon bantuannya, ya."

"Sepertinya tidak akan dikembalikan."

Melihat Leticia memalingkan mata sambil terus bicara, aku langsung paham segalanya!

Yah, bagiku itu cuma rasa tidak enak karena barang itu dicuri, kalau semuanya dikumpulkan dan disimpan dengan baik di satu tempat, aku tidak keberatan. Nanti tinggal kubilang saja pada Pak Kades saat pulang.

"Informasi mengenai tiga pemimpin organisasi itu sudah disampaikan kepada Sang Orang Suci. Aku tidak tahu urutan penyelidikan beliau mulai besok, tapi perkiraanku Gereja Elpis adalah yang pertama. Orang High Stella itu sangat cerewet soal agama lain..."

"Hmm, memang dia orang yang kata-katanya tajam, tapi mana mungkin dia sampai mencari gara-gara dengan agama resmi negara netral... Eh, kalau dia sih mungkin saja melakukannya ya..."

"Sepertinya dia akan melakukannya."

Baguslah kalau Leticia juga sudah mulai memahami Lapica-san!

Baik aku maupun Leticia tidak menghabiskan waktu lama bersama Lapica-san, tapi jika kami mengamati dari sudut pandang berbeda dan sampai pada kesimpulan yang sama, berarti memang begitulah kenyataannya!

Saat kami berdua saling bersimpati dan mengangguk-angguk, tiba-tiba Leticia yang berekspresi seolah teringat sesuatu mendekatkan wajahnya sampai jarak di mana napasnya terasa! Bulu matanya panjang ya.

"Sekian soal Relik, tapi di luar itu ada hal yang sedikit mengganjal soal Sang Orang Suci. Boleh aku bertanya? Ini masalah yang sangat penting bagiku."

"Boleh saja... Eh, ada apa ya. Apa aku berbuat sesuatu lagi?"

"Selama rapat, Sang Orang Suci berkali-kali bersikeras kalau kamu itu 'sama' dengannya. Dari cara bicaranya, beliau terlihat sangat memercayaimu. Sebenarnya apa yang kamu lakukan bersama Sang Orang Suci di hutan? Hutan, laki-laki dan perempuan, hanya berdua... tidak mungkin tidak terjadi apa-apa. Aku ahli dalam hal ini."

"Aku tidak tahu kamu ahli dalam hal apa, tapi kurasa pengetahuan itu lebih baik dibuang saja."

Meskipun ditanya apa yang kulakukan di hutan, aku cuma ingat langsung dihina soal perbedaan ras begitu bertemu Lapica-san.

Kalau itu adalah bukti kepercayaan baginya, aku sudah tidak punya rasa percaya diri lagi untuk berkomunikasi dengan orang lain!

"Lagipula, bagi orang High Stella yang memiliki pemikiran elitis kuat karena merasa unggul secara biologis, mengingat nama ras lain yang baru ditemui saja sudah tidak normal. Sang Orang Suci sendiri yang menceritakan kejadian di hutan, tapi naik kereta kuda bersama itu mustahil, dan aku belum pernah dengar beliau mengizinkan adanya kontak fisik."

"Kontak fisik... aku cuma meraih tangannya saat dia mau naik kereta, kok."

"Padahal butuh waktu berhari-hari untuk bisa berteman denganku... kenapa dengan perempuan itu kamu bisa membangun hubungan kepercayaan secepat itu? Kenapa? Kenapa kenapa kenapa kenapa kenapa kenapa kenapa kenapa?"

"Serem serem serem!"

"Bercanda, kok."

Walaupun akting, itu terlalu menjiwai sampai-sampai menakutkan. Bagaimana caranya kamu menghilangkan binar di matamu itu?

Leticia yang tadi berdiri dan memancarkan aura intimidasi seolah ingin menusukku dengan pisau, seketika mengubah ekspresinya dan dengan alur yang alami dia merangkul kepalaku lalu mulai menciumi aroma bagian belakang kepalaku! Apa-apaan, sih?

"Sluuurp... haaa. Dengan 'Heresu' (menghisap Heresy) ini, kelelahan rapatku... sluuurp... akan hilang. Percuma saja mencoba kabur. Ini adalah, ya, hukuman untukmu."

"Mmmph (Uwaa...)"

Dia menunjukkan ekspresi yang benar-benar tidak boleh diperlihatkan kepada orang tuanya ya...

Begitu ya? Aku bisa membayangkan sih, tapi karena rasa penasaran yang mengerikan aku jadi ingin tahu wajah seperti apa yang dia buat... Eh, lebih baik jangan lihat, deh. Lebih baik tidak usah lihat. Demi masa depan kami berdua.

"Rasanya saat dipeluk memang luar biasa. Karena hari ini aku sibuk dari pagi sampai malam, aku akan melakukannya sepuasnya... Ah."

"...Eh, ada apa?"

Leticia yang tadi kehilangan kendali diri sambil menggeliat dan berulang kali menarik napas dalam, tiba-tiba menjauh seolah baru saja menyentuh api... Akhirnya dia sadar diri?

"Tidak, itu... maaf. Hari ini aku belum mandi... jadi, soal, aromanya..."

"Ah, begitu ya? Yah, aku rasa tidak perlu dipikirkan, sih."

"...Benarkah?"

"Iya. Sama sekali tidak terasa aneh, kok."

Aroma Leticia saat ini, apa ya, rasanya seperti aroma yang menempel di selimut pinjaman tapi lebih pekat! Bagiku itu lebih ke kesan aroma saat akan tidur!

Tapi topik seperti ini sulit ya, salah bicara sedikit saja bisa melukai perasaan atau dianggap menjijikkan!

Kakek di toko senjata juga pernah bilang kalau bicara terlalu blak-blakan itu bisa berujung kegagalan! Jawabannya harus abu-abu!




"Rasanya campur aduk antara senang dan malu. ...Yah, urusanku sudah selesai, jadi untuk hari ini aku pulang dulu ya. Terima kasih atas hidangannya."

"Kata-kata perpisahannya aneh, tahu."

Setelah mengatakan itu, Leticia melambaikan tangan kecilnya dan pergi dengan ekspresi wajah yang merupakan perpaduan sempurna antara wajah datar dan seringai lebar!

Seperti biasa pilihan katanya menji— maksudku, selamat beristirahat setelah bekerja keras!

Meskipun aku merasa cemas tentang apa yang akan terjadi dengan masalah Relik mulai besok, pada dasarnya aku hanya perlu mengikuti kemauan Lapica-san, jadi sepertinya aku tidak perlu menyusun rencana kencan, kan?

Apa sebagai laki-laki itu cukup parah?



Chapter 6

Kantor Pusat Gereja


"Selamat pagi. Mari kita pergi untuk membongkar markas besar kaum pagan."

"……Selamat pagi, Lapica-san. Kamu datang cepat sekali ya."

Halo, namaku Heresy! Kemarin aku diminta Leticia untuk membantu Lapica-san mencari Relik, dan pagi-pagi sekali keesokan harinya, aku sudah menyuguhi teh untuk si subjek utama yang tiba-tiba muncul di kamarku sambil bersiap-siap!

"Serangan fajar adalah dasar dari peperangan. Sebagai spesies unggul—maksudku, sebagai pemegang otoritas kuat, kita harus bergerak sebelum informasi tersebar luas untuk memaksimalkan keuntungan."

"Mungkin itu benar, tapi…… lawan kita adalah rakyat negaraku sendiri. Aku merasa setidaknya kita harus punya tata krama dasar."

"Jangan lupa. Meilleur pernah sekali menggunakan kekuatan yang membawa kehancuran pada dunia ini, tahu? Aku tidak tahu seberapa kuat negara ini membelenggu hatimu, tapi sebagai Wadah Dewa yang baik, kamu tidak boleh ragu untuk menaruh rasa curiga."

