NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Nido Tensei shita Shounen wa S-Rank Boukensha Toshite Heion ni Sugosu ~Zense ga Kenja de Eiyuu Datta Boku wa Raise dewa Jimi ni Ikiru~ Volume 6 Epilog

Epilog


"Aku pulang~."

Aku yang telah mengalahkan Demonkin penyebab penyerangan kota, kembali ke penginapan di kota Tatsutron.

"Selamat datang kembali, Kakak!"

"Kamu pulang terlambat, ada apa, Rex-san?"

"Ada Demonkin sedikit, jadi aku membasmi mereka."

"Oh, begitu. Demonkin."

"Terima kasih atas kerja kerasmu, Rex-san."

Mendapat kata-kata pujian dari semua orang, aku duduk di tempat tidur dengan perasaan senang.

Wah, menyelesaikan pekerjaan dan dipuji itu rasanya enak, ya. Di kehidupan masa lalu, tidak ada yang memujiku hanya karena mengalahkan satu atau dua Demonkin.

Senang sekali rasanya teman-teman menyambutku!

"T-tunggu sebentar! Tadi kamu bilang Demonkin!?"

Ryune-san yang berseru begitu.

"Ya. Sepertinya gerombolan monster yang menyerang kota disebabkan oleh Demonkin."

"Maksudmu 'sepertinya', Demonkin itu bukannya makhluk legendaris!?"

"Ah, mereka bukan makhluk sehebat itu, kok. Mereka hanya bersembunyi di reruntuhan dan merencanakan sesuatu, jadi aku sudah membasmi mereka dengan cepat."

"Dengan cepat, katamu!? Mereka itu bukan hama serangga, tahu!?"

'Hama serangga', kata yang tepat. Mereka memang muncul di mana-mana dan berbuat jahat.

Aku ingin pembasmi Demonkin, bukan cuma pembasmi serangga. Yah, aku sudah menyiapkan Penangkap Demonkin, sih.

"Ah, jadi ingat masa lalu. Kami juga dulu bereaksi seperti itu."

"Aku mengerti~. Rasanya ingin sekali ikut berkomentar, ya."

"Polos sekali, ya."

"Kenapa kalian semua bisa begitu tenang!?"

Ryune-san berteriak dengan sangat bersemangat kepada semua orang yang bersantai. Aku bertanya-tanya, apakah dia tidak lelah berteriak begitu?

"Sudahlah, kamu juga akan terbiasa nanti."

"Aku tidak mau terbiasa dengan hal menakutkan seperti itu~!"

Bagaimanapun, dengan ini gangguan dari Demonkin akan hilang, jadi tinggal fokus pada ritual Putri Naga!

Semangat, Ryune-san!



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close