NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

TRPG Player ga Isekai de Saikyou Build wo Mezasu Volume 6 Short Story

Bonus E-book: Cerita Pendek Tambahan

Persembahan yang Mulia




Di bagian utara Ibu Kota Kekaisaran, di sebuah area di mana rumah-rumah bangsawan dan toko-toko mewah berjejer rapi, terdapat sebuah toko yang dikenal sebagai "Penjahit Tanpa Nama".

Dinding putih, bata biru yang modis—bangunan elegan yang menyatu dengan pemandangan kota ini hanya memasang papan nama bergambar roda pemintal dan bingkai sulam, seolah menunjukkan bahwa ini adalah toko pakaian.

Tanpa memajang nama toko, bahkan tanpa jendela etalase yang sedang tren belakangan ini, suasana toko itu seakan menegaskan bahwa mereka tidak menerima pelanggan baru sembarangan.

Tidak, secara praktis, toko ini ada hanya demi memuaskan hobi satu orang saja.

Pagi buta, di dalam ruangan yang jam operasionalnya sengaja dibuat lambat mengikuti gaya hidup para bangsawan yang bangun siang, seorang Long-lived Species sedang bersiap-siap dengan tenang.

Dialah sang pemilik toko. Si rambut pirang yang sering diseret ke sini salah paham dan mengira tempat ini adalah penjahit eksklusif milik sponsornya, padahal pemilik aslinya berbeda.

Para penjahit lain yang dipekerjakan di sini semuanya adalah ketua atau penanggung jawab ternama yang bekerja di toko-toko besar atau ternama lainnya.

Mereka hanya datang jika diperlukan, dan hanya wanita inilah yang selalu berjaga di toko ini.

Setelah memastikan furnitur dan perabotan yang cukup megah untuk menyambut bangsawan sudah tertata rapi, serta pembersihan yang menyeluruh tanpa setitik debu pun, sang pemilik toko duduk pelan di kursi kerjanya.

Berbagai jenis jarum tertata rapi di bantalan jarum sesuai kegunaannya. Di tengah tumpukan benang yang berwarna-warni cerah, sebuah pakaian yang sedang dikerjakan tergeletak dalam lipatan.

Toko ini didirikan sebagai hobi, dengan tujuan utama memenuhi keinginan pribadinya. Namun, justru karena itulah namanya jadi tersohor.

Meski tak memasang nama, toko ini dikenal karena menjadi langganan Von Leisenitz—sosok yang dikenal sebagai penggila mode (meskipun dirinya sendiri sebenarnya tidak butuh pakaian)—sehingga tak jarang orang-orang mengajukan permintaan hanya demi menjadi bahan pembicaraan.

Hanya dengan memakai barang yang sama dengan yang dikenakan tokoh ternama, itu sudah menjadi "senjata" yang ampuh dalam pergaulan kelas atas.

Di antara banyaknya pesanan, ada pekerjaan di luar hobi yang disetujui oleh sang sponsor, Lord Leisenitz, dengan alasan, "Yah, kalau pesanan orang ini, bolehlah." Pakaian yang tertinggal di atas meja itu adalah salah satunya.

Sambil menghela napas, sang Long-lived Species menyentuh jarum dan merapalkan formula sihir.

Seketika, benang-benang menyelinap masuk ke lubang jarum dengan sendirinya, kain-kain melayang, dan sebuah gaun pesta yang sudah memiliki draf pola dari sihir mulai mengembang.

Secara bersamaan, puluhan jarum menyerbu pakaian tersebut, menyatukan potongan kain menjadi bentuk baju, dan menyelesaikan sulaman yang sangat rumit. Waktu yang dibutuhkan hanya kurang dari setengah jam.

Padahal dia baru saja menciptakan mahakarya yang tidak akan memalukan jika dipajang di toko ternama mana pun, namun ekspresi sang pemilik toko tetap terlihat muram.

"Pekerjaan yang membosankan..."

Pekerjaan bisa dipilih, tapi pemakainya tidak. Gaun pesta yang begitu elegan dan bermartabat yang pasti akan membuat siapa pun terpana ini terasa hambar saat dia membayangkan pelanggan yang hanya punya status sosial tinggi tanpa jiwa yang menarik akan memakainya.

Dia bahkan tidak berniat menyulamnya dengan tangan menggunakan teknik yang telah dia asah.

Ah, dia benar-benar butuh pekerjaan yang bisa membuat jantungnya berdebar.

