Penerjemah: Nels
Proffreader: Nels
Chapter 1
Persinggahan
Kota yang disebut 『Kota Iblis Helheim』 adalah satu-satunya cahaya harapan bagi mereka yang berpetualang di 『Lost Land』.
Kota besar yang dibangun di kaki Gunung Kembar ini memukul mundur monster dengan tembok pertahanannya yang kokoh, melindungi pemandangan kota yang indah.
Di dataran tinggi yang memandang ke bawah Helheim, menjulang istana tempat tinggal sang penguasa Kota Iblis, Ratu Hel. Selain itu, karena memiliki kekuatan militer yang setara dengan Kota Sihir, meskipun ras lain membenci ras Iblis, jarang ada yang membuat masalah di Kota Iblis.
Karena itu, suasana kota terasa tenang, dan dampak 『Parade Monster』 yang terjadi beberapa hari lalu sama sekali tidak terasa sedikit pun.
Seolah-olah kejadian itu tidak pernah ada, orang-orang telah kembali ke kehidupan sehari-hari mereka.
Penginapan yang digunakan oleh penghuni selain ras Iblis seperti ras Manusia pun tetap beroperasi seperti biasa.
Di sana, para tokoh utama yang menghentikan 『Parade Monster』——Ars dan teman-temannya juga sedang menginap.
"Pagi."
Ars yang muncul di kantin penginapan untuk sarapan menyapa Karen dan yang lainnya yang sudah duduk lebih dulu.
"Pagi."
Yang bereaksi paling awal dengan mengangkat tangan adalah Shion.
Rambut lembutnya tertata rapi, ujung rambutnya bergoyang ringan, dan setiap kali terkena cahaya, rambut itu berkilau merah muda samar.
Wajahnya memiliki pesona unik meski terlihat rapi.
Mata berwarna hijau zamrud yang dalam, serta tahi lalat di bawah matanya memberikan atmosfer unik dan dreamy pada penampilannya. Mulutnya lembut, dan saat tersenyum, senyum anggun merekah, menampakkan kecerdasan dan martabat yang dalam.
Akan tetapi, meski Shion memiliki kecantikan sensual seperti itu, mungkin pesonanya akan berkurang separuh mulai sekarang. Entah masuk ke mana dalam tubuh kurusnya itu, seperti biasa, tumpukan makanan dalam jumlah besar tersaji di hadapannya.
Saat Shion kembali makan setelah menyapa singkat, tatapan Karen yang tadi melihat Shion dengan heran beralih ke Ars.
"Ara, pagi. Hari ini kamu tidur sampai siang lagi ya."
Mata Karen memancarkan kilau lembut bagaikan permata merah tua.
Tatapannya penuh gairah, seolah mewarnai udara di sekitarnya menjadi panas, dan dipadukan dengan wajahnya yang sempurna, konturnya yang tajam memiliki keindahan artistik. Bibir merahnya saat tersenyum terbuka dengan anggun layaknya kelopak mawar yang cerah, pesonanya pasti akan menyentuh hati siapa pun tanpa memandang usia atau jenis kelamin.
"Habisnya tidak ada kerjaan sih," jawab Ars dengan senyum pahit.
Sudah satu minggu berlalu sejak pertarungan melawan White Wolf Fenrir.
Ars dan yang lainnya yang berhasil memukul mundur White Wolf Fenrir, langsung dikurung begitu kembali ke 『Kota Iblis Helheim』.
Bukan karena alasan negatif.
Itu karena ada perintah dari para petinggi Kota Iblis untuk mengadakan pesta perayaan guna memuji para pahlawan yang telah menghentikan 『Parade Monster』.
Selain itu, sampai pesta perayaan diadakan, seluruh biaya akomodasi di Kota Iblis ditanggung oleh pihak kota. Karena itu Ars dan teman-temannya yang tidak perlu buru-buru kembali ke Kota Sihir masih tetap tinggal di Kota Iblis.
"Memang sih, satu minggu mungkin terasa berat buat Ars yang hobi berburu."
Awalnya Ars menikmati wisata di Kota Iblis karena rasa penasaran, tapi begitu tahu tidak boleh keluar selangkah pun, dia mulai merasa tersiksa, dan sekarang dia bahkan tidak berusaha menyembunyikan ekspresi tidak puasnya.
"Yah, mau bagaimana lagi... Ngomong-ngomong, Yulia dan yang lain pergi ke mana?"
"Kalau Onee-sama sih pergi belanja bareng Elsa."
"Pagi-pagi begini?"
"Mungkin mereka menemukan sesuatu yang diinginkan."
Barang-barang langka berkumpul di Kota Iblis yang berada di Area Tinggi 『Lost Land』 ini.
Karena itu, berbeda dengan Ars yang sudah tidak betah hanya dalam seminggu, para gadis tampaknya menikmati masa tinggal di Kota Iblis dengan cara mereka masing-masing.
"Kalau yang terkenal sih paling Grimoire dan Buku Sihir."
Contoh barang yang paling umum adalah Grimoire dan Buku Sihir yang ditinggalkan para pendahulu di 『Lost Land』.
Grimoire memuat deskripsi teknis, sedangkan Buku Sihir memuat sihir yang ditanamkan oleh orang-orang hebat di masa lalu. Konon, jika ada sihir yang cocok dengan diri sendiri di dalam Buku Sihir, seseorang bisa mewarisinya.
Selain itu, karena bahan makanan dan material langka juga berkumpul di Kota Iblis, Ratu Hel selaku penguasa Kota Iblis telah menimbun kekayaan yang luar biasa.
Meski disebut Iblis, kehidupan sehari-hari mereka tidak berbeda dengan ras Manusia, dan kepekaan mereka pun sangat mirip.
Karena itu, kota ini menjadi sangat beragam; ada toko-toko modis, ada pula toko yang terlihat sangat mencurigakan dan nyentrik. Terkadang ada obral pagi atau barang spesial yang dijual untuk para petualang, jadi banyak orang yang pergi berbelanja bahkan sebelum matahari terbit sepenuhnya.
Awalnya Ars juga berjalan-jalan di Kota Iblis karena rasa penasaran, tapi setelah melewati hari ketiga masa tinggal, dia mulai bosan, dan bergerak secara terpisah seperti hari ini sudah bukan hal yang aneh lagi.
"Barang yang diinginkan Yulia ya... aku tidak terpikir apa pun."
Yulia tidak terlalu memiliki hasrat duniawi.
Dia tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada makanan mewah ataupun perhiasan yang gemerlap.
Setidaknya, Ars belum pernah melihat sosoknya menghamburkan uang di hadapannya. Kalau pakai uang orang lain——Ars——sih dia kadang menggunakannya secara brutal... tapi pada dasarnya Yulia bisa dibilang orang yang hemat.
"Negara kami memang negara kecil yang lemah, tapi karena sejarahnya tua, kami punya banyak permata berharga dan semacamnya. Makanya, karena seleranya tinggi, sebagian besar permata tidak akan bisa merebut hati Onee-sama. Jadi, dia tidak akan menghamburkan uang untuk hal semacam itu."
Penampilan Yulia memang anggun layaknya wanita terhormat, tapi sifat aslinya ternyata cukup cerdik.
Karena itu, kemungkinan besar dia sudah memindahkan barang-barang berharga ke tempat aman sebelum kastil Kerajaan Villeut jatuh. Jika dia masih menyembunyikan barang-barang itu sekarang, hampir mustahil dia akan menemukan perhiasan yang bisa memuaskannya di sini.
"Tapi, Kota Iblis penuh dengan barang langka, jadi melihat-lihat saja sudah menyenangkan. Mengingat sifat Onee-sama, kemungkinan besar dia hanya sedang jalan-jalan."
"Yulia memang suka melihat pemandangan dan semacamnya."
"Benar. Makanya, yang lebih kukhawatirkan adalah kalau dia diganggu oleh Iblis. Onee-sama itu terlalu cantik, jadi dia sering disapa tanpa memandang ras. Di sini berbeda dengan Kota Sihir, ini Kota Iblis, jadi aku khawatir."
Yulia yang memiliki kecantikan yang bisa meruntuhkan negara itu sangat cuek dengan penampilannya sendiri.
Sepertinya dia tidak pernah melewatkan perawatan kulit, tapi dia tidak memiliki ketertarikan khusus pada kosmetik.
Lagipula, meragukan juga apakah dia butuh kosmetik atau tidak.
Dalam kasus Yulia, dengan riasan seminimal mungkin pun dia memiliki wajah yang membuat siapa pun menoleh.
Ini cerita saat baru datang ke Kota Sihir, ketika sedang membersihkan markas 〈Villeut Sisters Lampfire〉, para gadis yang mulai bosan mulai bermain air, dan di antara mereka ada sosok Yulia juga.
Insiden itu terjadi saat semua orang hendak berganti pakaian atau memperbaiki riasan karena basah kuyup.
Semua orang yang melihat wajah asli Yulia setelah dia menyeka wajah dengan handuk pun gemetar.
Karena tidak ada perubahan.
Artinya, itu wajah aslinya.
Yulia sama sekali tidak mengenakan riasan.
Tak perlu dikatakan lagi bahwa para wanita di "Guild Villeut" serempak menujukan rasa cemburu dan iri padanya.
"Dengan kemampuan Yulia, dia tidak akan kalah meski lawannya Iblis, kan."
Kota Iblis terutama dihuni oleh ras Iblis dan ras Beast——ras yang disebut Demi-human.
Karena tempat ini dikuasai ras Iblis, sosok ras Manusia jarang terlihat selain para petualang.
"Mungkin saja... tapi tetap saja mereka memiliki kemampuan yang cukup untuk bertahan hidup di Area Tinggi. Mereka sama sekali bukan lawan yang boleh diremehkan."
Kota Iblis terkenal karena berada di Area Tinggi 『Lost Land』 tempat roh jahat dan monster berkeliaran.
Kemampuan ras Iblis yang menjalani kehidupan di lingkungan keras seperti itu secara umum tinggi.
Dahulu, umat manusia termasuk ras Manusia mencoba bermigrasi ke 『Lost Land』 dengan berbagai cara, namun gagal. Di saat negara-negara di seluruh dunia gagal, hanya ras Iblis yang berhasil membangun kota raksasa dan menikmati kemakmuran.
Seharusnya itu tidak mudah.
Namun, meski penuh lika-liku, kerja keras itu terbayar, dan sekarang mereka bisa menikmati sendiri seluruh anugerah 『Lost Land』 yang penuh dengan berbagai warisan.
Sekaligus momen di mana umat manusia mulai merasa rendah diri terhadap ras Iblis.
"Tidak bisa lengah, ya..."
"Ya, hukum di Kota Iblis memprioritaskan ras Iblis. Kita bakal repot kalau dituduh macam-macam lalu Pengawal Ratu muncul, jadi kita cuma bisa berdoa supaya tidak diganggu orang aneh."
"Aku tidak yakin Yulia akan memicu masalah sendiri, tapi bagaimana dengan Legi dan Shigi ya."
Mendengar nama saudari Dwarf yang akrab dengannya disebut, Karen memasang ekspresi cemas.
"Ah... hmm, di Kota Iblis kan berkumpul bahan-bahan langka. Memang benar, dibanding Onee-sama, mereka berdua lebih mungkin bikin masalah."
