NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Toshiue Osananajimi to Saikai Shitara ~ Shimai de Ore no Toriai ga Hajimatta. Docchi ga Iika ~ Tameshite Miru? Volume 1 Chapter 6

Penerjemah: Flykitty

Proofreader: Flykitty

Chapter 6

Acara Nonton Film di Akhir Musim Panas

~Ke Mana Arah Romansa di Dalam Kegelapan~


Di penghujung liburan musim panas, kami diundang oleh Miu, dan entah sejak kapan sudah jadi kebiasaan, kami yang biasa kumpul bareng ini akhirnya mengadakan acara nonton film sekaligus pesta rumah.

 

── Piin-poong!

 

Saat waktu camilan sore, masing-masing dari kami membawa makanan ringan dan jus, lalu berkumpul di rumah Miu.

 

"Yaa! Silakan masuk♩"

 

"Permisi!"

 

"Selamat datang♡ Kayaknya Miu masih ganti baju, tapi sepertinya sebentar lagi juga ke sini, jadi kalian bisa masuk ke ruang tamu dan tunggu dulu ya?"

 

Momo-nee mempersilahkan kami masuk.

 

(Aku baru sadar… soal kejadian di festival musim panas itu… pikiranku cuma dipenuhi Miu, tapi sebenarnya penyebabnya adalah kedekatan aku dengan Momo-nee, kan? Tapi orang ini… apa dia benar-benar tidak ingat apa-apa ya? Santainya keterlaluan… yah, sepertinya aku tak perlu khawatir berlebihan…)

 

Karena ini pertama kalinya datang ke rumah Miu, dua orang selain aku terlihat gelisah, matanya ke sana kemari mengamati sekitar.

 

"Morishita-kun, Sana-chan, duduk saja santai di mana pun ya! Anggap saja rumah sendiri, silakan rileks."

 

Momo-nee menyapa mereka dengan lembut.

 

"Yang paling penting, nonton film bareng ramai-ramai itu kedengarannya menyenangkan ya♩"

 

"Miu mengajak kami buat bikin kenangan di akhir liburan musim panas, jadi akhirnya kami kumpul hari ini! Ah, kalau Momo-nee mau, bagaimana kalau ikut juga? Soalnya makin ramai makin seru!"

 

"Eh, aku…? Tidak mengganggu ya?"

 

"Tidak mengganggu sama sekali!! Mana mungkin!!"

 

"Morishita-kun. Suaramu terlalu keras. …Iya♡ seperti yang Miyata-kun bilang♡ Kakaknya Miu juga ikut bersama kami♡"

 

Sepertinya semua setuju. Ya wajar sih, semua orang memang suka Momo-nee…

 

Tak lama kemudian, Miu yang tadinya ganti baju juga masuk ke ruang tamu.

 

"Iya dong! Onee-chan juga ikut nonton film bareng♩ Lagipula dari awal memang niatnya begitu… kan?"

 

"Benarkah~? Tadinya aku mau keluar sih… tapi kalau begitu, aku ikut gabung saja ya?"

 

"Mantap! Nah, begitu dong!"

 

"Morishita, kelihatan sekali kau senang ya."

 

"Jelas lah! Makin banyak cewek, makin bagus!!"

 

"Oh begitu… kau ini memang…"

 

──Begitulah, acara nonton film di akhir musim panas pun dimulai.

 

"Kalau musim panas itu ya! pasti yang itu dong! Itu!"

 

"Apa sih… jangan bilang mau nonton yang aneh-aneh, Morishita-kun."

 

"E-eh, yang aneh maksudnya…?"

 

"Anime yang agak… mesum gitu?"

 

"Hau!? Jadi citra aku di mata Miu itu benar-benar mesum ya!!"

 

"Haa… sudah terlambat sekarang, Morishita. Terima saja kenyataannya."

 

"Fuh… ahaha."

 

Begitu Miu tertawa, Momo-nee juga ikut terkikik.