"Apa tidak apa-apa ya……"

Yah, Yang Mulia Raja mungkin malah ingin Lapica-san mengacak-acak tempat itu sesuka hati, tapi tidak seperti Lapica-san yang bisa pulang setelah urusannya selesai, aku kan harus tetap tinggal di ibu kota setelah ini?

Sebagai rakyat jelata yang bertindak sebagai kaki tangan, akulah yang paling mungkin menanggung dendam. Gawat juga.

Bahkan saat aku hendak melepas baju tidur, Lapica-san tidak memalingkan wajah dan malah memiringkan kepalanya dengan bingung.

Aku pun selesai berganti pakaian dengan percaya diri di depannya, lalu membawa Lapica-san yang baru sekarang tersipu malu dan panik keluar dari kamar!

Di luar, langit masih berwarna fajar, dan suara langkah kaki yang bergema di lorong asrama terasa seperti sisa-sisa mimpi!

"Seperti yang kukatakan tadi, kita akan menuju Gereja Elpis sekarang. Kamu tahu alasannya, kan?"

"Emmm…… karena kemungkinan mereka menyimpan Relik paling besar?"

"Karena mereka menyembah dewa yang berbeda dari High Stella."

"Eeeh……?"

"Tentu saja, kemungkinannya juga lebih tinggi dibandingkan dua organisasi lainnya. Organisasi keagamaan yang dibuat oleh spesies rendahan untuk kepuasan diri sendiri biasanya memiliki struktur di mana persembahan dari pengikut mudah terkumpul di satu tempat."

"Prasangkamu luar biasa ya…… Lapica-san, dari mana kamu mendapatkan informasi seperti itu?"

"Aku diajarkan saat aku berada di bawah perlindungan gereja (di High Stella). Selain itu, aku juga diajarkan bahwa Dewa High Stella adalah eksistensi tertinggi, dan ras lain seperti kalian—spesies luar yang invasif—memiliki kemampuan individu yang jauh lebih rendah dibanding orang High Stella, meskipun daya reproduksinya tinggi."

"Ah, aku jadi paham banyak hal sekarang."

Katanya kepribadian seseorang dibentuk oleh lingkungan, jadi cara berpikir Lapica-san pasti terbentuk dari gabungan ideologi orang-orang High Stella!

Jika dipikir bahwa opini publik langsung membentuk kepribadian, mungkin itu cara yang masuk akal untuk menciptakan pemimpin ideal! Kepribadianku pun dibentuk oleh orang-orang di desa!

Benarkah begitu……? Kupikir Heresy-san tetaplah sosok yang unik bahkan di desa……

Kalau bicara soal itu, Happy juga sama, kan? Bahwa sifatku dan Happy mirip adalah sesuatu yang dikatakan oleh semua orang di desa, tahu?

Mari kita hentikan pembicaraan ini di sini, ya?

Selagi asyik mengobrol soal kampung halaman, kami keluar dari asrama dan berjalan menyusuri jalanan kota yang masih sepi di pagi hari menuju markas besar Gereja Elpis!

Setelah keluar dari asrama dan berjalan sedikit ke arah barat, ada area yang berbatasan dengan kastil kerajaan dan distrik bangsawan.

Setelah masuk ke jalan samping selama beberapa saat—sosok yang muncul di depan mata kami adalah, bukan katedral megah yang dibayangkan orang saat mendengar 'Kantor Pusat Gereja', melainkan sebuah bangunan kotak yang tinggi dan kaku yang lebih mirip kantor pemerintahan!

"Ini kantor pusat Gereja Elpis……? Suasananya tidak terasa seperti memuja dewa ya. Lebih mirip kantor dinas, atau gedung untuk urusan administrasi."

"Mereka pasti sibuk setiap hari mengelola barang persembahan dari para pengikut yang jumlahnya saja yang banyak. Inilah cara negara ini menghadapi Tuhan mereka."

Karena lawannya adalah agama lain, mulut Lapica-san jadi sangat tajam ya! Secara pribadi, aku cukup suka orang dengan pemikiran ekstrem seperti ini, tapi aku khawatir suatu saat aku yang di sampingnya ini ikut kena marah!

Di depan bangunan kaku itu ada pintu ganda besar, dan di kedua sisinya berdiri dua orang pria! Penampilan mereka bukan seperti resepsionis…… melainkan penjaga gerbang yang tangguh, ditambah lagi mereka memegang tombak besar yang membuat suasana terasa sangat kaku!

"Berhenti. Apa kalian membawa persembahan? Atau donasi?"

"Hmm? Ah, kami—"

"Kami bukan pengikut. Aku adalah Orang Suci dari High Stella dan rekanku. Aku datang untuk melakukan penyelidikan setelah menerima laporan bahwa pemimpin wilayah dari bidat…… Gereja Elpis menyimpan barang-barang mencurigakan. Kalian tidak punya hak untuk menolak."

Wuih, dia langsung gas! Lapica-san dengan kemurnian seratus persen langsung gas!

Mendengar kata-kata arogan yang tiba-tiba keluar dari mulut gadis mungil yang tampak rapuh jika diam saja itu, para penjaga gerbang pun tertegun dan saling pandang!

"Apa-apaan anak ini. Seorang pagan?"

"Beraninya gadis kecil sepertimu mengaku sebagai utusan dari negara monster! Apa tujuanmu? Bermain-main itu ada batasnya, bocah. Mana mungkin orang yang tidak jelas asal-usulnya bisa bertemu dengan Tuan Pemimpin Wilayah."

"Sepertinya kalian tidak tahu siapa aku. Aku adalah Wadah Dewa dari bintang ini, sekaligus tamu terhormat negara ini. Tentu saja, sebagai perwakilan High Stella, aku memiliki wewenang untuk memutuskan diplomasi dengan Meilleur secara sepihak. Jika terjadi sesuatu padaku di sini, posisi pemimpin wilayah kalian pun akan terancam."

"A-apa……!?"

Lucu sekali melihatnya mengancam secara terang-terangan. Pasti di High Stella, ancaman bukanlah tindak pidana melainkan sarana negosiasi yang sah, ya!

Karena khawatir kami akan diusir begitu saja, aku menoleh ke samping dan melihat Lapica-san sama sekali tidak merasa bersalah, malah memasang senyum provokatif!

Aku tidak mengerti isi hatinya.

"Kamu pikir kamu sedang mengancam kami? Segala penghinaan terhadap Tuan Pemimpin Wilayah dan Elpis-sama ini tidak akan selesai hanya dengan kata maaf atas candaan anak kecil!"

"Tunjukkan bukti identitasmu. Akan kuseret kamu kembali ke orang tuamu!"

"Aku tidak punya barang untuk membuktikan identitas."

"……!?"

Kuat banget. Maksudku, Lapica-san, kamu sudah bertemu Raja tapi tidak diberi tanda pengenal? Jangan-jangan kamu benar-benar cuma dijadikan martil pemukul untuk tiga organisasi itu……?

Mungkin mereka ingin membuat kesan bahwa Lapica-san bergerak atas kemauan sendiri……

Tapi rasanya dia sendiri sudah banyak bicara macam-macam…… ah! Salah satu penjaga yang sudah hilang kesabaran mendorong bahu Lapica-san!

Tapi dia tidak bergeming sedikit pun!

"Sudah cukup, cepat pergi dari…… Sial, perempuan apa ini! Dari mana tubuh kecil ini mendapatkan kekuatan seperti ini……!?"

"Lepaskan. Kamu, baru saja melakukan kekerasan padaku. Ini masalah internasional. Selamat. Dengan ini, kamu telah menjerumuskan puluhan ribu rekanmu menuju kematian dalam perang antara High Stella dan Meilleur."

"Ja-jangan bicara konyol……!"

Mengancam lagi…… Yah, memang tidak baik menyentuh tubuh orang yang tidak dikenal tanpa izin. Berbahaya juga kalau tidak tahu apa arti kontak fisik bagi orang dari negara lain!