Legi dan Shigi adalah Lehrer dari 『Blow Badger Guild』 yang beraliansi dengan 『Guild Villeut』 yang dipimpin Karen. Terlebih lagi, mereka adalah ras Dwarf, ras yang jarang keluar dari bawah tanah. Ditambah lagi mereka adalah saudari kembar, dan yang lebih langka lagi, mereka berdua menjabat sebagai Lehrer guild bersama-sama.
"Kalau mata pencahariannya produksi, Kota Iblis pasti surga bagi mereka. Legi dan Shigi bahkan setiap hari keluar dari pagi tanpa bosan."
Mereka memiliki toko di Kota Naga Altaar, menangani senjata dan kosmetik terutama untuk wanita. Karena itu, demi mendapatkan bahan dengan harga murah, setiap pagi mereka berlarian mengelilingi Kota Iblis. Sudah pasti saudari kembar itulah yang paling senang karena biaya menginap kali ini gratis.
"Kalau Shigi sih lebih terasa seperti dipaksa Legi ya."
Mungkin teringat kejadian pagi tadi, Karen tersenyum pahit.
Saat turun ke lantai satu untuk sarapan, Karen melihat Shigi diseret oleh Legi yang bersemangat tinggi. Itu adalah pemandangan langka bagi Legi yang sifatnya bisa dibilang penakut, jadi dia ingat betul.
"Kalau soal uang Shigi yang kuat, tapi Legi yang biasanya malas-malasan jadi berubah kalau soal bahan. Shigi yang hebat pun sepertinya terpaksa menurut pada kakaknya yang jadi begitu."
Karen tersenyum geli, mungkin teringat Shigi yang dipermainkan Legi.
"Lagipula Legi punya kesadaran kuat sebagai kakak, jadi dia selalu keras pada Shigi. Makanya, hari ini dia lebih ribut dari biasanya bilang mungkin ada bahan langka di pasar."
"Begitu ya... dasar mereka. Terus, bicara soal ribut, aku juga belum lihat Grimm."
Di tengah percakapan, sosok seseorang melintas di benak Ars.
Selama seminggu Ars tinggal di Kota Iblis, Demon Lord Grimm sering mengganggunya.
Setiap pagi dia selalu menunggu untuk sarapan bersama, tapi hari ini tumben dia tidak ada.
"Kalau itu, coba tanya dia?"
Shion yang entah sejak kapan sudah selesai makan, membuka suara.
Mungkin karena kenyang, dia menyandarkan punggung ke kursi dengan ekspresi sangat puas.
Di arah pandangan wanita itu, ada sosok Kirisha, Sub-master 『Guild Marizia』.
"Kare-chan, Shio-chan, Ar-chan, pagi!"
Kirisha yang menyapa dengan penuh semangat duduk di kursi kosong.
Kirisha sepertinya punya kecenderungan menambahkan "-chan" pada orang yang dianggap teman.
Namanya juga disingkat. Tentu saja, tanpa izin.
Orang lain mau menyapa, tapi Kirisha yang semangat lebih cepat.
"Permisiii~"
Kirisha mengangkat tangan seolah berjinjit memanggil pelayan.
"Pesan paket ikan bakar dan jus jeruk ya~"
"Baik."
"Aa, maaf. Tunggu sebentar."
Ars menghentikan pelayan yang mencatat dan hendak pergi.
Dia ingat belum sarapan, jadi sekalian pesan.
"Aku pesan paket roti panggang dan teh."
Setelah melihat pelayan pergi usai konfirmasi pesanan, Ars menatap Kirisha.
"Kirisha, Grimm ke mana?"
Tumben Kirisha yang selalu menempel di punggung Grimm bergerak sendirian.
Grimm juga meladeni Kirisha dengan nada ketus seolah terganggu, tapi semua orang tahu kalau pada akhirnya dia bakal memasang wajah khawatir kalau gadis itu tidak ada di dekatnya.
Namun, tidak ada yang mengejek hal itu. Selain karena Grimm ditakuti sebagai Demon Lord, mereka juga paham bahwa hubungan kedua orang itu——jika tahu masa lalunya, bukanlah hal yang pantas diejek.
"Dia dipanggil ke istana, jadi dia pergi ke sana. Karena benci suasana kaku, cuma Kirisha yang tinggal di penginapan."
"Heee, berat ya~"
Karen bergumam seolah itu urusan orang lain, tapi di wajahnya tersungging senyum pahit yang mirip rasa bersalah. Seolah memojokkan Karen yang seperti itu, Kirisha menyeringai lebar.
"Soalnya Kare-chan dan yang lain menyerahkan semuanya ke Guri-chan sih."
Seperti kata Kirisha, Karen dan yang lain yang merasa repot berurusan dengan pihak 『Kota Iblis Helheim』 melimpahkan semuanya pada Demon Lord Grimm. Ngomong-ngomong, Legi dan Shigi juga ikut-ikutan menumpang kesempatan.
Saat ini Grimm mengatur jadwal audiensi dengan Ratu, pesta perayaan, dan lainnya sendirian.
Alasan Grimm yang biasanya angkuh dan tak sopan itu tumben menurut, adalah karena dia berhutang banyak budi pada Ars dan kawan-kawan.
Selain itu, Karen dan yang lain tidak melempar tugas ke Grimm hanya karena alasan merepotkan.
Jika negosiatornya adalah Demon Lord, pihak Kota Iblis sekalipun tidak akan bisa mengajukan tuntutan yang tak masuk akal, tidak akan melayani dengan asal-asalan, dan tidak akan bisa meremehkan.
Orang yang tepat di tempat yang tepat, Demon Lord adalah yang paling cocok untuk bernegosiasi dengan Ratu.
"Habisnya, kukira bakal menolak, ternyata dia terima dengan patuh..."
Melihat Karen yang menunduk dengan rasa bersalah, Kirisha tersenyum.
"Guri-chan memang suka mengurusi orang lain sejak dulu. Terutama pada yang lebih muda dia baik, sifatnya tidak bisa menolak kalau diandalkan. Mulai sekarang andalkan saja dia terus. Dia pasti bakal menerimanya meski sambil ngomel."
Sepertinya Kirisha tidak bermaksud menyalahkan, dia hanya mengatakan apa yang dipikirkannya dengan jujur. Kemudian saat makanan yang dipesan datang, Kirisha mulai makan dalam diam dengan ekspresi senang. Bersamaan dengan itu makanan pesanan Ars juga datang, jadi saat dia mulai makan, tak ada seorang pun yang bicara.
Meski begitu tidak terasa canggung, kebisingan dari pelanggan sekitar menjadi BGM, dan waktu tenang khas pagi hari pun datang.
Tak lama kemudian, Kirisha selesai makan dengan puas dan melompat turun dari kursi.
"Terima kasih makanannya! Kalau begitu, aku pergi dulu karena ada janji main sama anggota guild!"
Baru saja datang tiba-tiba, perginya pun ribut. Saking cepatnya sampai tidak sempat disapa, Ars dan yang lain hanya bisa melihat punggung Kirisha yang berlari menjauh.
"Anak itu, dia kabur habis makan dengan kecepatan luar biasa ya."
Karen berkata sambil mengerjapkan mata, tapi segera teringat kalau itu tidak dihitung makan tanpa bayar, lalu melanjutkan ucapannya.
"Aa... ngomong-ngomong, biaya tinggal kan semuanya ditanggung Kota Iblis ya."
"Sudah seminggu berlalu masa belum terbiasa juga?"
Saat Shion bertanya, Karen mengangkat bahu.
"Yah, biarpun dibilang gratis. Semakin lama tinggal, semakin aku merasa cemas tahu."
Karen dan yang lain tinggal karena diminta untuk menerima ucapan terima kasih karena menghentikan 『Parade Monster』, tapi meski sedang persiapan pesta perayaan, satu minggu itu terlalu lama.
Apalagi ini Kota Iblis yang dikuasai ras Iblis yang disebut musuh umat manusia.
Wajar saja Karen cemas kalau ini semacam jebakan jika semakin lama berlarut-larut.
"Padahal Ars sudah berniat mendirikan guild, pasti jadi kesal kan kalau tidak bisa pulang sampai kapan pun?"
"Kalau soal itu sih tidak masalah, tapi tidak bisa pergi berburu ke luar itu yang menyiksa."
Jalan-jalan di kota diizinkan, tapi pergi ke sisi lain tembok luar tidak diizinkan.
Bukannya berniat kabur, tapi kalau dibilang "Ada preseden orang meninggal saat pergi berburu", dia terpaksa menerimanya.
Karena kotanya terlalu damai jadi sering lupa, tapi 『Kota Iblis Helheim』 berada di 『Lost Land』.
Faktanya lingkungan di sini keras, dan jika melangkah keluar, nyawa tidak ada jaminannya.
Makanya, kalau tokoh utamanya sampai tewas padahal sedang persiapan pesta perayaan, pestanya bakal berubah jadi upacara pemakaman.
Itulah sebabnya pihak Kota Iblis tidak mengizinkan keluar ke sisi lain tembok luar.
"Kamu sudah minta tolong Grimm untuk mengurus izin soal itu, kan?"
"Aa, dia bilangnya sih percaya diri sekali. Semoga saja izinnya bisa didapat..."
Saat Ars menatap jendela dengan cemas, terlihat matahari tertutup awan membuat 『Istana Kecantikan, Semprema』 tempat Ratu tinggal menjadi gelap.
*
Di bagian paling dalam 『Kota Iblis Helheim』 berdiri istana gemerlap yang bisa dibilang simbol kemakmuran ras Iblis.
Benteng istana yang disebut 『Istana Kecantikan, Semprema』 itu dibangun di kaki Gunung Kembar yang membentang dari Area Tinggi hingga Area Dalam. Benteng alami yang indah dikelilingi alam yang terjal, di dalamnya pemandangan menakjubkan danau dan hutan yang terhampar di sekitar dinding luar kapur putih yang anggun dimonopoli oleh Ratu, sang pemilik 『Istana Kecantikan, Semprema』.
Saat masuk ke bagian dalam 『Istana Kecantikan, Semprema』, dekorasi mewah dan lukisan indah langsung menyambut mata.
Terlebih lagi hiasan lembaran emas dan tempat lilin diwarnai dengan meriah, keahlian pengrajin terkumpul hingga ke detail terkecil, pilar-pilar megah dan lukisan dinding memikat semua orang yang melihatnya.
Grimm telah datang ke istana tempat Ratu tinggal itu, dan diantar ke ruang tamu.
Yang duduk di sofa berhadapan dengan Grimm adalah Iblis Tingkat Tinggi bertanduk dua.
Janggut putih lebat, rambut juga putih, dan ada kerutan di wajahnya, tapi terasa awet muda mungkin karena kekuatan sihir besar yang menyelimutinya.
Penampilannya bisa dibilang tua, tapi matanya yang tajam bak pisau tidak melemah sedikit pun, penuh dengan vitalitas yang tak bisa disembunyikan, dan mudah membayangkan bahwa tubuh di balik pakaian pelayan yang dikenakannya itu sangat terlatih.
"Sebas, tak kusangka kau repot-repot menyambutku."
Grimm menyapa sosok di depannya dengan santai.
Namun, hal itu diizinkan karena Grimm adalah Demon Lord.
Seharusnya, dia bukanlah orang yang bisa ditemui dengan mudah.
Di 『Kota Iblis Helheim』 ada dua Iblis terkenal.
Satu tentunya adalah sang Ratu Mutlak, Hel.
