NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Hikichi ni Tsuihō Sareta Utsuke Ryōshu Kantei Sukiru de Saikyō no Haika-tachi to Tomo ni Chō Taikoku o Tsukuru Volume 1 Chapter 19

Chapter 19

Raungan Harimau


Setelah menyelesaikan pertemuan yang tidak menyenangkan dengan Ksatria Vernon dan mengusirnya dalam keadaan babak belur secara mental, amarah Ophelia masih belum kunjung reda.

Ia terus memikirkan ke mana harus meluapkan kejengkelan ini. Akhirnya, ia memutuskan untuk melampiaskan stresnya dengan bermanja-manja pada Noah.

Saat Ophelia tiba di Kastil dengan seragam ksatrianya, Noah kebetulan sedang berjalan di lorong sambil berbincang dengan seorang pedagang.

Ophelia segera berlutut dengan satu kaki di depan Noah untuk memberi salam formal seorang bawahan, lalu mengecup punggung tangan tuannya.

Noah merasa lega karena bisa menebak bahwa Ophelia telah menolak tawaran Vernon.

Namun, melihat Ophelia tidak kunjung melepaskan tangannya dan terus mengusapkan pipinya di sana, Noah memiringkan kepala dengan heran.

"Ada apa?" tanya Noah, namun Ophelia hanya terus mengulang kalimat, "Semoga Tuan Penguasa selalu dalam keadaan sehat dan bahagia."

Setelah tiga kali mengulang percakapan yang sama, Noah akhirnya sadar bahwa ksatrianya ini sedang dalam mode "ingin bermanja".

Ia segera berbalik ke arah pedagang yang tadi menemaninya bicara.

"Sepertinya Ophelia membawa urusan yang sangat mendesak. Bisakah kita sudahi pertemuan hari ini?"

Melihat pedagang itu pergi dengan wajah bingung, Noah segera membawa Ophelia masuk ke ruangan dalam.

Di antara para bawahan, Ophelia memang menerima kasih sayang yang spesial, bahkan ia diizinkan masuk ke kamar pribadi Noah.

Noah mulai membelai lembut leher Ophelia. Seketika itu juga, Ophelia merebahkan dirinya mengikuti sentuhan sang penguasa, sambil mengerang pelan dan meringkuk di atas tempat tidur.

Sang Harimau Arcloy pun akan berubah menjadi seperti kucing jika diperlakukan begini.

Setelah itu, Noah terus membelai bagian-bagian sensitif Ophelia. Sebagai tuan dalam berbagai arti, Noah tahu persis bagaimana cara membuat harimau ini mengeluarkan suara erangan yang manis.

◆◇◆

Keesokan harinya, Noah, Ophelia, dan Lucy—trio yang berasal dari Wilayah Archduke—berkumpul untuk mendiskusikan urusan Ksatria Vernon.

"Jadi begitu. Intinya, mereka bilang mau mengembalikan tanah yang mereka curi itu asal kamu mau mengabdi pada Kakak, ya?"

Noah tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela napas setelah mendengar detail pertemuan dari Ophelia.

"Bukankah itu benar-benar meremehkan? Berani-beraninya mencoba memancingku dengan imbalan sekecil itu. Padahal masih banyak hal lain yang ingin kumaki dari mereka."

"Sepertinya Kak Albert maupun Kak Ian sudah mulai kehilangan ketajaman mereka."

"Entah siapa yang mencetuskan ide konyol ini. Padahal Tuan Vernon tampak merasa sungkan sepanjang waktu..."

"Yah, pasti itu ide Kak Ian."

"Mencoba memancing Ophelia-dono dengan bayaran setingkat ksatria magang. Ian-sama memang pelitnya tidak berubah ya," ujar Lucy sambil menyeruput tehnya dengan bunyi sluurp.

"Ternyata ada juga orang yang sampai dipanggil pelit olehmu, ya."

Ophelia menyahut sambil merasa pening. Sejak masih di kediaman Archduke, ia memang tahu Ian adalah orang yang sangat perhitungan, tapi ia tidak menyangka bakal separah ini.

"Yah, intinya yang ingin kukatakan adalah ini. Tidak peduli seberapa menggiurkan tawaran yang diberikan Kakak-kakakku, aku tidak akan pernah melepaskan Ophelia. Bahkan jika Kakak tertua memimpin seluruh pasukan Archduke untuk menyerang Arcloy, atau Kakak kedua mengerahkan seluruh kekayaan gereja sekalipun."

"Tuan Penguasa..."

Hati Ophelia berdesir mendengar deklarasi Noah. Ia merasa mendengarkan tawaran menjengkelkan dari Vernon ada gunanya juga jika itu bisa memancing kata-kata ini dari mulut Noah.

