Chapter 16
Ketamakan yang Terbangun
Di pasar kota
pelabuhan, hari ini pun Lucy sang Penyihir Suci dengan topi runcing putihnya
tampak sibuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk melakukan
negosiasi.
"Satu harga
lagi, dong. Aku sudah beli sebanyak ini, masa tidak bisa dikurangi sedikit lagi
harganya~"
"Biaya
stoknya kan aku yang tanggung sendiri. Aku bakal kesulitan kalau tidak didiskon
lagi sedikit~"
"Bukankah
Anda bakal repot kalau tidak dijadikan uang tunai sekarang? Biaya sewa gudang
juga tidak gratis, lho~"
Lucy
terus mengajak bicara para pedagang yang hilir mudik di pasar dengan gesit,
menutup satu per satu kesepakatan bisnis dalam waktu singkat.
Di
hadapan teknik negosiasi dan kemampuannya menjual habis barang tepat waktu,
para pedagang licin maupun serikat dagang veteran pun hanya bisa tertegun
pasrah dan mengangguk setuju.
Pedagang
besi yang waktu itu melihat aksi Lucy merasa sangat takjub.
"Hooo.
Gadis itu sekarang sudah jadi pedagang yang benar-benar handal, ya."
"Ya. Dia
benar-benar sudah jadi ahli negosiasi."
"Katanya
Serikat Dagang Suarez sampai mau memberikan potongan harga saat negosiasi
dengan gadis itu."
"Serikat
Dagang Suarez? Serikat yang terkenal dengan negosiasinya yang keras itu?"
"Itu
berita besar, sih."
"Yah,
faktanya, kemampuan gadis itu dalam memasarkan barang memang luar biasa. Katanya tahun ini dia sudah menjual habis
200.000 unit muatan."
"Serius? Itu
sih kekuatannya sudah setara punya kapal sendiri."
"Tiap
serikat dagang kabarnya sampai menambah satu jadwal pelayaran kapal yang
berlabuh di sini."
"Wah, volume
bongkar muat tahun ini bisa-bisa mencetak rekor tertinggi sepanjang
sejarah."
"Hebat juga,
di usia semuda itu dia bisa berkontribusi sebesar ini bagi pelabuhan."
"Apa
sebaiknya kita traktir dia makan dari sekarang supaya bisa akrab?"
"Tapi, kalau
dibandingkan dengan penguasa bodoh itu..."
"Ah,
benar juga."
"Aku
benar-benar heran. Kenapa orang dengan bakat dagang sebesar itu mau mengabdi
pada penguasa bodoh macam dia?"
"Rumornya,
alasan gadis itu mati-matian menawar harga dan memangkas biaya adalah untuk
menyokong belanja gila-gilaan tuannya. Katanya gadis itu dipaksa menanggung
semua biaya distribusi."
"Benar-benar
tempat kerja yang eksploitatif."
"Astaga,
sayang sekali bakat dagangnya harus terbuang sia-sia gara-gara melayani
penguasa seperti itu."
"Apa kita
tarik saja dia ke pihak kita?"
"Sepertinya
mustahil. Kudengar Ketua Serikat Dagang Ricard datang sendiri untuk merekrut
Lucy."
"Glek.
Ketua Serikat Dagang Ricard?"
"Iya,
beliau menawarkan posisi Wakil Ketua dengan fasilitas luar biasa dan sampai
menundukkan kepala secara langsung."
"Lalu, apa
jawaban Lucy?"
"Katanya dia
menolak mentah-mentah. Dia
bilang, 'Aku punya utang budi pada Tuan Penguasa'."
"Ugh.
Benar-benar gadis yang tulus."
"Pasti dia
masih terikat oleh hubungan masa lalu. Karena itulah dia tidak bisa membiarkan
penguasa bodoh itu saat sedang kesulitan uang."
"Benar-benar
penguasa yang licik."
"Tapi..."
Salah
satu pedagang memiringkan kepala dengan heran.
"Bagaimana
cara dia sendirian bisa memasarkan 200.000 unit barang?"
"Entahlah?"
"Pasti
ada metode yang sangat menyedihkan di baliknya. Dia pasti diperas habis-habisan
oleh penguasa bodoh itu dan bekerja sampai badannya remuk."
Meskipun
para pedagang di pelabuhan bergosip seperti itu, Lucy sendiri sebenarnya sangat
menikmati pekerjaannya. Alasan ia menolak ajakan Serikat Dagang Ricard murni
karena bekerja di bawah Noah jauh lebih menghasilkan banyak uang.
(Hihihi... Mencari uang itu seru sekali! Lagi! Aku ingin
menghasilkan keuntungan lebih banyak lagi!)
"Aah. Aku harus pergi ke Quadra untuk membeli bahan
kain. Sibuk sekali, ih!"