Berkat kekuatan organisasi yang kokoh dengan dia sebagai puncaknya, 『Kota Iblis Helheim』 menyatukan ras Iblis yang susah diatur dengan ikatan besi, dan bersama mereka, Ratu telah mempertahankan kedamaian yang lama dengan latar belakang kekuatan militer yang luar biasa.
Sosok di depan mata inilah yang telah mendukung Ratu seperti itu, orang yang sudah mengabdi sejak 『Kota Iblis Helheim』 didirikan.
Iblis Tingkat Tinggi, Sebas——orang terkuat kedua setelah Ratu di Kota Iblis.
Namanya tidak hanya menggema di Kota Sihir, tapi juga sampai ke negara-negara di seluruh dunia.
Dia membantu Ratu dalam urusan pemerintahan. Selain itu, dia juga bertugas sebagai pengurus Ratu selama lebih dari dua ratus tahun, dan tidak pernah menyerahkan posisi itu sekalipun. Dia tidak kenal ampun pada siapa pun yang menentang Ratu, dan memiliki kesetiaan abnormal hingga rela menyerahkan nyawanya sendiri jika itu perintah Ratu.
Namun, yang membuat Sebas terkenal bukan karena dia menjadi asisten Ratu selama bertahun-tahun.
Melainkan karena pada masa awal pendirian 『Kota Iblis Helheim』 dahulu, dia memiliki rekam jejak kemenangan melawan beberapa Demon Lord sekaligus.
"Grimm-sama adalah tamu penting, jadi saya tidak bisa menyerahkannya pada orang lain."
Sambil mengelus janggut putih lebat di dagunya, sosok yang tersenyum lembut itu tidak terasa memiliki niat jahat.
Seolah mengatakannya dari lubuk hati, tidak ada keraguan dalam nada suaranya.
Akan tetapi, tidak bisa diketahui apakah kata-kata itu tulus atau tidak.
Sebab Sebas hanya menyunggingkan senyum sejak tadi, tidak ada emosi lain selain itu.
Lawannya adalah orang kuat yang bertahan hidup di zaman pergolakan.
Meski dia Demon Lord, bagi Grimm yang dikategorikan sebagai anak muda, dia bukanlah lawan yang mudah membiarkan emosinya terbaca.
Grimm menghela napas sekali, lalu berhenti mencoba membaca ekspresi Sebas.
"Kalau begitu, aku ingin pesta perayaan atau apalah itu cepat diadakan. Kami ini harus tinggal di Kota Iblis sampai kapan?"
"Saya memanggil Anda hari ini adalah mengenai hal itu."
Sebas menyodorkan teh hitam sambil berkata.
Entah kapan dia menyiapkannya——tidak, kalau diingat kembali, sambil mengobrol pun Sebas menyiapkan tehnya. Namun, gerakan itu bahkan tidak membuat Grimm merasa janggal. Keahlian menyiapkan teh secara alami seolah hanya gerakan tubuh biasa, memang pantas bagi orang yang sudah lama melayani Ratu.
"Pesta perayaan ditetapkan lima hari lagi. Guild yang kami undang adalah tiga guild: 『Guild Marizia』, 『Guild Villeut』, dan 『Guild Blowbadger』. Kami ingin setiap Guild Master wajib hadir. Jika ada halangan yang tak terelakkan, akan sangat membantu jika diberitahukan sehari sebelumnya."
"Ya, akan kusampaikan pada Guild Master lain untuk hadir."
"Karena akan menerima kata-kata langsung dari Yang Mulia Ratu, mohon kerjasamanya."
Mendengar kata-kata tambahan Sebas, Grimm menghela napas dan merevisi kata-katanya tadi.
"Akan kusampaikan agar mereka pasti hadir."
Ratu sendiri yang akan memberikan kata-kata penghargaan. Jika bilang tidak hadir dengan alasan apa pun, itu akan memancing kemarahan ras Iblis dan guild akan dihancurkan. Atau mungkin, mereka akan menggunakan ketidakhadiran sebagai alasan untuk mencari-cari kesalahan dan menuntut macam-macam.
Kalau begitu, Asosiasi Sihir yang ingin menghindari permusuhan dengan 『Kota Iblis Helheim』 tidak akan melindungi mereka.
Karena pengaruh Grimm terus menurun, 『24 Council Keryukeion』 pasti akan dengan senang hati mencoba menyeretnya turun dari kursi Demon Lord, dan karena guild Karen maupun Legi lemah, bagi mereka yang tak berkepentingan nilainya sama dengan nol.
Makanya, tangan pertolongan tidak akan diulurkan.
Tapi, karena banyak sumber daya manusia unggul, mereka mungkin mengambil langkah membantu guild sementara untuk memegang kelemahan, lalu merekrut anggota sebelum menghancurkannya.
"Apanya yang halangan tak terelakkan. Dipikir bagaimana pun itu wajib ikut kan. Kata-kata kalian harus dibaca makna di baliknya, jadi merepotkan tahu. Apa sesekali tidak bisa bicara jujur?"
Terhadap Grimm yang memaki, Sebas tidak marah.
Sikapnya sama sekali tidak berubah sejak tadi.
Sebas hanya menjawab datar sambil menyunggingkan senyum sopan.
"Mohon maaf, sudah bawaan sifat. Saya sudah berusaha hati-hati, tapi kami ras Iblis memang hanya bisa bertahan hidup dengan cara seperti itu."
Dahulu ras Iblis tidak setakut sekarang.
Sebab, mereka tidak berkelompok dan sudah dibasmi sebelum sempat memiliki kecerdasan.
Namun, segalanya berubah sejak Ratu muncul.
Pertama, dia menyatukan ras Iblis yang tadinya hanya mengamuk sendirian menjadi satu ras, dan memberikan seni bertahan hidup yang disebut solidaritas. Selanjutnya, dia memberikan kebijaksanaan kepada ras Iblis yang sebelumnya hanya ditipu dan dimanfaatkan umat manusia, serta membuat mereka menguasai seni negosiasi. Lalu, dengan membiarkan mereka menimba berbagai pengalaman dan memanfaatkannya untuk perkembangan 『Kota Iblis Helheim』, dalam kurun waktu 200 tahun dia mengembangkan 『Kota Iblis Helheim』 menjadi kota raksasa, menjadikan Iblis Tingkat Tinggi yang kuat sebagai bawahannya, hingga berhasil membangun kekuatan besar.
"Hah, Zaman Kegelapan yang dibilang ras Iblis ya. Jadi maksudmu, untuk menjadi kuat, perlu jadi pandai bicara."
"Ya. Itu adalah bukti kami bertahan hidup mati-matian. Namun, kebiasaan yang sudah melekat sejak dulu memang sulit dihilangkan."
Grimm memelototi Sebas yang membuat kerutan di sudut matanya dengan riang, sambil meminum teh.
"Itu juga berlaku bagi pihak umat manusia. Dari sudut pandang ras Iblis mungkin memang Zaman Kegelapan, tapi pihak umat manusia juga menelan korban tak terhitung jumlahnya——kalau di sini disebut Zaman Bencana."
Sejak ras Iblis ditemukan hingga hari ini, korban di pihak umat manusia tak terhitung jumlahnya.
Klaim Sebas tidak salah, tapi itu cerita dari sisi ras Iblis. Jika dilihat dari sudut pandang sebaliknya, sejarah itu tidak diwarnai kemenangan gemilang, melainkan hanya sejarah berlumur darah dan ratapan bagi pihak umat manusia.
"Yah, aku datang ke sini bukan untuk mengecek konsistensi sejarah."
Grimm yang sadar pembicaraan sudah melenceng, memperbaiki arah pembicaraan.
"Aku mengerti permintaan kalian. Aku akan menantikan pesta perayaannya."
"Ya, mohon bantuannya pada hari H. Selain itu, meski sepertinya tidak tergabung dalam guild, Yang Mulia Ratu berpesan agar Ars-sama juga ikut serta."
"Aaaah..."
Grimm mengerutkan alis setelah sempat ragu bicara.
Dia memang sudah melapor ke Kota Iblis tentang 『Parade Monster』 kali ini.
Namun, dia sama sekali tidak melapor soal Ars.
Makanya, Grimm ragu bicara.
Sebab dia merasa aneh pihak Kota Iblis mengetahui tentang Ars.
Alasan tidak melapor adalah karena kekuatan Ars akan memicu perselisihan yang tidak perlu.
Pemuda itu terlalu kuat. Terlebih lagi dasarnya masih belum terlihat.
Jika dia tidak tergabung dalam guild, tidak tahu reaksi macam apa yang akan ditunjukkan Kota Iblis.
Karena itu dia memutuskan menyembunyikan keberadaan Ars, tapi Grimm curiga dari mana bocornya.
"Memang sepertinya ada pria semacam itu yang menumpang di 『Guild Villeut』. Tapi dia tidak terlalu berguna, jadi sebaiknya tidak usah diundang?"
Dia sengaja menurunkan penilaian terhadap Ars agar mereka kehilangan minat, tapi Sebas tidak mengangguk.
"Yang Mulia Ratu menunjukkan ketertarikan. Terlebih lagi, orang itu mengaku sebagai 'Essence of Magic, Mimir', bukan?"
Grimm nyaris berdecak lidah, tapi dia menahannya.
"Essence of Magic, Mimir" adalah penyihir yang dianggap terkuat di dunia.
Namun, tidak ada yang tahu identitas aslinya.
Karena dia belum pernah sekalipun muncul di panggung publik.
Alasan "Essence of Magic, Mimir" menjadi terkenal adalah karena dia menguping rahasia negara di seluruh dunia.
Dia muncul sekitar sepuluh tahun lalu, hanya dalam waktu sekitar 2 tahun negara-negara di dunia menyadari keberadaannya, tahu bahwa informasi rahasia telah dicuri, dan mencarinya mati-matian namun tidak berhasil menemukannya.
Terhadap sosok pemberani yang bahkan mencuri sihir dari Demon Lord, orang-orang memberinya nama "Essence of Magic, Mimir" dan memujanya sebagai yang terkuat di dunia.
Belakangan ini dia tenang sehingga tidak terlalu dibicarakan seperti dulu, tapi karena Ars mulai mengaku-ngaku, hal itu mulai memanas lagi.
Ars sendiri sepertinya menggunakan nama itu untuk memancing keluar "Essence of Magic, Mimir".
Tapi, Grimm berpikir dialah "Essence of Magic, Mimir" asli yang sedang menghebohkan dunia.
Padahal orang asli tapi mengaku sebagai peniru, itu menciptakan situasi yang sangat rumit, tapi Ars sepertinya tidak sadar, sehingga menjadi masalah yang bikin sakit kepala.
Lagipula, alasan Grimm menyimpulkan Ars sebagai "Essence of Magic, Mimir" adalah karena tidak ada bukti yang bisa menyangkalnya.
Kalau bertarung dengan Ars, kau pasti paham.
Jika itu "Essence of Magic, Mimir", dia pasti memiliki kekuatan setara Ars, dan di saat yang sama, rasanya mustahil ada dua orang tidak normal seperti Ars.
Tapi, itu bukan masalah. Mau Ars itu "Essence of Magic, Mimir" asli atau palsu, fakta itu tidak penting bagi Grimm.
Hanya saja, karena sudah terlibat dengan Ars, dia tidak bisa membiarkannya begitu saja.
(Bakal repot kalau dia mati sebelum aku balas budi), Grimm membuat alasan dalam hatinya.
