Chapter 175
Penyelidikan Dilanjutkan
"Akan
kujadikan kalian babi panggang! Melt Sword!"
Jairo,
dengan pedang yang diselimuti api, menebas para Orc satu demi satu.
"Jangan
bertarung terlalu dekat dengan pepohonan! Wind Slasher!"
Mina
melepaskan sihir angin tipe beruntun ke arah di mana tidak ada rekan petualang.
Tubuh bagian atas dan bawah para Orc pun terbelah dengan rapi.
Mengingat
semua sihirnya mengenai musuh, sepertinya akurasi sihir dan kemampuan Mina
dalam menguasai medan perang telah meningkat.
"Minimal...
tebas!"
Meguri
bergerak bebas di medan perang menggunakan sihir terbang yang kecepatannya
ditingkatkan dengan pertahanan atribut angin.
Sambil
memanfaatkan pepohonan dan batu di sekitar sebagai pijakan, ia melakukan
serangan kejutan dengan lompatan tiga dimensi dan menyerang titik vital para
Orc dengan tepat.
"Hiat!"
"Bumoohh!?"
Lalu Norb
menghadapi mereka dengan taktik spesialis pertahanan, kombinasi antara
pertahanan atribut dan sihir pertahanan yang solid.
Sambil
menghindari serangan para Orc dengan gerakan minimal, ia sengaja menerima
serangan yang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Sepertinya ini juga menjadi
sarana latihan baginya.
"O-oi,
kenapa bocah itu baik-baik saja setelah menerima serangan dari makhluk raksasa
itu tepat dari depan!?"
"Nona
yang di sana itu menyapu bersih para Orc dengan sihir yang hebat!? Kenapa
sihirnya tidak habis-habis!?"
"Hei,
bukankah mereka itu pendatang baru yang baru saja menjadi petualang beberapa
waktu lalu? Kenapa mereka
bisa sekuat itu!?"
Melihat aksi Jairo
dan kawan-kawan, para petualang lain dan para ksatria berseru kaget.
Hmm,
hmm, rasanya senang ya kalau orang-orang terdekat dipuji.
"Eei! Jangan
mau kalah dari para petualang! Cepat musnahkan para Orc itu!"
"""Si-siap!!"""
Setelah dimarahi
atasan, para ksatria bergegas maju menghadapi para Orc.
Namun karena
terburu-buru, sepertinya mereka tidak memeriksa karakteristik Orc seperti apa
yang mereka hadapi.
Lawan
yang mereka hadapi adalah Orc dengan lengan panjang seperti belalang sembah.
Kapak perang dengan bilah lebar di tangannya pun mengayun ke arah para ksatria.
"Hiegh!?"
Meski
berhasil menghindari serangan dari lengan panjang yang tak terduga itu, para
ksatria kehilangan keseimbangan dan jatuh terduduk. Di saat itulah, kapak di tangan satunya lagi
mengayun turun.
"Uwaaaaaaa!?"
Ksatria itu
memejamkan mata karena merasa tidak bisa menghindar lagi. Namun saat itu, bilah kapak di
tangan si Orc terpental terbang.
"Berbahaya
lho, mengayunkan benda semacam itu sembarangan."
Yang
muncul di sana adalah Liliera. Alasan kapak si Orc terlihat seperti terpental
adalah karena gagangnya telah dipotong oleh tombak Liliera.
"Kamu tidak
apa-apa?"
"I-iya..."
"Kalau
begitu, baguslah. Hap!"
Setelah
memastikan ksatria itu aman, Liliera meluncur di atas tanah yang membeku untuk
menambah kecepatan, lalu menebas para Orc yang kebingungan karena pijakan
mereka menjadi tidak stabil.
"Dewi...?"
Para ksatria yang
tertinggal hanya bisa menatap Liliera dengan wajah terpana.
Nah, sepertinya
aku juga harus mulai fokus bertarung.
◆
"Fuu,
akhirnya selesai juga."
Setelah
menyelesaikan pertarungan dengan para Orc yang kami temui saat penjelajahan,
semua orang mengembuskan napas panjang.
"Sejak pagi
kita terus bertarung melawan Orc, ya."
Kami memulai
penyelidikan ulang atas kekacauan Orc ini bersama-sama dengan Serikat Petualang
dan Orde Ksatria, namun situasinya menjadi lebih merepotkan dari yang
diperkirakan. Pasalnya, semakin kami menuju ke arah datangnya para Orc,
frekuensi pertemuan dengan mereka semakin meningkat.
"Tapi, apa
mereka tidak merasa jadi sedikit lebih kuat, ya?"