Saat aku sedang bingung apakah harus minta maaf soal memegang tangan Lapica-san saat naik kereta kemarin, terdengar suara pintu gedung terbuka dari balik para penjaga!

"Oho, itu tidak boleh ya. Akan merepotkan jika masalahnya jadi sebesar itu. Bukankah ini hanya kesalahpahaman?"

Yang keluar adalah seorang pria bermata sipit yang terlihat berusia sekitar empat puluh tahun! Tubuhnya ramping, mengenakan banyak pakaian dan aksesoris yang tampak mahal, sepertinya dia menimbun banyak uang!

Rasanya aku jadi ingin masuk agamanya!

"Tuan-Tuan Pemimpin Wilayah, orang-orang ini—"

"Aku mengerti. Sisanya biar aku yang tangani, kalian kembalilah ke pos masing-masing."

Begitu pria bermata sipit yang ternyata adalah pemimpin wilayah itu bicara, kedua penjaga gerbang itu bergegas kembali ke sisi pintu dan menjadi kaku seperti pajangan!

Setia pada tugas ya, bagus.

"Anda adalah Sang Orang Suci dan pendampingnya, ya? Nama saya Ilius, pemimpin wilayah Gereja Elpis. Jika ada urusan dengan gereja saya, silakan masuk ke sini. Ya, saya akan mendengarkan pembicaraan Anda dengan seksama. Gereja Elpis tidak menolak kaum pagan sekalipun, dan akan menyambut Anda dengan hati yang lapang."

"Apa yang Anda katakan berbeda dengan dua orang tadi ya."

"Oho, mohon maaf atas ketidaksopanan mereka. Nanti akan saya tegur, jadi mohon maafkanlah."

Ooh……? Ternyata dia orang yang sangat pengertian ya! Aku sangat terbantu ada orang di negara ini yang bisa menerima tingkah laku Lapica-san!

Sepertinya dia orang yang jujur dan bisa dipercaya!

……Anda serius mengatakan itu……?

Eh, apa? Ada sesuatu yang mengganjal? Kita kan baru saja bertemu, tidak baik menilai orang dari kesan pertama!

Begitu kami melangkah masuk ke lobi atas arahan pemimpin wilayah, tepat di saat yang pas, pintu di belakang kami tertutup dengan suara berat!

Orang lain di dalam bahkan memasang palang pintu, menunjukkan kesadaran keamanan yang tinggi ya!

Ini sih, bukannya kita dikurung ya……?

Hmm? Yah, bisa saja dilihat begitu. Tapi lihat, kalau mau keluar tinggal minta tolong pada orang yang menutupnya tadi, kan.

Sambil memikirkan cara pulang di sudut kepala, aku mengikuti pemimpin wilayah menyusuri lorong panjang sampai akhirnya kami dibawa ke sebuah ruang tamu yang luar biasa besar!

Bukan cuma interiornya, bahkan pintunya saja dihiasi permata dan emas. Dinding sampai lampu semuanya mewah tanpa celah! Kelihatannya bisnisnya lancar ya, baguslah.

"Silakan duduk. Meskipun sekte dan ras kita berbeda, kita sama-sama penganut yang memanjatkan doa kepada Tuhan. Sudah sewajarnya kita saling bergandengan tangan untuk berbagi informasi."

Begitu pemimpin wilayah menyipitkan matanya, orang-orang dengan baju zirah lengkap berwarna putih tiba-tiba menyerbu masuk ke ruangan dan mengepung kami!

Dua di antaranya maju dan menyodorkan telapak tangan ke arahku dan Lapica-san! Apa mereka minta uang tip?

"Siapa orang-orang ini?"

"Mereka adalah Ksatria Kuil yang kulatih. Serahkan senjata kalian kepada mereka. Ini adalah persiapan yang diperlukan agar kita bisa berbincang dengan nyaman satu sama lain."

"……"

Lapica-san memelototi pemimpin wilayah! Pemimpin wilayah tetap tersenyum dengan mata sipitnya, dan entah kenapa ekspresinya terlihat seperti pemburu yang baru saja menangkap mangsa dengan jebakan buatannya sendiri!

Bukankah memang begitu kenyataannya……?

"Jangan terlalu waspada begitu. Ini adalah ajaran Elpis-sama. Membawa senjata ke tempat diskusi suci adalah hal yang tidak terpuji. Lagipula, kalian tidak datang ke sini untuk melakukan kekerasan, kan?"

"……Baiklah, tidak apa-apa."

Mendengar penjelasan pemimpin wilayah, Lapica-san dengan enggan menyerahkan belati yang ia sembunyikan kepada Ksatria Kuil!

Karena sejak awal aku tidak membawa senjata, aku langsung selesai setelah pemeriksaan tubuh di tempat!

Meskipun senjata bagi seorang Pemanggil (Summoner) hanyalah hiasan, dan penyihir pun bisa menggunakan sihir dengan tangan kosong, jadi seperti kata pemimpin wilayah, menyerahkan senjata begini mungkin hanyalah formalitas!

Lapica-san juga pasti bisa mengatasi apa pun dengan mukjizat atau sihir, makanya dia menyerahkannya begitu saja!

"Silakan nikmati ini."

Sambil mengawasi Ksatria Kuil yang membawa pergi belati Lapica-san, muncul seseorang yang membawakan cangkir berisi cairan berwarna merah muda!

Ada uap hangat yang mengepul, dan teh (atau apa pun ini) yang aneh itu mengeluarkan aroma manis!

"Selanjutnya, silakan minum ini. Ini adalah teh khusus yang kami gunakan saat melakukan negosiasi. Aromanya enak, bukan?"

Pemimpin wilayah yang menawarkan minuman asing itu menyeringai geli…… hmmm, ini sih jelas mencurigakan, kan……?

Aku hanya saling bertukar pandang dengan Lapica-san melalui mata, lalu dia mengangguk pelan dan menatap pemimpin wilayah dengan tajam!

"Teh ini punya efek apa?"

"Punya efek menenangkan hati. Silakan segera diminum. Jika Anda tidak melakukannya, saya juga tidak bisa menanggapi pembicaraan ini."

"……Baiklah, aku mengerti. Akan kuminum."

Tak disangka Lapica-san menerima permintaan itu. Meski berekspresi masam, dia menempelkan bibirnya ke cangkir! Ini mungkin sama seperti saat menyerahkan senjata tadi, dia sudah memperkirakan situasi terburuk dan menganggap tidak ada masalah!

Mungkin kalaupun ada racun, itu tidak mempan atau dia bisa menetralkannya!

Karena kalau aku minum racun aku pasti mati, maaf ya Lapica-san, aku akan memastikan keadaanmu dulu sebelum meminumnya!

Setelah melihat Lapica-san menghabiskannya, aku meminum teh itu seteguk. Rasa manis yang aneh menyebar di mulut disertai aroma seperti herba di hidung, menciptakan rasa yang sulit dijelaskan!

Begitu diminum, aku merasa tubuhku menjadi hangat seolah terbakar! Apa ini bukan racun?

"Nah, sekarang persiapan diskusinya sudah siap…… Boleh aku dengar apa keperluan kalian?"

"Aku akan langsung pada intinya. Aku mendapat informasi bahwa Gereja Elpis menyimpan barang mencurigakan yang memiliki kekuatan jahat. Kami datang untuk menyelidiki hal itu. Jika Anda mencoba menutup-nutupinya—"

"Hoho, begitu ya. Kekuatan jahat—maksud Anda benda itu? Tentu saja, akan kutunjukkan semuanya tanpa ada yang disembunyikan. Kamu yang di sana, tolong bawakan brankas yang kuncinya ini."

"Baik, Tuan Ilius."

Ksatria Kuil yang menerima kunci dari pemimpin wilayah bergegas keluar ruangan!