Kalau Kirisha membaca ekspresi Grimm saat ini, dia pasti akan menertawakannya dan bilang itu cuma alasan karena dia malu.
Karena itu, menggunakan alasan tersebut, setelah bertarung melawan Ars, Grimm mengumpulkan informasi tentang "Essence of Magic, Mimir" secara menyeluruh, bahkan rumor sekecil apa pun.
Hasilnya, dia mengetahui ada beberapa organisasi yang tidak mentolerir keberadaan "Essence of Magic, Mimir".
Bisa dibilang perwakilan utamanya adalah 『Kota Iblis Helheim』.
Aku tidak tahu detailnya, tapi menurut rumor yang beredar, katanya teknik rahasia penting telah dicuri.
Mengenai hal ini, korbannya ada di seluruh dunia.
Yang mengalami kerugian skala nasional utamanya adalah Kekaisaran, disusul Kota Sihir dan Gereja Hukum Suci.
Aku tidak tahu seberapa banyak pengetahuan Kota Iblis yang dicuri, tapi karena ada rumor bahwa mereka menugaskan pembunuhan "Essence of Magic, Mimir" kepada "Antitesis Buangan", tak diragukan lagi mereka termasuk korban kelas atas. Begitulah penyihir yang mencuri habis pengetahuan seluruh dunia akhirnya disebut "Essence of Magic, Mimir", dan entah asli atau palsu, mengaku sebagai dirinya adalah hal berbahaya.
Karena latar belakang itu juga, di Kota Iblis nama "Essence of Magic, Mimir" hampir menjadi kata terlarang.
Para Iblis tahu teknik rahasia telah dicuri, dan mereka ingat kemarahan Ratu yang mengguncang kota.
Tapi, seharusnya Ars tidak mengaku sebagai "Essence of Magic, Mimir" sejak masuk Kota Iblis.
Makanya, Grimm yang tidak tahu dari mana bocornya pun berpikir.
Namun, semakin lama diam, rasanya semakin seperti mengakuinya.
"Tidak perlu disembunyikan. Kami sudah menyelidikinya sendiri, dan beberapa hari lalu saat penyelidik bertanya langsung pada orang yang bersangkutan, sepertinya dia mengakuinya..."
Ekspresi Sebas yang selalu tenang berubah canggung.
Entah karena mempedulikan Grimm yang sedang galau, nada suara Sebas penuh kelembutan.
"Harus bilang apa ya... saya terkejut karena dia orang yang nekat."
Apakah harus memuji Ars yang dengan gagah berani mengaku di tempat yang bisa dibilang wilayah musuh, atau harus merendahkannya sebagai orang bodoh——Sebas tersenyum pahit seolah ingin berkata dia tak tahu bagaimana harus menilai Ars.
Melihat sosok lelaki tua yang kebingungan itu, Grimm rasanya ingin memegangi kepalanya.
(Si bodoh itu, kenapa dia malah mengaku dengan gagah berani begitu. Apa dia tidak tahu bagaimana pandangan Kota Iblis terhadap "Essence of Magic, Mimir"——)
Teringat sosok pemuda yang lebih semena-mena daripada Demon Lord, Grimm menghela napas panjang.
(Tidak, karena dia orangnya begitu, dia pasti tidak tahu.)
Kepalanya hanya berisi sihir, sedikit... tidak, akal sehatnya agak kurang, dan para wanita di sekitarnya hanya memberinya pengetahuan yang menguntungkan mereka saja.
Rasanya mustahil Ars yang seperti itu mengetahui keadaan sensitif Kota Iblis.
"Yah... sudahlah. Rasanya bodoh memikirkannya. Baiklah, aku pastikan Ars ikut."
Grimm menyimpulkan bahwa itu akibat ulah Ars sendiri.
Meski dia bilang tidak mau atau bicara ngawur, aku bersumpah akan memaksanya ikut pesta perayaan.
"Terima kasih. Kalau ditolak, Yang Mulia Ratu bisa-bisa nekat menerobos sendirian."
Sebas yang bersuara riang, tak lama kemudian membetulkan kerahnya dan menatap serius.
"Ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan. Grimm-sama, karena Anda adalah Demon Lord, saya putuskan sebaiknya memberitahu Anda."
"Hah? Kenapa tiba-tiba sok misterius begitu?"
Saat Grimm mengerutkan kening curiga, Sebas menghela napas prihatin.
"Ada kabar bahwa 'Antitesis Buangan No. I' telah muncul."
Saat Sebas selesai bicara sampai akhir, yang bergema adalah suara gigi geraham yang dikertakkan.
Sumber suara itu ada di depan mata Sebas——atmosfer Grimm telah berubah total.
Niat membunuh meluap, membuat udara di ruangan itu menjadi semakin berat.
"Akan kubunuh dia. Di mana bajingan itu berada?"
Kata-kata kutukan yang kental, seolah amarah yang direbus dan dipadatkan, dimuntahkan keluar.
Tatapan tajam seolah ada pisau yang dihunuskan ke leher, Sebas menyipitkan mata namun menggelengkan kepala tanpa tunduk pada tekanan berat itu.
"Mohon maaf. Kami berterima kasih atas kerja samanya, tapi lokasi tepatnya belum kami ketahui. Kami baru saja menerima kabar bahwa 'Antitesis Buangan No. I' muncul di Area Tinggi."
"Begitu ya... kau sengaja memberitahuku soal itu. Kalau ada informasi baru, kau akan memberitahuku, kan?"
Jika menjawab penolakan di sini, Grimm sepertinya akan mulai mengamuk saat ini juga.
Sedahsyat itulah ekspresi amarah yang ditunjukkannya.
Alasan kemarahannya tentu saja sudah dipahami oleh Sebas.
Selain karena latar belakang Grimm sudah dibongkar oleh orang-orang penasaran saat dia menjadi Demon Lord, dia juga tidak pernah menyembunyikan soal itu.
"Hei, Sebas, kau dengar tidak?"
Tekanan dari Grimm semakin meningkat, tapi kalau terintimidasi oleh hal segitu, dia takkan bisa menjabat sebagai asisten Ratu. Sebas mengangguk dengan takzim sambil tetap memasang ekspresi lembut.
"Itu tentu saja akan kami pertimbangkan. Karena Grimm-sama pasti ingin mencarinya sendiri, Yang Mulia Ratu juga sudah memberikan izin untuk keluar."
"Hee, persiapannya matang ya... Tapi, apa boleh? Bukannya kami dikurung karena bakal repot kalau mati sebelum pesta perayaan?"
Karena Ars juga menyuruhnya meminta izin keluar, ini situasi pucuk dicinta ulam tiba, tapi setelah mendengar soal Ars dan "Antitesis Buangan", sekarang dia hanya bisa berpikir pasti ada udang di balik batu.
"Karena sudah membicarakan soal 'Antitesis Buangan', kami tidak berpikir bisa menahan Grimm-sama lagi... Selain itu, mungkin aneh rasanya mengatakan ini setelah memberikan informasi, tapi bagi kami, kami ingin menghindari kesan buruk pada Asosiasi Sihir akibat mengurung Grimm-sama yang seorang Demon Lord di Kota Iblis."
Grimm merasa penjelasan Sebas itu terasa sangat dibuat-buat.
Grimm memang masih duduk di kursi Demon Lord, tapi fondasinya sudah goyah.
Akibat kekalahan dari Ars, pengaruhnya menurun drastis.
Kalaupun terjadi sesuatu pada Grimm di Kota Iblis, Asosiasi Sihir hanya akan mengajukan protes formalitas saja, dan di balik layar mereka pasti akan bersulang merayakan kosongnya satu kursi Demon Lord.
Karena itulah, nyawa Grimm diincar sampai beberapa hari lalu, tapi sekarang serangan mereda karena dia berada di Kota Iblis.
Atau mungkin, karena salah satu 『24 Council Keryukeion』 tewas oleh White Wolf Fenrir, mereka tidak punya waktu mengurusi sini karena mengincar posisi penggantinya, tapi bagaimanapun juga, situasi Grimm saat ini sama sekali bukan situasi di mana dia bisa menerima bantuan Asosiasi Sihir.
Makanya, penjelasan Sebas yang seharusnya memahami keadaan itu hanya terasa janggal.
Namun, meskipun pihak 『Kota Iblis Helheim』 merencanakan sesuatu, yang pasti ini bukan tawaran buruk bagi Grimm.
Setelah berpikir sejenak, Grimm memutuskan untuk mengikuti permainan Sebas.
"Baiklah. Kalau aku menemukan 'Antitesis Buangan No. I', tidak masalah kalau aku yang membereskannya, kan?"
Dia memutuskan untuk memegang kata-katanya sebagai jaminan.
Lagipula apa pun yang mereka pikirkan di balik layar, dia tinggal menghancurkannya saja.
Grimm memiliki kemampuan dan kekuatan tempur yang cukup untuk itu.
"Ya, tidak masalah. Hanya saja kami ingin mayatnya dibawa pulang dalam kondisi yang bisa dikenali, tapi Anda boleh melakukan sesuka hati."
"Aku tidak bisa janji... tapi akan kuingat."
Grimm berdiri dari kursi untuk segera bertindak, namun Sebas mengulurkan tangan untuk menahannya.
"Tunggu sebentar. Saya akan mengantar Anda."
"Tidak perlu diantar. Aku juga tidak butuh pemandu."
"Begitu ya, kalau tidak tahu jalan, silakan tanya pada orang di dekat situ."
Mengingat kemungkinan Grimm masuk ke zona terlarang, membiarkannya bergerak bebas seharusnya adalah langkah buruk.
Grimm sempat berpikir permintaannya terlalu berlebihan, tapi dia jadi tercengang karena izin diberikan begitu saja.
Mungkin karena tahu apa yang dipikirkan Grimm hanya dari sikapnya, Sebas tersenyum pahit.
"Tidak perlu dipikirkan. Saya rasa akan sangat sulit bagi Grimm-sama seorang diri untuk memasuki zona terlarang dan semacamnya."
Artinya mereka menempatkan kekuatan tempur yang tidak bisa ditembus dengan tekad setengah-setengah.
"Begitu ya, kalau begitu, aku pamit pulang tanpa sungkan."
Grimm memang tertarik dengan zona terlarang, tapi dia lebih tertarik pada "Antitesis Buangan No. I". Lagipula tidak perlu ribut karena alasan sepele, jadi Grimm memutuskan keluar ruangan selagi suasana hati lawannya belum berubah.
"Kalau begitu, permisi. Kalau ada apa-apa hubungi aku lagi."
Grimm keluar ruangan sambil melambaikan tangan tanpa menoleh, Sebas menjawab sambil menundukkan kepala ke arah punggung itu.
"Jika ada keperluan, saya akan menghubungi lewat cara biasa."
Saat dia mengangkat kepala berikutnya, yang tersisa di ruangan itu hanya Sebas seorang.
Keheningan datang.
Cahaya yang masuk dari jendela menerangi ruangan dengan lembut, tapi entah kenapa pemandangan itu membuat keheningan terasa semakin dalam. Suara dari luar yang terdengar sesekali bergema seolah membelah ruang sunyi itu.
"Dendamnya masih belum hilang, ya..."
Sambil membereskan peralatan makan yang ditinggalkan Grimm, Sebas menggumamkan kata-kata itu.