"Selamat pagiii~"

Seorang wanita masuk dari pintu belakang khusus karyawan. Si gadis Gnoll dari suku hiena adalah salah satu penjahit di sini.

Biasanya dia bekerja di penjahit panggilan yang terkenal—toko yang digunakan oleh bangsawan kelas atas yang lebih suka memanggil penjahit ke rumah daripada pergi membeli sendiri.

"Wah, pagi-pagi sudah standby ya, Bos?"

"Aku kan tinggal di lantai atas, jadi wajar saja, kan? ...Apa hari ini jadwalnya?"

"Ahaha~ Bos pura-pura lupa lagi. Nggak lucu lho kalau Long-lived Species jadi pelupa gitu~"

Meski bagi manusia wajahnya terlihat terlalu garang, namun di antara sesama rasnya, penjahit ini punya wajah yang manis saat tertawa. Sang pemilik toko hanya bisa menjawab dalam hati bahwa dia memang benar-benar lupa.

Long-lived Species adalah ras yang tidak bisa lupa, tapi mereka bisa mengalami "lupa sementara". Tidak bisa mengingat kembali dan tidak masuk ke dalam kesadaran itu adalah dua hal yang sangat berbeda.

Apalagi, dia adalah seorang penghobi unik yang mendedikasikan hidupnya pada pakaian meskipun dia seorang Long-lived Species. Karena terlalu sering memikirkan keinginan dan desain yang belum terwujud, jadwal-jadwal sering kali terlempar keluar dari pusat kesadarannya.

"Nggak sabar yaaa. Kira-kira hari ini Lord Leisenitz bakal bawa 'bahan' seperti apa ya?"

"Iya ya. Aku yakin itu akan jadi pekerjaan yang mendebarkan. Akhir-akhir ini aku sedang suka dengan anak itu. Itu lho, yang dibawa bersama si rambut pirang..."

"Aaah, anak murid pendengar itu ya! Aku juga suka dia! Terutama ekspresi wajahnya yang Ennui (lesu/bosan) itu cocok banget!!"

"Waktu dia pakai baju pelayan hasil garapan teman yang lagi luang, adegan majikan-pelayan itu bener-bener yang terbaik!" Saat si gadis hiena mulai tenggelam dalam kesenangannya, sang pemilik toko yang biasanya berwajah datar mulai menyipitkan mata.

"Hah? Anak itu justru paling pas waktu lagi main ceria sama si rambut pirang, tahu?"

"Haaa? Apa mata Bos sudah jadi kelereng?! Apa Bos nggak paham betapa Precious-nya (berharga) sosok bangsawan muda yang galau karena pernikahan yang tak diinginkan, dan pelayan yang mengkhawatirkan masa depannya?!"

"Kamu sendiri yang pandangannya sempit. Lord membawa anak itu karena terpesona melihatnya belanja dengan gembira di pasar. Dua orang yang memperebutkan satu gadis, tapi akhirnya menemukan sahabat sejati yang tak terpisahkan setelah duel... apa kamu nggak paham betapa indahnya situasi itu?"

"Wah, kita beda interpretasi ya! Aku akui senyum si rambut hitam itu bagus, tapi 'bayang-bayang' di wajahnya saat dia galau atau merenung itu jauh lebih indah!"

"Itu benar-benar beda interpretasi. Cahaya yang terpancar saat dia bercanda dengan si rambut pirang itu benar-benar sangat berharga sampai tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata!"

"Wah, sepertinya lagi ramai ya."

Karena hari ini adalah hari di mana Lord Leisenitz akan datang, para penjahit lain pun mulai bermunculan satu per satu, meninggalkan pekerjaan utama mereka—meski sebagian besar menganggap pekerjaan di sini adalah "pekerjaan utama" mereka, baik dari segi upah maupun semangat kerja.

"Kalau akuuu, lebih suka waktu dia jadi anak perempuan... cinta bertepuk sebelah tangan itu indah lho... Dia memakai gaun pesta, lalu bertanya pada si pelayan bagaimana penampilannya. Si pelayan menjawab dengan formal, padahal keinginan terdalam si gadis adalah agar si pelayan hanya melihat dirinya saja. Karena itu tak mungkin terwujud, setidaknya dia ingin jadi yang nomor satu di mata pelayannya..."

"Terlalu klise! Kisah tragis adalah yang tertinggi! Peran pelayan lebih cocok dipasangkan dengan pelayan wanita!"