 

Tachibana-san juga tampaknya terhibur, menutup mulutnya dengan kedua tangan sambil bahunya bergetar pelan.

 

Setelah puas tertawa, Miu menampilkan daftar film dari situs streaming ke layar.

 

"Kalau begitu, kita nonton apa! Aku sih maunya yang romantis♩"

 

"Hmm, aku pilih seri pahlawan."

 

"Aku horor! Yang tadi itu maksudnya film horor!!"

 

"Aku… ada anime rekomendasi♡"

 

"Hmm… susah juga… onee-chan! Onee-chan pengen nonton apa?"

 

"Eh! Aku…? Hmm, tidak ada yang kepikiran sih… mungkin ikut yang ingin ditonton semua orang saja♩"

 

"Itu jawaban paling bikin bingung!"

 

"Kalau begitu, bagaimana kalau film yang Miu ingin tonton dulu? Waktunya juga cukup buat dua film. Kalau musim panas identik dengan hantu… film kedua horor juga boleh…!"

 

"Shintarou, itu membantu banget! Pantas jadi penengah!"

 

Sejak kapan aku jadi penengah sih…

 

Bagaimanapun juga, akhirnya film yang akan ditonton pun diputuskan, dan persiapan pesta rumah yang ditunggu-tunggu selesai. Di atas meja rendah di ruang tamu, camilan yang kami bawa ditata rapi, suasananya benar-benar terasa seperti acara nonton bareng.

 

"Baik, pemutaran film akan dimulai… film yang akan kita tonton kali ini adalah… ‘Pertemuan Kembali Tak Bisa Mengucap Selamat Tinggal’!"

 

Dengan suasana hati yang lebih ceria dari biasanya, setelah selesai memperkenalkan film, Miu langsung duduk di sebelahku dengan gerakan cepat.

 

"Kamu kan nggak suka film horor? Supaya tidak kesepian, aku duduk di sampingmu saja."

 

"Haa… terima kasih."

 

(Apa-apaan sih dia… kalau mau duduk di sebelahku, bilang saja langsung…)

 

Tapi ya, cewek memang benar-benar suka film romantis… buatku, film seperti ini malah bikin malu sendiri… mungkin genre yang tidak akan aku sentuh kalau sendirian.

 

Pasti isinya cuma pria tampan dan wanita cantik, dialog manis yang bikin geli, lalu saling bermesraan dengan kata-kata manis.

 

Nah, benar saja… pria-pria yang muncul semuanya berwajah tampan. Dari mulut Miu dan Momo-nee pun terdengar suara terpesona.

 

Sementara Tachibana-san terlihat tidak bisa menyembunyikan ketertarikannya pada aktris yang imut…………… ah, Morishita juga sama.

 

Ngomong-ngomong, camilan ini enak banget.

 

Saking fokusnya makan camilan daripada nonton film, tanganku terus saja bergerak.

 

"…Hei, kau itu berisik banget makannya."

 

Miu melotot ke arahku dari samping.

 

"Maaf, maaf… tidak sengaja…"

 

Karena rasanya tidak sopan kalau tidak menonton sama sekali, aku pun mulai memusatkan perhatian ke film.

 

Isi filmnya ternyata adalah kisah cinta tentang hubungan segitiga rumit antara tiga teman masa kecil.

 

(Teman masa kecil bertiga… entah kenapa terdengar familiar…)

 

"Hei, Ryu-kun… sebenarnya, kau lebih suka aku atau Ayu-chan?"

 

"Aku tidak bisa memilih salah satu…"

 

"Kalau begitu, kenapa tidak sekalian pacaran denganku saja?"

 

"Eh? Aku harus bagaimana ya…"

 

(Apa-apaan ini tokoh utama!! Lembek sekali! Ini bukan laki-laki! Pilih satu saja lah!)

 

"Eh, bukannya cowok ini mirip kamu ya, Miyata?"