"'Pemangsa Iblis, Onigui', 'Essence of Magic, Mimir', 'Antitesis Buangan'——lalu 'Saint' ya, berbagai karma berputar dan mulai berkumpul di Kota Iblis. Yah, tontonan macam apa yang akan terjadi nanti, patut dinantikan."
Sambil mengelus janggutnya yang putih, Sebas menyunggingkan senyum lembut.
"Kalau begitu mari melapor pada Yang Mulia Ratu, semoga beliau senang."
*
『Kota Iblis Helheim』 menggunakan tanah luas di Distrik 30 Area Tinggi untuk membangun kota raksasa, namun di dalamnya terdapat beberapa distrik yang tidak bisa dimasuki petualang umum.
Ada distrik untuk penelitian sihir, distrik untuk menahan penjahat yang melakukan kriminal di 『Kota Iblis Helheim』, ada juga distrik yang disewakan ke berbagai negara, distrik-distrik khusus disiapkan dan dibagi untuk berbagai kegunaan.
Yulia mengunjungi salah satu distrik itu bersama Elsa.
Distrik Khusus Elf.
Tempat di mana Gereja Hukum Suci menyewa distrik di 『Kota Iblis Helheim』 dengan membayar dana yang sangat besar.
Dan dengan izin dari Ratu Hel, hanya Elf yang diizinkan mendirikan tempat tinggal di sana.
Yulia menghentikan langkah di depan sebuah mansion mewah, dan setelah melirik sekilas eksteriornya, dia menatap wanita cantik berambut biru yang berdiri di sebelahnya.
"Elsa, apa benar di sini?"
"Ya. Seharusnya mereka ada di sini..."
"Mereka juga tidak perlu sembunyi, ya."
Saat Yulia melihat sekeliling, dia bisa melihat banyak sosok Elf.
Padahal di Kota Sihir pun jarang terlihat, tapi di Distrik Khusus Elf 『Kota Iblis Helheim』, mereka membaur dalam pemandangan sehari-hari.
Ini adalah pemandangan langka yang takkan bisa dilihat kalau bukan di markas besar Gereja Hukum Suci, "Great Forest".
Sebab Elf benci berinteraksi dengan ras lain.
Karena mereka menganggap Elf adalah yang teragung dan tertinggi.
Namun, semua orang menerima sikap arogan itu sebagai hal yang wajar.
Kekuatan sihir dahsyat bawaan lahir, tubuh yang terlihat rapuh namun tangguh, karena Elf terlahir dengan kekuatan yang lebih luar biasa daripada ras mana pun.
Terkadang lahir Elf nyentrik yang ingin menghapus diskriminasi dan mendukung koeksistensi, tapi bahkan orang suci seperti itu pun banyak yang secara tidak sadar memandang rendah ras lain.
Dan mereka itu berbondong-bondong datang ke kota ras Iblis——pemandangan yang akan membuat siapa pun tak mempercayai matanya.
Di Kota Sihir hampir tidak ada, bahkan di Kota Naga Altarl pun jumlahnya tidak sebanyak ini.
Kalau mau melihat Elf lebih banyak dari ini, mungkin harus pergi ke "Great Forest".
Padahal, alasan kenapa imigran Elf tak henti-hentinya datang ke kota ras Iblis——yang bisa dibilang ras paling terdiskriminasi di dunia——semata-mata karena keberadaan White Wolf Fenrir.
Gunung Kembar tempat monster putih agung itu bersemayam telah ditetapkan sebagai tempat suci oleh Gereja Hukum Suci.
Kota yang dibangun di kakinya tentu saja dianggap sebagai salah satu tempat ziarah para Elf.
Meski kota itu dibangun oleh ras Iblis, jika White Wolf Fenrir yang menjadi objek iman mereka menerimanya, para Elf tak punya pilihan selain menerimanya meski tidak rela.
Itulah sebabnya, meski di wilayah umat manusia mereka lantang menyerukan pembasmian ras Iblis, begitu menginjakkan kaki di 『Lost Land』, mereka menjalin hubungan persahabatan lebih dulu daripada negara mana pun.
Fitnah dan cemoohan yang menyebut mereka tidak tahu malu tak pernah berhenti ditujukan pada para Elf yang menunjukkan sikap terang-terangan seperti itu, tapi mereka mengabaikan semuanya dan justru menertawakannya.
Alasannya, karena ucapan dari orang-orang yang mereka anggap ras rendah sama sekali tidak menyakitkan bagi mereka. Karena alasan itulah, Gereja Hukum Suci yang menjalin hubungan persahabatan dengan Kota Iblis membayar dana besar untuk menyewa distrik khusus, dan di sanalah tempat tinggal para Elf berjejer.
"Selamat datang."
Saat pintu mansion terbuka, yang muncul di hadapan Yulia dan temannya adalah Verg.
Kulit Verg terlihat lebih cerah dibandingkan saat berada di Kota Sihir.
Mungkin dia kembali bugar karena bisa menjauh dari tempat yang dibencinya.
Atau mungkin berada di dekat White Wolf Fenrir yang dia sembah telah mengembalikan kesehatannya. Yang manapun itu, ini bukan hal buruk bagi Yulia, jadi dia membiarkannya.
"Silakan masuk."
Mengikuti panduan Verg, Yulia dan Elsa melangkah masuk ke dalam mansion.
Di pintu masuk, karpet merah terhampar dengan mewah, menyambut mereka dengan meriah.
Warna merah karpet yang terhampar di bawah kaki memiliki rona yang dalam, memancarkan atmosfer yang agung.
Karpet itu lembut, memberikan sensasi nyaman setiap kali melangkah.
Lampu gantung megah tergantung di langit-langit, cahayanya yang berkilauan menerangi seluruh aula besar.
Elf cenderung tidak menyukai kemewahan yang mencolok, tapi bukan berarti mereka sederhana.
Interior yang berkelas, bisa dibilang ini mansion khas Elf yang menyukai kesederhanaan namun kokoh.
Saat diantar ke ruang tamu, di sana ada seorang Elf——pelayan yang sedang menunggu.
"Tolong siapkan teh untuk kami semua."
Saat Verg memberi perintah, pelayan itu mengangguk dan mulai bersiap dengan gerakan tanpa celah.
Tumben suara Verg terdengar lembut, mungkin karena pelayannya seorang Elf.
Kalau itu ras lain, jangankan disuruh menyeduh teh, dia bahkan tidak akan membiarkan mereka masuk ke dalam ruangan.
Sambil melirik gerakan pelayan yang berkelas, saat Yulia duduk di sofa yang ditunjukkan Verg, sudut matanya menangkap sosok Elsa yang tampak bingung.
"Ada apa?"
Yulia memiringkan kepala melihat Elsa yang berdiri mematung di pintu masuk.
Melihat gestur itu, Elsa membuka suara dengan canggung.
"Saya jadi bingung karena tidak ada yang bisa dikerjakan..."
Kalau ada pelayan, Elsa tidak perlu menyiapkan teh dan semacamnya.
Lagipula, kalau mau berjaga di belakang sofa layaknya pengawal, hampir mustahil ada sosok yang akan mencelakai Yulia di mansion ini.
Fakta bahwa Yulia adalah "Saint" belum dipublikasikan kecuali pada sebagian pihak, tapi seluruh area sekitar termasuk mansion ini berada di bawah kendali Gereja Hukum Suci.
Terlebih lagi, karena mansion ini berada di Distrik Khusus 『Kota Iblis Helheim』, ini adalah tempat tinggal orang-orang kuat yang bisa dibilang elit Gereja Hukum Suci.
Hampir mustahil ada orang mencurigakan yang bisa menyusup ke tempat seperti ini.
Meski ironis dibilang aman padahal berada di wilayah ras Iblis yang merupakan musuh bebuyutan umat manusia, bisa dibilang ini tempat paling aman di dunia.
"Kamu duduk juga. Sesekali begitu kan tidak apa-apa."
Karena didesak Yulia, Elsa menurunkan bahu seolah pasrah lalu duduk di sebelahnya.
Setelah melihat itu, pelayan meletakkan teh di hadapan masing-masing, menunduk ringan, lalu keluar ruangan.
Selanjutnya, setelah melihat Verg duduk di sofa seberang, Yulia membuka suara.
"Apa rencananya lancar?"
"Karena Saint mengeluarkan benda semacam itu, para petinggi masih kacau balau."
Beberapa hari lalu, rapat rutin "Apostle" diadakan. Di sana Yulia ikut serta secara rahasia dan memamerkan kepala "First Apostle Wahed" dari Gereja Hukum Suci, reaksi saat itu sangat dramatis.
"Pekerjaan jadi lebih mudah, kan."
Saat Yulia mengatakannya setelah meminum teh, Verg mengangkat bahu dan tersenyum pahit.
"Memang benar begitu sih. Tapi tidak bisa dibilang pengaruhnya bagus semua."
Salah satu dari tiga faksi besar Gereja Hukum Suci, "Faksi Holy Knight", memegang kendali militer "Great Forest".
Yang berdiri di puncaknya adalah "First Apostle Wahed".
Kalau pemimpin "Faksi Holy Knight" tinggal kepala saja, siapa pun pasti akan panik.
Mustahil bisa tetap tenang.
Tapi, meski panik atau ribut, dia tidak akan hidup kembali.
Sisanya tinggal mengintimidasi "Apostle" lain yang sedang kacau. Jika Yulia menunjukkan kemampuannya, meski tidak mendapatkan kesetiaan, dia bisa memperlambat gerakan mereka dengan rasa takut. Kalaupun tidak bisa membuat mereka patuh, yang penting bisa mengulur waktu demi rencana.
Itulah sebabnya Yulia mengambil kepala "First Apostle Wahed" dengan cara paksa.
"Bagaimana dengan pihak 'Dewan Tetua'?"
Selagi "Faksi Holy Knight" lumpuh, Yulia juga mulai mengincar faksi lain.
Sekali mulai bergerak, tidak bisa berhenti. Insiden sebesar itulah yang telah dipicu Yulia. Sudah tidak ada jalan kembali. Jika berhenti berarti tamat——yang menanti Yulia hanyalah kehancuran.
"Para orang tua itu mulai menyelidik."
"Wajar saja dalam situasi itu ada sedikit suara yang bocor ya. Orang-orang tua itu telinganya tajam sekali."
"Mereka adalah orang-orang yang telah lama merajai puncak Gereja Hukum Suci. Meski kekuatan mereka menurun dibanding masa jaya, mereka bertahan hidup berkat kekuatan politik, jadi bisa menahan kebocoran hanya 'sedikit' saat menghadapi orang-orang licik itu menurutku adalah keajaiban."
"Dewan Tetua" yang mengurusi hukum terdiri dari mantan "Apostle".
Meski dibilang melemah karena cedera atau usia, itu cuma berarti mereka tidak sekuat "Apostle" aktif, tapi karena masih menyisakan kekuatan yang lumayan, mereka adalah kelompok yang merepotkan.
Sekarang "Faksi Holy Knight" di militer dan "Faksi Priestess" di administrasi memang semakin kuat hingga disebut tiga faksi besar.
Tapi, sampai beberapa puluh tahun lalu, "Dewan Tetua" di bidang hukum memegang ketiga kekuasaan dalam satu tangan.
Bagi ras lain mungkin terasa sudah lama, tapi bagi Elf yang berumur panjang, itu baru terjadi belum lama ini.
"Jadi, untuk saat ini masih bisa disembunyikan, tapi entah sampai kapan bisa menipu mereka."
