NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Nido Tensei shita Shounen wa S-Rank Boukensha Toshite Heion ni Sugosu ~Zense ga Kenja de Eiyuu Datta Boku wa Raise dewa Jimi ni Ikiru~ Volume 8 Chapter 18

Chapter 155

Kebangkitan Sang Great Demon Beast!?


Tepat saat aku hendak menyegel kembali segel yang melemah di Tanah Korosi, pelaku yang merusak segel itu menampakkan diri di hadapan kami... tapi...

"Benar sekali, akulah orang yang telah menghancurkan segel Tanah Korosi ini— Geho! Goho! Gaho!!"

Sang dalang yang merupakan seorang Majin itu entah kenapa tampak sedang sekarat.

"Tunggu, kenapa si Majin itu malah sekarat!?"

"Ku... kukuku... Sayang sekali, wahai manusia. Kalian pasti datang untuk memasang kembali segelnya, tapi segel ini sudah berada di ambang kehancuran!"

"Bukannya justru kau yang sedang berada di ambang kehancuran?"

Seperti yang dikatakan Liliera-san, Majin itu sudah berada di sisa-sisa napas terakhirnya. Seluruh tubuhnya mulai mengalami kejang-kejang, jelas sekali dia telah terinfeksi oleh Miasma Poison. Jika bukan karena tubuh kuat seorang Majin, dia pasti sudah mati sedari tadi.

Tapi, kenapa seorang Majin bisa terkena Miasma Poison?

Seingatku di kehidupan sebelumnya, kaum Majin seharusnya sangat kebal terhadap racun, bahkan berada di level yang mampu menetralkan hampir semua jenis racun... mungkinkah!?

"Berhati-hatilah, Liliera-san."

"Rex-san?"

"Ini adalah racun yang sangat mematikan sampai bisa membuat seorang Majin sekarat. Entitas yang tersegel di sini mungkin jauh melampaui imajinasiku."

Seolah membenarkan kekhawatiran yang kurasakan, Majin itu menyunggingkan senyum yang mengerikan.

"Ku, kukukuk... Tepat sekali! Yang tersegel di tanah ini adalah si Goho! Goho! Goho!... Great Demon Beast, Venom Beet! Serangga beracun yang konon bisa dengan mudah memenuhi satu benua dengan racunnya!"

"Great Demon Beast Venom Beet!? Si legenda itu!?"

Sudah kuduga. Miasma Poison adalah racun mematikan yang disebarkan oleh Venom Beet. Jika begitu, yang tersegel di sini tidak salah lagi adalah Venom Beet.

Namun, bagian yang paling merepotkan bukanlah itu. Seharusnya, racun Venom Beet biasa tidak akan mampu menginfeksi seorang Majin!

Artinya, Venom Beet yang tersegel di tempat ini jauh lebih berbahaya daripada Venom Beet yang kukenal. Kemungkinan besar ini adalah individu spesial yang lahir dari mutasi, atau senjata biologis yang dimodifikasi oleh para penyihir kuno.

Pantas saja mereka sampai harus menggunakan metode merepotkan seperti penyegelan.

Di kehidupan sebelum-sebelumnya, aku sering mendengar cerita tentang bagaimana mereka berhasil memodifikasi sesuatu namun akhirnya tidak bisa mengendalikannya, sehingga terpaksa menyegelnya.

"Aku tak menyangka hanya dengan memberi retakan pada segelnya saja sudah cukup untuk membuat tubuhku terinfeksi racun ini... tapi dengan ini, kehancuran dunia manusia sudah pasti! Setelah umat manusia binasa oleh racun Venom Beet, kamilah yang akan menguasai dunia ini— Goho! Geho! Gaho!"

"Anu, boleh aku bertanya sesuatu?"

Liliera-san mengangkat tangannya ke arah Majin tersebut.

"Huh, ada apa gadis manusia? Apa kau ingin menanyakan cara memohon ampun?"

"Bukan itu. Maksudku, kalau dunia ini tertutup racun mematikan yang bahkan kau sendiri sebagai Majin tidak bisa menahannya, bukankah kalian sendiri juga tidak akan bisa tinggal di sini?"

"..."

"..."

"..."

"... Ah."

""Ternyata kau belum memikirkannya!?""

Tunggu, tunggu sebentar! Apa Majin ini benar-benar tidak memikirkan apa pun!?

"Ma-Mau bagaimana lagi! Aku pun tidak menyangka kalau racunnya bakal semematikan ini— Geho! Goho! Gaho!"

Meski Majin itu berusaha membela diri sambil memuntahkan darah, tapi ini benar-benar rencana yang sangat tidak matang.

"Bukannya lebih baik kau menyerah saja dan pulang untuk diobati?"

"Ku, kukukuku... Sayang sekali, rekan-rekanku sudah angkat tangan dan bilang kalau aku sudah tidak bisa diselamatkan. Dan jika rencana ini tidak berhasil, aku tidak punya tempat untuk kembali! Karena itu, apa pun yang terjadi, rencana ini harus berhasil!"

Hmm, sepertinya dia hanya sedang nekat karena sudah putus asa akibat terkena racun mematikan itu.