 

"Hah!? Di mana miripnya! Mana mungkin itu aku!"

 

"Hei… kalian berisik banget! Ini lagi adegan bagus!"

 

Miu memeluk tisu sambil meneteskan air mata.

 

──Aku benar-benar tidak tahu di bagian mana ini bisa bikin menangis…

 

Sepertinya film ini adalah bagian pertama dari dua bagian, dan setelah sekitar satu setengah jam, ceritanya pun berakhir dengan tenang.

 

"Nanti kita nonton lanjutannya bareng-bareng lagi ya!" kata Miu sambil menatap semua orang dengan mata berkaca-kaca.

 

Jujur saja, aku sudah cukup. Tapi kalau bilang aku hampir tidak ingat isinya, pasti dimarahi, jadi itu tidak mungkin kuucapkan.

 

"Miu-chan, kamu nangis kebanyakan♡ Hidungmu merah, imut banget♡"

 

"Puhii. Apaan sih! Onee-chan juga nangis kok!"

 

Sambil membuang ingus dengan keras, pertengkaran kakak-adik pun tetap terjadi.

 

Pemandangan yang sudah biasa kulihat.

 

"Serius, kalian berdua akrab dan imut banget ya♡ Pertengkaran kakak-adik ternyata begini toh♡ Fuhihi."

 

"Morishita-kun, kamu terlalu banyak berkhayal. Pertengkaran kakak-adik yang sebenarnya tidak enak dilihat. Saat berebut satu hal, itu seperti pertarungan antara binatang buas. Hidup atau mati."

 

"S-seram juga ya…"

 

"Iya. Yah, sebenarnya itu juga cuma pengetahuan dari anime sih."




"Apa itu. Kayaknya aku bakal cocok ngobrol sama Tachibana-san."

 

"Hah!? ……Aku sama Morishita-kun!? Aku menolak."

 

"Kenapa sih!"

 

Melihat mereka berdua yang sesama otaku itu asyik mengobrol, tanpa disangka aku malah merasa yakin kalau mereka berdua sebenarnya bisa cocok satu sama lain.

 

"Kalau begitu, kita masuk ke acara utama…… film horor~!"

 

Miu mulai bersiap, seolah sudah menunggu momen ini sejak tadi.

 

"Nggaaaak, takut~! Shin-chan~!"

 

Entah dari mana, Momo-nee tiba-tiba datang.

 

Ia duduk di sebelahku, lalu memeluk lenganku erat-erat dan sama sekali tidak berniat melepaskannya.

 

"Hei! Kalian di situ!! Bisa tidak jangan bermesraan!?"

 

Miu langsung menegur dengan sigap.

 

"Soalnya~♩ aku memang tidak tahan sama yang horor-horor♡ Aku boleh duduk di sebelah Shin-chan, kan?"

 

"A-aku sih tidak masalah……"

 

"……Hmm."

 

Miu yang tadi ceria, kini menggembungkan pipinya dan menatap tajam ke arah kami.

 

(Beginian ini sudah keberapa kalinya sih!! Makanya aku bilang, ini bukan salahku!)

 

"Oh iya! Sekalian saja bagaimana kalau kita gelapkan ruangan? Tutup tirainya rapat-rapat juga."

 

"Morishita-kun, sekali-sekali kamu bicara hal yang bagus juga ya♩"

 

"Ehehe♡ Kalau begitu aku juga boleh duduk di sebelah Miu-chan?"

 

"Sebelah kiriku Shintarou, sebelah kananku Sana. Sudah penuh~"

 

"M-masa sih~!"

 

"Morishita-kun, kalau mau, bagaimana kalau duduk di sebelahku saja? Kalau takut, itu tidak bisa dihindari."

 

Jarang-jarang Tachibana-san bersikap baik pada Morishita…… mungkin karena tadi mereka ngobrol soal otaku jadi mulai akrab. Tebakanku tajam juga.