Wah, pembicaraannya lancar seratus kali lipat dari yang kubayangkan!

Kalau ini benar-benar Relik, itu akan sangat bagus!

Masalahnya adalah apakah kita bisa mengenali barang curian dari desa kita……

Soalnya saat mencari Alkitab pun bukan dengan merasakan auranya, tapi dengan melihat langsung fisiknya. Tapi aku merasa kalau melihat barang aslinya, mungkin aku akan tahu!

Mengingat 'apa yang hilang' mungkin sulit, tapi dari sudut pandang 'pernahkah melihat ini', mungkin aku bisa menjawab dengan intuisi!

"Barang yang kusuruh bawa tadi awalnya adalah persembahan dari pengikut. Tapi karena suasananya terasa tidak enak, kami menyimpannya dengan penuh tanggung jawab agar tidak bocor ke luar."

"Bukankah Anda sengaja mencari dan mengumpulkan barang-barang dengan kekuatan seperti itu?"

"Oya oya, tolong hentikan prasangka buruk itu. Kami sendiri pun kesulitan menangani benda itu."

Sambil melihat pemimpin wilayah yang tampak senang meski katanya kesulitan dan Lapica-san yang terus mendebatnya, aku meminum tehku. Tak lama kemudian, Ksatria Kuil tadi kembali membawa sebuah kotak!

Atas instruksi pemimpin wilayah, kotak itu dibuka, dan yang diletakkan di atas meja tamu adalah sebuah batu kecil! Ukurannya hanya seukuran telapak tangan, tapi hanya dengan melihatnya saja sudah jelas kalau benda itu memancarkan aura yang tidak menyenangkan!

"Ini bendanya. Tapi tolong jangan menyentuhnya langsung dengan tangan. Karena berbahaya."

"Kenapa? Apa Anda pikir kami akan mencurinya?"

"Mana mungkin. Tapi sudah pasti benda ini memiliki kekuatan sial. Akan sangat terlambat jika terjadi sesuatu pada Sang Orang Suci dari High Stella."

Lapica-san mengamati batu itu dengan raut wajah serius! Sepertinya dia merasakan kekuatan sial itu!

Ngomong-ngomong, menurut pendapatku, batu itu…… sama sekali tidak terlihat familiar sebagai barang curian dari desa! Bagaimana menurutmu, Happy?

Aku juga tidak pernah melihatnya…… Meskipun tidak bisa dipastikan seratus persen, rasanya tidak ada orang yang menyimpan batu seperti itu……

Benar, kan! Barang-barang yang dicuri dari desa itu, maksudku, materinya lebih normal, atau mungkin lebih terasa biologis……

"……Aku sudah paham secara garis besar. Sepertinya ini bukan benda yang kami cari."

"Oya, sayang sekali. Mohon maaf saya tidak bisa membantu."

"Boleh aku melihat gudang penyimpanan secara langsung?"

"Saya benar-benar minta maaf. Itu adalah ajaran Gereja Elpis, di mana hanya penganut dengan kebajikan tinggi yang boleh masuk ke sana. Jika Anda berada di posisi yang sebaliknya, seberapa besar pun permintaan dari perwakilan negara lain, Anda tidak akan melanggar ajaran gereja, kan? Hari ini aku hanya bisa menunjukkan ini—mohon pengertiannya."

"……"

Lapica-san yang sepertinya sudah mencapai batas kesabaran karena nada bicara pemimpin wilayah yang memprovokasi itu tiba-tiba berdiri.

Seketika para Ksatria Kuil di sekeliling kami menghunuskan pedang mereka, menciptakan suasana yang mencekam!

Lapica-san tetap tenang meski ditodong pedang, tapi saat melihat ada pedang yang menempel di leherku, dia pun duduk kembali dengan terpaksa! Mungkin kalau dia sendirian, dia sudah mengamuk!

Lapica-san menatap para Ksatria Kuil yang menyarungkan pedang mereka dengan tenang, namun akhirnya pandangannya tertuju pada batu di atas meja!

"Ngomong-ngomong, tadi Anda bilang Anda kesulitan mengelola batu itu."

"Ya, meskipun kami sudah mengerahkan seluruh kemampuan, butuh usaha keras untuk menyegel kekuatan sialnya…… Benar-benar merepotkan."

Berlawanan dengan kata-katanya, pemimpin wilayah yang tampak tidak terlalu repot itu mengangkat bahunya dengan berlebihan!

Saat aku menoleh ke arah Lapica-san karena mengira dia akan marah lagi, di luar dugaan dia malah memasang senyum jahat, dan langsung mengulurkan tangan menyentuh batu itu secara langsung!

Pemimpin wilayah dan para ksatria berseru kaget, tapi saat itu juga cahaya suci sudah meluap dari tangan Lapica-san, dan batu yang tadi tampak suram itu berubah menjadi batu suci yang bersinar terang dalam sekejap!

"Sang Orang Suci……!? Ah, apa yang Anda lakukan……!"

"Sebagai balasan atas 'respons tulus' Anda, aku sudah menyucikan batu ini. Di gereja yang suci, benda dengan kekuatan negatif seperti itu tidak diperlukan, kan?"

"Grrr…… Anda pikir bisa selamat setelah melakukan hal seperti ini……!?"

Ketenangan pemimpin wilayah hancur, matanya terbelalak, sementara para Ksatria Kuil bergerak menutup pintu ruangan. Suasananya seolah mereka tidak akan memaafkan orang kurang ajar yang merusak barang berharga mereka!

Lapica-san tampak puas seperti baru saja berhasil membalas provokasi mereka, tapi meski tujuannya menyucikan barang sial, tindakannya itu tetap saja sebuah kejahatan, lho?

"Hasilnya tidak ada kerugian bagi kami maupun kalian, kan? Atau jangan-jangan, kalian merencanakan sesuatu dengan menggunakan batu ini?"

"……Baiklah. Mari kita tidak memperpanjang masalah ini untuk sekarang."

"Tuan Pemimpin Wilayah, apa Anda yakin?"

"Ya. Sepertinya kekuatan Sang Orang Suci memang asli."

Pemimpin wilayah yang sempat terdiam sejenak seolah sedang menghitung sesuatu, akhirnya menggelengkan kepala pasrah dan memberi instruksi dengan isyarat tangan kepada para ksatria!

Kemudian para Ksatria Kuil yang tadi menjaga pintu masuk pun membuka jalan agar kami bisa keluar ruangan!

"Aku akan menyelidiki perubahan pada batu ini sekarang. Untuk hari ini silakan Anda pulang."

"Tunggu sebentar. Pembicaraan kita belum—"

"Silakan pulang. Jangan khawatir, hutang ini pasti akan saya bayar kembali. Ingatlah itu."

Lapica-san mencoba memprotes pemimpin wilayah yang ingin mengakhiri pembicaraan secara sepihak, namun Ksatria Kuil yang mengepung kami terus memberikan tekanan tanpa memberi celah untuk bicara.

Mereka mendorong kami keluar gedung secara perlahan seperti dinding yang bergerak!

Aku khawatir Lapica-san akan menyerang para ksatria dengan kekerasan, tapi sepertinya dia sudah cukup puas setelah merusak batu itu, jadi dia berjalan keluar dengan cukup patuh!

"Ini kukembalikan. Silakan pulang untuk hari ini."

Tak lama setelah kami diusir keluar gedung, ksatria itu mengembalikan belati Lapica-san yang tadi disita, dan sebelum kami sempat mengatakan apa pun, penjaga gerbang sudah menutup pintunya!

Karena tidak ada pilihan lain, kami berjalan menjauh sedikit sampai ke tempat di mana kami bisa melihat markas pusat gereja dari kejauhan.

Selama itu, Lapica-san yang tadinya diam saja akhirnya membuka mulut!