"Eh, bukannya itu malah yang klise? Aku lebih suka cinta sepihak dari sisi laki-laki. Majikan yang diserang, pelayan yang tumbang demi melindunginya. Dan di saat-saat terakhir itulah, perasaan yang sesungguhnya meluap...!"

"Inilah repotnya kalau berhadapan dengan pecinta tragedi yang cuma lihat kulitnya saja. Dunia butuh Happy Ending. Ingat kan baju ksatria yang dipakaikan ke si rambut pirang? Kalau digabung dengan situasi di mana dia sukses dan datang menjemput, itu baru..."

"Dangkal sekali! Kalian harus lihat esensinya! Si rambut hitam itu berharga karena dia Neutral (androgini)! Melihat sifat aslinya, terombang-ambing antara persahabatan dan cinta, lalu pergulatan batin di masa pubertas yang belum mengenal gairah seksual itu tercampur aduk...!!"

Seiring bertambahnya jumlah orang, perdebatan pun semakin memanas. Tidak heran, mereka semua dipilih oleh Lord Leisenitz untuk bekerja di toko ini sebagai pengrajin.

Bahkan, kenyataan bahwa Lord tidak menganggap mereka sekadar pelayan toko, melainkan rekan seperjuangan yang diizinkan bicara blak-blakan tanpa formalitas, sudah menjelaskan semuanya.

Itulah alasan mengapa semua penjahit ini bekerja di sini. Bukan karena bayaran yang luar biasa, bukan karena jam kerja yang fleksibel, dan bukan pula karena haus akan pengakuan atas karya mereka di kalangan bangsawan.

Mereka ada di sini karena mereka berbagi empati dengan Lord Leisenitz; mereka tahu kenikmatan dalam menciptakan dan menghiasi sesuatu yang begitu berharga dengan tangan mereka sendiri.

"Si rambut pirang itu, kayaknya lebih cocok pasang muka sedih daripada si rambut hitam ya. Aaah, aku ingin lihat dia 'hancur'. Bukan karena tragedi, tapi aku ingin lihat dia kehilangan harapan dan memakai baju duka warna hitam. Pasti cocok banget."

"Setuju! Majikan, pemakaman, satu tetes air mata!"

"Hmm, aku bisa paham itu. Tapi, dia sendiri saja sudah terlihat menonjol. Bagaimana kalau baju militer? Ksatria sebelum terjun ke medan perang yang meratapi peperangan itu sendiri, bukannya itu lebih cocok?"

"Kalau aku... aku ingin mendandaninya dengan baju perempuan. Dia memang mulai tumbuh besar, tapi kalau pakai desain kerah tinggi dan bahu yang mengembang, harusnya masih bisa. Lord bilang dia suka gaya baju perempuan yang masih kelihatan kalau dia itu laki-laki, tapi aku lebih suka situasi di mana dia dipaksa berperilaku sebagai wanita padahal dia laki-laki..."

"Aaaaah! Itu Precious banget! Masuk akal! Aku paham!!"

"Hmm, kalau begitu pakaiannya bagusnya apa ya... Pengantin? Bukan, janda saja..."

"Bukan, bukan! Baju makan siang (Afternoon Dress) yang mewah! Sebuah keluarga bangsawan ternama yang harus menikahkan anak perempuannya, tapi karena tidak punya anak perempuan, terpaksa menyuruh anak laki-lakinya berperan sebagai wanita! Lalu, saat dia pergi ke rumah calon suaminya, ternyata orang yang ditemuinya juga punya nasib yang sama, berperan sebagai anak laki-laki padahal dia perempuan!!"

"Kyaaaa!! Keren banget!!"

"Eh, bukannya lebih bagus kalau mereka berdua tetap sebagai laki-laki, menjalin persahabatan, lalu mulai galau dan tersiksa dengan perasaan 'apa sebenarnya emosi ini?!'"

"Keduanya! Jadi perempuan!"

Jika kedua orang yang dibicarakan itu mendengar ini, yang satu pasti sudah memegang gagang pedangnya, dan yang satu lagi akan mencoba menghentikannya sambil bimbang apakah benar-benar harus menghentikannya.

Di antara favorit Lord, ada beberapa yang senang dihias dan dipuji, tapi kedua orang ini termasuk yang memiliki akal sehat. Setidaknya, orang-orang di sini paham apa arti ekspresi wajah yang mereka buat saat melihat diri mereka sendiri di depan cermin besar.

Namun, karena mereka tetap memprioritaskan kesenangan sang sponsor dan diri mereka sendiri, mereka sadar betul bahwa "dosa" mereka memang sangat dalam.