 

"Terima kasih, Tachibana-san! Aku tidak nyangka kamu orangnya sebaik ini…… aku salah menilaimu."

 

"Se… sebaik ini…? Tidak jadi! Aku menarik ucapanku! Silakan menjauh!"

 

"Makanya! Morishita, kamu itu selalu kebanyakan bicara!"

 

"Hehe♡ Semua tenang dulu ya♡ Nah, apa persiapannya sudah siap~?"

 

Sekarang waktu sudah lewat pukul enam sore────musim panas juga sudah mendekati akhir, dan langit mulai diselimuti senja. Semua tirai di ruang tamu ditutup rapat, dan seluruh lampu dimatikan.

 

"Gila, gelap banget. Lebih gelap dari yang kukira. Atmosfernya dapat banget……"

 

"Iya, wajah saja hampir tidak kelihatan."

 

"Horor yang tidak kelihatan wujudnya tapi menakut-nakuti lewat suara itu yang paling serem. Soalnya tidak tahu datangnya kapan."

 

"Aku setuju~ yang tipe kejutan itu paling tidak aku suka."

 

Begitu ya, Momo-nee tidak tahan dengan kejutan…… Dan meski sok santai, aku juga mulai ketakutan. Tapi ini saatnya menunjukkan kejantanan. Walaupun…… karena terlalu takut, aku cuma bisa menonton dengan mata setengah terpejam.

 

Sepertinya semua orang ketakutan, karena tanpa sadar kami saling menempel seperti gumpalan.

 

"──Wah!! Kaget…… kenapa kamu menatapku begitu?"

 

Di bawah cahaya televisi, wajah Miu yang tampak pucat menoleh ke arahku.

 

"Kenapa? Tidak kenapa-kenapa kok…… aku cuma ingin lihat apa kamu benar-benar nonton atau tidak……"

 

"Itu buruk banget buat jantung…… hentikan."

 

Belum sempat aku bernapas lega──akhirnya cerita memasuki bagian klimaks, dan momen itu pun tiba.

 

"Aaah!! Datang! Kayaknya bakal datang!! Tachibana-san tolonggg!!"

 

"Hei, Morishita-kun! Tolong menjauh!"

 

"Gawat! Shintarou~!"

 

"Shin-chan, sembunyikan aku~!"

 

(Hei!! Dipeluk dari dua sisi…… lebih tepatnya, aku hampir terhimpit!)

 

"Datangggg!!"

 

"Aaaahhh!!"

 

────Brak!

 

"Hah? Apa itu? Ini kejutan atau apa……?"

 

Di saat yang seharusnya klimaks, tiba-tiba televisi mati total.

 

"Apa-apaan! TV-nya mati!"

 

"Miu-chan, tenang…! Eh… aneh… remote-nya juga tidak berfungsi…"

 

"Tunggu, ini serem!! Onee-chan di mana!? Gelap banget, aku tidak lihat apa-apa!"

 

"Aku di sini! Nih! Miu-chan! Aku tepat di depanmu kan. Tidak apa-apa…… aku peluk ya……"

 

"Eh!? Onee-chan bicara sama siapa!? Tangannya ke depan, tapi di depanku tidak ada siapa-siapa!"

 

"……Eh? Kalau begitu, yang ada di sini itu…… siapa……?"

 

"Tiidaaak!!"

 

────Buk!

 

"Apa itu!? Barusan terdengar suara benturan berat! Apa yang terjadi di tempat yang tidak bisa kulihat!?"

 

"Onee-chan nggak apa-apa!?"

 

"Aku tidak apa-apa! Entah kenapa jadi takut dan refleks mendorong sesuatu……! Yang lain aman?"

 

"Khof…… i-ini Morishita…… konfirmasi…… masih hidup…… seles……ai…… ugh."

 

"Morishita-kun!? Kamu nggak apa-apa!?"