"……Kupikir kita akan bertempur saat aku menyucikan batu itu, tapi ternyata kita dilepaskan begitu saja ya. Seperti dugaan, batu itu hanyalah umpan, gereja pasti menyembunyikan barang mencurigakan lain yang jauh lebih penting."

"Yah, mungkin saja. Ketenangan pemimpin wilayah tadi terasa seperti ada udang di balik batu. Dia juga bilang akan membalas dendam soal penyucian itu."

"Kali ini aku memutuskan untuk mundur demi keselamatan Heresy-san, tapi lain kali aku akan menyiapkan kekuatan tempur dan melakukan penggeledahan paksa yang sesungguhnya. Kalau aku meminta Nifilerika-san untuk mengerahkan pasukan Meilleur, kita bisa menghancurkan gedung itu sampai tidak berbekas."

"Ini pertama kalinya aku mendengar ada orang yang memanggil Yang Mulia dengan sebutan 'Nifilerika-san'."

Lagipula, meskipun kamu bilang begitu pada Nifilerika-san, kurasa beliau tidak akan mengeluarkan pasukan!

Itu sama saja dengan mempublikasikan hubungan beliau dengan Lapica-san, dan yang terpenting, katanya sekarang perang di garis depan melawan Slava sedang sangat berat!

"Untuk sementara aku akan kembali ke kastil. Selain untuk melaporkan kejadian tadi, aku juga harus bernegosiasi dengan Nifilerika-san jika ingin mengerahkan pasukan. Heresy-san, aku akan menjemputmu lagi nanti ya."

"Ah, iya. Semangat ya negosiasinya."

Lapica-san menghela napas pendek sambil tersenyum tipis, lalu memakai kerudungnya dalam-dalam dan berjalan pergi menuju kastil!

Tanpa kusadari matahari bahkan belum mencapai puncaknya. Kami sudah dilepaskan di waktu yang rasanya terlalu cepat untuk disebut telah menyelesaikan pekerjaan!

Karena akhir-akhir ini aku sering tidur atau bermalas-malasan sampai siang, rasanya seperti mendapat keuntungan!

Ada gunanya juga ya kita dipaksa bangun pagi-pagi sekali……

Iya ya. Beraktivitas sejak pagi buta ternyata tidak buruk juga. Meski aku sama sekali tidak merasa bisa bangun atas kemauan sendiri.



Chapter 7

Begini dan Begitu


"Permisi~"

Permisi...

"……Selamat datang."

"Masuk, masuk~!"

Halo, namaku Heresy! Setelah kejadian itu, sambil makan siang aku berpikir apa yang harus kulakukan, dan aku memutuskan untuk mengadakan perjamuan makan bersama 'Botai-san' dan kawan-kawan sebagai tanda terima kasih atas insiden di Menara Gojin.

Sekalian, aku ingin meminta tips cara penyamaran untuk Happy!

Setelah menghubungi Botai-san dan mendapat persetujuan, aku sibuk berkeliling membeli pakaian dan buah tangan. Tahu-tahu sudah waktu makan malam! Untunglah aku bangun pagi hari ini!

Sekarang, aku sedang berkunjung ke sebuah ruang tersembunyi yang disiapkan oleh Botai-san dan yang lainnya!

Sebenarnya aku ingin menyiapkan tempat sendiri sebagai bentuk terima kasih, tapi karena kehadiran mereka di Menara Gojin akhirnya berujung menjadi masalah internasional, mereka malah yang berbaik hati mengundangku agar aku tidak mencolok!

Begitu melewati gerbang melingkar yang terbuka di dalam lemari asramaku, sebuah ruang yang gelap gulita namun anehnya bisa terlihat sampai ke ujung membentang di depan mataku!

Di pusat dunia yang dicat dengan warna hitam pekat itu, sebuah meja putih bersih diletakkan, terlihat sangat kontras dan artistik!

"Aduh, maaf ya. Hubunganku mendadak sekali. Akhir-akhir ini aku baru saja diberikan pekerjaan yang lumayan berat."

"Tidak perlu dipikirkan. Manusia memang, begitu."

"Eeh? Bilang saja kalau kamu sebenarnya sudah tidak sabar menunggu dihubungi~"

Di kursi yang mengelilingi meja, Botai-san dan 'Kogai-san' sudah duduk dan menyambut kami dengan lambaian tangan kecil!

Mungkin menyesuaikan dengan pola makan manusia, hari ini mereka berdua tidak menggunakan wujud raksasa itu, melainkan wujud manusia kecil!

Gadis dengan rambut twin-tail hitam halus yang memiliki aura tenang adalah Botai-san, sementara gadis dengan rambut hitam semi-long yang mencuat dan memberikan kesan ceria namun cerdas adalah Kogai-san!

Keduanya mengambil wujud anak kecil yang masih terlihat polos menurut standar manusia, tapi penyamaran mereka benar-benar hebat! ……Iya kan, Happy?

……

"Ah, jangan memaksakan diri. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan hari ini kita datang untuk belajar tipsnya. Benar, kan? Hmm..."

"Kulitnya sama sekali tidak cukup. Matanya juga terlalu banyak."

"Nfufu. Begitu dipisahkan, dia jadi kehilangan kemampuan semacam ini ya. Menarik."

Melihat Happy dikritik oleh orang selain Ibu adalah pemandangan yang cukup segar! Aku tidak bisa memahami cara dia menggunakan tubuhnya, jadi bisa mendengar pembicaraan dari orang-orang yang memiliki indra serupa benar-benar sangat berharga!

Aku ingin segera duduk dan mengobrol, tapi pertama-tama, mari berikan buah tangan yang sudah kusiapkan!

"Terima kasih sudah mengundangku ke tempat yang luar biasa ini! Ini, ada sedikit buah tangan. Karena aku tidak tahu selera makanan kalian, aku memilihkan bunga yang cantik. Mau menerimanya?"

"Tentu saja. ……Terima kasih."

"Wah, terima kasih~! Ini pertama kalinya aku menerima hadiah dari manusia, jadi aku merasa gugup!"

Buah tangan yang kupilih adalah buket bunga Aenilla yang dijual di toko bunga! Bunga yang dulu pernah Leticia bilang mekar di mansionnya!

Aku tidak tahu makna yang terkandung dalam bunga itu, tapi aku membelinya karena menurutku warna merah tenang yang tidak terlalu terang cocok untuk mereka berdua!

Karena sekarang mereka sedang menyamar, kesan penampilannya sedikit berubah tapi... ya, bunga ini sangat cocok untuk mereka yang memiliki kombinasi keimutan dan kelembutan!

"……Dipuji di dalam hati seperti itu membuatku malu. Tubuh ini, kamu suka? Kalau begitu, saat pulang nanti akan kuberikan beberapa."

"Dipuji pun aku tidak bisa memberikan apa-apa, lho? Ah, kalau bola mata aku bisa segera memberikannya, mau? Ada yang ukuran kecil juga."

"Aku senang kalian menyukainya, tapi karena di kamarku tidak ada tempat menyimpannya, aku rasa aku akan menolak pemberian kembalinya. Boleh aku duduk di sini?"

"Iya. Di sana sudah berjajar makanan yang kusiapkan setelah mengobservasi manusia. Ada banyak hal yang ingin dibicarakan, tapi pertama-tama, nikmatilah makanannya dengan bebas tanpa perlu mempedulikan etiket atau tata krama."

"Terima kasih. Aku sudah menantikannya sejak kita berjanji waktu itu!"

Selamat makan~

Saat duduk dan melihat ke atas meja, di atas piring-piring putih tersaji steik (?), roti (?), salad (?), dan kue (?) yang terlihat sangat lezat!

Teh (?) yang memiliki warna sulit dijelaskan seperti darah yang diencerkan juga beraroma harum. Rasa penasaran karena tidak ada satu pun benda yang kukenali! Mulai dari rasa sampai tekstur, semuanya sangat kunantikan!

