Sesi Curhat
Santai Paruh Kedua Bab 15 · Edisi Monster
Sesi Curhat
Santai Paruh Kedua Bab 15 · Edisi Monster
Pasukan
Pengejar Ketiga
(:3」∠) : “Kami
dibereskan dengan cepat.”
Pasukan
Pengejar Keempat
(・_・) : “Waktu kami siap-siap,
mangsanya malah lewat begitu saja di atas kami.”
Pasukan
Pengejar Kelima
(・_・) : “Kami sepenuhnya kehilangan kendali
udara.”
Para Monster
yang Berkumpul di Hutan
(:3」∠) : “Kami tiba-tiba
dibakar habis tanpa tahu apa-apa.”
Pasukan
Pengejar Ketiga
(;´Ð”`) : “Monster-monster
yang berkumpul dari sekitar sini lenyap seketika…… apa tokoh utama itu tidak
punya setetes pun darah atau air mata……?”
Monster
Penyerang Kastil
(・ω・`) : “Semuanya selesai bahkan sebelum kami sempat menyebutkan nama atau
siluet kami.”
Monster yang
Berkumpul di Hutan
┐(´Îµ`)┌ : “Yah, itu sering
terjadi.”
Kanselir Gelap
ヽ(´Ï‰`)ノ: “Hm, aku sendiri juga nggak ngerti kenapa aku dipanggil ke sini. Soalnya
aku kan pihak ‘layar hitam’. Yang benar-benar pihak gelap malah tumbang satu
per satu tanpa sempat apa-apa, jadi perasaanku juga campur aduk.”
Monster yang
Berkumpul di Hutan
(・ω・`) : “Yah, kamu kan iblis. Kurasa kamu sudah bertarung dengan cukup
terhormat.”
Kura-kura
Vulkanik
(:3」∠) : “Halo, aku
kura-kura yang disangka harimau.”
Iblis 2
( ゚д゚) : “Bukan salah paham soal tingkat ancamannya!”
Iblis 3
┐(´Îµ`)┌ : “Halo, aku malah
dijadikan ‘korban penyesuaian’.”
Iblis 2
(;´Ð”`) : “Sesuai arti
harfiahnya, benar-benar dikorbankan… (tatapan penuh kepahitan)”
Kura-kura
Vulkanik
(:3」∠) : “Jumlah iblis
kali ini benar-benar kelas maksimum sepanjang sejarah. Perlakuannya mirip
naga.”
Monster
Penyerang Kastil
(;´Ð”`) : “Protes keras atas
citra buruk terhadap naga!”
Elemen Api
(Rising Elemental)
( ゚д゚) : “Halo, aku roh api yang muncul tepat di hari pertama edisi terbatas.
Begitu muncul langsung jadi sasaran.”
Kaum Iblis
ヽ(´Ï‰`)ノ: “Pembunuhan instan itu hal yang biasa kok.”
Elemen Api
(Rising Elemental)
(;´Ð”`) : “Nggak mau ah…
permukaan dunia ini, negara para petarungnya keterlaluan… serem.”



Post a Comment