"Tuntutan Ayahanda untuk mengembalikan wilayah juga belum dicabut. Aku yakin ke depannya akan ada lagi tawaran tidak menyenangkan dan bermusuhan dari Wilayah Archduke, jadi kuharap kalian berdua bisa bersabar."

"Apa pun tawaran yang datang dari sana, aku berniat untuk terus mengikuti Noah-sama ke mana pun sebagai ksatria Anda."

"Aku juga akan terus menghasilkan uang untuk Anda sebagai ksatria Noah-sama."

Begitulah, ketiganya kembali bersumpah untuk menjaga solidaritas yang tak tergoyahkan.

◆◇◆

Sekembalinya ke Wilayah Archduke Uebel, Vernon menyampaikan jawaban Ophelia kepada Albert dan Ian. Mendengar laporan Vernon, keduanya tampak lesu.

Vernon tentu saja tidak menyampaikan ejekan Ophelia secara mentah-mentah dan memilih untuk menghaluskan kata-katanya, namun tetap saja laporan itu cukup untuk membuat mereka kecewa.

"Begitu ya. Ternyata Ophelia tidak tergoda dengan tawaran kita."

"Apa maksudnya ini, Vernon? Kenapa Ophelia menolak kehormatan ini?"

"Anu... Nona Ophelia tidak mengatakannya secara gamblang, namun sepertinya beliau tidak puas dengan tawaran pengembalian tanah tersebut."

"Dengar itu, Ian? Sepertinya dia tidak puas hanya dengan tanah sekecil itu. Bukankah seharusnya kita menyiapkan posisi dan imbalan yang lebih terhormat?"

Mendengar ucapan Albert, Ian langsung memasang wajah masam.

"Kakanda, jangan terburu-buru. Menurutku, dia hanya sedang mabuk karena kesuksesan sementaranya di pelosok itu. Ayahanda juga bilang, kan? Dia pasti akan segera sadar bahwa keberuntungan Noah hanyalah kebetulan semata. Cepat atau lambat, keretakan akan muncul di antara mereka berdua. Saat itulah kesempatan kita."

"Tapi tetap saja, kalau kita tidak membawanya kembali secepatnya..."

"Jangan panik. Ini hanyalah taktik negosiasi dasar untuk menaikkan harga. Tidak ada habisnya kalau kita terus menuruti kemauannya. Ksatria Vernon, Anda juga jangan bicara yang macam-macam. Masalah imbalan untuknya adalah keputusan kami."

"I-iya. Mohon maafkan saya."

(Padahal kalian sendiri yang bertanya...)

Vernon ingin sekali membalas begitu, namun ia memilih untuk bungkam.

"Lagipula, sekarang dia sedang berada di atas angin. Dia tidak akan mau mengangguk meski kita menaikkan tawaran sekarang."

(Yah, itu memang benar.)

Tidak peduli seberapa tinggi mereka menaikkan nilai imbalannya, Vernon yakin Ophelia tidak akan pernah kembali ke Wilayah Archduke.

Hanya saja, Vernon tidak bisa setuju dengan pendapat Ian yang meyakini bahwa kejayaan Noah akan meredup dan Ophelia pasti akan meninggalkannya.

Kesetiaan Ophelia kepada Noah terlihat sangat nyata, dan lewat negosiasi kali ini, rasa tidak percaya Ophelia terhadap sang Archduke justru tampak semakin memuncak.

Ophelia akan tetap mengikuti Noah tidak peduli seberapa jatuh tuannya itu nanti, dan tidak akan pernah berpaling ke Wilayah Archduke tidak peduli seberapa banyak uang yang ditawarkan.

Terlebih lagi, sejauh pengamatannya di Arcloy, ia tidak melihat adanya celah dalam pemerintahan internalnya. Sebaliknya, ekonomi di sana justru semakin pesat.

Tidak, bukan hanya itu. Noah tidak hanya mengaktifkan ekonomi, tapi juga merangkul para pedagang untuk mengumpulkan informasi dari berbagai daerah.

Bukankah itu pertanda bahwa ia sedang mengincar perluasan wilayah lebih lanjut?

Faktanya, kebijakan yang dijalankan Noah terlihat sangat kokoh dan realistis. Vernon menyimpan pemikiran itu dalam hati dan memilih untuk tidak menyampaikannya kepada mereka berdua.

Menjawab dengan jujur saja ia sudah kena semprot. Jika ia berani memberi saran tentang hal yang tidak ditanyakan, entah berapa banyak kemarahan yang akan ia terima.




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close