Cepat atau lambat kematian "First Apostle Wahed" akan tersebar.
Meski sudah meminta bantuan pada ahli manipulasi informasi dan pemilik Gift tipe penyamaran, pasti akan tiba saatnya situasi menjadi tidak menguntungkan.
Karena sudah ada persiapan untuk saat itu, tidak ada kecemasan di wajah Verg maupun Yulia.
"Tidak masalah. Terus awasi pergerakan 'Dewan Tetua'. Selanjutnya pergerakan 'Faksi Priestess', bagaimana dengan mereka?"
"Mereka diam seribu bahasa sampai menakutkan. Tidak ada pergerakan sama sekali. Soal ini bukankah Saint lebih tahu daripada saya?"
"Sejak datang ke Kota Iblis aku tidak bisa menghubungi siapa pun, jadi aku tidak tahu pergerakan 'Faksi Priestess'."
Area Tinggi di 『Lost Land』 memiliki Miasma pekat sehingga sihir "Transmisi" dan sejenisnya tidak bisa digunakan.
Begitu pula dengan batu sihir yang diberi enchantment, termasuk teleportasi pun tidak bisa digunakan.
Kalau mau memakainya, harus keluar dari Area Tinggi dan kembali ke Area Rendah.
Tapi, bukan berarti tidak ada cara.
"Apa mau menggunakan Gerbang Teleportasi?"
Seperti kata Verg, di Kota Iblis juga ada Gerbang Teleportasi.
Di Kota Iblis ada tempat yang tidak terpengaruh Miasma.
Gereja Hukum Suci menyewa tempat itu dan memasang Gerbang Teleportasi yang terhubung ke "Great Forest".
Tentu saja sudah mendapat izin Ratu Hel, dan sepertinya ada berbagai syarat untuk pemasangannya, tapi para Elf yang memuja White Wolf Fenrir sebagai Hewan Ilahi menerimanya tanpa ragu.
Di permukaan Elf bersikap tidak menerima ras Iblis, tapi di balik layar mereka terhubung erat dengan Kota Iblis. Tentu saja, bukan cuma Gereja Hukum Suci yang diperlakukan istimewa. Beberapa negara juga menjalin perjanjian semacam itu dengan Kota Iblis dan berhasil memasang Gerbang Teleportasi.
Namun, hanya Kota Sihir yang belum bisa memasang Gerbang Teleportasi meski sudah negosiasi bertahun-tahun.
Alasannya karena Asosiasi Sihir sudah berkali-kali bentrok dengan 『Kota Iblis Helheim』.
Selama bertahun-tahun, perselisihan yang sia-sia terus berulang antara Asosiasi Sihir dan 『Kota Iblis Helheim』.
Asosiasi Sihir mengincar pemusnahan ras Iblis dan perolehan sumber daya, serta monopoli pengetahuan sihir yang ditinggalkan para pendahulu.
Di sisi lain, 『Kota Iblis Helheim』 bertujuan untuk kebebasan ras Iblis, dan menolak intervensi Asosiasi Sihir.
Karenanya, pertentangan keduanya sering memicu bentrokan, dan setiap kali itu terjadi kota hancur, mengakibatkan banyak korban jiwa. Asosiasi Sihir yang memandang serius situasi ini beralih ke jalur damai, namun kesan Ratu Hel tidak pernah membaik, sehingga negosiasi pemasangan Gerbang Teleportasi menjadi sulit.
Makanya, penyihir yang tergabung di Kota Sihir sudah menjadi hal yang lumrah untuk berpindah ke Kota Naga lalu ke Area Rendah, atau Area Menengah, baru lanjut ke Area Tinggi.
"Tidak, sebelumnya saya sudah menggunakannya, kalau yang kedua kalinya ada risiko identitas saya terbongkar."
Sekali saja, Yulia menggunakan Gerbang Teleportasi untuk menghadiri pertemuan "Faksi Holy Knight".
Itu saja sudah merupakan tindakan berbahaya.
Meski sudah menyamar, sebagian besar Elf di Kota Iblis adalah penyihir hebat. Banyak yang bisa melihat tembus penyamaran dengan mudah.
Makanya, dia berniat menghindari tindakan mencolok, tapi kesempatan terbaik untuk memberi pukulan pada "Faksi Holy Knight" ada di pertemuan yang diadakan secara rutin itu, jadi mau bagaimana lagi.
"Lagipula 'Faksi Priestess' juga akanl curiga, jadi sebaiknya jangan gunakan Gerbang Teleportasi."
Fakta bahwa "Saint" yang tergabung dalam "Faksi Priestess" melakukan kontak di mansion "Faksi Holy Knight" di Distrik Khusus Elf seperti ini saja sudah merupakan tindakan yang sangat berbahaya.
"Kalau begitu, bagaimana kalau pakai sihir Transmisi saja?"
Sihir Transmisi dan sejenisnya bisa digunakan di dekat Gerbang Teleportasi yang tidak terpengaruh Miasma, tapi karena ada risiko penyadapan, Yulia yang takut rencananya gagal tidak mendekatinya.
"Tidak usah. Kalau bolak-balik berkali-kali bakal dicurigai. Terlebih lagi, sulit bersembunyi di dekat Gerbang Teleportasi, dan ada banyak mata yang mengawasi di sana. Sekarang sebaiknya tidak meningkatkan kemungkinan identitas diketahui orang lain."
Saat ini saja situasinya seperti berjalan di atas tali, jadi Yulia memutuskan tidak boleh melakukan hal yang tidak perlu saat segalanya berjalan lancar.
"Saya mengerti. Kalau begitu, jika ada apa-apa hubungi saya, saya akan segera menanganinya."
"Ya, kalau di situ ada apa-apa juga segera kabari ya."
"Anda akan tinggal di Kota Iblis untuk beberapa saat, kan?"
Yulia mengangguk dengan takzim pada pertanyaan Verg.
"Ya, saya tidak tahu kapan pastinya... tapi kalau pesta perayaan yang diadakan Ratu selesai, saya berencana kembali ke Kota Sihir. Apa di situ Anda tidak menangkap pergerakan Ratu?"
"Tidak ada laporan selain orang yang keluar masuk 『Istana Kecantikan, Semprema』 bertambah. Ratu juga sepertinya tidak keluar. Sebagian besar Iblis diperbudak oleh Ratu sih. Membuat mata-mata internal sepertinya bukan hal mustahil, tapi..."
Verg bergumam dengan nada sayang, lalu melanjutkan kata-katanya sambil mengangkat bahu secara berlebihan.
"Entah kenapa keberadaan mata-mata segera ketahuan Ratu, jadi situasinya sulit. Karena itu kami juga kesulitan mendapatkan informasi."
"Diperbudak...?"
Yulia bereaksi pada kata yang muncul dalam cerita Verg. Karena itu topik yang sering dia dengar belakangan ini.
"Ya, diperbudak. Apa Saint tahu bagaimana ras Iblis terlahir?"
"Kalau tidak salah... saya dengar monster yang terkena Miasma berevolusi menjadi ras Iblis, apa salah?"
"Tidak, benar kok. Tepat sekali. Para Dewa dan Sacred Emperor bertarung, dan di bekas medan perang itu lahirlah Miasma——karena terkena itu, monster mendapatkan kekuatan dan berevolusi menjadi ras Iblis."
Tidak semua monster berhasil berevolusi.
Hanya sebagian monster, hanya monster yang bisa menahan kekuatan Miasma yang bisa berevolusi menjadi ras Iblis.
Di antara monster ada keberadaan yang disebut Individu Khusus.
Terkadang muncul monster yang bertarung sesama monster, memakan yang kalah, meningkatkan kecerdasan, dan menjadi kuat. Dikatakan bahwa Individu Khusus semacam itulah yang bisa menahan Miasma.
"Lalu apa hubungannya dengan perbudakan itu?"
"Ras Iblis yang baru lahir karena terkena Miasma, Ratu 'memperbudak' mereka atas nama perlindungan. Itu juga dengan dalih untuk menanamkan akal sehat secara setengah paksa, lho."
Ras Iblis yang terlahir kembali dari monster memiliki kecerdasan tinggi.
Yang memiliki kecerdasan setara manusia dimulai dari Iblis Tingkat Tinggi, tapi di bawah itu ada perbedaan yang mencolok. Mereka mengamuk mengikuti naluri seperti binatang buas. Jika dibiarkan akan timbul kerusakan besar, jadi Ratu memperbudak ras Iblis yang baru lahir lalu memberikan pendidikan.
Itu adalah alasan resminya, namun pandangan Gereja Hukum Suci adalah bahwa motif sebenarnya pasti berbeda.
Tentu saja, tidak semua ras Iblis mau diperbudak dengan patuh, dan tidak semuanya mengikuti Ratu secara buta.
"Sebagian besar tumbuh menjadi bidak yang setia pada Ratu, tapi kadang-kadang muncul juga, lho. Ras Iblis yang menentang Ratu... Yah, pada akhirnya mereka hanyalah binatang——"
Pada Verg yang bernada agak heran, Yulia yang sudah menebak arah pembicaraan mengucapkan jawabannya.
"Itukah 『Antitesis Buangan』?"
Verg mengangguk pada ucapan Yulia.
"Seperti biasa wawasan Saint luas sekali. Benar sekali. Mereka yang terlahir kembali sebagai ras Iblis dari monster, meski kecerdasannya tinggi, usia mentalnya secara umum rendah. Makanya, bisa dibilang seperti masa pemberontakan khas anak-anak. Sepertinya ada hal semacam itu."
Verg memutus kata-katanya sejenak, lalu meminum teh untuk membasahi tenggorokannya.
"Lalu ras Iblis yang sudah melewati masa pemberontakan melakukan 『Kontrak』. Bukan 『Perbudakan』, melainkan kontrak 『Subordinasi』 yang lebih tinggi tingkatannya. Itu dianggap sebagai teknik rahasia, dan tidak ada yang tahu selain Ratu."
Mendengar penjelasan Verg, Yulia teringat saat Ars melakukan kontrak subordinasi pada Shion.
Shion yang menderita Defisiensi Sihir ditakdirkan untuk mati, tapi dengan memenuhi beberapa syarat dan mendapatkan suplai sihir dari Ars, dia bisa bertahan hidup.
Melihat wajah Yulia yang mengingat masa lalu itu, Verg menyunggingkan senyum.
Verg sudah tahu bahwa Ars menjalin kontrak subordinasi dengan Shion dari laporan Yulia. Namun, tidak diketahui apakah dia membagikan informasi itu dengan Gereja Hukum Suci, tapi kalaupun disampaikan, mengingat sifat Verg, sepertinya dia menyampaikannya dengan dipelintir.
"Jika mensubordinasi, kontraktor bisa mensuplai sihir. Kalau begitu, bukankah kebalikannya juga mungkin?"
"...Artinya bisa juga merebut kekuatan sihir, ya."
"Benar. Berkat Ars-sama, saya bisa memahami sebagian kekuatan Ratu. Dia merebut dari yang tidak patuh, dan memberi sihir pada yang patuh."
"Apa sebaiknya kita anggap dia memiliki jumlah sihir yang hampir tak terbatas?"
"Ya, pada tahap ini mungkin dia tidak bisa dihadapi. Jika dia merebut sihir dari ras Iblis yang disubordinasikannya, dia bisa bertarung secara permanen. Yah, walaupun saya rasa itu tergantung pada fisik dan staminanya juga."