 

"Kau tidak apa-apa ya!? Tapi gelap banget aku tidak bisa lihat apa-apa!"

 

"Aku tidak apa-apa…… yang penting kakaknya…… hangat…… lembut…… momen saat aku di surga itu tidak akan kulupakan…… jangan lupakan aku juga……"

 

──Duk.

 

"Yah, entah dia di mana, tapi biarkan saja. Dia tidak apa-apa."

 

"Iya, Morishita-kun pasti baik-baik saja."

 

"Iya…… tinggalkan saja aku……"

 

──Duk.

 

"Katanya begitu. Untuk sementara, bagaimana kalau kita nyalakan lampu?"

 

"Iya──eh? Lampunya juga tidak menyala…… ini sepertinya mati listrik."

 

Serius…… mati listrik pas waktu seperti ini? Aku kira kejadian mati listrik saat nonton horor itu cuma ada di anime.

 

"Ngomong-ngomong, itu tadi benar-benar serem. Sudah lama aku tidak merinding seperti ini."

 

Miu menerangi dirinya dengan lampu ponsel. Ini juga menyeramkan.

 

"Aku juga terlalu kaget sampai tidak bisa bersuara…… mungkin aku sudah cukup dengan film horor……"

 

"Iya ya…… Sana-chan juga takut kan? Onee-chan peluk ya…… ayo♡"

 

"Wah……♡ hangat……♡ kayaknya aku mau nonton horor lagi deh♡"

 

Sederhana sekali anak ini.

 

Daya pelukan Momo-nee yang menenangkan itu benar-benar luar biasa.

 

Kalau dipikir-pikir, bahkan Morishita saja sudah merasakannya…… dan satu-satunya yang belum dipeluk sampai sekarang cuma aku.

 

──Klik.

 

"Ah, TV-nya nyala!"

 

"Jadi cuma mati listrik sebentar?"

 

"Sepertinya begitu~"

 

"Eh? Kalau begitu, lanjutannya tadi?"

 

"Iya, filmnya kan?"

 

"Kalau begitu…… sebentar lagi muncul, kan……"

 

[Vooooooaaaaaaargh!!]

 

"Gyaaaaa!!"

 

"Ini parah banget! Sudah menakut-nakuti pas mati listrik, sekarang TV-nya tiba-tiba nyala terus langsung bikin kaget! Hantu ini kebangetan seremnya!"

 

Melihat Miu yang sampai marah ke hantunya karena terlalu takut, rasa takutku langsung hilang dan aku refleks tertawa.

 

"Kamu itu, tidak perlu sampai segitunya juga kan."

 

"Soalnya ngeri banget sih~!"

 

"Ngomong-ngomong, maaf mengganggu keseruan kalian, tapi kalian tidak lupa kalau aku masih ada di sini, kan……?"

 

"Oh, Morishita-kun. Kami benar-benar lupa."

 

"Miu-chan, kenapaaa~!!"

 

Berkat Morishita yang sekarang jadi pembawa suasana, atmosfer di ruangan langsung berubah ceria.

 

Kalau dipikir-pikir, acara nonton film ini memang menyenangkan.

 

Mati listrik di tengah-tengah itu tidak terduga, sih.

 

"Terus, selanjutnya bagaimana? Kapan kumpul lagi?"

 

"Eh, sudah bahas yang berikutnya saja."

 

"Soalnya~ lebih seru dari yang kubayangkan♩ ya kan, Sana♩"

 

"Iya……♡"

 

"Tachibana-san itu, tiap bicara sama Miu, matanya selalu penuh hati."

 

"S-s-sama sekali tidak! Saat aku bicara dengan onee-chan juga, pasti ekspresiku sama!"

 

"Benar juga."

 

"Hmph. Tolong jangan menatap wajah orang terus-menerus, Morishita-kun."

 

"Hah!? Kenapa aku~! Yang bilang itu Miyata, kan~!"