◆◇◆
Di sekitar katedral wilayah Arcloy, kini telah terbentuk
pasar yang sangat ramai.
Ophelia
sedang menikmati belanja di pasar tersebut sambil menyamar.
(Ah, ada
seragam pelayan.)
Melihat
pakaian yang dipajang di kios, tanpa sadar Ophelia mengambilnya.
(Apa Tuan
Penguasa bakal suka yang seperti ini, ya?)
Membayangkan
wajah Noah yang gembira, pipi Ophelia merona merah. Tempat yang dulunya hanya
menjual garam dan besi ini, kini telah bertransformasi menjadi pasar yang
menjajakan berbagai macam barang.
Tidak hanya para
profesional seperti distributor atau perajin yang menjual langsung, tapi
konsumen umum pun mulai berdatangan, membuat keramaiannya meningkat dari hari
ke hari.
Bahkan pedagang
dari luar wilayah pun berdatangan untuk menyetok barang di pasar ini.
Suara riuh
negosiasi terdengar di mana-mana. Kabarnya, daripada membeli dari distributor
biasa atau grosiran di pelabuhan, datang langsung ke wilayah ini jauh lebih
murah.
Di antara para
pedagang, ada yang sampai ternganga melihat label harga, merasa heran kenapa
bisa semurah ini.
Saat Ophelia
sedang asyik memilih barang, terdengar suara gemuruh dari kerumunan.
(Hm? Ada apa?)
Terlihat SaintessAemilia
maju ke pusat pasar bersama pengikutnya yang membawa papan pengumuman.
"Pemberitahuan
dari Santa-sama! Telah datang kiriman baru berupa 10.000 unit teh. Harga
pembukaan adalah sepuluh koin perak. Semuanya, silakan tawarkan harga terbaik
kalian!"
"Uooo! Aku
beli 100 unit!"
"Aku 200
unit!"
"Minggir!
Aku duluan!"
"Jangan
bercanda!"
"Aku tawar
dua kali lipat!"
"Aku tiga
kali lipat!"
Begitu melihat
suster yang membawa papan, para pedagang langsung menyerbu dan saling dorong
agar bisa membeli lebih dulu.
Setelah sampai di
area lelang, mereka mulai berteriak kencang demi memenangkan penawaran.
(Dasar SaintessMata Duitan. Dia benar-benar sudah ketagihan
ya.)
Ophelia memasang wajah masam melihat Sang Saintessyang asyik
memprovokasi para pedagang di tengah pasar.
(Lagipula, si Lucy itu. Padahal barang sudah melimpah
begini, dia masih saja menambah stok lagi?)
Saat ia melirik ke menara katedral, terlihat bayangan putih
yang terbang ke angkasa.
Gadis itu pasti pergi lagi ke pasar lain untuk membeli
barang. Mengingat hari ini ada jadwal makan malam bersama Noah, pasti pasar ini
akan kedatangan barang baru lagi nantinya.
◆◇◆
Sore harinya. Setelah membeli kain dalam jumlah besar dan
menyebarkannya di pasar, Lucy melaporkan hasil kinerjanya di kediaman penguasa.
"Ini adalah
setoran untuk bulan ini. Totalnya 1.000 koin emas."
"Uwoh!
Sepuluh kali lipat dari target!?"
Noah yang
biasanya tenang pun sampai terkejut menatap tumpukan koin emas itu. Setelah
diperiksa, memang benar jumlahnya 1.000 koin emas.
"Umu. Aku
terima. Kamu pasti lelah. Aku sudah siapkan kamar, jadi setelah makan segeralah
istirahat..."
"Tidak,
setelah ini saya ada jadwal pembelian barang lagi."
"Hah? Masih mau cari duit lagi?"
"Kalau
begitu, saya permisi dulu."
Lucy memasukkan
roti dan buah yang bisa dimakan sambil terbang ke dalam Storage, lalu
segera melesat keluar jendela. Noah dan Ophelia hanya bisa menatapnya dari
kejauhan dengan pandangan kosong.
"Hei. Apa
dia tidak jadi terlalu sibuk, ya?"
"Iya. Sejak
bisa bergerak dengan bebas, sepertinya semangatnya jadi berapi-api."
(Terlalu praktis
malah bikin makin sibuk... ya. Dia terjebak dalam kontradiksi yang mirip manusia modern. Padahal
target sudah tercapai, harusnya kan bisa santai sedikit. Selalu ada ya, tipe
orang yang tidak bisa setengah-setengah kalau bekerja.)
"Kudengar,
Lucy juga menyetorkan barang ke gereja dan katedral lain dalam jumlah
besar."
"Yah,
pantas saja. Kalau tidak begitu, mana mungkin bisa untung sebanyak ini."
Noah
menatap gunungan koin emas di atas meja.