Alat makan yang disediakan memiliki bentuk yang mirip dengan yang kukenali, jadi sepertinya aku bisa langsung mulai makan tanpa perlu latihan menggunakannya!

Pertama-tama, minum tehnya sedikit... hmm, enak... enak banget!

Steiknya juga masih bergerak-gerak terlihat sangat segar, dan tumbuhan yang mirip salad itu berwarna sangat mencolok namun terus-menerus menyerap cahaya dan bayangan!

Rasa intinya, semuanya benar-benar enak sampai-sampai tidak bisa dipercaya!

Kelezatan yang seolah melampaui konsep yang sudah ada berkali-kali lipat, perasaan bahagia meluap-luap seolah meledak di dalam kepala, dan aku sadar tanganku bergerak secara otomatis mencari suapan berikutnya!

Mungkin saja, kalau aku membawa pulang satu piring saja, itu akan menjadi penyebab perang tingkat nasional! Saking enaknya!

"——Wah, tadi itu enak sekali. Terima kasih!"

Terima kasih atas hidangannya. Entah kenapa, rasanya terasa familier...

"Aku senang kalian menyukainya. Ini semua, aku yang menyiapkan."

"Botai-san yang buat? Hebat, hebat! Aku sangat mengagumi orang yang bisa memasak."

"Ngomong-ngomong, Kogai payah sekali."

"Eeh, kenapa baru bilang sekarang...? Tidak apa-apa kan, aku menggunakan kekuatanku untuk 'Melihat'!"

Sambil terkejut melihat piring-piring yang menghilang sendiri setelah makanan habis, aku menyelesaikan makan malamku.

Dengan rasa antusias yang belum hilang, aku meminum teh (?) dan menghela napas lega!

Bukan hanya minumannya yang enak, tapi mendengar percakapan mereka berdua yang terlihat akrab membuat hatiku terasa hangat!

Seberapa banyak pun aku berterima kasih kepada mereka yang telah menyiapkan tempat seindah ini, rasanya tidak akan pernah cukup!

"Maaf ya sudah membuat kalian repot-repot. Padahal harusnya aku yang berada di posisi untuk membalas budi."

"Eeh, tidak perlu kaku begitu. Malaikat itu kan juga masuk yurisdiksi dunia kami, malah kami yang mau bilang terima kasih sudah dipanggil waktu itu!"

"Perempuan itu, bagaimana keadaannya sekarang? Kalau mengganggu, kami akan membawanya pergi."

"Luka-lukanya sudah sembuh dan dia sehat. Tapi karena kehilangan sumber pasokan kekuatannya, sepertinya dia menjadi eksistensi yang sulit didefinisikan."

"Nfu. Menarik juga dia tetap hidup."

Yah, sekarang karena entah kenapa tujuan doa Firiel-san menjadi ke arahku (?), dia malah terasa lebih aktif dari sebelumnya!

Awalnya Firiel-san mencoba untuk mengurus keperluan sehari-hariku, tapi saat kuberitahu bahwa aku bisa makan dan mandi sendiri, dia malah berekspresi serius yang misterius dan berkata, "Kamu sudah sangat terbiasa dengan kerja berat seperti itu... Bocah, kamu pasti menderita ya.

Tunggu sebentar lagi, aku akan menciptakan 'Keabadian' untukmu...!" Dia bahkan membuat pernyataan tekad yang dramatis!

Aku merasakan kegagalan komunikasi yang fatal.

"Bagaimanapun juga dia malaikat. Naluri untuk memberkati—memanjakan—manusia mulai muncul."

"Prajurit garis depan biasanya memang tidak pernah berinteraksi dengan manusia, sih. Mungkin nalurinya meledak begitu menemukan satu manusia miliknya sendiri."

Setelah itu kami melanjutkan obrolan santai sambil minum teh, membicarakan kejadian terbaru masing-masing dan hobi terbaru Botai-san (katanya jalan-jalan berkelompok).

Lalu, kami sampai pada tema utama perjamuan ini: mengajari tips penyamaran!

Melihat langsung Botai-san dan yang lainnya melepaskan penyamaran dan kembali ke wujud asli di depan mata, aku jadi berpikir kalau ini memang bukan sekadar masalah kemahiran, tapi pasti ada cara atau tips yang tepat!

Begini, awalnya bentangkan secara lebar 'Bap', lalu kencangkan 'Gyut', dengan begitu kepadatannya akan meningkat!

Bap, lalu gyut...?

Di bagian situ lebih baik 'Fuwa' (lembut). Kalau tidak, kulitnya tidak akan menempel.

Fuwa...?

Begitulah aku menyaksikan sesi latihan mereka... tapi, kok banyak suara efeknya ya?

Sejujurnya aku sudah menduga kalau Kogai-san bakal begitu, tapi Botai-san yang tipe bicaranya datar ternyata cara mengajarnya sama, itu di luar dugaan!

Apa ini karakteristik kognitif yang sama di antara ras mereka?

Sudah bisa! Begini kah!

Pohon?

Hmm, beda tipis dengan ikan?

Oh, sesuatu yang terlihat jauh dari manusia sudah jadi! Tapi lihat! Sangat berbeda dari sebelumnya, di permukaan dagingnya sudah ada kulit!

Ini sebuah revolusi!

Bisa sampai ke tahap baru yang bahkan tidak bisa kusentuh selama eksperimen bersamanya dalam sekejap, memang belajar dari pendahulu adalah jalan pintas terbaik untuk segala hal!

Setelah itu latihan penyamaran Happy terus berlanjut, dan akhirnya dia bisa menciptakan penyamaran yang memiliki kulit di seluruh tubuhnya!

Secara siluet keseluruhan, penyamaran sebelumnya memang lebih mirip manusia, tapi katanya daripada mulai dari bentuk luar, lebih penting untuk menguasai setiap elemen secara pasti satu per satu! Dalam sekali maknanya!

"Kalau begitu kami pergi dulu. Kalau ada apa-apa panggil lagi. Tempat ini akan tetap kubiarkan begini."

"Aku akan menjaga bunga ini baik-baik. Terima kasih untuk hari ini~"




"Terima kasih juga, aku sangat terbantu. Lain kali, aku akan menjamu kalian dengan makanan dari duniaku ya."

Aku akan berlatih keras sampai pertemuan berikutnya……

Setelah mengajari tips penyamaran hingga dirasa cukup untuk latihan mandiri, Botai-san dan kawan-kawan pun kembali ke tempat asal mereka.

Katanya, Kogai-san ingin memastikan sesuatu yang dia 'Lihat' di dunia asal mereka!

Sampai akhir pun, mereka benar-benar orang yang baik ya!

Ngomong-ngomong, katanya mulai sekarang kami bebas menggunakan ruang ini!

Meskipun lemari pakaianku jadi berlubang karena pintu dimensi itu, tapi punya tempat di mana Happy bisa bermanifestasi tanpa perlu mengkhawatirkan pengaruhnya terhadap sekitar adalah hal yang sangat kusyukuri!

Oh iya, bagaimana kalau hari ini kita tidur bersama setelah sekian lama?

Ide bagus……! Dengan senang hati saya mohon bantuannya……!

Sip, kalau begitu aku ambil beberapa barang dari kamar dulu ya! Minuman, permainan papan, dan…… ah, juga baju yang tidak masalah kalau terkena noda darah, serta tali supaya aku tidak tersesat di dalam tubuh Happy!



Chapter 8

Wilayah di Sebelah Timur Ibu Kota


"Hari ini kita akan menghadiri rapat laporan Institut Madou."

Halo, namaku Heresy! Sejak malam itu, aku memutuskan untuk tidur bersama Happy lagi setelah sekian lama.

Setelah menaruh 'penyamaran' Botai-san dan yang lainnya yang tertinggal di tempat yang semestinya, aku dan Happy tidur dengan sangat lelap!

