Interlude
Kisah Tentang Sebuah Kemungkinan — Bagian 3
"Ahahahaha!
Hahahaha!"
"A-Anu...
Yukihira sampai sebegitunya..."
Aku seolah tidak percaya dengan apa
yang kulihat. Di
depan mataku, Yukihira sedang merangkak sambil memegangi perutnya yang gemetar
hebat karena tertawa.
"Kenapa
wajahmu jadi cengo begitu? Menurut hasil investigasiku, dia adalah tipe orang
yang sangat mudah tertawa dan lemah terhadap hal-hal yang klise. Kalau aku
mengambil tindakan berdasarkan data itu, sudah sewajarnya hasilnya akan jadi
seperti ini."
Chocolat
yang berada di sampingku berkata dengan nada dingin seperti biasanya, sambil
melirik ke arah baskom yang tergeletak di lantai.
Ya,
sebuah baskom.
Begitu
melihat benda itu menghantam kepalaku dengan telak, tawa Yukihira langsung
meledak... dan bahkan setelah beberapa menit berlalu, tawanya belum juga reda
sampai sekarang.
"Nah,
berkat bantuanku, misinya berhasil diselesaikan ya, dasar anjing kampung tidak
berguna."
Baru
saja dia melontarkan makian yang luar biasa pedas secara natural... tapi yah,
lupakan dulu soal itu. Sepertinya, untuk menghilangkan Absolute Choice
(Pilihan Mutlak), aku harus menyelesaikan misi-misi yang diberikan oleh Sang
Dewa.
Dan misi
pertama yang muncul adalah—
[Buatlah
Yukihira Furano tertawa dari lubuk hatinya yang terdalam].
Saat aku
sedang mati-matian berjuang melakukannya, Chocolat datang membawa baskom ini
sebagai persiapannya... Dari mana coba dia mendapatkan benda seperti ini?
"Kalau
aku menyerahkannya padamu, masalah ini tidak akan selesai sampai kapan pun.
Apa-apaan coba lelucon 'Anjing Laut yang mendadak jago Geografi saat sedang
menggonggong' itu?"
"Bisa
tidak berhenti mengungkit lawakanku yang garing itu!?"
"Lalu
'Patung Nio yang baru lahir', coba jelaskan padaku di bagian mana
lucunya?"
"Ini
sih bukan cuma sekadar menaburkan garam di atas luka lagi, tahu!"
Chocolat
terus mengorek luka di hatiku dengan ekspresi datar... Benar-benar seorang S-dere
tingkat tinggi.
"...... Hm?"
Ponselku
bergetar, jadi aku segera mengeceknya.
Di
layarnya terpampang pesan dari "Dewa" mengenai [Misi Penghapusan
Kutukan].
Padahal
baru saja aku menyelesaikan misi pertama, tapi sudah muncul yang berikutnya...
Dengan perasaan jenuh, aku pun membuka email tersebut.
[Saksikan
celana dalam Yawakaze Konagi saat sedang ia kenakan. Batas waktu: 11 Mei
(Sabtu)]
...Benar-benar sudah tidak masuk akal lagi.



Post a Comment