"Meski dia musuh, hidupnya terasa sangat getir ya..."

"Aku mengerti situasimu, tapi tetap saja kami tidak bisa membiarkan Venom Beet bangkit."

Individu spesial dengan racun mematikan yang hanya bisa ditangani dengan cara disegel.

Jika makhluk itu bangkit, aku tidak tahu seberapa besar kerusakan yang akan ditimbulkan. Estimasi kerusakan yang kujelaskan pada Liliera-san tadi tidak akan ada apa-apanya dibanding ini.

"Aku akan mengalahkanmu dan memasang kembali segelnya!"

"Ku, kukuku... kita lihat saja nanti."

Namun, sang Majin masih tetap memasang senyum menantang.

"Kau tidak hanya kalah jumlah dua lawan satu, tapi kau juga sedang sekarat karena racun. Percaya diri sekali ya."

"Huh, memang benar. Tapi bukankah sudah kukatakan? Segel ini sudah di ambang kehancuran karena tanganku. Itu artinya, hanya dengan sedikit pemicu saja, segel ini akan hancur sepenuhnya! Haaaaaaaaaaaa!!"

Tepat saat Majin itu mengerahkan seluruh kekuatan sihirnya dan hendak memulai pertarungan dengan kami—

"Cukup dengan ini saja."

Saat Majin itu menyeringai, terdengar suara pakin, suara segel yang pecah dari belakang.

"Gawat!"

Aku tidak menyangka segelnya sudah selemah itu!

"Penghalang—!"

"Jangan harap!!"

Sesaat ketika aku terburu-buru hendak memasang penghalang, sang Majin melompat menerjangku.

Apa dia berniat menghalangiku tanpa memedulikan nyawanya sendiri!?

Aku merasa bingung dengan tindakannya yang sama sekali tidak ragu. Menahan serangan dari Majin yang sudah selemah ini sebenarnya mudah.

Tapi jika aku melakukannya, aku akan terlambat sekejap saja untuk membendung racun mematikan yang meluap dari segel yang pecah!

Jika itu terjadi, penduduk yang tinggal di sekitar sini akan menjadi korban racun mematikan Venom Beet!

"Tidak akan kubiarkan!"

Pada saat itulah, Liliera-san berdiri menghadang seolah menghalangi jalan sang Majin.

"Hah!"

Liliera-san menangkis serangan Majin tersebut, mengalihkan kekuatannya, dan menghempaskannya hingga terpental.

"Guh!!"

Bersamaan dengan itu, sihir penghalangku berhasil diaktifkan tepat waktu.

"Grand Area Sanctuary!"

Penghalang skala besar yang kurapalkan berhasil mengurung racun mematikan yang menyembur keluar sebelum sempat menyebar ke area sekitar.

"Ta-Tapi jika kau memasang penghalang, kali ini kalianlah yang akan mati karena racun itu!"

Aku tahu itu! Segera kurapalkan sihir penawar racun.

"High Grand Antidote!"

Aku merapalkan sihir penawar racun tingkat tertinggi untuk segera menetralkan racun mematikan yang menyerang kami.

Angin beracun berwarna mengerikan yang mendekat dari segala arah itu seketika dimurnikan menjadi udara bersih dalam sekejap.

"A-Apa-apaan!? Bagaimana mungkin!?"

"Liliera-san, kita mengungsi ke atas!"

"Ba-Baiklah!"

Kami segera mengungsi ke langit untuk menghindari udara beracun.

Seberapa banyak pun aku memurnikan udaranya, itu akan menjadi permainan kucing-kucingan yang tak ada habisnya kecuali kami membereskan sumbernya, yaitu Venom Beet.

Bersamaan dengan kami mencapai ketinggian yang cukup, bukit kecil tempat kuil penyegelan itu berdiri mulai bergetar.

"Apa? Gempa bumi?"

"Bukan, itu bukan gempa. Dia akan bangkit."

Dilihat dari langit, pemandangan kebangkitannya terlihat dengan jelas.

Tujuh puncak yang membentang secara radial dari bukit berbentuk oval itu runtuh, dan dari dalamnya muncul kaki-kaki raksasa yang berkilau tipis, yang bisa saja salah dikira sebagai pilar logam.

Kaki-kaki itu menancap ke tanah dan mengangkat bukit yang berada di tengah.

"Gunungnya... bergerak..."

Kuil yang dibangun di atas bukit itu hancur total. Rumput dan tanah yang menumpuk di permukaan gunung berguguran, menampakkan sosok sesuatu yang selama ini tertidur di bawahnya.

Warnanya hitam seperti kegelapan, dengan cangkang luar keras yang seolah menyatakan bahwa Mithril sekalipun tidak akan bisa memotongnya.

Yang paling menarik perhatian adalah satu tanduk panjang yang menjulang tinggi ke arah langit.

"Itukah Great Demon Beast yang tersegel di tanah ini..."

"Benar. Raja monster serangga dengan racun mematikan terkuat, sang transenden racun dan miasma... yang juga dikenal sebagai Sang Raja Kumbang, Venom Beet!"



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close