"Ah,
aku juga merasa begitu. Sejak tadi jumlah orang yang terluka terus
bertambah."
Norb menyetujui
keluhan Jairo.
"Selain itu,
bentuk para Orc ini semakin lama semakin aneh."
"Ya, itu
sudah pasti bukan Orc lagi."
Seperti yang
dikatakan Mina dan yang lainnya, jumlah Orc yang kami temui dengan penampilan
tidak wajar semakin bertambah.
Lawan yang kami
temui sebelumnya masih terasa seperti perpanjangan dari Orc, tapi sekarang
elemen Orc-nya hanya seperti hiasan tambahan? Begitulah jadinya.
"Monster
seperti Hydra dengan sembilan kepala Orc, itu benar-benar tidak masuk
akal."
"Yang
ini kulitnya punya cangkang seperti serangga."
"Kyu-kyuuu."
Mofumof
mnggigit bagian tubuh dari masing-masing Orc sambil tampak memikirkan sesuatu.
"Kyu-kyu."
Lalu ia kembali
ke salah satu dari mereka dan mulai memakannya dengan serius. Mungkinkah dia
sedang membandingkan rasanya?
"Anu,
Rex-san, ini sudah pasti..."
Melihat
penampilan para Orc yang jelas-jelas aneh, Liliera menyuarakan keraguan yang
dipendamnya selama ini.
"Ya, tidak
salah lagi, ini adalah Chimera."
Benar, para Orc
ini pastilah Chimera.
"Di alam
liar, makhluk tidak alami seperti ini tidak mungkin ada... bukannya aku bilang
tidak ada sama sekali, tapi keberadaan makhluk yang terus-menerus memiliki
elemen Orc seperti ini benar-benar tidak normal."
"Jadi
memang ada ya. Makhluk aneh seperti itu..."
Dunia ini memang
luas, ya... Di kehidupanku yang sebelumnya pun, aku cukup sering bertemu
monster yang membuatku kaget dan berpikir, 'Apa ini benar-benar makhluk
alami!?'
"Kalau
begitu, apa itu berarti ada seseorang yang menciptakan mereka!?"
"Tapi kenapa
harus terobsesi pada Orc? Apa dia... penggila Orc?"
Hmm, itu aku pun
tidak tahu. Kenapa harus Orc, ya?
Orc memang
berkembang biak dengan cepat, tapi dari segi ras, menurutku tidak ada
keuntungan khusus untuk menjadikannya bahan dasar Chimera.
"Bagaimanapun
juga, kita tidak akan tahu sebelum mengidentifikasi penyebabnya."
"Penyebab,
ya..."
Mendengar kata
'penyebab', Liliera memasang wajah serius.
"Bicara soal Chimera, aku jadi teringat Undead
itu..."
"Maksudmu Ganei-san?"
Benar, Ganei-san yang merupakan Undead dari era Peradaban
Sihir Kuno yang kami temui sebelumnya memang ahli dalam penelitian Chimera.
Kami belum bertemu lagi sejak berpisah di lantai terbawah
gua, apa yang sedang dia lakukan sekarang, ya?
"Mungkinkah kasus Chimera kali ini juga disebabkan oleh
Undead itu...?"
"Hmm, bagaimana ya. Tujuan orang itu adalah menciptakan
Chimera yang bisa mengalahkan White Calamity, tapi rasanya Orc kali ini tidak
sesuai dengan tujuan tersebut..."
Benar, tujuan Ganei-san adalah menciptakan Chimera terkuat.
Seharusnya bukan memproduksi massal Chimera yang lemah.
"Yang
mana saja tidak masalah, kan? Kita akan tahu begitu menemukan penyebabnya."
"Kamu itu,
berpikirlah sedikit lebih dalam."
Terhadap Jairo
yang menganggap berpikir itu sia-sia, Mina memperingatkannya agar lebih
bijaksana.
"Tapi
perkataan Jairo ada benarnya juga. Dalam situasi tanpa informasi seperti
sekarang, berpikir pun hanya akan berakhir pada spekulasi. Kita harus menemukan
dalangnya."
"Benar,
benar! Ayo cepat
pergi, Kak!"
"Sepertinya
tidak bisa begitu."
Saat Jairo
berseru untuk maju, Norb menahannya.
"Apaan sih,
jangan merusak suasana dong."
"Sepertinya
jumlah orang yang terluka lebih banyak dari perkiraan. Mereka sedang
mendiskusikan apakah sebaiknya mundur dulu untuk bersiap kembali dan baru
berangkat lagi nanti."