Sekarang, entah bagaimana aku sudah berada di aula masuk Kastil Kerajaan Meilleur! Menurut Lapica-san yang lagi-lagi muncul di kamarku pagi-pagi buta, hari ini akan diadakan semacam rapat laporan penelitian Institut Madou, dan sepertinya kami akan menghadirinya!

Apa aku perlu ikut?

Interior kastil kerajaan ini sangat megah dan mewah, namun di saat yang sama memiliki atmosfer mencekam. Benar-benar terasa seperti pusat politik dan kekuasaan negara!

Para bangsawan di sekitar sini juga semuanya memancarkan aura yang berat.

Meski melihatku yang jelas-jelas salah tempat, mereka tidak menegur dan hanya berdiri diam dengan wajah menyeramkan! Apa aku benar-benar perlu di sini?

"Banyak sekali orang selain kita... Ini acara yang skalanya cukup besar ya. Apa ini sudah direncanakan sebelumnya?"

"Tidak. Sebenarnya kemarin aku bicara pada petugas pelayan kalau aku akan menyelidiki Institut Madou berikutnya, dan sepertinya informasi itu bocor... Daripada digerebek secara paksa, Institut Madou buru-buru menyiapkan rapat laporan ini untuk membuka informasi sendiri. Tadinya aku ingin mengabaikannya, tapi setelah berkonsultasi dengan Nifi... maksudku kenalanku, akhirnya diputuskan untuk hadir."

"Sepertinya kamu benar-benar dilarang menyebut nama Yang Mulia Raja, ya."

"Yang ingin kita lakukan sebenarnya adalah penyelidikan paksa, langsung masuk ke laboratorium Institut Madou dan membongkar brankas mereka. Dengan mengadakan rapat ini, Institut Madou pasti berniat menyusun laporan palsu atau hanya memberikan informasi umpan untuk melindungi informasi yang benar-benar harus mereka jaga."

"Yah, tidak bisa dibantah sih. Aku juga sudah sering bertemu orang-orang seperti itu."

Leticia saja pernah mencoba membawaku kabur dengan membawa selimutku untuk mengalihkan perhatian! Itu sih cuma bercanda, tapi di antara para bangsawan, pasti banyak orang yang jauh lebih parah!

"Gereja kemarin juga pakai taktik yang sama. Budaya menutup-nutupi di negara ini sudah bukan lagi sekadar kebiasaan, tapi sudah jadi sifat nasional...!"

"Kalau soal itu... yah, rasanya sulit untuk membantah..."

Sambil berbisik-bisik dengan Lapica-san soal sifat nasional orang Meilleur, para bangsawan di sekitar mulai berjalan ke suatu arah, jadi kami memutuskan untuk mengikuti mereka!

Lorong kastil dipenuhi dekorasi mahal dari lantai hingga langit-langit. Bagiku yang rakyat jelata, pemandangan ini benar-benar membuat pusing karena saking luar biasanya!

Begitu terpikir kalau pajak dari hasil kami mencangkul ladang berputar dan berubah bentuk menjadi seperti ini, aku benar-benar merasa untung selama ini sudah bekerja keras!!

Yah, yah... Kalau kastilnya sederhana, nanti tidak terlihat berwibawa di depan tamu kehormatan. Lagi pula interior ini dibuat oleh pengrajin, jadi anggap saja ekonomi sedang berputar……

Aku tahu. Aku tahu maksudmu, Happy. Tapi orang tidak selalu bisa menerima kenyataan hanya dengan logika benar. Terkadang, keuntungan praktis yang kotor lebih bisa menggerakkan hati orang daripada kata-kata yang indah.

Kata-katamu terdengar dalam tapi sebenarnya dangkal……

Sambil meratapi ketidakadilan dunia di sepanjang lorong, rombongan kami akhirnya sampai di sebuah ruang rapat besar di sisi utara!

Seluruh dinding di dalam ruangan memancarkan cahaya redup. Mungkin ruang ini sudah dipasangi sihir kedap suara dan tahan benturan!

Di depan papan tulis putih di bagian dalam, orang-orang yang tampak seperti anggota Institut Madou sudah duduk, sementara para bangsawan berwajah sangar mulai duduk berhadapan dengan mereka!

Aku agak kurang suka suasana rapat formal yang kaku begini, tapi karena ini kesempatan langka, mungkin aku akan mencoba mendengarkan dengan serius seolah-olah aku ini juga seorang bangsawan!

"Terima kasih telah menunggu. Kalau begitu, mari kita segera mulai rapat laporannya."

Setelah aku dan Lapica-san akhirnya duduk, seorang bangsawan yang tampak seperti pembawa acara berdiri di dekat papan tulis putih, maju selangkah, dan mengumumkan pembukaan rapat!

Semoga ini menjadi rapat laporan yang seru dan mudah dipahami, bahkan bagi aku yang tidak punya pengetahuan dasar!

"—Demikianlah, Altea Circ yang baru saja kami kembangkan dan sedang dalam tahap implementasi adalah formula revolusioner yang memungkinkan pembentukan dinding pertahanan kelas benteng sekaligus serangan berdaya ledak tinggi secara bersamaan oleh sedikit orang. Di medan perang, kita bisa mengharapkan hasil sepuluh kali lipat dari metode konvensional."

Ruang rapat Kastil Kerajaan Meilleur.

Ruangan yang biasanya digunakan untuk debat panas mengenai kebijakan dan strategi itu, kini didominasi oleh atmosfer yang berat dan dingin.

Yang saling berhadapan di antara beberapa meja panjang adalah Aljion Falgor, Kepala Biro Penelitian Institut Madou, bersama para bangsawan ternama dan beberapa petinggi militer.

Sihir Altea Circ yang diumumkan Institut Madou sebagai pencapaian terbesar tahun ini memang revolusioner.

Fitur utamanya adalah sistem komposit yang mampu menggelar sihir serangan dan sihir pertahanan secara simultan.

Selama lingkaran sihir aktif, pengguna akan menyerap mana alam di sekitar untuk meringankan beban mana pribadinya.

"Saya punya pertanyaan."

Marquis Guiliana Lufere, yang sejak tadi menyimak presentasi Institut Madou, angkat bicara. Ia adalah salah satu bangsawan berpengaruh yang, di balik penampilannya yang mewah, selalu menaruh tatapan tajam pada setiap gerak-gerik Institut Madou.

"Penjelasan Anda hanyalah logika jika segalanya berjalan ideal. Bukankah jika terjadi malfungsi atau lepas kendali sedikit saja, tragedi seperti 'Kecelakaan Keruntuhan Serafein' akan terulang kembali? Sampai hari ini, wilayah Serafein masih terisolasi. Nyawa dan kampung halaman yang hilang tidak akan pernah kembali."

Kecelakaan terbesar akibat eksperimen sihir di masa lalu—Kecelakaan Keruntuhan Serafein. Itu adalah kecelakaan fatal skala nasional yang terjadi karena Institut Madou memaksakan uji coba teknik amplifikasi jalur mana bumi.

Namun, meski masa lalu kelam itu diungkit, Dr. Aljion hanya mengangkat bahu dengan ekspresi tenang seolah tidak tertarik sedikit pun.

"Anda menuduh Institut Madou sebagai penyebab kecelakaan itu? Tolong jangan sembarangan. Kami sudah mendapat izin eksperimen dari negara, dan kegagalan kendali itu adalah murni kecerobohan para pekerja di lapangan."

"Kecerobohan, katamu...? Beraninya kau mengucapkan kata-kata itu di depan mereka yang telah tewas di sana..."

"Pengetahuan yang didapat dari kecelakaan itu menjadi fondasi bagi penelitian selanjutnya. Dalam aspek itu, mereka adalah orang-orang yang sangat berguna. Satu-satunya hal yang tidak beruntung hanyalah skala kecelakaannya yang di luar perkiraan."