"Tuan
Penguasa, apakah ini tidak apa-apa? Kalau dibiarkan, Lucy bisa mati karena
kelelahan."
"Ya,
aku tahu. Harus ada yang mengeremnya."
(Tapi,
dia itu kan punya jiwa Greed yang asli. Bagaimana caranya, ya?)
◆◇◆
"Ini
adalah setoran hari ini."
Dengan
wajah kuyu, Lucy menjajarkan koin emas di atas meja.
"O-oh."
Noah menerima
koin itu dengan perasaan agak ngeri.
(Keuntungannya
malah bertambah lagi.)
"Lucy, luar
biasa kamu bisa menghasilkan sebanyak ini."
Ophelia
memberikan pujian yang jarang ia lontarkan.
"Tuan
Penguasa juga sangat terkesan dengan kerja kerasmu. Jadi, hari ini
beristirahatlah. Kamar di mansion sudah disiapkan..."
"Tidak, saya
ada janji bisnis, jadi saya berangkat dulu."
"Ah, hei,
tunggu!"
Lucy hanya
menyambar roti dan sebotol air, lalu terbang keluar jendela.
"Fuu...
Gagal lagi ya."
"Ya,
strategi menyuruhnya menyetor koin emas setiap hari ternyata gagal."
"Malah cuma
menambah beban Lucy saja."
Noah
bersedekap dan menghela napas dengan pahit.
"Kalau sudah
begini, satu-satunya cara adalah mengambil paksa pekerjaannya. Mari kita larang
dia memasuki menara. Hentikan aktivitas terbang dan perdagangannya secara
paksa."
"Ophelia.
Dia itu berbeda dengan penjahat kecil yang sekadar haus uang."
"……"
"Orang kikir
biasa akan mulai malas-malasan begitu menemukan cara instan untuk kaya. Tapi
Lucy tidak. Semangat Greed miliknya itu sungguhan."
"Ya. Memang
benar-benar parah sih..."
"Karena itu,
menyuruhnya istirahat malah bisa membuatnya kehilangan semangat hidup."
"Tapi, kerja
berlebihan Lucy sudah sangat keterlaluan. Tuan Penguasa juga lihat sendiri,
kan? Wajahnya yang sangat kuyu itu. Kalau dibiarkan, itu bisa mengganggu proses
negosiasi bisnisnya juga."
"Hmm.
Masalahnya dia sama sekali tidak peduli pada citra atau reputasi dirinya
sendiri."
"Ini bukan
lagi sekadar masalah Lucy saja."
Ophelia
berbicara sambil menatap ke arah pasar dari balik jendela.
"Barang
di pasar sudah mulai kelebihan stok. Sang Saintessjuga sudah mulai bertindak
kelewat batas."
"Ya, aku
juga menyadari itu."
Pasar di wilayah
Arcloy yang terus membanjirkan barang karena harganya murah akhirnya mulai
mengalami kelebihan pasokan.
Banyak kasus di
mana pedagang yang datang dari jauh terjebak dalam euforia lelang dan membeli
barang dengan harga terlalu tinggi, yang akhirnya tidak bisa dijual kembali
sehingga mengalami kerugian besar.
Jika
dibiarkan, gelembung ekonomi ini bisa pecah. Lintah darat dan preman yang
mengincar pedagang bangkrut mulai berkeliaran, membuat keamanan sedikit
terganggu. Ketidakstabilan politik bukanlah hal yang menyenangkan bagi seorang
penguasa.
(Apa yang
harus kulakukan?)
"Bagaimana
kalau seperti ini? Kita batasi transaksi untuk menstabilkan harga barang,
sambil menaikkan pendapatan pajak untuk menjamin keuntungan. Dengan begitu,
kita bisa mengurangi beban kerja Lucy."
"Hoo.
Bagaimana caranya?"
"Pertama,
kita batasi Lucy hanya boleh menyetor barang di katedral wilayah Arcloy saja.
Kemudian, barang-barang itu tidak lagi dilelang secara bebas, melainkan
diserahkan distribusinya kepada vendor-vendor yang ditunjuk secara resmi. Untuk
pedagang dari luar wilayah, kita kenakan bea cukai dan batasi
transaksinya."
"Begitu ya.
Dengan begitu, jarak terbang Lucy berkurang, logistik bisa dikontrol, harga
jual stabil, dan kita dapat sumber pajak baru. Preman dan pedagang nakal juga
bisa kita eliminasi."
(Tinggal masalah
bagaimana membujuk Lucy.)
"Baiklah,
aku mengerti. Mari kita lakukan itu. Soal membujuk Lucy, biar aku yang
tangani."
Noah segera
menyeleksi pedagang-pedagang resmi dan meminta kerja sama mereka. Di saat yang
sama, ia juga meminta bantuan Sang Saintessagar tidak melakukan transaksi
perdagangan di gereja lain selain di wilayah Arcloy dan kota pelabuhan.