"Ratu yang ditetapkan sebagai 『Monster Peringkat Khusus』 bisa bertarung secara permanen itu hal yang mengerikan, ya."
『Monster Peringkat Khusus』 adalah istilah yang merujuk pada Individu Khusus dari monster yang tidak bisa dikalahkan umat manusia.
Kekuatannya dikatakan setara Dewa, dan yang dikatakan memiliki kekuatan setara Magic Emperor yang ada seribu tahun lalu adalah 『Monster Peringkat Khusus No. 3, White Wolf Fenrir』. Artinya, Ratu juga memiliki kemampuan yang setara atau mendekati itu. Lagipula anekdot tentang Ratu tak terhitung banyaknya.
Keberadaan yang disebut bencana alam memiliki sihir tak terbatas itu benar-benar mimpi buruk.
"Selain itu, ada juga bidak yang disebut 『Antitesis Buangan』."
"『Antitesis Buangan』 adalah mereka yang gagal dididik, kan? Mereka tidak disubordinasi——artinya, saya pikir sihirnya tidak bisa direbut..."
Saat Yulia menyuarakan keraguannya, Verg mendengus geli.
"Memang tidak bisa direbut, tapi mereka tetap dalam status diperbudak. Karena kalungnya masih terpasang, di mana pun mereka berada keberadaannya bisa diketahui."
"Artinya, Ratu selalu tahu keberadaan 『Antitesis Buangan』?"
"Ya, karena jika mereka kembali ke 『Lost Land』, mereka harus diusir. Makanya 『Antitesis Buangan』 tidak bisa kembali ke 『Lost Land』 dan mengamuk penuh amarah di wilayah umat manusia."
Entah menyamakan ras Iblis yang tak bisa pulang ke kampung halaman dengan dirinya yang terikat di Kota Sihir, senyum pahit merekah di wajah Verg. Seolah menyembunyikan kelemahan itu, Verg melanjutkan kata-katanya.
"Lagipula, sepertinya Divisi Intelijen kami berpikir jangan-jangan 『Antitesis Buangan』 membawa perintah rahasia dari Ratu. Sejauh ini sepertinya belum ada bukti."
"Mohon maaf saya menyela pembicaraan. Tapi, saya juga berpikir kemungkinannya tinggi."
Begitu jawab Elsa yang selama ini diam.
"Bahkan di 'Faksi Priestess' kami menyelidiki 'Antitesis Buangan' secara independen, dan kami mencapai kesimpulan yang sama dengan divisi intelijen 'Faksi Holy Knight'."
"Kalau kesimpulannya sama, berarti hampir pasti tidak salah lagi ya."
Mendengar ucapan Verg, Elsa membelalakkan mata karena terkejut, seolah ingin berkata dia melihat sesuatu yang tak terduga.
"Anda... mempercayai perkataan faksi musuh?"
Saat Elsa menatapnya dengan curiga, Verg menepisnya dengan wajah tenang.
"Bermusuhan dengan sesama ras itu terdengar buruk. Meski dulu begitu, sekarang bersahabat——tidak, agak rancu ya... pokoknya, suatu saat kita ditakdirkan untuk bergandengan tangan. Lebih baik percaya daripada curiga."
Tiga faksi besar Gereja Hukum Suci selalu berebut siapa yang memimpin negara.
Kalau kepentingan sama mereka kadang bekerja sama, tapi selain itu saling menjegal adalah makanan sehari-hari. Namun, saat ini karena pemimpin "Faksi Holy Knight", "First Apostle Wahed", tidak ada, faksi itu kehilangan kesatuan, dan "Faksi Priestess" pun belakangan ini karena "Priestess" terus diam, "Saint" Yulia-lah yang bertindak sebagai wakilnya. "Dewan Tetua" yang tersisa belum sadar akan keanehan yang terjadi dan masih dalam tahap menyelidik, jadi sulit dibilang aktif.
"Lagipula badan intelijen 'Faksi Priestess' lebih unggul daripada tempat kami. Kalau tidak bohong, mereka lebih pantas dipercaya daripada divisi intelijen kami."
"Priestess" mengetahui keberadaan "Saint" yang tidak bisa diketahui "Faksi Holy Knight" maupun "Dewan Tetua". Bahkan di dalam keluarga kerajaan Villeut, rumah kelahiran Yulia, yang tahu dia punya Gift [Light] sangat terbatas.
Karena badan intelijen "Faksi Priestess"-lah yang mendapatkan informasi rahasia itu dengan mudah, perkataan Verg bahwa mereka lebih unggul dari "Faksi Holy Knight" tidak sepenuhnya salah.
"Kalau begitu kembali ke pembicaraan 'Antitesis Buangan', dari dulu sampai sekarang Ratu Hel punya banyak poin mencurigakan. Gerakan aneh itu apakah berhubungan dengan 'Antitesis Buangan', kabarnya kadang dia menunjukkan pergerakan yang membuat kita curiga begitu."
Elsa terus bicara dengan datar. Tatapannya sama sekali tidak diarahkan ke Verg.
Sepertinya perselisihan kakak-beradik itu belum hilang.
"Berdasarkan dugaan dari hasil pemeriksaan berbagai informasi, 'Antitesis Buangan' masih berada di bawah kendali Ratu. Sebaiknya kita bergerak dengan menganggap ini fakta mulai sekarang."
Setelah selesai mendengar laporan Elsa, Verg melipat tangan dan mulai mengetuk lengan atasnya dengan jari telunjuk.
"Terima kasih telah memberikan informasi yang sangat penting. Tapi, penanganannya sulit juga ya. Kalau menunjukkan masalahnya langsung ke Ratu, kemungkinan besar kita malah kena batunya, jadi sepertinya kita cuma bisa mempertahankan status quo."
"Lagipula kemungkinan White Wolf Fenrir ada di belakangnya juga meningkat, jadi sekarang kita tidak punya pilihan selain membiarkan Ratu."
Saat Yulia menambahkan, Verg mengerutkan alis.
"Punya hubungan persahabatan dengan White Wolf Fenrir, ya... Memang di masyarakat dibilang begitu, tapi apa Saint sudah mendapatkan keyakinan soal itu?"
Tempat tinggal White Wolf Fenrir adalah puncak raksasa yang disebut Gunung Kembar.
Sekali masuk wilayahnya, tidak akan bisa keluar hidup-hidup.
Dulu banyak Demon Lord menantang White Wolf Fenrir, tapi mereka tidak pernah kembali.
Malah, karena memancing kemarahan White Wolf Fenrir yang wilayahnya diusik, banyak kota dan desa di bawah Asosiasi Sihir hancur.
Tentu saja banyak yang melawan tapi semuanya dipukul mundur.
Lama-kelamaan, Ratu membangun desa di kaki Gunung Kembar, mengembangkannya, hingga jadi Kota Iblis sekarang.
Awalnya semua ketakutan akan ada pembalasan dari White Wolf Fenrir yang wilayahnya diusik, tapi hasilnya tidak ada apa-apa dan antiklimaks. Karena tidak memancing kemarahan White Wolf Fenrir itulah, mulai beredar rumor bahwa Ratu memiliki hubungan persahabatan——atau situasi yang mendekati non-agresi.
"Ya, katanya White Wolf Fenrir bilang begitu. 『Parade Monster』 tidak akan menginvasi sampai ke Kota Iblis. Begitu katanya."
Yulia mendengar interaksi dengan White Wolf Fenrir dari Ars.
Dari isinya, dia yakin Ratu dan White Wolf Fenrir terhubung.
"Entah itu fakta atau bukan, meski mau memastikannya, hasilnya kita sudah menghentikan 『Parade Monster』, jadi kebenarannya tetap tersembunyi dalam kegelapan."
Menanggapi ucapan Yulia, Verg tersenyum pahit.
"Itu mau bagaimana lagi. Itu tidak bisa dihindari. Namun, meski tidak jelas, walau lewat kata-kata tidak langsung, jaminan bahwa White Wolf Fenrir dan Ratu terhubung akan menjadi salah satu hasil perang yang besar."
"Aku tidak tahu apakah ini bisa jadi kartu as atau tidak. Tergantung situasinya, ini bisa jadi berlian atau cuma batu biasa, menurutku ini kartu yang ekstrem."
"Disimpan dulu saja. Meskipun kita berteriak bahwa 『Parade Monster』 itu sudah diatur, tidak ada bukti apa pun, jadi itu tak lebih dari sekadar imajinasi. Kalau salah langkah malah bisa jadi tuduhan palsu. Kalau mengatakannya di Kota Iblis, kita bisa dilarang masuk, atau yang terburuk, dieksekusi. Lagipula tidak ada bukti, dan karena ini wilayah kekuasaan Ratu, berteriak apa pun akan percuma."
"Ya, tapi aku berterima kasih karena White Wolf Fenrir mau mengaku. Sisanya tinggal apakah kita percaya atau tidak, kalau disuruh memilih——menurutku kita harus percaya."
"Hmm, boleh kutanya alasan kenapa Saint berpikir begitu?"
"Kamu sendiri yang bilang, kan, kalau berteriak apa pun di Kota Iblis itu percuma. Meski itu kebenaran, kalau merugikan Ratu, semuanya akan disangkal. Kalau fakta saja bisa diputarbalikkan, tidak ada alasan bagi White Wolf Fenrir untuk berbohong."
"Begitu ya——kalau merangkum pembicaraan tadi, sudah jelas bahwa Ratu dan White Wolf Fenrir terhubung. Kalau begitu, gawat juga ya."
Hanya menghela napas panjang sesaat, Verg menggelengkan kepala seolah ingin mengganti suasana. Sikapnya seolah sedang mencari titik kompromi dalam dirinya. Lalu, saat menatap Yulia kembali, tidak ada keraguan dalam pandangannya.
"Kupikir sedikit kenekatan tak bisa dihindari, tapi sepertinya rencana harus ditinjau ulang. Jujur saja, Gereja Hukum Suci tidak memiliki kekuatan tempur yang cukup untuk melawan dua 『Monster Peringkat Khusus』 sekaligus."
Menjadikan dua 『Monster Peringkat Khusus』 sebagai musuh dalam keadaan belum menguasai Gereja Hukum Suci adalah tindakan yang sangat bodoh.
Bahkan jika Gereja Hukum Suci sudah sepenuhnya berada di bawah kendali pun, harus dikatakan sulit untuk bisa menang. Jika bertarung tanpa mempedulikan masa depan dan menghalalkan segala cara, mungkin penaklukan White Wolf Fenrir dan Ratu bisa dilakukan, tapi jika setelah itu diserang pihak ketiga, Gereja Hukum Suci pasti akan segera runtuh.
"Mengingat masa depan, terlalu berbahaya untuk memicu masalah dengan Ratu. Jadi, seperti yang Saint katakan tadi, kita harus membiarkan dua 『Monster Peringkat Khusus』 itu dan fokus pada 'Dewan Tetua'."
"Kalau Kota Iblis ikut campur sih mau bagaimana lagi... tapi sekarang tolong fokus ke 'Dewan Tetua'. Karena mereka hidup lama, mereka ahli dalam tipu muslihat, jadi tidak akan mudah menemukan celah, tapi jika 'Dewan Tetua' mulai bergerak, kita akan hancurkan mereka sekaligus."
"Saya mengerti."
Verg mengangguk penuh semangat pada arahan Yulia.
Lalu dia menepuk tangan seolah teringat sesuatu.