"Apa
sebanyak itu yang terluka?"
"Iya, karena
jenis Orc aneh ini terlalu banyak, sepertinya banyak orang yang terluka akibat
menerima serangan yang tidak terduga."
"Begitu ya.
Memang kalau bentuknya sudah seberbeda ini, mereka sudah seperti makhluk lain. Secara praktis, ini seperti
bertarung melawan sekelompok monster dari berbagai jenis."
Selain itu,
sepertinya tingkat kekuatannya pun sangat bervariasi.
"Kita hanya
kebetulan bertemu dengan Orc yang lemah, tapi petualang lain mungkin sial
karena bertemu dengan yang merepotkan. Tidak, jika memang ada dalang yang
mengendalikan para Orc ini dari balik layar, mungkinkah musuh sengaja
menyusupkan Orc kuat di antara yang lemah untuk mengincar petualang yang ahli
dan melukai mereka?"
"""""Tidak,
kalau begitu harusnya 'Kakak—Rex-san' yang diincar,
kan."""""
Eh? Aku? Kenapa?
"Pokoknya,
kalau Serikat masih berdiskusi, lebih baik kita beristirahat selagi bisa."
"Benar juga.
Lagipula karena kita sudah memburu Orc sebanyak ini, mundur untuk mengumpulkan
bahan dan membedahnya juga sangat mungkin dilakukan."
Begitu ya, memang
ada kemungkinan itu. Bahan hasil buruan tidak akan membusuk jika disimpan dalam
Magic Bag, tapi jumlah ahli bedah itu terbatas.
Begitu
juga dengan luas tempat pembedahannya.
◆
"Woi!
Pemimpin masing-masing faksi harap berkumpul!"
Saat kami sedang
beristirahat sambil menikmati makan siang, seseorang dari faksi yang dipercaya
menjadi pemimpin oleh Serikat Petualang berseru, mungkin karena diskusi mereka
sudah selesai.
"Kalau
begitu, aku pergi dulu ya."
"Ya, kami
yang akan mengurus sisa makanan."
"Sip, tolong
ya."
"Jairo,
jangan merepotkan ya."
"Aku cuma
mau pergi dengar bicara saja!"
Karena Jairo
adalah pemimpin Dragon Slayers, sepertinya dia memutuskan untuk pergi mendengar
penjelasan bersamaku.
Kalau dulu, dia
pasti malas dan menyerahkannya pada Mina, tapi sekarang dia sudah mau melakukan
tugas pemimpin atas inisiatif sendiri. Jairo benar-benar berkembang setiap
harinya.
"Merepotkan
sekali. Tapi kalau tidak pergi, dia akan mengomel..."
Ah, ternyata
karena dia akan diceramahi kalau tidak pergi...
"Kalian
semua mungkin sudah tahu, tapi jumlah Orc meningkat dan musuh yang tangguh pun
semakin banyak. Jumlah orang yang terluka juga tidak sedikit. Karena itu,
setelah berdiskusi dengan Orde Ksatria, diputuskan bahwa kita akan mundur dari
sini untuk sementara waktu."
""""Ooh—""""
Mendengar
perkataan si pemimpin, ada yang bersuara lega, ada juga yang tampak tidak puas.
"Tentu saja
ini tidak wajib. Moto petualang adalah kebebasan. ...Meski begitu, itu hanya
berlaku jika kalian bisa bertanggung jawab atas diri sendiri. Mereka
yang kembali akan aman karena bergerak bersama Orde Ksatria, tapi bagi mereka
yang ingin tetap tinggal dan melanjutkan penyelidikan, tingkat bahayanya akan
melonjak tajam karena tidak ada rekan untuk bertarung bersama. Pikirkan
baik-baik sebelum memilih. Sekian dariku."
Hanya itu penjelasan dari si pemimpin, dan semua orang
segera kembali ke rekan faksi masing-masing untuk mendiskusikannya.
"Bagaimana
dengan kita?"
Aku menanyakan
pendapat Liliera, Jairo, dan yang lainnya. Aku sendiri masih punya banyak
tenaga, tapi mungkin yang lain sudah lelah dan ingin pulang.
"Aku tentu
saja lanjut! Sepertinya yang lain mau pulang, jadi mari kita selesaikan masalah
ini hari ini dan ambil semua jasanya sendirian!"
"Aku juga
setuju. Kita masih punya banyak tenaga. Tapi, kalau menyelesaikannya hari ini
juga rasanya terlalu terburu-buru, menurutku kita harus bergerak dengan
hati-hati."
"O-oh..."