"Aaah, kombinasi mereka berdua memang bagus, tapi aku juga ingin mereka berinteraksi dengan anak-anak lain... Lord belum mempertemukan mereka karena mempertimbangkan banyak hal, tapi aku benar-benar ingin menyejajarkan mereka semua...!!"

"Sepertinya itu sulit. Aku pernah mengusulkannya, tapi Lord Leisenitz bilang kalau sasarannya adalah anak-anak bangsawan, mereka berdua pasti akan merasa terintimidasi."

"Sayang sekali! Tapi, perintah atasan adalah prioritas utama!"

"Sayang ya~ kalau itu sudah keinginan Lord, apa boleh buat~"

Obrolan ramai mereka tentang sosok yang mereka anggap suci itu tak kunjung berhenti—tapi di saat yang sama, tangan mereka yang mempersiapkan pekerjaan juga tidak berhenti, menunjukkan profesionalisme mereka.

Menyadari berlalunya waktu dari posisi matahari, sang pemilik toko bertepuk tangan untuk mengembalikan fokus mereka ke pekerjaan.

"Ngobrolnya boleh saja, tapi Lord Leisenitz akan segera tiba. Siapkan semuanya dengan sempurna. Bersiaplah agar kalian bisa menangani desain apa pun yang beliau bawa, jangan permalukan profesi kalian. Keluarga ini tidak cukup baik untuk membiarkan orang yang terlalu asyik sendiri sampai tidak bisa bekerja dengan benar tetap berada di sini."

"""Baik, Bos! Jawohl, meine Herrin!"""

Mengikuti instruksi, para penjahit pun diam dan mulai bergerak efisien. Berbagai kain, benang, dan peralatan menjahit ditata sedemikian rupa agar mereka siap menyambut permintaan apa pun dari sang sponsor.

Kain beludru dan satin yang tampaknya menjadi favorit disiapkan dalam banyak warna, tak lupa kain sutra yang sangat penting untuk pakaian tradisional.

Karena terkadang ada permintaan untuk pakaian rakyat jelata, bahan seperti linen dan katun yang sebenarnya tidak layak ada di toko bangsawan pun disiapkan dengan saksama. Lagipula, di dunia pergaulan kelas atas, kita tidak pernah tahu tren aneh apa yang akan muncul.

Jika seorang wanita bangsawan yang menarik perhatian muncul dengan gaun pesta dari bahan alami dan sederhana, yang lain pasti akan meminta hal yang sama. Jadi, di sini tidak ada satu pun penjahit amatir yang tidak terbiasa menangani bahan rakyat jelata.

Jika perlu, sampel warna untuk memesan bahan yang lebih tepat pun sudah siap. Persiapan untuk menyambut imajinasi berharga yang akan dibawa sudah lengkap.

"Selamat pagi! Hari ini saya bawa 'bahan' bagus lagi lho!! Desainer yang saya pekerjakan memang benar-benar berbakat!!"

Meskipun yang datang adalah seorang Revenant (mayat hidup) yang muncul tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya, para penjahit yang sudah merasakan kehadirannya menyambutnya tanpa cela.

Mereka membungkuk anggun dengan barisan yang rapi dan menyapa sang sponsor secara serentak.

"Kehadiran Anda adalah kehormatan besar bagi kami, Von Leisenitz."

"""Selamat datang, Von Leisenitz."""

"Ya! Kalau begitu, lupakan salam formal yang kaku, mari kita segera mulai bersenang-senang!!"

Meskipun seorang Revenant, Lord Leisenitz memancarkan vitalitas yang sangat hidup dan ceria.

Di belakangnya, mengikuti seorang pemuda berambut pirang dengan raut wajah sangat lelah seolah sudah bergadang berhari-hari, dan seorang pemuda berambut hitam yang mengkhawatirkannya.

Beberapa penjahit bersorak dalam hati, "Asyik, versi laki-laki!", sementara beberapa lainnya tampak kecewa.

Hari ini pun, pesta pora (Sabbath) yang diselenggarakan oleh sang Revenant dan para pengikutnya dimulai dengan sangat meriah...


[Tips] Hampir semua pakaian orang-orang kelas atas adalah pesanan khusus (custom-made), dan di Ibu Kota Kekaisaran, banyak penjahit yang bersaing ketat untuk menyediakan pakaian yang pantas bagi mereka.



Interlude II | ToC | End V6

0

Post a Comment

close