"Aa... ada satu kekhawatiran lagi. Pasukan perlawanan——'Third Apostle Sarasa' dan sebagian Ksatria Suci menghilang dari 『Great Forest』."
Yulia memelototi Verg yang menyampaikannya dengan enteng.
"Informasi penting seperti itu harusnya Anda beritahukan lebih awal, dong."
"Karena bukan masalah yang bikin pusing kepala, jadi saya tunda dulu."
"Menurutku itu bukan masalah sepele... bukankah gawat kalau mereka bergabung dengan 'Dewan Tetua'?"
"Tidak akan bergabung. 'First Apostle Wahed' bertentangan dengan 'Dewan Tetua', jadi rasanya tidak mungkin kerabatnya, 'Third Apostle Sarasa', mau bekerja sama."
"Tapi kalau dikuasai dendam, bisa saja bekerja sama, kan?"
"Tidak akan. Karena ada tiga alasan."
Menanggapi teguran Yulia, Verg mengangkat jari telunjuk dengan bangga.
"Pertama, seperti yang saya bilang tadi, 'Faksi Holy Knight' sedang kacau karena kehilangan 'First Apostle Wahed'. Dalam situasi di mana tidak tahu siapa kawan dan siapa lawan, tidak banyak yang memihak 'Third Apostle Sarasa'. Bagi pihak ketiga——seperti 'Dewan Tetua', dari luar pasti terlihat seolah-olah 'Third Apostle Sarasa' mengamuk sendirian."
Verg mengangkat jari tengah sebagai yang kedua, lalu melanjutkan kata-katanya.
"Alasan kedua, informasi kematian 'First Apostle Wahed' belum menyebar sampai ke tingkat bawah. Bahkan pihak yang bersangkutan, 'Faksi Holy Knight', masih setengah percaya, jadi 'Dewan Tetua' dalam situasi menyelidik dengan hati-hati. Di saat seperti itu, meski tahu soal amukan 'Third Apostle Sarasa', para orang tua yang waspada jebakan itu rasanya tidak mungkin melakukan kontak, paling hanya mengawasi."
Sambil mendengus geli, Verg mengangkat satu jari terakhir.
"Alasan terakhir, tidak ada yang mau percaya kalau 'First Apostle Wahed' kalah——atau mati. Soalnya dia sudah bertahun-tahun merajai puncak 'Faksi Holy Knight'."
"First Apostle Wahed" yang merajai puncak "Faksi Holy Knight", salah satu dari tiga faksi besar Gereja Hukum Suci.
Sama seperti Asosiasi Sihir, mereka yang kehilangan kekuatan di Gereja Hukum Suci cenderung diusir dari posisinya.
Tempat tujuan akhir mereka adalah "Dewan Tetua", namun "First Apostle Wahed" tidak pernah sekalipun kalah sejak merajai puncak "Faksi Holy Knight", di masa lalu dia juga memiliki rekam jejak membunuh Demon Lord, dan dipuja oleh banyak Ksatria Suci.
Namun, yang membuatnya terkenal bukanlah alasan sepele seperti itu.
——Heavenly Domain Expansion.
Sihir terkuat sekaligus tertua.
Titik akhir tertinggi yang saat ini hanya dicapai oleh tiga orang di dunia.
Sihir yang bisa menangani semua Gift, namun merupakan satu-satunya sihir unik yang sangat sulit dipelajari.
Ini adalah hak istimewa yang hanya diizinkan bagi mereka yang telah menguasai sihir hingga ke akarnya, hingga disebut sebagai Sihir Pamungkas.
Bahkan di antara Demon Lord, yang bisa menggunakannya hanya Mahkota Pertama, Schlaht. Dan yang menjadi tandingannya adalah "First Apostle Wahed" dari Langit Suci.
Itulah sebabnya, tidak ada yang membayangkannya.
Tidak ada yang bisa memprediksi bahwa "First Apostle Wahed", yang memiliki rekam jejak bertarung seimbang melawan beberapa Demon Lord, akan kalah oleh "Saint" yang muncul tiba-tiba.
"Meski bertarung sekali lagi, aku tidak merasa bisa menang, lho."
"Itu sudah pasti. Itu karena Gift [Light] adalah hal baru bagi 'First Apostle Wahed', dia goyah karena manusia itu ternyata adalah Saint, ditambah lagi aku dan 'Tenth Apostle Ashiora' ada di dekatnya——berbagai faktor tumpang tindih, dan karena keberuntunganlah kamu bisa mengambil kepala 'First Apostle Wahed'."
"Jika dia meladeni dengan waspada dan tidak lengah, hasilnya pasti berbeda."
Semuanya——adalah kemenangan yang bisa diraih karena terciptanya celah sepersekian detik.
Bagi Gift [Light], itu adalah jumlah detik yang hampir tak terbatas, dan bagi Yulia, itu adalah kemenangan yang dijanjikan.
Meski hanya sesaat, kematian "First Apostle Wahed" sudah ditentukan saat dia memperlihatkan celah pada Yulia.
"Sisanya karena Saint——menggunakan 'Heavenly Domain', bentuknya jadi benar-benar serangan dadakan. Kalau ini Demon Lord... Mahkota Pertama Schlaht, pasti kamu yang akan dibunuh balik. Karena posisi dan afiliasinya berbeda, dia tidak akan goyah meski mendengar kata Saint."
Justru karena dia anggota Gereja Hukum Suci, dia menunjukkan kebingungan terhadap keberadaan Saint. Dan, karena "First Apostle Wahed" menyadari kekuatannya sendiri, dia malah menciptakan celah sesaat karena mencoba memastikan sifat merepotkan apa yang dimiliki Gift [Light].
Meski semua itu diundang oleh kelengahan, bisa membunuh "First Apostle Wahed" adalah sesuatu yang mendekati keajaiban.
"Sepertinya dia adalah legenda hidup, ya."
"Makanya, 'Dewan Tetua' pun tidak akan percaya bahwa 'First Apostle Wahed' sudah mati. Karena itu, sampai mendapatkan informasi yang pasti, 'Dewan Tetua' tidak akan bergerak, dan Ksatria Suci bawahan pun tidak akan percaya."
"Begitu ya..."
"Begitu, lho. Lagipula, mayoritas Apostle lain yang seharusnya melihat langsung kepala 'First Apostle Wahed' pun masih belum percaya."
Verg menghela napas pelan yang mengandung banyak rasa heran.
"Menyedihkan sekali bertambahnya orang-orang yang tidak bisa melihat kenyataan. Tapi, berkat Saint, 'Faksi Holy Knight' pun mulai sekarang akan berubah arah."
"Silakan lakukan sesuka hati. Selama kamu bekerja sama, aku tidak keberatan kamu apakan 'Faksi Holy Knight' itu. Tapi, tahan diri dari tindakan mencurigakan. Ada kemungkinan aku tidak sengaja memenggal kepalamu."
Itu ancaman yang jelas dari Yulia, tapi Verg, orang yang diancam, tidak merusak ekspresi santainya. Sebab, pada saat "First Apostle Wahed" mati, tidak ada pilihan lain bagi Verg selain menurut.
"Aku paham kok, kepentingan kita selaras jadi tenang saja. Saat aku menyerahkan 'First Apostle Wahed' padamu, kita sudah senasib sepenanggungan."
Orang kuat yang bisa menghentikan Yulia masih tersisa di Gereja Hukum Suci. Meski "First Apostle Wahed" mati, kekuatan tempur yang cukup untuk melakukan perang total dengan Asosiasi Sihir masih ada.
Namun alasan mereka mengikuti wanita itu, ada dua poin: karena dia adalah "Saint", dan karena dia akrab dengan "Black Star, Flaven Earth". Bukan karena Verg dan yang lain ditundukkan dengan kekuatan fisik.
"Tapi, izinkan saya memberi satu nasihat, tidak mudah mengisi kekosongan yang ditinggalkan 'First Apostle Wahed'. Setidaknya jika Asosiasi Sihir dan yang lainnya tahu, langkah apa yang akan mereka ambil... itu tidak bisa diprediksi."
Cepat atau lambat kematian "First Apostle Wahed" akan menyebar ke seluruh dunia dan mengejutkan semua orang.
Sebelum itu terjadi, kita ingin menempatkan Gereja Hukum Suci di bawah kendali, tapi setelah itu pun pilihan-pilihan yang bagaikan berjalan di atas tali telah menanti, dan tak diragukan lagi jalan mana pun yang dipilih akan menjadi sulit.
"First Apostle Wahed", satu-satunya penyihir yang bisa menandingi Mahkota Pertama, sudah tidak ada.
Artinya, kita sama saja telah kehilangan daya tangkal.
Asosiasi Sihir mungkin akan mulai bergerak untuk menyelesaikan urusan dengan Gereja Hukum Suci. Demi menghindari situasi itu, beberapa "Apostle" dan "Holy Knight" telah menyusup ke Asosiasi Sihir untuk melakukan pengawasan dan sabotase, tapi karena situasi seperti ini baru pertama kali terjadi, Verg pun tidak bisa memprediksi bagaimana jadinya jika saat itu benar-benar tiba. Kekhawatiran itu juga disadari oleh Yulia, tapi dia tidak menganggapnya sebagai masalah seserius Verg, justru dia menunjukkan sikap yang optimis.
"Asosiasi Sihir juga tidak sepenuhnya solid, dan sejauh rumor yang kudengar, Demon Lord Schlaht bukan tipe yang suka berperang. Menurutku kemungkinan mereka menyerang Gereja Hukum Suci itu rendah, lho."
Yulia menyipitkan mata ungu peraknya dan tersenyum sambil menyesap teh yang sudah dingin.
Keheningan menyelimuti ruangan saat Verg tenggelam dalam pikiran menanggapi kata-katanya.
Tak lama kemudian, kesunyian itu dipecahkan oleh suara Yulia meletakkan cangkir di meja.
"Kurasa sudah waktunya aku kembali."
Setidaknya tidak perlu terburu-buru mencari jawaban.
Masih ada waktu untuk berpikir, dan kartu yang kita pegang lebih banyak.
"Mari kita selesaikan masalah satu per satu dulu," ujar Yulia pada Verg seraya bangkit dari sofa, disusul Elsa yang juga berdiri. Seolah terpancing oleh mereka berdua, Verg pun ikut berdiri.
"Baiklah. Memang tidak ada gunanya dipikirkan sekarang, ya."
Verg berkata seolah menasihati dirinya sendiri, lalu menundukkan kepala pada dua orang yang menuju pintu keluar.
"Sampaikan salam saya pada Ars-sama."
Saat mendengar suara pintu tertutup, Verg mengangkat kepalanya, menatap langit-langit, lalu menghela napas.
"...Kualitas sihirnya jadi lebih murni, ya."
Saat kulitnya merasakan sedikit sihir yang menyelimuti Yulia, Verg diserang rasa dingin.
"Tak peduli apa caranya... dengan membunuh 'First Apostle Wahed', sepertinya dia menjadi semakin kuat."
Ini hal yang menggembirakan, tapi kekuatannya tak terukur dalamnya.
Terlebih lagi, emosinya semakin sulit dibaca dibandingkan saat pertama bertemu.
"Mengerikan sekali..."
Di ujung pandangan Verg yang menatap jendela, terdapat Gunung Kembar.
"Apakah ini keniscayaan, atau kebetulan, 'Saint' generasi ini benar-benar tak terduga."
Verg pun tertawa kering.





Post a Comment