"Aku bertanya bagaimana kau memandang ratusan korban yang terjebak dalam eksperimen itu!"

Suara dentuman keras menggema di ruang rapat. Seorang pria dengan bekas luka besar di wajahnya memukul meja, memutus perkataan Aljion dan menarik perhatian seluruh ruangan.

—Jenderal Dimolessa sang Mousou (Tombak Ganas). Seorang petinggi militer kerajaan yang kehilangan istri tercintanya dalam Kecelakaan Keruntuhan Serafein.

"Dalam Kecelakaan Keruntuhan Serafein... banyak orang kehilangan nyawa. Jalur mana meledak, tanah amblas... rakyat yang hanya menjalani hari-hari biasa mereka..."

Suara Jenderal sedikit bergetar. Ia biasanya dikenal sebagai prajurit berkehendak baja yang tidak pernah menunjukkan emosi. Namun kini, ia digerakkan oleh perasaan yang tidak lagi bisa dibendung.

"Bahkan setelah itu, kau masih berani bilang itu adalah hasil yang memuaskan!? Apakah para penyihir yang membantu eksperimen, bahkan rakyat yang mati tanpa tahu apa-apa, hanyalah biaya operasional!? Hal semacam itu... tidak bisa dimaafkan...!"

"Saya turut berduka cita. Namun, saya bukan ketua peneliti saat itu, dan yang terpenting, proses riset dan pengembangan selalu disertai bahaya. Itu adalah pengorbanan yang tak terelakkan demi pertahanan negara."

"Bajingan...!"

Kepalan tangan Dimolessa gemetar, sekali lagi menghantam meja dengan penuh amarah.

Para bangsawan di sekitar yang mendengar kata-kata dingin Dr. Aljion pun langsung berubah raut wajahnya, mulai melontarkan protes dengan suara keras.

Di tengah hiruk-pikuk makian di ruang rapat, Dimolessa menunduk, bahunya bergetar hebat menahan gejolak perasaan.

Pada hari kecelakaan itu, ia berada di medan perang yang jauh, meninggalkan satu-satunya anggota keluarga di kampung halaman mereka, Serafein.

"...Serafein adalah tanah yang indah. Tapi kau... kau...!"

"Seberapa pun Anda meratap, perang akan tetap berlanjut. Musuh tidak akan berhenti hanya karena seseorang mati. Mungkin 'Kecelakaan Keruntuhan Serafein' adalah hal besar bagi Anda, tapi jika pengembangan sihir terhambat, akan lebih banyak lagi orang yang mati, tahu? Daripada membuang waktu menggali masa lalu yang sudah selesai, bagaimana kalau memberikan opini yang lebih konstruktif?"

"A—"

"Dengan mengimplementasikan Altea Circ, negara kita akan berada di posisi yang sangat unggul. Berkat alat khusus yang baru-baru ini kami dapatkan, kecepatan penelitian kami juga akan meningkat. Jika sihir ini selesai sedikit lebih cepat—mungkin istri Jenderal masih hidup sampai sekarang, ya?"

Pernyataan yang benar-benar mengabaikan perasaan manusia itu membuat semua orang membeku dan kehilangan kata-kata.

Di tengah keheningan itu, mereka menoleh ke arah Dimolessa, berharap ia membalas.

Namun, pria besar di sana hanya menunduk diam tanpa suara. Di dalam dadanya, rasa kehilangan yang tidak pernah padam sejak hari itu bercampur dengan kemarahan yang meluap. Dan penyesalan.

Merasa ada sesuatu yang aneh, Dimolessa menyentuh pipinya. Telapak tangannya basah oleh setetes air mata yang mengalir tanpa ia sadari.

"Apa-apaan tadi itu?"

"Entahlah..."

Sambil membatin setuju dengan gumaman Lapica-san yang terdengar bingung sekaligus muak, kami keluar dari ruang rapat yang suasananya sangat buruk itu dan kini berjalan menyusuri lorong panjang kastil!

Rapat laporan yang mulai melantur karena topik yang berubah itu akhirnya berakhir tanpa titik temu karena sudah masuk jam istirahat.

Katanya lanjutannya akan membahas soal kecelakaan masa lalu itu, jadi kami memutuskan untuk cabut!

Dalam pembicaraan tadi, hampir tidak ada informasi yang kami inginkan, tapi gairah peserta lain sangat luar biasa tinggi sampai-sampai tidak ada celah bagi kami untuk menyela!

Apa tidak apa-apa membiarkan rapat berjalan sambil mengabaikan Lapica-san yang merupakan tamu kehormatan negara...?

"Pembicaraan melantur, saling memaki dengan suara keras... rapat laporan yang benar-benar tidak beradab. Aku hanya bisa berpikir bahwa semua orang di sana bersekongkol untuk menutupi informasi Institut Madou yang kuminta."

"Aku pernah dengar soal kecelakaan besar di suatu tempat dulu, apa mungkin itu yang mereka bicarakan? Itu kejadian sebelum aku lahir, jadi aku tidak tahu detailnya."

"Aku tidak tertarik pada sejarah negara ini, tapi aku paham bahwa organisasi bernama Institut Madou adalah sekumpulan orang yang biasa melakukan eksperimen berbahaya dan tidak etis. Tidak perlu lagi diskusi, kita butuh penyelidikan langsung."

Memang organisasi itu punya kecurigaan yang berbeda dengan Guild Pembasmi atau Kantor Pusat Gereja Elpis.

Baru mendengar sedikit pembicaraan perwakilannya saja, hawa-hawa bahayanya sudah sangat terasa! Terasa mencurigakan, atau lebih tepatnya, seperti tidak punya hati nurani...

"Selain itu, ucapan perwakilan Institut Madou soal 'alat khusus yang baru-baru ini kami dapatkan' juga mengganggu pikiranku. Bukankah itu merujuk pada Relik?"

"Memang dia sempat bilang begitu ya. Kemungkinannya lumayan besar, kan?"

"Benar! Berikutnya aku pasti akan menyelidiki fasilitas Institut Madou secara langsung. Tapi untuk itu, langkah kita selanjutnya tidak boleh terbaca. Karena kali ini informasi bocor dari pelayan dan berujung seperti ini, kita harus berhati-hati dalam menangani informasi. Sekarang, semua orang di kastil kerajaan adalah musuhku. Satu-satunya yang bisa kupercaya hanyalah kamu sebagai rekanku."

"Wah, semua orang di kastil jadi musuh ya."

Tingkat kepercayaan terhadap negara sudah jatuh sampai ke titik terendah ya……

Sepertinya Lapica-san merasa sangat frustrasi karena tidak bisa melakukan penyelidikan seperti yang diharapkan sejak kemarin!

Kalau dibiarkan, aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan untuk melampiaskan kekesalannya, jadi mungkin ini saatnya menciptakan waktu untuk menenangkan diri!

"Lapica-san, kalau kamu ada waktu setelah ini, bagaimana kalau kita pergi makan siang? Daripada di kastil yang isinya cuma orang-orang penting, lebih enak mengobrol santai di kedai di kota bawah, kan?"

"…! Ide bagus, mari kita pergi. Sebagai satu-satunya rekan, kita perlu memperkuat ikatan demi penyelidikan, lagi pula di kastil kita tidak tahu siapa yang mencuri dengar. Kita juga harus waspada terhadap sihir penyadapan pikiran."

"Kamu bicara seperti orang yang mengidap fobia sihir ya……"

Mengingatkanku pada kakek di toko senjata saat pertama kali kita bertemu ya……

Ah, pernah ada kejadian seperti itu ya. Kakek di toko senjata dulu lebih ke penganut supremasi fisik, jadi saat Happy dan nenek yang mengaku penjaga gerbang baru datang ke desa, dia sempat melakukan kampanye negatif soal sihir, katanya "Heresy sudah dicuci otak!".



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close