NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Tensei Shitara Sainou ga Atta Ken ~ Isekai Itte mo Doryoku Suru ~ Volume 2 Chapter 1

Chapter 1

Menuju Ilgusia


Aku dan Clarice pergi menuju Ilgusia dengan menaiki kereta kuda. Karena barang bawaan akan bertambah jika Clarice ikut, diputuskan bahwa menggunakan kereta kuda adalah pilihan terbaik.

Namun, yang duduk di kursi kusir adalah aku.

Dulu, saat masih tinggal di Almeria dan pergi ke Ilgusia, Siegfried selalu duduk di kursi kusir untuk mengendalikannya. Karena waktu itu aku duduk di sampingnya, aku sedikit banyak tahu cara mengendalikannya.

Mungkin berkat pengalaman itu, aku bisa mengendalikan kuda-kuda ini tanpa kesulitan. Bisa jadi karena Count Beetle juga sudah menyiapkan kuda yang sangat berkualitas.

"Kurasa Count Beetle memikirkan banyak hal sebelum meminta Ayah dan Ibu untuk menitipkanku padamu, Mars."

Clarice berbicara dari dalam kereta.

"Aku kan sudah telanjur terang-terangan bilang bisa menggunakan Holy Magic, ya? Ternyata itu jauh lebih berbahaya dari yang kukira. Katanya, ada kemungkinan aku diperjualbelikan kepada bangsawan tinggi dengan harga yang gila. Selama aku di Granzam, risiko penculikan akan selalu ada... Memang penduduk yang sekarang semuanya orang baik, tapi ke depannya pasti akan ada orang-orang yang datang untuk menculikku... Jika tertangkap oleh petualang jahat, nasibku bisa jadi lebih buruk lagi..."

"Iya."

"Tapi, meskipun ada Mars, mengirim anak perempuan usia delapan tahun ke negara musuh kan hal yang di luar nalar, bukan? Makanya menurutku sang Count memberikan gelar Baron kepada keluarga Lampard."

"Maksudnya?"

"Seandainya aku tertangkap dan jadi tawanan, perlakuan terhadap rakyat jelata dan bangsawan itu berbeda. Aku kurang tahu detailnya, tapi kalau bangsawan, meski di negara musuh, katanya tidak akan dijadikan budak. Asalkan kemampuan Holy Magic-ku tidak ketahuan, sih. Lagipula, sang Count sudah mengirim kurir cepat untuk menyampaikan suratmu kepada orang tuamu, kan? Di dalam surat itu, beliau menulis agar orang tuamu bersedia menerima dan menjagaku jika aku ikut bersamamu. Katanya anak perempuan yang ikut ini... anu..."

"Ah, sepertinya aku paham..."

Count Beetle benar-benar sangat memperhatikan kami. Selain itu, Clarice juga pasti merasa cemas.

Pergi ke negara musuh sendirian, bagaimana kalau keluarga Mars atau penduduk Ilgusia tidak menerimanya, bagaimana kalau kami bertengkar... Suaranya tidak seceria biasanya.

"Clarice, dengarkan aku. Aku tidak akan pernah membiarkanmu menjadi tawanan Kerajaan Balcus. Lagipula, setelah menaklukkan Dungeon sampai saat kita berangkat dari Granzam, aku merasa sangat menderita karena tidak bisa bertemu denganmu. Aku merasa dihindari, atau mungkin dibenci..."

"Mana mungkin..."

"Iya, aku tahu. Tapi aku merasa cemas. Saat di Granzam, berada di samping Clarice adalah hal yang wajar bagiku, lalu tiba-tiba kamu menghilang dari depanku tepat setelah Dungeon tuntas. Rasanya seperti sedang patah hati..."

Eh, baru sadar setelah mengucapkannya! Itu kan hampir seperti pernyataan cinta!

Aku merasa wajahku memanas. Bukan hanya wajah, seluruh tubuhku rasanya seperti sedang mengeluarkan keringat dingin.

"Maafkan aku ya. Aku juga memikirkan banyak hal dan terlalu sibuk dengan perasaanku sendiri... Saat memikirkan bahwa waktu bertiga bersama Ayah dan Ibu akan segera berakhir..."

Syukurlah dia mengabaikan ucapanku. Mungkin dia tidak sadar?

Untungnya Clarice ada di dalam kereta dan aku di atas kursi kusir, jadi dia tidak bisa melihat wajahku.

Bagaimanapun, aku bersumpah akan melindungi Clarice yang datang ke Ilgusia sendirian. Setidaknya sampai usia dewasa, lima belas tahun.

Jika keluarga atau penduduk tidak bisa menerimanya, aku sudah siap untuk meninggalkan rumah.

◆◇◆

Perjalanan bersama Clarice berlangsung lancar.

Ada beberapa alasan kenapa bisa selancar ini. Pertama, Count Beetle menulis surat sakti agar kami berdua yang masih anak-anak bisa menginap di penginapan. Cukup dengan menunjukkan surat itu pada pemilik penginapan, mereka mengizinkan kami menginap tanpa bertanya macam-macam. Meski tentu saja, kami tetap harus membayar.

Alasan terbesarnya adalah kami berdua bisa menggunakan Holy Magic.