 

"Ahaha. Morishita-kun itu cocoknya disebut kasihan tapi imut♩"

 

"Aku juga suka Morishita-kun~♩ Lucu dan menyenangkan♡"

 

"Ah…… diperebutkan begini juga bikin aku bingung…… hehe."

 

Ugh…… menjijikkan. Melihat sisi manja teman dekat sendiri selalu membuat rasa malu menjalar.

 

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita adakan pesta Halloween? Semua pakai kostum dan pesta rumah♩"

 

"Eh, berarti bisa lihat cosplay-nya Miu-chan!?"

 

"Aku jadi polisi saja kali ya~♡ Aku harus menangkap Morishita-kun♡"

 

"Uhooo……♡ tidak tertahankan……♡"

 

Orang ini…… benar-benar seperti sedang musim kawin.

 

"Hentikan. Kamu menjijikkan."

 

Aku tidak tahan lagi dan spontan menyela.

 

"Kalau begitu, aku harus pamit dulu. Sudah waktunya pulang."

 

"Waa, Sana, terima kasih sudah datang hari ini!"

 

"Oh! Kalau begitu aku pulang bareng Sana-chan saja!? Katanya kita turun di stasiun yang sama!"

 

"M-Morishita-kun pulang bersamaku!? Y-ya, tidak apa-apa."

 

Morishita mendapat tatapan waspada. Lumayan lucu.

 

Dan entah bagaimana, mereka berdua pergi dari rumah ini sambil tampak akrab.

 

Melihat punggung mereka berdua, entah kenapa terasa hangat.

 

Mungkin memang cocok ya, pikirku.

 

◆◇◆

 

──Setelah mengantar Morishita dan yang lain, aku membantu kakak-beradik itu membereskan sisa pesta rumah.

 

"Huu~ hari ini seru ya~"

 

"Aku juga senang bisa ikut♡ Anak-anaknya baik semua, kalau boleh ikut lagi lain kali, mungkin aku bisa masak makan malam sekalian♩"

 

"Eh, aku ingin makan masakan Momo-nee lagi!!"

 

"Kalau buat Shin-chan, kapan saja bisa lho? Bahkan mau makan sekarang juga?"

 

"A-ah, hari ini aku sudah janjian makan di luar dengan orang tua……"

 

Sial…… aku ingin makan masakan Momo-nee. Setidaknya ingin lihat dia pakai celemek saja……!

 

"Kalau begitu tidak apa-apa♡ Datang lagi kapan saja ya."

 

"Oh iya, Shintarou! Akhir pekan di bulan September, aku dan Momo-nee mau pergi liburan. Kamu mau ikut?"

 

Sambil bilang sudah lama ingin mengajakku, Miu duduk di sebelahku di sofa.

 

"Liburan itu cuma kalian berdua, kan……? Cowok satu-satunya di antara dua cewek itu…… agak gimana gitu tidak……?"

 

"Kenapa? Tidak ada yang keberatan kok."

 

"Yah…… entahlah."

 

"Liburannya ke penginapan onsen♩ Yang dulu sering kita datangi bareng keluarga waktu kecil, kamu ingat?"

 

"Ah, samar-samar sih, tapi rasanya ingat……!"

 

Memang ada ingatannya. Rasanya nostalgia. Sudah lama sekali tidak ke sana…… jujur, agak penasaran juga.

 

"Kalau begitu sudah diputuskan ya♡"

 

"──Hah!?"

 

"Sudah diputuskan! Nih! Reservasi tiga orang juga sudah selesai~!" katanya sambil menunjukkan layar reservasi di ponselnya.

 

"Aku tidak sabar~♩"

 

Padahal aku belum bilang ikut. Kakak-beradik ini terlalu memaksa.

 

Dan lagi…… soal kamar bagaimana?

 

Jangan-jangan………… satu kamar bertiga……!?

 

(Uuh… firasat buruk, sepertinya bakal ada kejadian lagi……)




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close