◆◇◆
Lucy datang ke Kastil
Kruck dengan wajah tidak puas. Kudengar, Noah berniat membatasi pelabuhan
gereja tempatnya bisa berdagang.
(Padahal sedang
untung-untungnya, kenapa tidak dibiarkan saja seperti sekarang?)
Lucy sudah
berniat untuk menentang kebijakan Noah dengan keras. Namun, saat memasuki
ruangan Noah, di sana sudah berkumpul banyak pedagang bertubuh tambun. Mereka
adalah para pedagang besar yang selama ini rutin menyetok barang di Arcloy.
"Ugh."
Lucy
mendadak merasa gugup.
"Selamat
datang, Lucy."
"Noah-sama.
Ini..."
"Seperti
yang kamu tahu, kali ini Arcloy akan mengubah kebijakan perdagangan. Karena
itu, aku mengumpulkan para pedagang besar yang selama ini aktif di wilayah
kita. Mereka semua bilang ingin menyapa Lucy secara langsung."
Para pedagang
besar itu membungkuk sopan dan menyalami Lucy satu per satu.
"Salam,
saya dari Serikat Dagang Fellow. Kami menangani perdagangan besi."
"Terima
kasih atas bantuannya selama ini. Saya dari Serikat Dagang Leaf. Berkat Nona Lucy, volume perdagangan teh di serikat kami meningkat lima
kali lipat."
Para pedagang itu
bergantian memperkenalkan diri dan menyampaikan rasa terima kasih mereka atas
kerja keras Lucy selama ini.
"Lucy.
Mereka bilang ingin membantu sebagian pekerjaanmu. Bagaimana kalau sebagian
transportasi yang selama ini kamu tangani sendiri, kamu serahkan pada
mereka?"
"Uuu.
Itu..."
Lucy tampak
malu-malu dan merasa kikuk. Noah memanfaatkan kesempatan ini untuk menyuarakan
apa yang selama ini ia rasakan tentang Lucy.
"Lucy, apa
kamu merasa jika kamu tidak terus bekerja dan mencari uang, kamu akan diusir
lagi? Sama seperti saat kamu diusir dari tempat Kakak Ian dulu?"
Mendengar
itu, Lucy tersentak.
(Aku...
merasa takut?)
"Lucy.
Di negara ini tidak ada orang yang ingin mengusirmu. Semuanya terkesan dengan
cara kerjamu dan ingin membantumu."
"Semuanya...
membantuku?"
"Bukan
berarti kamu harus berhenti bekerja total. Bisakah kamu beristirahat sedikit saja demi
mereka?"
Mendengar
kata-kata Noah, Lucy merasa beban berat yang menyumbat dadanya tiba-tiba
menghilang.
"Semuanya
mau membantuku. Jadi, aku sudah tidak perlu bekerja berlebihan lagi ya."
◆◇◆
Setelah itu,
semakin banyak pedagang yang mengunjungi wilayah Arcloy.
Lucy yang awalnya
tidak puas dengan kebijakan Noah, segera menyadari bahwa meskipun volume
transaksinya berkurang, keuntungannya justru meningkat.
Industri
distribusi lokal mulai tumbuh, dan distribusi barang yang lebih mendetail—yang
tidak bisa dilakukan Lucy sendirian—kini mulai terwujud. Ia belajar bahwa dalam
bisnis, menunggu pasar matang juga merupakan hal yang penting.
Gaya kerjanya
yang berlebihan pun mulai mereda. Sekarang, ia sudah rutin mengambil libur
seminggu sekali.
Di hari liburnya,
ia bermain bersama Fauna dan anak-anak Ogir lainnya di Kastil Kruck. Noah dan
Ophelia merasa lega melihat Lucy sudah bisa lebih tenang.
Para pedagang pun
terus mengembangkan bisnis mereka tanpa mempedulikan tiga negara yang
bermusuhan dengan Arcloy. Blokade ekonomi itu kini sudah tidak berarti apa-apa.
Perdagangan
menjadi sangat aktif, dan kota-kota transit pun mulai makmur. Para pedagang
besar mulai membangun rumah di dekat Kastil Kruck, menciptakan suasana kota
yang ramai, seolah bukan lagi wilayah pelosok.
Berkat penataan
yang mendetail dari Noah, lingkungan sekitar Kastil Kruck kini sudah menyerupai
kota benteng yang mapan. Fasilitas istana juga semakin lengkap, dan jumlah
orang yang mengabdi sebagai ksatria istana pun bertambah.
Selain itu, arus
keluar masuk pedagang yang tak henti di Arcloy membuat informasi dari wilayah
negara lain terus mengalir masuk, yang memudahkan Noah jika nantinya ia harus
bekerja sama dengan para pedagang saat melakukan invasi ke negara lain.



Post a Comment