Jika kuda-kuda mulai kelelahan, cukup rapalkan Heal dan stamina mereka akan pulih. Kami bisa berangkat jam delapan pagi dan hanya butuh istirahat saat makan siang sebelum sampai di tempat tujuan berikutnya.

Jika butuh minum di tengah jalan, aku tinggal mengeluarkan air dengan Water Magic.

Rute yang dipilihkan Count Beetle juga sangat bagus. Beliau menyiapkan rute yang dihitung dengan cermat agar tidak mendekati ibu kota, tidak terlalu ke pelosok, dan tidak melewati daerah rawan kriminal. Meskipun jadi sedikit memutar, itu jauh lebih aman.

Melewati daerah rawan tentu dilarang, tapi beliau juga menyarankan untuk menghindari ibu kota. Beliau tidak memberitahu alasannya.

Setiap sampai di sebuah kota, kami mampir ke Serikat Petualang untuk mengambil misi kurir sambil terus menuju ke arah barat.

Mengingat kami ke Serikat Petualang di usia delapan tahun, aku sudah menduga akan ada adegan klise diganggu orang, tapi ternyata tidak ada yang mengusik.

Yah, bagi kami yang merupakan pengguna Holy Magic dan memiliki pertumbuhan fisik lebih cepat dari anak seusia kami, sepertinya tidak ada yang mengira kami masih delapan tahun.

Meski begitu, terkadang ada yang menyapa karena peralatan mewah yang dipakai Clarice.

Defender, belati perak Mithril, Magic Arrow, Mysterious Anklet, Saint Robe, dan terakhir adalah 'Hiasan Rambut Sumpah Kasih' yang kuberikan saat berangkat dari Granzam.

Karena merasa akan berpisah, aku memberikannya secara impulsif. Hiasan rambut dengan batu sihir merah muda kecil di tengah bunga itu adalah aksesori yang sedikit meningkatkan Luck, tapi ada satu efek lagi.


[Name] Hiasan Rambut Sumpah Kasih

[Special] —

[Value] —

[Detail] Luck +1. Kebahagiaan akan datang jika bersatu dengan orang yang memberikannya.


Apa maksudnya 'bersatu' itu? Jika perasaan kami saling terbalas? A-apa jika kami berciuman? Atau lebih dari itu...? Bagaimanapun, bagi para petualang, aksesori ini termasuk barang langka.

Memang ada yang bertanya bagaimana cara mendapatkannya atau dari siapa, tapi tidak pernah ada yang sampai menyerang kami.

Sedangkan peralatanku hanyalah pedang perak Mithril dengan hiasan berlebihan, Sylph Dagger, dan Bracelets of Disguise.

Pedang Mithril memang perlengkapan yang bagus, tapi jika dibandingkan dengan milik Clarice, sih... Di mata petualang lain, aku pasti terlihat seperti pelayan Clarice.

Omong-omong, Clarice juga sudah didaftarkan sebagai petualang. Dia menyandang peringkat E agar bisa masuk ke Dungeon. Yah, aku sudah menduga hal ini karena ini adalah alasan Count Beetle menyadari asal-usulku.

"Perjalanan itu menyenangkan ya. Sepertinya aku suka bepergian."

"Aku juga senang. Tapi kalau aku sendirian, pasti akan sangat membosankan. Ini karena aku bersamamu, Clarice."

Saat itulah, ketika kami sedang mengobrol sambil mengambil misi kurir di Serikat Petualang, pintu serikat terbuka dengan keras. Seorang pria berpakaian pedagang berteriak.

"Aku ingin mengajukan misi darurat! Budak yang akan dipersembahkan kepada Duke melarikan diri di dekat Hutan Iblis, tapi kami tidak berani masuk ke sana! Aku akan membayar berapa pun, tolong seseorang terima misi ini!"

Ada sepuluh petualang lebih selain kami di dalam serikat, tapi tidak ada satu pun yang mau menerima misi itu. Jika tidak ada yang mengambilnya, bukankah nyawa budak itu dalam bahaya?

"Bisakah Anda memberitahu ciri-ciri orang yang harus dilindungi?" tanya staf serikat dengan lembut, mencoba menenangkan pedagang yang panik itu.

"...B-budak Elf... Aku tidak bisa bicara lebih dari itu. Tapi imbalannya sepuluh keping emas... Tidak, seratus keping emas! Kumohon! Seseorang, terimalah!" jawab pedagang itu dengan terburu-buru.

"Seratus keping emas adalah bayaran yang luar biasa. Tapi Hutan Iblis adalah tempat di mana party yang seluruhnya berisi petualang peringkat B pun bisa mati, tahu? Uang itu penting, tapi nyawa tidak ada gantinya. Sayang sekali, tapi menyerahlah."

Sepertinya Hutan Iblis adalah tempat yang sangat berbahaya.

Seingatku, Siegfried pernah bilang kalau statistik petualang peringkat B, meski ada pengecualian, rata-rata totalnya melebihi 400. Jika party yang berisi orang-orang sekuat itu saja bisa musnah, berarti tempat itu memang sangat mengerikan.

Aku memang penasaran soal budak Elf itu, tapi aku tidak boleh membiarkan Clarice dalam bahaya.

Tanpa beradu pandang dengan pria pedagang itu, kami pun melangkah meninggalkan Serikat Petualang.




Illustrasi | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close