"Benar, aku
juga setuju untuk melanjutkan penyelidikan. Lagipula kalau kita, kembali
menggunakan sihir terbang pun akan cepat."
"Malah,
karena tidak perlu bergerak bersama kelompok besar, menyelidiki lewat udara
jadi lebih mudah."
"Karena
tidak perlu bertarung dengan Orc di darat, penyelidikan akan jadi lebih aman
jika hanya kita saja."
Sepertinya semua
orang setuju untuk melanjutkan penyelidikan.
"Kyu-kyuuu."
Tanpa sadar,
Mofumof sudah menghabiskan semua Orc yang tadi ia bandingkan rasanya. Maksudku,
kalau ujung-ujungnya dimakan semua, apa gunanya membandingkan rasanya?
"Kyu-kyuuu."
Mofumof mengelus
perutnya lalu melihat ke sekeliling.
"Tsk,
kyuuu."
Lalu ia berdecak
dan mulai memanjat kakiku sambil mencakar-cakar Magic Bag. Mungkinkah dia ingin
Orc yang sudah disimpan di dalam?
"Sepertinya
Mofumof masih belum kenyang makan Orc, ya."
"Kyuu!"
Mofumof
membusungkan dada seolah membenarkan hal itu, lalu melompat ke tanah.
"Baiklah,
kalau begitu mari kita lanjutkan penyelidikan!"
"""""Ooooh!!"""""
"Kyuuu!"
◆
"Ketemu
dengan mudah, ya."
"Ketemu juga
akhirnya..."
"Ketemu
ya..."
"Ketemu
juga..."
"Terlalu
mudah..."
"Ahaha..."
Singkat cerita,
begitu penyelidikan dilanjutkan, kami segera menemukan tujuannya. Setelah
berpisah dari tim penyelidik dan maju ke arah datangnya para Orc menggunakan
sihir terbang, kami sampai di kaki pegunungan besar.
Di salah satu
sudut gunung, berdiri sebuah bangunan besar yang seolah menyatu dengan gunung
tersebut. Dan dari dalam bangunan itu, puluhan Orc muncul secara
berturut-turut.
"Ada
bangunan seperti itu di tempat seperti ini..."
"Apalagi
ukurannya sangat besar. Apa Serikat atau Orde Ksatria tidak punya informasi
soal bangunan ini?"
Melihat bangunan
dengan keberadaan yang sangat tidak wajar itu, Mina dan yang lainnya
kebingungan mengapa hal ini tidak menjadi keributan sampai sekarang.
"Karena ada
Concealment Barrier yang terpasang, kemungkinan besar Orde Ksatria atau para
petualang tidak menyadarinya meski mereka lewat di dekat sini."
"Eh?
Ada benda seperti itu!?"
"Bohong!?
Aku sama sekali tidak
sadar!?"
Mendengar
ada penghalang yang terpasang, Liliera dan Mina berseru kaget.
"Iya, karena
menghalangi, jadi sudah aku hapus."
"Ah, pantas
saja bangunannya tiba-tiba muncul."
"Tadi aku
kaget sekali."
"Hebat, Kak!
Aku sama sekali tidak mengerti!"
"Jangan
mengatakannya dengan penuh percaya diri begitu... yah, aku juga tidak sadar
sih."
Mina menghela
napas menanggapi Jairo yang bicara dengan semangat.
"Bagaimanapun
juga, sepertinya bangunan itu memang penyebabnya."
"Kalau
begitu, mari kita segera selidiki bangunan itu... hmm?"
Saat itulah.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari dalam tanah.
"Apa? Gempa
bumi?"
"Bukan!
Lihat bangunannya!"
Mendengar
perkataan Jairo, semua orang fokus ke bangunan itu, dan bangunan tersebut mulai
runtuh dengan suara gemuruh.
"Bangunannya...!?"
Lalu dari dalam
bangunan, sesuatu yang sangat besar menampakkan dirinya.
"Fuhahahahahaha!
Karena penghalangnya dihapus, aku sudah menduga siapa pelakunya, ternyata benar
kau ya, Bocah!"
Suara yang
terdengar dari balik kepulan debu itu adalah suara yang tidak asing.
"Sudah kuduga, ternyata benar Kau... Ganei-san!"
Yang muncul dari balik kepulan debu, sesuai dugaan Liliera,
adalah Ganei-san.
Dan ia didampingi oleh sosok makhluk yang sudah terlalu banyak bergabung dengan berbagai makhluk lain hingga tidak bisa lagi disebut Orc—sosok makhluk yang secara harfiah harus disebut sebagai Chimera.



Post a Comment