Penerjemah: Flykitty
Proofreader: Flykitty
Jarak Menuju Dirimu Berapa Tahun
Cahaya
Pelajaran jam ketiga berakhir, dan para murid kelas 2-C satu per satu berdiri dari kursinya. Mereka akan pindah ruang kelas untuk pelajaran berikutnya.
Setelah
memastikan sebagian besar teman sekelasnya sudah keluar, barulah Komari mulai
mempersiapkan pelajaran berikutnya.
Di
sekitar Komari yang menyiapkan buku pelajaran dengan gerakan lambat, cahaya
terang berkilauan mulai berputar-putar.
──Itu
Himemiya Karen. Saat berdiri di samping meja Komari, Karen menunjukkan senyum
tanpa beban.
"Komari-chan
sendirian? Anna pergi ke mana ya?"
"Ueh...
e, eh..."
Melihat
Komari tampak tegang, Karen menurunkan tingkat kilau cahayanya.
"Oh
begitu, Anna kan petugas piket hari ini, mungkin dia pergi duluan ya. Berarti
tinggal kita berdua saja."
"Emm...."
Bukk.
Komari berdiri sambil memeluk buku pelajarannya.
"Kalau
begitu aku ikut──eh, tunggu dulu! Komari-chan, ayo pergi bareng!"
Karen
berlari kecil mengejar Komari yang mencoba keluar kelas sendirian.
"Mumpung
ada kesempatan, kita ngobrol yuk?"
Komari
dengan cepat mengetik sesuatu di ponselnya, lalu memperlihatkan layar itu
kepada Karen.
[Tapi,
kita harus pergi ke ruang audio visual]
"Aku
juga ke sana?!"
Bahkan
Himemiya Karen versi 8K pun hanya mampu menanggapi sebatas itu. Karen
menempelkan tangan ke dadanya lalu menarik napas dalam-dalam.
"Baiklah,
sekarang kuis. Siapa nama lengkapku?"
"...?"
Kebingungan
dengan kuis yang tiba-tiba, Komari mengetik di ponselnya.
[Himemiya
Karen]
"Ya,
benar. Namaku Himemiya Karen. Nama lengkap Komari-chan adalah Komari
Chika──tapi."
Karen
berdeham kecil.
"Makanan
favorit Komari-chan apa?"
"E,
eh..."
Kebingungan
dengan pertanyaan mendadak itu, Komari mengetik di ponselnya.
[Tahu
telur]
Mendengar
jawaban itu, Karen menepukkan kedua tangannya.
"Kalau
tahu telur, aku juga sering makan! Yang kubeli di Seijo Ishii waktu itu enak
sekali, tapi Komari-chan paling suka yang dari mana?"
Komari
ragu sejenak sebelum mengetik jawabannya.
[Aku
cuma pernah makan yang paket isi tiga yang dijual di toko obat]
"...Ehm,
begitu ya. Tahu telur memang semuanya enak ya."
Karen
menurunkan lagi tingkat kilau cahayanya. ...Pembicaraan tidak berkembang sesuai
harapannya.
Melihat
Himemiya Karen sang heroine 8K yang sedang kebingungan, Komari dengan ragu
menunjukkan layar ponselnya.
[Dari
sini ke ruang audio visual tinggal 85 detik lagi. Tidak perlu memaksakan
ngobrol]
Setelah
memastikan Karen melihat layar itu, Komari mempercepat langkahnya, meninggalkan
Karen.
Tanpa
jeda, Karen segera mendekat dan kembali berjalan di sampingnya.
"Aku
senang kok ngobrol dengan Komari-chan."
"............"
Di
mata Komari terlihat jelas kewaspadaan yang tak bisa ia sembunyikan. Karen
menerimanya dengan senyum dan melanjutkan berbicara dengan suara lembut.
"Aku
tadi bertanya bukan karena memaksakan mencari topik. Kalau kita saling mengenal
sedikit demi sedikit seperti ini, setiap hari kita bisa makin akrab, kan?"
Cahaya
itu perlahan semakin terang. Dari kejauhan, BGM mulai terdengar mendekat.
"Tapi
kalau aku membuatmu tidak nyaman, maaf ya. Aku sering dimarahi karena jarakku
terlalu dekat."
Tok.
Karen mengetuk kepalanya sendiri.
Komari
yang sejak tadi diam saja mencoba menyentuh ponselnya──lalu memasukkannya
kembali ke saku.
"A-aku
juga... ngobrol itu... Aku, tidak membencinya."
Ia
bergumam pelan seperti suara nyamuk, lalu menundukkan kepala dengan wajah merah
padam.
...Imut.
Karen menelan kata-kata yang hampir keluar dari mulutnya.
Seolah
menimpa intro BGM yang tanpa sadar mulai mengalun, terdengar suara ceria yang
santai.
"Hah,
kalian berdua mau ke mana? Sebentar lagi pelajaran mulai loh."
Pemilik
suara itu adalah Yanami Anna. Ia muncul sambil memakan roti anpan yang
dibelinya di kantin.
"Anna,
pelajaran berikutnya di ruang audio visual. Buku pelajaranmu bagaimana?"
"Hah?
Memangnya begitu ya?"
Ia
berkata sambil menggigit lagi rotinya.
"L-lagipula
kamu kan petugas piket. Tidak apa-apa nggak pergi?"
"Ah,
iya juga! Tolong bilangin ke sensei dengan baik ya!"
Sambil
memasukkan sisa roti ke mulutnya, Yanami berlari kembali ke arah kelas. Melihat
punggungnya menjauh, keduanya saling menatap sambil mengangkat bahu.
"Anna
memang tidak berubah ya. Aku harus menjelaskannya dengan baik ke sensei."
"So,
soal itu... kuserahkan padamu."
"Baik.
Himemiya Karen menerima tugasnya!"
Karen
tertawa dengan suara jernih seperti lonceng kecil, sementara Komari membalas
dengan senyum kaku──



Post a Comment